Angklung Didaftarkan ke UNESCO

Posted by indonesiaberprestasi On August - 31 - 2009

Masih berhubungan dengan angklung, Saung Angklung Udjo mulai mendaftarkan angklung ke UNESCO untuk melindungi angklung sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Pendaftarannya dilakukan Rabu 26 Agustus 2009 dengan difasilitasi Departemen Pendidikan, Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Departemen kebudayaan dan Pariwisata.

“Jadi angklung didaftarkan sebagai nominasi warisan budaya tak benda (intangible heritage) asli dari Indonesia,” kata Direktur Operasional Saung Angklung Udjo Satria Yanuar Akbar di Bandung, Jumat 28 Agustus 2009.

Menurut Satria, sebelum proposal pendaftaran angklung ini diajukan ke UNESCO, pihaknya bersama sejumlah komunitas angklung di tanah air sempat menjadi narasumber dalam sidang verifikasi di Saung Udjo pada tanggal 11 Agustus lalu.

Narasumber itu, kata Satria, terbagi atas dua bagian yaitu masyarakat angklung tradisional seperti dari Banten, Kasepuhan Garut Jawa Barat, dan Ujungberung, dan masyarakat angklung modern yang bergumul di Saung Pak Daeng seperti Saung Angklung Udjo, komunitas angklung di sekolah, dan komunitas masyarakat musik angklung. “Sedikitnya ada 13 komunitas yang tercatat, meski pada kenyataannya lebih dari itu,” katanya.

Kini, kata Satria, pihaknya menunggu tahapan verifikasi yang dilakukan UNESCO. Verifikasi dilakukan untuk membuktikan apakah angklung sangat berperan dalam kelangsungan suku bangsa khususnya di Indonesia. ”Jika lolos verifikasi, maka UNESCO akan mengeluarkan sertifikat dan angklung dapat diakui sebagai warisan ahli budaya kita selain tiga budaya lain yang sudah diakui yaitu wayang golek, keris, dan batik,” katanya.

Meski menyampaikan penghargaan atas upaya pemerintah memfasilitasi proses pengajuan proposal ini, Satria menilai pemerintah selama ini masih lambat dalam mendaftarkan warisan budaya Indonesia. Sebagai perbandingan, kata Satria, Cina sudah mendaftarkan lebih dari seribu warisan budayanya dalam kurun waktu 10 tahun. Korea, sudah melakukannya sejak tahun 1995 dan sudah mendaftarakan tidak kurang dari 100 warisan budayanya.

“Sedangkan Indonesia baru melakukannya sejak tahun 2002, itu pun baru empat jenis,” katanya. Di Malaysia angklung diakui sebagai kebudayaan setempat.

Tentunya kita semua berharap agar verifikasi yang dilakukan tersebut berhasil. Selain itu, semoga untuk ke depannya pemerintah lebih proaktif lagi dalam melakukan pendaftaran budaya Indonesia. Dan mungkin tidak hanya dari perhatian pemerintah, tapi juga dari kita sendiri yang lebih mencintai dan mengapresiasi lagi budaya Indonesia.

Mari kita lestarikan budaya Indonesia!

Sumber: VIVAnews

Bacalah artikel IB tentang angklung: bagian 1 dan bagian 2

Related posts:

  1. Angklung (1) Guys, sebagai anak muda Indonesia yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, pasti...
  2. Pendidik asal RI Dipercaya Masuk UNESCO Tokoh pendidik, Profesor Dr. Arief Rachman, terpilih sebagai anggota Grup...
  3. Angklung (2) BACA TULISAN SEBELUMNYA: Angklung (1) Kebangkitan Sejak dihapuskannya Cultuurstelsel, larangan...
  4. Batik, Wayang, Keris, Jadi Warisan Budaya Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nations Educational,...
  5. Selamat Hari Batik, Indonesia! 2 Oktober 2009! Merupakan sebuah hari yang membanggakan bagi bangsa...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

One Response to “Angklung Didaftarkan ke UNESCO”

  1. ramadoni says:

    PERTAMAX lagi… (dance)
    asiiikkk biar lebih aman…
    biar gak diembat lagi yak kebudayaan kita…

Leave a Reply

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: