“… jikalau aku melihat sinar matanya pemuda dan pemudi yang cemerlang laksana bintang yang abadi, aku melihat hari kemudian Indonesia yang cemerlang, gegap-gempita, Indonesia yang benar-benar akan menjadi satu negara yang besar, Indonesia yang benar-benar akan menjadi mercu-suar bagi seluruh umat manusia di lima benua, melintasi tujuh samudera. Sinat matamu aku lihat berisikan hari kemudian Indonesia, sinar matamu menggambarkan hari kemudian Indonesia. Oleh karena itulah aku merasa gembira.
Tidakkah benar bahwa akupun berulang-ulang telah berkata bahwa di tangannya pemuda terletak hari kemudian bangsa? Dulu selalu orang berkata, dalam bahawa asing: Wie de jeugd heeft, heeft de toekomst; siapa yang memiliki, menggenggam pemuda, dia adalah yang menggenggam hari kemudian. Tetapi, Saudara-Saudara, pernah kalimat ini aku balikkan. Bukan saja “wie jeugd heeft, heeft de toekomst“, bukan saja siapa yang menggenggam pemuda, menggenggam hari kemudian, tetapi aku pernah berkata: Wie de toekomst heeft, heeft de jeugd: siapa yang memiliki hari kemudian dia memiliki pemuda. Dan saya tidak pernah ragu-ragu, sejak aku melangkahkan kakiku di jalan perjuangan, bahwa tidak boleh tidak pemuda-pemudi Indonesia pasti ikut, ikut di dalam perjuangan itu, oleh karena perjuangan kita itu menuju kepada hari kemudian yang gilang-gemilang.”
- kutipan pidato Bung Karno pada tanggal 11 Maret 1963.
Paragraf diatas saya ambil dari buku “Bung Karno Putera Fajar” karya Solichin Salam. Sungguh merupakan kepercayaan dan harapan yang sangat besar dari Sang Proklamator kepada kita pemuda-pemudi Indonesia.
Tepat pada hari ini 64 tahun yang lalu, para pemuda lah yang mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan lewat peristiwa Rengasdengklok. Atas usaha dan perjuangan para pemuda itulah kita dapat merasakan kemerdekaan hingga saat ini. Bahkan jauh sebelum itu, mereka juga telah berhasil mempersatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke lewat Sumpah Pemuda.
Dan tentunya juga masih segar diingatan kita, pemuda jua lah yang telah menghantar kita ke era reformasi sebelas tahun yang lalu, dimana mereka rela untuk turun ke jalan demi menyuburkan demokrasi di tanah air tercinta ini.
Itulah bukti bahwa pemuda-pemudi Indonesia telah dan akan terus berperan penting dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa. Cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
Oleh karena itu sudah semestinya kita para pemuda – khususnya para mahasiswa – selalu berada di garis terdepan dalam mengisi kemerdekaan ini. Teruslah berbakti dan mengabdi kepada Ibu Pertiwi lewat pemikiran kita, ide kita, tenaga bahkan jiwa raga kita.
Dirgahayu negeriku, Dirgahayu bangsaku…
Selamat Menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-64!
(Ditulis oleh: Muhammad Husein Febriskamadya, Mahasiswa Program Sarjana Muda Teknologi Informasi, Fakulti Sains Komputer dan Teknologi Maklumat, Universiti Malaya)
Related posts:
- Sahabat Para Petani Artikel ini adalah kutipan dari acara Metro TV program Zero...
- Mahasiswa La Sapienza, Roma Gelar Pementasan Gamelan Mahasiswa dan mahasiswi Italia dari Facolta di Lettere e Filosofia...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



