Sumber: link
Indonesia akhirnya berhasil membuat sebuah film animasi 3D pertama yang akan ditayangkan di layar lebar. Film yang berjudul Meraih Mimpi tersebut diproduksi oleh Infinite Frameworks (IFW), sebuah studio animasi yang berpusat di Batam.
Film Meraih Mimpi sebenarnya merupakan adaptasi dari sebuah buku berjudul Sing to The Dawn, karya Minfong Ho, seorang penulis berkebangsaan Cina Amerika yang kerap mengangkat permasalahan sosial di dalam karya-karyanya. Buku tersebut bercerita tentang kisah seorang gadis cilik bernama Dawn yang memperjuangkan haknya akan pendidikan dan membuat impiannya menjadi nyata. Berikut ini adalah sinopsis asli dari film Sing to The Dawn atau Meraih Mimpi:
“Sing to The Dawn is a story of a girl fighting for her right to basic education and making true her dreams. Dawan is an average teenage girl growing up in a small Southeast Asian village. But she has bigger dreams and wants more than her small town and traditional way of life can offer. One day everything is turned upside down when her family gets the news that they must pay new taxes or they will lose their home. The entire village is at risk.”
Pembuatan film animasi tersebut sebenarnya atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib baca di beberapa SD di Singapura dibuat filmnya. Begitu mendapat tawaran dari pemerintah Singapura, IFW langsung memulai pengerjaan film Sing to The Dawn. Animator yang berjumlah 150 hampir semuanya berasal dari Indonesia dan hanya 5 orang saja yang merupakan warga negara asing.
Pengerjaan film dilakukan sepenuhnya di Batam selama tiga tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS. Film Sing to The Dawn selesai dibuat pada tahun 2008 dan lantas didistribusikan ke berbagai negara, mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia. Sing to The Dawn tidak langsung diluncurkan ke Indonesia karena IFW ingin memperkenalkan Sing to The Dawn ke penonton luar terlebih dahulu.
Sing to The Dawn baru dilokalisasi ke dalam versi Indonesia pada tahun ini dengan judul Meraih Mimpi. Nia Dinata direkrut untuk membantu proses script writing dan Erwin Gutawa diminta untuk mengkomposisi ulang musik yang mengiringi film.
Di samping itu, beberapa artis terkenal seperti Gita Gutawa, Cut Mini, dan Shanty juga terlibat sebagai pengisi suara. Dikabarkan, Meraih Mimpi akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada tanggal 8-9 September 2009, dimulai dari jaringan bioskop XXI Indonesia.
Referensi: link
Related posts:
- Film-film Indonesia Berjaya di Festival Film Asia Pasifik Film Laskar Pelangi (2008) karya sutradara Riri Riza meraih penghargaan...
- Karya Anak Bangsa: BMKids Browser Screenshot BMKids Browser Walaupun terlihat menyenangkan, beraktivitas dengan internet...
- Laskar Pelangi Meraih Golden Butterfly Award di Iran Sekali lagi, Laskar Pelangi mendapatkan respons positif di dunia internasional....
- Bali Tuan Rumah Festival Film Internasional Bali akan dipercaya sebagai tuan rumah festival film bertaraf internasional...
- ITS Pamerkan Teknologi Militer Buatan Anak Negeri Sumber Gambar: link Institut Teknologi Surabaya turut ambil bagian...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Catatan dari Redaksi:
Sebenernya ada yang lebih pertama dari ini, yaitu Homeland. Hanya saja yang berhasil sampai ke layar lebar adalah Meraih Mimpi aka Sing to The Dawn..
Walau begitu, semuanya patut diapresiasi..
Semoga ke depannya makin baik lagi!
Salut!
Ketika launch premiere di singapura, saya kira ini film produksi sana.
wah saya baru sadar sekarang, sebab publikasi disana nggak ada menjelaskan bahwa film ini produk Indonesia.
Jayalah Indonesiaku.