Mika Halpin Hasanah, begitu nama panjangnya. Wanita yang akrab dipanggil Mika ini memiliki jiwa sosial yang begitu besar. Mulai dari bangku kuliah ia telah terjun ke berbagai macam aktivitas sosial, mulai dari menjadi kepala bidang pengabdian masyarakat organisasi mahasiswa di fakultasnya, hingga paling akhir menjadi salah satu founder dari gerakan Buku untuk Anak Bangsa (BuAB).
Buku untuk Anak Bangsa atau English Books for Indonesian Childern sendiri merupakan sebuah gerakan pengumpulan buku-buku berbahasa Inggris di Australia yang pada akhirnya akan didistribusikan untuk sekolah-sekolah atau komunitas di Indonesia. Mika bersama dengan tiga orang lainnya telah mengkoordinasikan kegiatan BuAB sejak Oktober 2007 hingga sekarang. Sebanyak sekitar 15000 buku telah didistribusikan hingga tahun ini ke berbagai pelosok Indonesia, bahkan hingga ke Papua.
Berikut ini adalah petikan wawancara yang dilakukan oleh Indonesia Berprestasi dengan Mika Halpin Hasanah.
Sekilas Profil
Ket: Mika (kanan) bersama ibu Rosita Moesa sedang hunting buku
Nama Lengkap: Mika Halpin Hasanah
Nama Panggilan: Mika
Tanggal Lahir: 23 Juni 1986
E-mail: mika.halpin@gmail.com
Blog: http://bukuuntukanakbangsa.blogspot.com/
Apa yang melatari keikutsertaan Mika dalam gerakan Buku untuk Anak Bangsa?
Ketika saya berkuliah (S1) di University of Queensland (UQ), Australia, ada seorang teman saya yang melakukan kegiatan pengumpulan buku-buku dalam skala kecil. Ketika itu, ketua dari perkumpulan pelajar Indonesia di UQ tertarik untuk turut melakukan kegiatan pengumpulan buku dalam skala yang lebih besar. Saya tertarik untuk ikut serta dan kemudian ditunjuk untuk menjadi ketua pelaksana dari tahun 2007 – 2008.
Siapa saja pendiri (founder) Buku untuk Anak Bangsa?
Ada empat orang. Saya, Sitti Maesuri Patahudin (mahasiswi PhD di UQ dan ketua perkumpulan pelajar Indonesia), Rosita Moesa (guru di Brisbane), dan Yulia AW (mahasiswi PhD di Brisbane).
Bagaimana Buku untuk Anak Bangsa ini berjalan?
Buku yang telah dikumpulkan di Australia selama kurang lebih setahun, dikirimkan ke Indonesia dengan menggunakan shipping service. Biasanya pengiriman buku dilaksanakan di akhir tahun. Sesampainya di Indonesia, buku-buku yang ada disorting untuk menentukan siapa yang tepat menerimanya. Kami berusaha memastikan bahwa yang menerima buku-buku kami akan benar-benar menggunakannya untuk meningkatkan aktivitas membaca atau mempunyai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan membaca.
Pemilihan dilakukan dari aplikasi-aplikasi yang masuk ke BuAB atau orang-orang yang menghubungi BuAB secara langsung. Kami biasanya memilih berdasarkan apa yang mereka katakan akan lakukan dengan buku-buku kami. Buku-buku tersebut lantas dikirimkan dengan menggunakan jasa pengiriman ke daerah-daerah yang dituju. Terkadang saya turut mengantarkannya langsung, seperti ke beberapa daerah di Jakarta dan Lombok.
Setelah buku-buku dikirimkan, berikutnya adalah kegiatan monitoring. Monitoring dilakukan dengan melakukan kontak melalui telepon setiap tiga bulan sekali. Kami menanyakan mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan dengan memanfaatkan buku-buku tersebut. Kami juga meminta mereka untuk mengirimkan foto-foto kegiatan ke kami. Untuk tahun ini, kami akan mulai meminta laporan tertulis dari mereka mengenai kegiatan-kegiatannya yang berhubungan dengan buku-buku BuAB.
Daerah mana saja yang pernah mendapatkan sumbangan buku dari BuAB?
Banyak sekali. Biasanya, kami memprioritaskan daerah-daerah di luar Pulau Jawa untuk hal ini. Daerah-daerah yang pernah mendapatkan sumbangan buku dari BuAB antara lain adalah DI Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua.
Berapa jumlah buku yang didistribusikan untuk masing-masing daerah?
Tergantung kepada permintaan yang diajukan. Sebagai contoh bila ada sebuah sekolah dasar yang mengajukan permohonan akan buku-buku Bahasa Inggris level Beginner & Intermediate, maka kami akan memberika buku yang mereka pinta. Hal ini untuk menghindari adanya buku-buku yang tidak digunakan ketika sudah sampai di tempat.
Berapa total jumlah buku yang telah didistribusikan?
Tahun 2007 ada sekitar 800 kg buku. Tahun 2008, 2.1 ton. Dan secara kasar sudah mencapai 15000 buku yang kami distribusikan. Untuk tahun ini, pengumpulan buku masih dilaksanakan di Australia. Bulan Desember akan dikirimkan ke Indonesia, dan kemungkinan akan tiba di Indonesia pada bulan Januari.
Apakah BuAB juga menerima sumbangan lainnya selain buku?
Ya, tentu saja. BuAB sangat membutuhkan donasi untuk biaya distribusi. Selama ini, biaya distribusi adalah yang paling mahal di antara lainnya. Biaya pengiriman buku-buku dari Australia ke Indonesia, lalu dari Indonesia ke daerah-daerah lainnya. Selama ini, kami mendapatkan bantuan donasi dari University of Queensland dan Kedutaan Besar Indonesia di Canberra. Tapi, kami sangat membutuhkan sponsor/donatur yang ingin membantu dalam masalah distribusi.
Buku-buku seperti apa yang diterima oleh BuAB?
Apa saja, bisa cerita anak-anak, novel, kamus, ensiklopedia, atau buku-buku pelajaran.
Apakah ada pengumpulan buku yang dilaksanakan di luar Australia?
Sementara ini belum ada. Tapi, kami menerima bantuan dari siapa saja yang ingin membantu. Jika ada yang ingin memberikan bantuan buku atau donasi, dapat langsung menghubungi saya.
Apa harapan ke depan terhadap BuAB?
Saya hanya ingin melihat BuAB tidak berhenti begitu saja. Semoga dapat terus berjalan. Selain itu, saya berharap BuAB dilakukan juga di negara-negara lainnya. Atau paling tidak, saya juga berharap ada pihak-pihak lain atau bahkan masyarakat Indonesia itu sendiri yang berkontribusi terhadap Indonesia dengan jalur yang berbeda, tidak harus melalui BuAB.
* * *
Bila ada pembaca yang berminat untuk turut menyumbangkan buku-buku bagi BuAB atau donasi dapat langsung menghubungi contact person BuAB berikut:
Indonesia:
Mika Halpin H (mail to: mika.halpin@gmail.com / hp: 0811930286)
Australia:
Ashri (mail to: buab@ppi-australia.org)
Related posts:
- Karya Anak Bangsa: BMKids Browser Screenshot BMKids Browser Walaupun terlihat menyenangkan, beraktivitas dengan internet...
- ITS Arak Kapal Untuk Lomba ke Kanada Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Sabtu, mengarak...
- Dokter Anak Terbaik Dunia dari UGM Sumber Foto: MGB UGM Prof. dr. Sri Suparyati, Sp.A.(K),...
- Anak Indonesia di International Children’s Camp Finlandia dan Norwegia Empat anak asal Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh...
- Batik: Persembahan Indonesia Untuk Dunia Batik telah dikenal sejak lebih dari ratusan tahun silam. Sebenarnya,...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Langkah yang mengesankan….
Lanjutkan Mbak…
salam semangat selalu dari saya…..
Wah, hebat sekali mbak.
Lanjutkan!!!
Khas………..
Salut. Seperti harapan yg diuraikan, semoga dapat terus berjalan.