Karya perancang Indonesia dengan motif tradisional berupa tenun dan batik yang dirancang menjadi haute couture (adi busana, red) ditempatkan pada sektor mode yang akan menjadi referensi internasional, berdasarkan keterangan dari Atase Perdagangan KBRI Paris Hari Prawoko.
Empat perancang Indonesia yaitu Hamy Budi Winarko, Danny Agung Wirawan, Priyo Oktaviano, dan Adi Teguh Prabawa unjuk keunggulan pada Peragaan Busana dalam pameran Pret-a-Porter yang digelar di Porte de Versailles, Paris, 4-7/9/2009. Mereka menampilkan 24 koleksi busana bercirikan pakaian tradisional dan bermotif batik serta tenun. Peragaan karya mereka terselenggara berkat kerjasama dengan Departemen Perdagangan (BPEN) dan KBRI Paris.
Pret-a-Porter merupakan pameran pakaian jadi yang diperuntukkan bagi kalangan profesional dan merupakan barometer perkembangan mode dunia, di samping sebagai ajang peluncuran merek baru pakaian jadi. Selain peragaan busana, Indonesia juga mengikuti pameran, diwakili oleh Batik Ozzy, La Mentique Besurek (Fasha), Ali Kharisma, Cita Tenun Indonesia dan Inline Batik. Partisipasi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Departemen Perindustrian (Ditjen Industri Kecil dan Menengah).
Pameran Pret-a-Porter ini terbagi dalam tema sesuai dengan karakteristik mode yaitu So Sweet, yang memamerkan pakaian jadi bagi pemilik large sizes (postur besar, red). So Ethic, memamerkan pakaian jadi bercirikan tradisional, yang dimodifikasi menjadi adi busana. Kemudian Go Easy, khusus untuk pakaian dengan produksi massal sehingga harganya terjangkau. Sedangkan Go Magic untuk mode yang akan menjadi referensi dan merek-merek dengan pengakuan internasional. Indonesia sendiri memamerkan pakaian dengan motif tradisional berupa tenun dan batik, yang dirancang menjadi pakaian adi busana dan ditempatkan dalam tema Go Magic.
Pameran Pret-a-Porter ini diselenggarakan 2 kali dalam setahun yaitu di Januari untuk mode musim gugur dan dingin dan September untuk mode musim semi dan panas. Pada pameran sebelumnya tercatat jumlah pengunjung mencapai 44.000 orang, berasal dari berbagai belahan dunia antara lain negara-negara Uni Eropa (UE), Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Eropa non UE.
Semoga dengan tampilnya kebudayaan Indonesia tersebut, bisa semakin mengenalkan budaya Indonesia di dunia Internasional.
Eddi Santosa
Sumber: Detik
Related posts:
- Tari Cendrawasih Tampil di Folklore Internasional Festival ke-10 Tari Cendrawasih dan tari Merak yang ditampilkan penari Indonesia di...
- Kaum Muda Slovakia Gandrungi Budaya Indonesia Kita sebagai manusia seringkali lebih mendengar apa yang dikatakan orang...
- Sendratari Ramayana Tampil di Lebanon Kedutaan Besar RI di Beirut, Lebanon, menampilkan Sendratari Ramayana...
- Rombongan Kesenian Indonesia Tampil Memukau di Hungaria Gyongyos – “Rombongan kesenian anda sungguh hebat dalam festival ini,”...
- Batik dan Wayang Kulit Sedot Perhatian Besar di Ibukota Kebudayaan Eropa Sumber Gambar: link Di ibukota kebudayaan Eropa, Riga, malam...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



