Sebuah Perubahan

Posted by indonesiaberprestasi On September - 14 - 2009

change

Sumber Gambar: link

Kisah Pertama:

Alkisah, di tahun 1930an, ada seorang mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi di Mesir. Ketika datang waktu salat, ia segera mencari tempat untuk menunaikan salat. Lantas ia bertanya kepada mahasiswa lainnya dan ditunjukkan sebuah tempat untuk melakukan salat. Tempat tersebut adalah sebuah ruangan kecil, di bawah tanah yang pengap. Ia merasa heran dengan rekan-rekannya yang tidak terlalu memperhatikan salat. Namun, ia tidak punya pilihan lain kecuali melaksanakan salat di tempat tersebut.

Ruangan kecil itu kumuh dan berantakan. Di sana ia mendapati sebuah tikar usang dan seorang pekerja kampus yang akan melaksanakan salat. Ia bertanya, “Apakah Anda juga akan salat di sini?”. Orang itu menjawab, “Ya, karena tidak ada orang lagi yang hendak salat bersama saya. Selain itu, tidak ada tempat salat lain selain di sini”. Mahasiswa baru tersebut lantas berkata, “Saya tidak mau salat di tempat ini”. Ia lantas naik ke atas dan mencari sebuah ruangan perkuliahan. Lantas, ia berdiri di tengah-tengah ruangan, mengumandangkan azan dengan keras, dan mendirikan salat di tempat tersebut. Orang-orang terkejut dan sebagian menertawakan tindakannya. Tapi, mahasiswa baru tersebut tidak ambil peduli dengan tindakkan mereka.

Hari-hari berikutnya, hal yang sama berulang. Masih saja banyak orang yang menertawakannya. Tapi, ia tetap tak bergeming. Hingga pada akhirnya, orang-orang tidak lagi menertawakannya. Dan, terjadilah perubahan itu..

Pekerja kampus yang semula melakukan salat di ruangan bawah tanah, mulai terdorong untuk mengikuti mahasiswa baru tersebut. Tidak lama kemudian, jumlah yang ikut salat berjamaah bersama mahasiswa baru pun bertambah banyak. Hal tersebut lalu menjadi pembicaraan di kalangan kampus. Hingga suatu hari, rektor kampus memanggil pemuda tersebut dan berkata, “Kalian salat di tengah-tengah ruangan perkuliahan. Kondisi ini tidak boleh berlarut. Nanti kami akan membangunkan sebuah masjid yang bersih dan rapi untuk tempat kalian melaksanakan salat”. Akhirnya dibangunlah masjid pertama di sebuah fakultas kampus tersebut. Dan, tidak disangka, peristiwanya tidak hanya berakhir di sini. Selang beberapa waktu, setiap fakultas di kampus tersebut turut membangun sebuah masjid untuk meringankan umat Muslim dalam melaksanakan salat.

* * *

Kisah Kedua:

Pemuda itu dilahirkan di negara bagian Gujarat, India. Beberapa anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, pemuda tersebut pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Lantas, ia sempat bekerja sebagai pengacara kemudian pindah ke Afrika Selatan. Gerakan apartheid yang ketika itu marak di Afrika Selatan, kemudian mengubah hidupnya. Ia lantas memutuskan menjadi seorang aktivis politik dan melawan gerakan diskriminasi tersebut.

Setelah pulang ke India, pemuda tersebut tetap tidak merubah pandangan politiknya. Bahkan, gerakan yang ia lakukan cenderung berbeda dengan lainnya. Ketika itu, India dikuasai oleh Kerajaan Inggris. Banyak orang berjuang dengan keras untuk dapat merdeka, salah satunya adalah melalui kelompok Retorika Lingkaran Kepedulian. Namun, ia memilih berjuang dengan perlahan. Bergabung dengan masyarakat di desa-desa kecil dan terpencil, para pekerja ladang di sawah-sawah, melakukan aksi-aksi damai, ia meluaskan lingkaran pengaruhnya sedikit demi sedikit.

Walaupun pernah menjadi seorang pengacara besar, ia merelakan semua prestasi hebat tersebut hilang, hanya untuk dapat bersatu dengan masyarakat dan lebih memahami mereka. Tindakannya tersebut lantas berhasil menaklukkan Inggris. Dominasi politis tersebut pun hancur. Dan ia pun dikenang sebagai seorang pahlawan hingga saat ini. Ia adalah Mahatma Gandhi.

* * *

Apa kiranya pelajaran yang dapat kita ambil dari kedua kisah di atas?

Ya, tentang sebuah perubahan. Perubahan yang ternyata dimulai terlebih dahulu dari sebuah keberanian. Dari kisah pertama, kita belajar, bahwa keberanian dan sikap proaktif dapat muncul dari siapa saja, bahkan dari seorang mahasiswa baru, yang biasanya terstigma untuk selalu menuruti apa kata lingkungan atau senior-seniornya. Ia memilih untuk bersikap ketika ada suatu hal yang menurutnya tidak benar. Ia konsisten dengan pilihannya hingga pada akhirnya perubahan yang diinginkan dapat benar terjadi. Ia tidak memedulikan pendapat sekitarnya, ia terus melakukan hal yang dianggapnya benar. Walaupun pada awalnya apa yang dia lakukan tergolong kecil, namun pada akhirnya membawa sebuah perubahan yang besar. Satu lagi pelajaran, bahwa perubahan itu berjenjang. Dimulai dari tindakan kecil yang konsisten namun pada akhirnya membawa efek yang luar biasa.

Dari kisah kedua pun demikian. Kita belajar dari Gandhi, bagaimana sebuah perubahan tidaklah harus melalui cara-cara yang ekstrim dan kasar. Bagaimana kita dapat memengaruhi dan merubah paradigma orang mempunyai kekuatan lebih besar ketimbang melakukan aksi-aksi menggebrak yang hanya mempunyai efek sesaat. Dan sekali lagi, kita pun belajar dari Gandhi, bagaimana perubahan dimulai dari keberanian. Gandhi yang tadinya adalah seorang pengacara, rela meninggalkan pekerjaan basahnya, dan memilih untuk membela rakyatnya.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Yakinlah, kita semua dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Mau muda, mau tua. Mau orang biasa, mau pejabat.

Walaupun melalui tindakan yang kecil, namun jika dilakukan dengan konsisten dan terorganisir, niscaya cita-cita perubahan itu akan tercapai.

Related posts:

  1. Sebuah Inspirasi: Berbagi di Bulan Suci Banyak cara yang dapat dilakukan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang...
  2. Siswa SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim Dua pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel...
  3. Majukan Bangsa dengan Berwirausaha Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya, baik sumber...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

5 Responses to “Sebuah Perubahan”

  1. adi says:

    Postingan yang sangat bagus..untuk membuat perubahan memang harus dimulai dari diri sendiri dan dengan kesadaran. Ketulusan hati akan menghantar pada perubahan yang dimaksud.

  2. Ian says:

    Artikel yang inspiratif. Memang semuanya kita mulai dari yang kecil. Konsistensi akan menunjukkan hasil. Bahkan mereka yang meragukan kita pun akan memuji kita akhirnya.

    Mari kita mulai keberanian ini :D
    GNFI

  3. saher_holic says:

    nice post…
    inspiratif dan menyegarkan..
    keadaan yang sama dengan Mal-mal di Indonesia,padahal negara ini negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia tapi tempat yang layak untuk sholat di pusat perbelanjaan masih sangat memprihatinkan..

    setau saya baru ada 1 mall di Jakarta yang memeiliki mesjid yang sangat indah,luas dan bersih di dalamnya.. yaitu pasaraya grande (blok M) mesjid Al Latif.. tolong di tiru untuk semua pengelola Mal..

  4. artikel yang sangat menarik dan inspiratif… like this very much!

    Satu pelajaran yang paling “nampol” buat saya dari kedua kisah ini, yaitu perubahan itu ga akan bisa terjadi begitu saja… ~mau ga mau~ perubahan harus kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dengan memunculkan keberanian untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang kita miliki dan mengoreksi hal-hal buruk yang masih melekat dalam diri… Andai semua manusia sudah memiliki keberanian untuk memulai perubahan dari diri sendiri, saya yakin perubahan pada skala yang lebih luas dapat lebih mudah diwujudkan… Semangat!

  5. dida says:

    nice post. kode untuk banner Indonesia Berprestasi kok ga bisa di copy ya?

Leave a Reply

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: