From Zero to “Hero”!

Posted by sucilestarini On October - 12 - 2009

“Orang-orang besar atau sukses tidak pernah berhenti berusaha hanya karena berhadapan dengan batu-batu rintangan di jalan yang dilaluinya.”

(Quote asli dari saya, Suci Lestarini N :P )

* * *

ouray_ice_climbing

Sebutlah namanya Moti. Kira-kira lebih dari lima belas tahun yang lalu, ia bekerja sebagai “asisten rumah tangga” di keluarga saya. Ketika itu, tentu saja, saya masih kecil sekali. Kisah tentang ia, saya dapatkan dari ibu saya :)

Moti asli Demak, sama seperti alamarhum ayah saya. Ketika pertama bekerja di keluarga saya, usianya masih belasan tahun. Namun karena alasan ekonomi, Moti terpaksa mengadu nasib sebagai “asisten rumah tangga” dan mengubur impiannya bersekolah. Sebuah keputusan yang berat bagi anak seusianya. Ketika teman-temannya bisa bersekolah dan ia hanya bisa menggantungkan citanya.

Kata ibu, Moti anak yang sangat rajin bekerja ketika itu. Almarhum ayah dan ibu sangat menyukainya. Oleh sebab itu, almarhum ayah dan ibu saya sepakat untuk memberikannya “bonus”. Moti kemudian ditawari untuk bersekolah.

Bagai mendapat durian runtuh, tawaran tersebut tentu diamini Moti dengan segenap jiwa dan raganya. Moti benar-benar giat dan rajin bersekolah hingga lulus sekolah menengah atas. Selepas itu, Moti sudah tidak lagi bekerja pada keluarga kami karena sebuah hal yang saya lupa mengapa.

Kisah Moti tentu saja tidak berakhir hingga paragaraf di atas. Beberapa puluh tahun kemudian, saya, adik, dan Ibu berkesempatan bertemu dengan Moti. Ketika itu, kami sekeluarga hendak ziarah ke makam alamarhum ayah di Demak. Karena tidak punya keluarga untuk “numpang bermalam” di Demak, maka ibu pun menghubungi Moti agar bisa menginap di rumahnya. Begitulah, dalam keluarga kami, tidak pernah ada pembedaan antara asisten rumah tangga dan majikan. Kami diajarkan untuk menghargai setiap orang dan memperlakukan mereka sama seperti yang lainnya.

Tak dinyana, sesampainya di Demak, Moti sudah menjadi seseorang yang luar biasa. Kami yang berangkat ke Demak menaiki bis, dijemput oleh keluarga Moti dengan mobil yang cukup lumayan di tempat yang telah disepakati sebelumnya. Di mobil, Moti bercerita banyak hal. Katanya, saat ini, ia telah bekerja sebagai seorang PNS di bagian pertanian di Demak. Ia bercerita, selepasnya dari rumah kami, ia membuka usaha sebagai seorang tukang jahit. Ilmu menjahit ketika itu memang Moti dapatkan dari ibu saya yang pandai menjahit. Dari hasil usaha jahit-menjahit, Moti mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sehingga bisa berkuliah S1 pertanian dengan uangnya sendiri.

Di kampus, Moti bertemu dengan pangeran idamannya. Mereka lantas menikah. Bertahun-tahun mereka membina rumah tangga dengan tekun sambil terus berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik. Dan kami memang melihat hasil kerja keras Moti dan suaminya. Saya dan ibu terperanjat dengan rumah yang didirikan oleh Moti. Untuk ukuran “tinggal di perkampungan”, rumah yang dibangun Moti dan keluarga cukup besar. Lantainya sudah dikeramik semua, halamannya luas penuh tanaman beraneka ragam. Kesuksesan Moti tidak hanya terlihat dari materi tapi juga dari anak-anaknya. Yang tertua, baru berhasil masuk perguruan tinggi yang cukup bagus di Semarang dengan jurusan teknik informatika. Yang lebih muda, berhasil berprestasi baik di sekolahnya.

Benar-benar luar biasa. Saya dan ibu benar-benar terkagum-kagum dengan Moti. Yang membuat saya malu adalah bahwa ketika saya hendak kembali ke Jakarta, Moti memberi saya dan adik “uang saku”. Sudah susah payah saya menolak, tapi ia tetap bersikukuh. Katanya, untuk jajan-jajan buku. Saya paham, Moti pasti menganggap saya dan adik juga “anaknya”. Kami berdua memang belum bekerja dan masih bersekolah. Tapi, tidak pernah terbayang bahwa akan begini jadinya. Dulu kami yang biasa memberikan uang tanda terimakasih kepada Moti, tapi kini malah berbalik.

* * *

Bagi saya, kisah di atas luar biasa. Moti benar-benar menjadi saksi hidup saya akan kekuatan sebuah impian. Dari seorang “asisten rumah tangga” biasa hingga menjadi seorang PNS dengan hidup yang berkecukupan. Perjuangan Moti dalam menggapai impian hidupnya benar-benar patut diacungi jempol.

Moti adalah contoh nyata dari orang-orang besar yang tidak pernah berhenti berusaha hanya karena keadaan awalnya yang kurang menguntungkan. Ia tidak pernah mengeluh dan menangisi nasibnya dilahirkan di keluarga yang kekurangan. Justru, ia terus menatap ke depan, tetap bergerak, berusaha dan bekerja sesuai kemampuannya. Ia terus bersikap positif, menciptakan peluang-peluang baginya untuk terus maju, dan menerjang segala rintangan yang ada di hadapannya.

Untuk mempunyai semangat seperti Moti memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Yang perlu kita tanamkan terus dan terus adalah semangat pantang menyerah dan pikiran positif serta optimis untuk meraih cita.

Seandainya setiap pemuda-pemudi Indonesia adalah orang-orang seperti Moti, saya yakin bahwa masa depan negara ini akan lebih cerah. Karena kita mempunyai agen-agen pewaris dengan semangat yang membara untuk menggapai impiannya juga mudah bangkit dari segala keterpurukkan.

I really wait the next Motis in Indonesia. I do believe that we can, coz Moti can ;)

From Zero to “Hero”

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

11 Responses to “From Zero to “Hero”!”

  1. surya says:

    wow wow, what a great person she is! punya mental yang sangat hebat.. Begitu juga dengan keluarganya Leni yang memberikan memberikan kesempatan utk melanjutkan sekolah :) .

    semoga kita semua bisa mencontoh keuletan dan kebesaran hati serta tekadnya..

  2. Mantab! Keren. S1 dari hasil menjahit.

    ~btw, tadi saya pikir dari Denmark.

  3. bunda_nurul says:

    Wah hebat tu, ketekunan dan keiklasan meniti hidup membauahkan haasil yg manis. Subhanalloh

  4. isti says:

    salut buat Moti..semoga semangatnya dapat menular ke generasi muda kita. btw..masih ingat aku kan? :)

  5. HHmm..LUaarrrr biasa Mbak…
    Saya yakin juga pasti akan bisa seperti beliau kok, merintis mulai dari bawaahhh sekali, hingga akhirnya menjadi kuli di Daihatsu selama sepuluh bulan kemudian sekarang bisa kuliah di sini, orang tua saya di rumah hanya seorang petani, itupun tidak mempunyai sawah, hanya ladang di samping rumah, tiap hari bapakku yang sudah tua menjadi kuli pasir(jika tidak sedang musim tanam) di desa…

    Hhmm..tapi tetap saja mereka sangat luar biasa, bisa menciptakan anak seperti saya, yang tidak pantang menyerah dan selalu menatap masa depan dengan penuh semangat…

    Awal masuk kuliah di STKS hanya membawa uang 4.5 juta saja, itupun masih harus dipotong biaya masuk kuliah dan bayar kostan, toh saya tidak ciut nyali, selama Allah masih memberiku kesehatan, insyaalllah rizki darinya tidak akan pernah kurang…
    Alhamdulillah sekarang sudah mencapai semester 3, nyatanya masih bisa bertahan kok, dan perjuangan masih dilanjutkan dengan sangat panjang, namun saya YAKIN. KESUKSESAN ITU PASTI AKAN TERAIH

    Allahu AKbar….

    Salam semangat dari Bocahbancar seorang bocah dari desa Bancar, Tuban, Jawa Timur Indonesia :)

    htpp://bocahbancar.wordpress.com/

  6. iman says:

    Dan kekuatan mimpi ternyata sangat dahsyat. Tapi kebanyakan dari kita bahkan untuk bermimpi pun masih takut.

    Thanks Len, mencerahkan :)

  7. Mika Halpin says:

    such a true inspiration!!
    salam ya Len buat si mbak Moti =D
    aku kagum bgt!!!

  8. Icetea says:

    Waw, semangatnya tinggi sekali. Salut banget buat mba moti,,semoga bisa tertular semangatnya,,hehe

    Sangat menginspirasi :)

  9. Irene says:

    *speechless sejenak*
    Kereeeeeen!! XD
    Ini bener-bener tepat seperti yg Iren butuh saat ini, kisah tentang seseorang yang tetap bertahan dan terus menerjang maju walau kondisi ‘membantai’ kita.
    Akhir-akhir ini sering banyak mengeluh dan membandingkan, huhuu..
    Dan cerita ini bener-bener bikin sadar bahwa… aku pasti bisa menghadapi semua :D
    Terus semangaaat!

  10. indonesiaberprestasi says:

    @all: terimakasih sudah membacanya, semoga ada hikmah yang bisa diambil ;)
    keep on spirit everybody! ;)

Leave a Reply

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: