Sasando, Alat Musik Unik dari Rote

Posted by indonesiaberprestasi On October - 5 - 2009

sasandoJika harpa, piano, dan gitar plastis menjadi temuan paling bersejarah dan berarti dalam dunia musik, maka sasando dari Pulau Rote layak mendapat penghargaan lebih.

Alat musik tradisional masyarakat Rote itu telah ada sejak puluhan tahun lalu dan menghasilkan suara kombinasi dari tiga alat musik; harpa, piano, dan gitar plastis. Sasando bukan sekadar harpa, piano, atau gitar tetapi tiga alat musik dalam satu ritme, melodi, dan bass. Jadi meskipun merupakan alat musik tradisional, universalitas sasando berlaku menyeluruh.

Alat musik masyarakat Rote itu tergolong cordophone yang dimainkan dengan cara petik pada dawai yang terbuat dari kawat halus. Resonator sasando terbuat dari daun lontar yang bentuknya mirip wadah penampung air berlekuk-lekuk. Susunan notasinya bukan beraturan seperti alat musik pada umumnya melainkan memiliki notasi yang tidak beraturan dan tidak terlihat karena terbungkus resonator.

Sasando dimainkan dengan dua tangan dari arah berlawanan, kiri ke kanan dan kanan ke kiri. Tangan kiri berfungsi memainkan melodi dan bas, sementara tangan kanan bertugas memainkan accord. Sasando di tangan pemain ahlinya dapat menjadi harmoni yang unik. Sebab hanya dari satu alat musik, sebuah orkestra dapat diperdengarkan.

Sayang, sasando ibarat masterpiece maestro yang terpendam dan nyaris punah. Alat musik luar biasa itu terancam tinggal cerita manakala di tempat asalnya sendiri telah menjadi sesuatu yang asing. Sasando memang menyimpan kisah haru. Alat musik ciptaan dua pendeta asal Pulau Rote itu kini hanya dapat dipetik oleh delapan orang yang menjadi generasi terakhirnya.

Jacko H.A. Bullan boleh jadi merupakan salah satu generasi terakhir pewaris sasando Rote.  Anak pertama dari dua bersaudara itu tergugah untuk sadar dan bertahan memperpanjang umur sasando agar dapat terus mengalun di telinga generasi mendatang. Menurutnya, orang yang bisa memainkan sasando saat ini tinggal delapan orang termasuk dirinya. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya telah berusia di atas 30 tahun. Dan di NTT sendiri saat ini sudah tak ada satu pun yang bisa memainkan sasando.

Fakta pahit yang ada di lapangan menyatakan bahwa orang tua-orang tua yang demikian bangga memainkan sasando dalam berbagai upacara adat, lengkap dengan topi tilangga, pakaian, dan tarian adat, sebagian besar telah meninggal dunia. Mereka tidak meninggalkan warisan berupa buku atau sekolah yang bisa memandu generasi muda menjadi penerusnya.

Di ibu kota, Jack membuka rumahnya bagi siapa pun yang ingin belajar sasando. Namun, ia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa sebagian besar murid yang datang adalah justru warga negara asing. Jack mengatakan bahwa hampir 90 persen orang asing dari mulai Jepang hingga Australia yang menjadi muridnya. Ia menyayangkan bila suatu saat kelak bangsa Indonesia terpaksa harus belajar ke luar negeri untuk sekadar memetik sasando.

Sementara itu, Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, mengatakan, sasando merupakan salah satu hasil karya maestro seni tradisi yang potensial untuk “dijual” di dunia internasional. ”Semua orang yang mendengarkan musik sasando hampir pasti tertarik,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya kerap mengundang pemain sasando untuk turut berpartisipasi dalam ajang “consumer selling” ke beberapa target pasar utama pariwisata Indonesia. ”Ini juga bagian untuk melestarikan sasando dari ancaman kepunahan,” katanya. Dengan demikian Jacko H.A. Bullan tidak akan pernah menjadi generasi terakhir yang memetik dawai-dawai sasando.

Jika ada pembaca yang tertarik, mungkin bisa mengikuti kursus yang diberikan oleh Jack. Jangan sampai warisan budaya yang indah dan unik ini sampai punah ataupun dilupakan oleh tanah kelahirannya.

Sumber: ANTARA

Sumber Gambar: link

Related posts:

  1. Grup Musik Indonesia Sihir Penonton Slovakia Dahaga penggemar musik rock di Slovakia terpenuhi setelah grup musik...
  2. Musik Gamelan di Ciutadella Barcelona Sekitar 2.000 penonton memadati panggung Indonesia di Taman Ciutadella...
  3. Musik Kolintang Masuk Buku Rekor Dunia Kolintang, alat musik merdu yang tumbuh dan berkembang di Minahasa,...
  4. Gadis Indonesia Segera ‘Jajah’ Pasar Musik Amerika Lagi, putri kelahiran Indonesia, berkiprah di kancah internasional. Kali ini...
  5. Angklung (2) BACA TULISAN SEBELUMNYA: Angklung (1) Kebangkitan Sejak dihapuskannya Cultuurstelsel, larangan...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

9 Responses to “Sasando, Alat Musik Unik dari Rote”

  1. dhodie says:

    Sering dengar Sasando, tapi tidak pernah memperhatikan bentuknya.
    Nice info gan :-D

  2. surya says:

    duh, tapi kok saya coba googling tentang alamat kursus sasando, ga nemu ya? hmm..

  3. alisyah says:

    Aku udah pernah dengar tentang Sasando, tapi belom pernah lihat dan mendengar suara petikannya.

    Indonesia kok ga punya museum budaya gitu ya? Kalo bisa ada, dibuat untuk menampung seni-seni/budaya tradisional seperti ini, jadi masyarakat juga bisa dapat info dari museum tersebut. Pameran juga bisa dibuat, soalnya orang Aceh cuma tau alat-alat musik Madura, tanpa pernah liat langsung, demikian sebaliknya. Mudah-mudahan suatu saat ada museum yg dimaksud, demikian jg dengan pameran budaya nasional.

    Terimakasih.

  4. berto pah says:

    n gw pemain sasandu dari rote no\nino hp gw 081380170546.gw berto tgl di bogor

  5. ratna labala says:

    sasando is the unique,,,,, it can make me proud be florenese,,, because i have uniques culture from my home town,,,,,,, bolelebo, flobamora, sasando,,,,,, ttap jdi kebangaan kita….

  6. akbar says:

    awalnya saya melihat gambar sasando dari buku sbk..(buku pelajaran di sekolah, saya kelas 5 sd)..saya sangat ingin memilikinya..maka saya minta papa untk belikan dan lewat teman papa di kupang, akhirnya sasando saya terima tgl 25 des’10…wow senang sekali… tapi ternyata memainkan sasando tidak semudah yang saya bayangkan…saat ini saya bisa memainkan drum, bas, gitar dan keyboard..saya kepingin bisa mainkan sasando…saya tinggal di sidoarjo/surabaya..kepada siapa akbar bisa belajar mainkan sasando yach..

  7. elink says:

    Alamat kursus sasando di kota kupang dimana ya?

  8. Ori says:

    Boleh tanya ini Pak Jack buka kursus di Jakarta alamatnya dimana ya? Aku mau ngeles sasando a.s.a.p. sama dia.

  9. Engeldis Bano says:

    pa tolong kasitau beta alamat tempat kursus musi sasandi di jakrta di mna y?
    klw bisa tolong sms ke no.hp sya saja ya?
    ne no hp beta…081389329087…thanks B4

Leave a Reply

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: