Sahabat sekalian, Kamis lalu, 11/12/2009, Indonesia mendapat angin segar dan kabar yang membangkitkan harapan setelah berhasil meraih lima medali emas melalui cabang sepeda gunung, angkat besi dan karate.
Emas pertama yang ditunggu-tunggu berasal dari atlet sepeda gunung putri Risa Suseanty dan tidak lama kemudian disusul oleh rekan putranya Popo Ario Sejati pada pertandingan yang digelar di Dane Soung Saythany District, sekitar 60 km dari Ibukota Vientiane.
Risa, peraih perunggu Asian Games Busan 2002 itu, mencatat waktu tiga menit 13,22 detik, mengungguli duat atlet Thailand Ausanee Pradupyard (03:16.53) dan Vipadee D (03:16.76).
Sementara Popo yang bersaing dengan sembilan pembalap lainnya, mencatat waktu tercepat dua menit 49,45 detik, juga mengalahkan dua pembalap Thailand, Tanaphon Jarupeng (02:50.84) dan Sitichai K. (02:53.92). Sementara pembalap Indonesia lainnya, Agus Suherlan, harus puas berada di peringkat keempat (02:54.3). Bagi Popo, sukses tersebut sekaligus memupus kekecewaannya ketika ia gagal mempersembahkan medali pertama di SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima.
Bendera Merah Putih kembali berkibar dan Indonesia Raya pun berkumandang setelah lifter Jadi Setiadi secara dramatis mengalahkan peraih perak Olimpiade 2008 Beijing Hoang Anh Tuan dari Vietnam di nomor 56 kg putra.
Kubu angkat besi patut bergembira karena Jadi sebenarnya hanya ditargetkan meraih perak karena ia harus bersaing dengan Hoang Anh yang lebih diunggulkan sebagai pemegang perak Olimpiade. Tapi yang terjadi malah di luar dugaan karena Hoang Anh justru gagal merebut medali perunggu sekalipun.
Pada waktu yang hampir bersamaan, cabang karate juga menyumbang dua emas melalui Faisal Zainuddin yang bertanding di nomor kata perorangan, serta nomor kata beregu putra.
Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan yang dipercaya sebagai Ketua Kontingen Indonesia, tampak sumringah saat ditemui usai menyaksikan pertandingan cabang tenis meja di komplek olah raga Univesitas Nasional. “Indonesia sudah `pecah telor` melalui nomor sepeda gunung dan saya berharap untuk hari berikutnya akan terus seperti ini,” kata Alex.
Menurut Alex, hasil yang diperoleh Indonesia sudah maksimal dan sesuai dengan apa yang telah diprediksi sebelumnya. “Ini adalah hasil perjuangan atlet dan juga perjuangan untuk seluruh bangsa Indonesia yang berharap prestasi Indonesia kembali bangkit,” katanya.
Untuk sementara, sampai pukul 21.00 WIB, Indonesia yang mengumpulkan lima emas, dan sepuluh perunggu, menempati peringkat keempat setelah Singapura, Thailand dan Vietnam. Singapura memimpin dengan 11 emas, tiga perak dan delapan perunggu karena dibantu oleh dominasi mereka di kolam renang. Thailand dan Vietnam sama-sama mengumpulkan enam emas, tapi Thailand lebih unggul selisih perak. Dari 11 negara peserta, hanya Brunei dan Timor Leste yang belum memperoleh satu medali pun.
Bagaimanapun, ini adalah sebuah berita yang cukup menggimbarakan dan patut kita syukuri! Semoga Indonesia bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasinya di hari-hari berikutnya! Viva Indonesia
Referensi: ANTARANews
Related posts:
- Try Saputra Rebut Emas Senam di ASEAN School Games Pesenam putra Indonesia Try Saputra berhasil menyumbang medali emas pada...
- Dua Emas Pertama Indonesia di SEA Games XXV Jakarta – Indonesia meraih medali dua emas pertamanya dari cabang...
- Perak untuk Indonesia di Hari Pertama Wushu Sahabat, ada berita baik datang dari tim wushu Indonesia di...
- Indonesia Mulai Menapak ke Peringkat Ketiga Perolehan enam emas, sepuluh perak dan 12 perunggu pada hari...
- Agustin Raih Emas 100 M Gawang Sumber: KOMPAS Altlet Indonesia, Agustin Bawele, meraih emas dari...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




