Majukan Bangsa dengan Berwirausaha

Posted by indonesiaberprestasi On March - 11 - 2010 ADD COMMENTS

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Akan tetapi, besarnya sumber daya ini ternyata tidak cukup mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Banyak sekali pendapat dan penyebabnya, salah satunya adalah kurangnya jumlah entrepreneur di Indonesia.

Untuk menjadi sebuah negara maju, dibutuhkan minimal 2% entrepreneur dari jumlah penduduk negara. Faktanya di Indonesia jumlah entrepreneur hanya 0.18%. Angka tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 7,2% pada tahun 2005, Amerika Serikat 11,7% pada tahun 2007.

Namun yang cukup menggembirakan, sejak lima tahun terakhir penyebaran virus entrepreneur dan semangat wirausaha di Indonesia semakin meluas. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya acara-acara yang bertemakan entrepreneur digelar oleh kampus-kampus maupun komunitas bisnis.

Komunitas wirausahawan Tangan Di Atas (TDA) adalah salah satu komunitas bisnis yang sering mengadakan acara kewirausahaan. Sabtu, 6 Maret 2010, TDA Surabaya menyelenggarakan seminar “Berbisnis Bisa! Saya Bisa Anda pun Bisa!” di Elemen Café Surabaya. Acara ini dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha yang tergabung dalam komunitas bisnis Tangan Di Atas, para pekerja profesional, karyawan, guru, hingga siswa SMK.

Pembicara yang hadir dalam seminar tersebut antara lain Brian Arfi Faridhi, Tririan Arianto, Iin Budianto, dan Zainal Abidin. Mereka adalah wirausahawan yang sukses di bidangnya masing-masing.

Menurut Brian CEO PT DheZign Online Solution, menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah, banyak yang mencoba banyak pula yang gagal. Namun dengan fokus, keuletan dan ketekunan hal tersebut akan teratasi dan jalan pun akan terbuka. “Dalam bisnis hanya satu yang pasti, yaitu kegagalan. Namun kegagalan tersebut akan menghasilkan ketika kita terus mencoba dan mencoba”, tutur Juara Wirausaha Muda Mandiri 2009 dalam kategori industri kreatif mahasiswa ini.

Senada dengan Brian, Tririan Arianto pemilik PT. Mushroom Indonesia dan Juara Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2009 kategori kuliner mengatakan, “Saya memulainya dari nol, namun dengan ketekunan, kerja keras, doa dan berbagi kepada sesama mampu mengantarkan saya hingga ke
titik ini.”

Ketekunan dan keuletan merupakan salah satu kunci sukses. Namun untuk menjaga semangat ketekunan dan keuletan akan sulit jika dilakukan seorang diri. Diperlukan tempat untuk saling berbagi. Salah satu tempat yang tepat adalah komunitas, karena di dalam komunitas setiap orang bisa saling berbagi baik kesuksesan maupun kegagalan.

Kesuksesan Brian dan Tririan juga tak lepas dari keterlibatan mereka dalam komunitas TDA. Sejak bergabung dalam komunitas TDA, kesuksesan mereka meroket. “Sebelum bergabung dengan komunitas saya hanya memiliki 3 outlet. Namun setelah saya bergabung dengan komunitas, saat itu jumlah outlet saya mencapai 10 outlet dalam 3 bulan”, tutur Tririan.

Pendapat Tririan diamini Iin Budianto. Sejak bergabung dengan komunitas TDA, Iin Budianto, pengusaha makanan dan pengusaha komputer ini mengaku pendapatannya meningkat hingga Rp 40 juta per bulan. Awalnya Iin adalah seorang karyawan dengan gaji yang tetap.

Sementara Zainal Abidin, dalam seminar tersebut mengungkapkan pandangannya tentang bagaimana cara memajukan bangsa dengan berwirausaha. Zainal mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 1%, di Indonesia diperlukan jumlah angkatan kerja sebanyak 300 ribu orang. Jika seorang pengusaha mampu menyerap 5 pekerja saja, maka diperlukan hanya 60 ribu pengusaha. “Angka tersebut akan mudah dicapai jika terbentuk komunitas-komunitas bisnis,” tambahnya.

Sumber: VIVANews

Komputer Bicara, Tunanetra “Melihat”

Posted by indonesiaberprestasi On March - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Keterbatasan penglihatan penyandang tunanetra mulai terkuak dengan munculnya komputer yang mampu ”membaca” dan ”mendengar”. Dengan mesin ”pintar” berbahasa Indonesia yang dinamai Mendengar itu kaum tunanetra dituntun untuk menemukan akses informasi seluas-luasnya.

Mereka pun dapat berkreasi menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi ini.

Terbukanya akses ke dunia informasi global bagi kaum tunanetra ini tercapai berkat pengembangan sistem komputer dan telepon serta layanan multimedia sejak sekitar 40 tahun terakhir. Sistem berupa peranti lunak antarmuka (interface) dan sistem sensor ini memungkinkan penyandang tunanetra bisa memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaan untuk berkomunikasi dengan komputer.

Bagi penyandang tunanetra di Indonesia, layanan akses informasi berbantuan komputer sudah diperkenalkan sekitar 20 tahun lalu dengan memanfaatkan peranti lunak pembaca teks yang dikembangkan Amerika Serikat disebut JAWS (Job Access with Speech). Program ini memandu tunanetra secara audio ketika menggunakan papan ketik komputer. Di negeri asalnya, JAWS dikembangkan tahun 1970-an kini sudah versi 9.

Namun, penggunaan program berlisensi ini memberatkan mereka yang terbatas kemampuan ekonominya—harga Program JAWS sampai 1.200 dollar AS untuk dua unit komputer. Karena itu, untuk membantu mereka dikembangkanlah aplikasi yang berbasis OSS (Open Source Software). Aplikasi pembaca teks pada layar (screen reader) bagi tunanetra yang berbasis OSS, antara lain, dihasilkan Ubuntu—disebut Orca.

Beberapa tahun terakhir ini, upaya mengindonesiakan panduan dan pembacaan teksnya dilakukan, antara lain, oleh Ario Bimo, peneliti dari ITB. Ia memodifikasi JAWS versi 7.10. Pada prototipe ini teks yang dipindai dikonversi oleh openbook. Komputer kemudian membaca kata per kata secara otomatis. Agar komputer mampu melakukan itu, sebelumnya telah dimasukkan perbendaharaan kata dari kamus hingga 10 miliar kata.

Sementara itu, tim peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dipimpin Oskar Riandi sejak 2003 juga mengembangkan sistem komputer yang ramah bagi penyandang tunanetra dan tunadaksa. Dengan memanfaatkan Free OSS, BPPT membuat webTTS (text to speech), perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi penyintesa teks menjadi suara sehingga penyandang cacat (tunanetra) dapat mengetahui konten suatu situs.

Kemudian dikembangkan aplikasi teknologi pengenal wicara (speech recognition) pada berbagai bidang TIK. Hasilnya, tahun 2007, bekerja sama dengan Telkom RDC (Research and Development Center), memanfaatkan salah satu distribusi linux dibuat IGOS Linux Voice Command (ILVC), perangkat lunak menggunakan suara sebagai media antarmuka untuk mengoperasikan komputer. Penggunaan suara sebagai man-machine interface adalah terobosan dalam aksesibilitas komputer.

Kini ILVC terus dikembangkan sehingga memiliki kemampuan mengonversi suara menjadi tulisan. Pengembangan ini diberi nama LiSan (Linux dengan liSan). Bagi pengguna normal, LiSan memungkinkan penulisan dokumen lebih cepat dan memberi peluang pengoperasian komputer hands freely. Tiga fungsi utama LiSan, yaitu sebagai sistem pengenal wicara bahasa Indonesia, sebagai antarmuka pengoperasian komputer dengan suara, dan menyintesis interaksi pengguna, keyboad, dan mouse dengan suara.

Dengan LiSan, seseorang dengan keterbatasan menggunakan tombol-tombol keyboard dan menggerakkan mouse komputer, seperti penderita lumpuh, dapat menggunakan komputer dengan lebih mudah.

Membaca dan mendengar

Sejak tahun lalu, kata Oskar, yang juga Koordinator Pusat Sumber Daya Opensource BPPT, timnya mengembangkan peranti lunak Memdengar (membaca dan mendengar). Program yang mampu membaca dokumen ini diharapkan dapat diuji coba tahun ini,” ujarnya.

Pada program ini dokumen cetak, antara lain, buku, dipindai hingga menjadi file di komputer. Untuk itu digunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk suara dengan teknologi screen reader.

Program ini memiliki kelebihan, selain berbahasa Indonesia, juga memiliki akurasi hingga 93 persen.

Saat ini, teknologi bahasa dalam TIK pada program Pemerintah menjadi prioritas nasional, mencakup speech recognition (pengenal lisan)—mengubah suara menjadi teks.

Pelatihan

Dengan fasilitas komputer tersebut, Persatuan Tunanetra Indonesia dalam rangka hari Braille sedunia menyelenggarakan program pelatihan penggunaan komputer bicara untuk tunanetra.

Pelatihan akan diselenggarakan bertahap dan berkesinambungan di seluruh Indonesia. Dengan alat ini kesejahteraan serta martabat mereka ditingkatkan. Hingga tahun 2005 jumlah penyandang cacat 6,7 juta jiwa atau 3,11 persen total penduduk. Dari jumlah itu sangat kecil jumlah yang sudah terberdayakan, selebihnya adalah warga negara yang belum maksimal menikmati hasil-hasil pembangunan.(KOMPAS/YUNI IKAWATI)

Sumber: KOMPAS

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Posted by indonesiaberprestasi On March - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal menyedihkan yang terjadi di negara kita, tapi gak ada salahnya kita rileks sejenak. Membuka pikiran terhadap pesona-pesona positif yang dipunyai oleh negara kita.

Salah satu harta yang dipunya Indonesia menurut saya adalah kekayaan alamnya. Seharusnya kita bersyukur pada-Nya karena alam Indonesia milik kita dapat dibilang surga dunia. Tanaman, hewan-hewan yang beraneka ragam, lautan yang kaya akan sumber dayanya, menjadi magnet tersendiri bagi banyak orang, terutama orang-orang asing di luar Indonesia. Jika dimanfaatkan dengan baik, tentu saja akan menjadi pemasukan yang cukup signifikan untuk negara kita.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan sebagai orang awam (baca: tidak punya cukup daya, upaya, juga biaya hehe) untuk membantu kemajuan pariwisata Indonesia salah satunya dengan melakukan promosi. Entah melalui blog masing-masing, status twitter, facebook, album foto di flickr, atau jejaring lainnya.

Oke deh guys, langsung aja.. Ini saya berikan beberapa link website pariwisata Indonesia. Mungkin bisa jadi sumber inspirasi untuk menceritakan keindahan Indonesia kepada khalayak ramai. Yah, itung-itung juga nambah pengetahuan kita kan tentang daerah-daerah di Indonesia yang ternyata… mantap-mantap indah dan eloknya ;)

  1. OFFICIAL SITE-nya Ministry of Culture & Tourism:

    http://www.my-indonesia.info/

  2. OFFICIAL SITE-nya VISIT INDONESIA YEAR 2010:

    http://www.indonesia.travel/

  3. JAKARTA:

    http://jakarta-tourism.go.id/wisatadkiapp/

  4. SUMATERA:

    * Padang: http://tourism.padang.go.id/

  5. JAWA:

    * Jepara: http://www.gojepara.com/

    * Jawa Tengah: http://central-java-tourism.com/id/index.php

    * Jawa Barat: http://www.westjava-indonesia.com/main.php

    * Jawa Timur: http://www.eastjava.com/tourism/

  6. BATAM:

    http://www.batam.com/

  7. SULAWESI:

    * Sulawesi Utara: http://www.north-sulawesi.org/

  8. BALI:

    http://www.balitourismboard.org/

Kalau ada yang mau menambahkan, silakan… Soalnya, saya cuman nemu segini ^^

Game Lokal “Nusantara Online” Resmi Dilempar ke Pasaran

Posted by indonesiaberprestasi On February - 28 - 2010 ADD COMMENTS

Para gamers di Indonesia boleh bersorak gembira. Pasalnya, Nusantara Online, game produksi dalam negeri bergenre massively multiplayer online role playing game atau MMORPG akhirnya resmi dirilis ke publik.

Setelah tertunda sejak pertengahan 2009, permainan ini akhirnya resmi dilempar ke pasar dan sudah bisa dimainkan oleh para pengguna internet di Indonesia. Peluncuran permainan ini digelar dalam uji coba permainan Nusantara Online di Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/2/2010).

Nusantara online merupakan permainan komputer bergenre MMORPG pertama yang dihasilkan oleh anak bangsa. Permainan ini dikembangkan dengan karakter-karakter asli Indonesia dan dijalankan di atas engine berjuluk Another Game Engine Library (Angel) yang juga buatan Indonesia.

Pengembangan permainan Nusantara Online dilakukan oleh dua institusi yang keduanya berkantor di Bandung. Pengembangan engine permainan dilakukan oleh Sangkuriang Studio, sedangkan pembuatan karakter dan jalan cerita alias game play dilakukan oleh Telegraph Studio. Adapun PT Nusantara Wahana Komunika ditunjuk sebagai publisher.

Direktur Operasional PT Nusantara Wahana Komunika Sigit Widodo menyatakan optimistis bahwa permainan ini akan diterima oleh pasar. “Sejak dikenalkan ke publik, selalu ada puluhan e-mail dan komentar di Facebook yang menanyakan perkembangan permainan ini. Kami yakin, permainan ini akan mudah diterima, terutama oleh kalangan generasi muda,” kata Sigit kepada wartawan.

Sigit menuturkan, Nusantara Online berawal dari rasa keprihatinan terhadap konten-konten asing yang marak di Indonesia. Berbagai media, terutama film animasi dan permainan online, banyak didominasi oleh produk-produk luar negeri yang menawarkan karakter-karakter asing.

Heru Nugroho, Managing Director Nusantara Online, mengatakan bahwa gamers muda sekarang jauh lebih mengenal karakter Jepang, seperti Toyotomi Hideyoshi, Ieyasu Tokugawa, dan Oda Nobunaga, ketimbang karakter nasional, seperti Hayam Huruk, Gajah Mada, atau Prabu Siliwangi.

Sigit menjelaskan, cerita dalam permainan Nusantara Online mengambil latar belakang kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Pada rilis versi satu ini, Nusantara Online menghadirkan tiga latar kerajaan, yakni Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran. “Rencananya, pada setiap versi baru yang akan diluncurkan tiap tahun, akan ada tambahan tiga kerajaan baru hingga setidaknya tiap provinsi di Indonesia dapat diwakili oleh satu kerajaan,” urainya.

Yang istimewa, permainan Nusantara Online ini didesain berdasarkan riset terhadap situasi kerajaan-kerajaan pada masa lampau. Fitur-fitur Nusantara Online, ujar Sigit, dikembangkan mengikuti sistem tata kemasyarakatan, arkeologi, sejarah, dan kondisi alam yang berlaku di Nusantara pada masa silam.

Sigit menjamin, kedalaman karakter dan gameplay di Nusantara Online akan memenuhi hasrat keingintahuan gamer Indonesia terhadap budaya dan karakter-karakter khas Indonesia. “Misalnya, kalau kita lihat situs Trowulan di dalam game ini, ya kondisi real-nya saat itu ya begini,” katanya.

Untuk rilis versi pertama alias versi alfa ini, Sigit mengatakan bahwa pihaknya belum memasarkan permainan dalam bentuk CD. Ia menjelaskan, pencinta permainan bisa mengunduh dan melakukan registrasi user game Nusantara Online ini di www.nusol.web.id. “Kami juga kerja sama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). Masyarakat bisa memainkan permainan ini atau mengopinya dari warnet berlabel Awari,” tuntasnya.

Siswa SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim

Posted by indonesiaberprestasi On February - 27 - 2010 1 COMMENT

Dua pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel Ezra Bazaliel dan Kevin Johanes berhasil merebut tiket jalan-jalan ke Australia setelah film mereka berjudul Nature’s Memory menjuarai kompetisi film pendek “perubahan Iklim” tingkat SMA yang digelar Kedutaan Besar Australia melalui Komisi Perdagangan Australia bekerja sama dengan Perth Education City, The Climate Project Indonesia dan Yayasan Nobel Indonesia.

Kedua pelajar kelas satu itu berhasil mengungguli 174 pelajar lainnya dari 87 SMA se-Jakarta. Selain memperlihatkan hasil karya mereka, para pelajar ini juga harus mempresentasikan ide cerita film yang mereka buat di hadapan juri yang terdiri dari Jay Subiakto (Sutradara film), Endy Bayuni (Chief Editor harian The Jakarta Post), Marissa (Visi Anak Bangsa), serta Dicky Edwin Hendarto ( The Climate Project Indonesia). “Saya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek dan langsung menang” kata Ariel seusai pengumuman pemenang di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Sabtu (27/2).

Film Nature’s Memory bercerita tentang perubahan kondisi alam dari yang dulunya asri, hijau dan bersih menjadi rusak dan tercemar. “Kami ingin mambandingkan keadaan Alam jaman dahulu dengan sekarang,” jelas Ariel. Dalam film berdurasi sekitar lima menit itu, Ariel dan Kevin menggabungkan gambar alam hasil bidikan kamera mereka dengan animasi. Penggabungan tersebut juga membuat karya mereka berbeda dengan karya-karya peserta lain.

“Saya sangat terkesan dengan bakat kolektif para pemuda Indonesia yang telah dibuktikan dalam film-film para finalis,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer, di sela-sela pengumuman pemenang Lomba Film Pendek tentang Perubahan Iklim, di Hotel Intercontinental MidPlaza Hotel, Jakarta, Sabtu ( 27/2/2010 ).

Referensi: Tempointeraktif dan KOMPAS.com

Photo: LINK

Brian Arfi Faridhi, Juara Wirausaha Muda 2009

Posted by indonesiaberprestasi On February - 2 - 2010 1 COMMENT

84403_brian_arfi_faridhi__pemenang_wirausaha_mandiri_300_225SURABAYA POST - Bisnis yang berhubungan dengan internet masih jadi primadona. Selain pasar masih terbuka lebar, modal yang diperlukan pun tidak terlalu besar.

Inilah yang menjadikan banyak pebisnis pemula getol mendalami bisnis ini. Salah satunya Brian Arfi Faridhi, mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Keberhasilannya dalam bisnis inipun tak main-main. Selain mampu menjalankan bisnisnya di tengah persaingan yang sangat ketat, pemuda kelahiran 1986 ini mampu membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu mahasiswa yang paling sukses dalam berbisnis. Ini dibuktikan dengan merengkuh gelar juara pertama kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009.

Melalui perusahaan pengembangan web miliknya, PT DheZign Online Solution, pemuda yang menikah di usia sangat muda ini berhasil menyingkirkan sekitar 1.700 orang pesaing untuk merebut gelar juara pertama kategori kreatif. Perusahaan pengelola web ini mampu membukukan omzet Rp 559 juta tahun lalu. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dewan juri memilihnya.

Diakui, bisnis yang digelutinya sekarang bukanlah bisnis pertama yang dijalankan suami Juanita Vyatri tersebut. Setidaknya sudah sembilan bisnis yang diterjuni bapak tiga anak ini. “Dan semuanya gagal total,” ujarnya sambil terkekeh ketika ditemui di kampusnya, Senin 1 Februari 2010.

Dia mengaku tidak menyerah meskipun banyak bisnisnya tersungkur. “Ya itulah risiko berbisnis, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit,” ujar pria yang pernah berjualan parfum, burger, jus buah hingga pentol ini.

Brian kini sedang mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih menjanjikan. “Pasar bisnis online memang sedang berkembang pesat dan kini kami sedang mempersiapkan itu untuk dikembangkan,” ujarnya. Selain pengembangan dan pengelolaan web, Brian juga sedang mengembangkan toko online yang menjual pernak-pernik muslim.

Denny Sagita

Sumber: VIVANews

‘JAMILA DAN SANG PRESIDEN’ Makin Mulus Menuju Oscar

Posted by indonesiaberprestasi On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

760723253-jamila-dan-sang-presiden-makin-mulus-menuju-oscarSatu lagi film garapan anak bangsa yang berhasil berkiprah di mancanegara. Adalah film besutan Ratna Sarumpaet bertajuk JAMILA DAN SANG PRESIDEN yang menjadi kebanggaan tersebut setelah terpilih menjadi nominasi dalam ajang internasional, Vesoul International Film Festival di Perancis.

“Film ini masuk dalam kompetisi untuk kategori film layar lebar terbaik,” kata Ratna kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (28/1).

Untuk itu, dirinya akan bertolak ke Perancis pada Kamis (28/1) malam untuk menghadiri festival film tersebut. “Masuknya film JAMILA DAN SANG PRESIDEN ke festival di Perancis akan memuluskan jalannya menuju Piala Oscar,” katanya.

Ratna menambahkan, pada saat ini Perhimpunan Pengusaha Film dan Televisi Indonesia telah memilih JAMILA DAN SANG PRESIDEN mewakili Indonesia ke Oscar untuk kategori ‘Foreign Language’.

Dan di ajang tertinggi perfilman sedunia tersebut, film yang dibintangi oleh putri Ratna sendiri, Atiqah Hasiholan, akan berkompetisi dengan 64 film dari 64 negara lain. Karena itu, Ratna berharap film garapannya tersebut menang di kompetisi Vesoul International Film Festival di Perancis.

Selain Atiqah, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dibintangi oleh Christine Hakim, Fauzi Baadilah, dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan orang dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul PELACUR DAN SANG PRESIDEN. “Film tersebut terinspirasi dari kehidupan nyata yang terjadi di Indonesia,” katanya.

“Banyak pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini dan saya harap itu jadi pertimbangan juri di piala Oscar nantinya,” sambung Ratna.

Sumber: YahooIndonesia

Selamat Tahun Baru 2010

Posted by indonesiaberprestasi On January - 1 - 2010 1 COMMENT

Kepada semua pembaca, kontributor artikel, dan penerjemah web Indonesia Berprestasi.

Kami, tim redaksi Indonesia Berprestasi, hendak mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Semoga ke depannya kita semua dapat menjadi lebih baik lagi.


Tahun Baru 2010

Desain E-Card by Danarhadi Web

Indonesia di 2010? Harapanmu?

Posted by indonesiaberprestasi On December - 31 - 2009 1 COMMENT

Dear sahabat…

hope-08-logoTak terasa, hari ini adalah hari terakhir dari tahun yang penuh warna di Indonesia. Tinggal hitungan jam lagi, tahun yang baru akan menyambut kita. Banyak duka yang dilewati oleh Indonesia. Namun, juga, kita bersyukur masih banyak suka yang kita rasakan. Masih ada prestasi dan hal baik yang bisa diraih oleh Indonesia. Setidaknya, hal itu menunjukkan… Indonesia masih punya harapan untuk bangkit. Indonesia masih punya harapan untuk jadi lebih baik.

Nah, readers, Indonesia Berprestasi ingin tahu, apa saja harapanmu terhadap Indonesia di tahun 2010?

Feel free to share with us di postingan ini, ya!

Karena harapan adalah doa-doa yang punya kemungkinan untuk direalisasikan. Karena dengan berbagi, kita juga bisa saling menyemangati, ya kan?

Kami tunggu cerita-cerita harapanmu, sahabat… :)

Leave us your hopes through your comment…


Bekasi Terapkan Pendidikan Gratis sampai Kelas Satu SMA

Posted by indonesiaberprestasi On December - 31 - 2009 ADD COMMENTS

Mulai 2010 mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan memperluas pendidikan gratis dengan mencakup kelas satu SMA/SMK negeri, yang sebelumnya untuk tingkat SD dan SMP.

Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, petunjuk tentang pendidikan gratis itu tengah digodok. Namun, anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk pendidikan gratis mulai SD, SMP, hingga kelas 1 SMA/SMK negeri sudah dialokasikan dalam APBD 2010. Menurutnya, diharapkan pada 2011 pendidikan gratis ini sudah menjangkau kelas 2 SMA/SMK dan pada tahun berikutnya menjangkau kelas 3.

“Kami berencana memberikan pendidikan gratis kepada siswa kelas 1 agar ketika naik ke kelas 2 mereka juga bisa mendapat pendidikan tanpa bayar. Begitu juga ketika berada di kelas tiga. Ini secara bertahap,” ujar Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Selasa (29/12/2009).

Dipaparkan, pendidikan gratis tersebut bukan semuanya gratis, melainkan ada beberapa komponen yang digratiskan yang sebelumnya dibebankan kepada siswa. “Biaya pendidikan per bulan untuk seorang siswa SMA mencapai Rp 450.000, dan kami belum mampu membebaskan pengenaan biaya pendidikan seluruhnya,” tuturnya.

Program pendidikan gratis tersebut, kata Rahmat, merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan yang kini mendapatkan alokasi dana di APBD sebesar 38 persen dari total Rp 1,8 triliun, sedangkan pemerintah pusat baru menargetkan pendidikan gratis sembilan tahun.

Di Kota Bekasi, pendidikan gratis sebatas sembilan tahun itu awalnya akan dilaksanakan hingga 2012. Namun, dengan komitmen tinggi untuk memajukan sektor pendidikan, pada 2010 program tersebut sudah menjangkau siswa kelas 1 SMA/SMK.

“Pendidikan gratis ini hanya diberikan kepada siswa sekolah negeri,” ujar Rahmat.

Wakil Wali Kota yang akrab dipanggil Pepen ini sambil bergurau menambahkan, daerah akan bangkrut bila ikut mendanai pendidikan di sekolah swasta.

Swasta

Sektor pendidikan di Kota Bekasi sebanyak 61 persennya dikelola oleh swasta. Ke depan, peran pemerintah akan makin kecil dengan makin menjamurnya lembaga pendidikan swasta yang didirikan oleh yayasan.

Untuk SD sendiri, pendidikan gratis yang diberikan belum menyentuh komponen, seperti keseluruhan buku, pakaian seragam sekolah, pakaian olahraga, pakaian renang, dan pakaian pramuka.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Bekasi Kodrato membenarkan akan diberlakukannya pendidikan gratis bagi siswa kelas satu SMA/SMK negeri di Kota Bekasi. Ia menyatakan akan segera menyosialisasikan hal itu kepada kepala sekolah agar bisa diterapkan setelah dana APBD untuk menunjang sektor pendidikan itu dicairkan.

“Kita patut bangga dengan kebijakan pemerintah daerah yang terus memperbesar porsi dana APBD di sektor pendidikan. Ke depan pendidikan gratis akan diupayakan hingga menjangkau seluruh siswa SMA/SMK negeri,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS.com

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: