Jakarta Kampanye Green Building

Posted by rabindra On February - 28 - 2010 ADD COMMENTS

Ilustrasi (Sumber: LINK)

Salah satu program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi dampak perubahan iklim yakni penerapan green building pada gedung-gedung bertingkat, baik gedung pemerintah maupun swasta.

“Karena dengan green building, gedung akan lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan lebih ekonomis,” kata Sarwo Handayani, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Program ini merupakan aplikasi dari deklarasi pengurangan emisi yang dicanangkan pada 2009 sebesar 30 persen hingga 2030.

Salah satu gedung pemerintah yang memulai penerapan green building adalah gedung Blok G, Kantor Balaikota DKI Jakarta. Selain itu, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta juga sudah menerapkan program itu.

Sebagai program jangka panjang, green building juga akan diterapkan di seluruh gedung pemerintah di seluruh wilayah kotamadya.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Agus Subardono menambahkan program green building dimaksudkan untuk mempelopori pembangunan gedung ramah lingkungan di Jakarta.

“Biar masyarakat tahu apa itu green building dan bisa ikut membangun bangunan ramah lingkungan,” kata Agus.

Untuk mensosialisasikan konsep green building maka pada pertengahan Maret Pemprov DKI akan menyelenggarakan pameran green building yang diselenggarakan di Gedung DPRD lama dan Blok G Gedung Pemprov DKI Jakarta.

“Kami juga akan ikut serta dalam pameran produk eco di JCC,” katanya.

Naning Adiningsih, Chairman Green Building Council Indonesia (GBCI), juga menyatakan sangat mendukung program green building yang dicanangkan Pemprov DKI ini.

Sumber: VIVANews

Game Buatan Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Posted by rabindra On February - 15 - 2010 1 COMMENT

Lagi, penggiat kreatif dari Indonesia siap mencetak prestasi di ajang internasional. Sebuah game buatan Indonesia, Cube Colossus, jadi finalis di ajang kompetisi game internasional.

Flash Gaming Summit (FGS) adalah acara tahunan bagi pengembang game berbasis Flash di dunia. Bersamaan dengan FGS, terdapat sebuah ajang penghargaan bernama The Mochis.

Nah, di ajang The Mochis itulah game buatan Indonesia turut menjadi finalis. Cube Colossus, game yang dikembangkan oleh studio lokal bernama Lucidrine, meraih nominasi di bidang Best Shooter. Di kategori itu, Cube Colossus akan bersaing dengan game Captain Forever dan Death vs Monstars.

Sebelumnya, Cube Colossus juga meraih nominasi dalam Best of Casual Gameplay 2009 yang diselenggarakan portal casual gaming JayIsGames. Di ajang itu Cube mampu meraih posisi kedua dalam voting yang dilakukan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People’s Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda.

Sumber: detikInet

Batik, Wayang, Keris, Jadi Warisan Budaya Dunia

Posted by rabindra On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

20100205141954-warisanbudaya-050210-2Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) telah memasukkan batik, keris dan wayang Indonesia ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyerahkan sertifikat pengakuan UNESCO tersebut kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam sebuah seremoni di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Jumat.

Usai menerima sertifikat itu, Agung menyerahkannya kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang selanjutnya akan memegang tanggung jawab pelestarian warisan-warisan budaya tersebut.

“Selain sertifikat pengakuan terhadap tiga mata budaya takbenda, pemerintah juga menerima sertifikat `best practices` pelestarian batik,” kata Agung.

Ia mengatakan, sebagai negara yang mata budaya tak bendanya masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia Indonesia terikat dengan kewajiban untuk melestarikan mata budaya tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya ini, misalnya dengan sering memakai batik. Hanya untuk wayang dan keris yang agak berat,” kata Jero.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi dalam upaya pelestarian warisan budaya tersebut dengan mempelajarinya.

“Saya mengajak semua untuk sering menonton wayang, supaya mata budaya ini bisa terus ada,” katanya.

Jero mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, pemerintah juga mendukung pengembangan produk budaya yang dikategorikan sebagai produk ekonomi kreatif tersebut.

Selain itu, kata Agung, pemerintah akan mendapat bantuan teknis dan dana konservasi dari UNESCO untuk mendukung upaya pelestarian produk budaya nasional yang sudah masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia.

Terus Memasukkan
Jero mengatakan, pemerintah akan menginventarisir mata budaya yang ada di Indonesia dan berjuang memasukkannya karya budaya yang dianggap paling agung ke dalam daftar representatif UNESCO.

Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan tahun ini pemerintah menyusun proposal untuk memasukkan angklung dan tari saman ke dalam daftar representatif UNESCO.

“Tahun depan kita akan berusaha menyusun proposal untuk memasukkan tenun ikat dan gamelan,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini upaya untuk menyiapkan proposal pemasukkan mata budaya ke dalam daftar representatif badan dunia itu sering terkendala minimnya akademisi yang memiliki pengetahuan mendalam tentang suatu mata budaya.

“Seperti batik misalnya, praktisinya banyak. Tapi cari profesor yang ahli tentang batik susahnya setengah mati,” demikian Arief Rachman.(M035/A038)

Sumber: ANTARANews

LIPI Luncurkan Beyonic Untuk Pupuk Organik

Posted by rabindra On February - 2 - 2010 1 COMMENT

lipiLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan teknologi Beyonic yang merupakan teknologi berbasis mikroba untuk pembuatan pupuk organik.

Peluncuran teknologi tersebut dilakukan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata dengan disaksikan Kepala LIPI, Prof Umar Anggara Jenie di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof Dr Endang Sukara dalam pemaparan mengenai Beyonic mengatakan teknologi ini merupakan salah satu solusi atas masalah menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan.

“Pemanfaatan mikroba yang merupakan salah satu kekayaan hayati kita menjadi alternatif yang harus terus dikembangkan menjadi suatu produk untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengurangi pemakaian pupuk buatan,” kata Endang.

Ia mengatakan, Pemerintah pada tahun 2010 telah menganggarkan dana subsidi Rp11,86 triliun untuk memproduksi 11,76 juta ton pupuk organik.

Namun subsidi tersebut hanya dimanfaatkan oleh produsen besar sehingga petani masih tetap tidak mandiri terkait penyediaan pupuk organik tersebut.

“LIPI ingin agar petani bisa mengolah sendiri pupuk organik dengan teknologi ini sehingga mereka menjadi mandiri,” kata Endang.

Ia juga menjamin bahwa mikroba yang digunakan aman dan terjaga kemurniannya.

“Mikroba yang digunakan adalah mikroba lokal yang dijamin keamanan serta kemurniannya dan dipelihara oleh Biotechnology Culture Collection yang telah terdaftar di WFCC (World Federation for Culture Collection),” katanya.

Sekarang ini, lanjut dia, banyak mikroba yang didatangkan dari luar negeri yang belum tentu handal. “Bahkan jangan-jangan malah merusak lingkungan kita,” katanya.

Saat ini beberapa seri produk pupuk organik yang telah dipasarkan diantaranya adalah BioPoska, Kompenit, Biomat, Biorhizin, Kedelai Plus, BioVam dan Katalek.

Seri lain yang akan segera menyusul adalah pupuk organik untuk tambak, kawasan tambang yang tercemar limbah logam berat, kawasan tercemar minyak, serta energi alternatif, kata Endang.

Sementara itu, Menristek Suharna Surapranata mengatakan, hasil inovasi teknologi hendaknya bisa langsung dimanfaatkan oleh departemen teknis sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada industri asing.

“Hasil penelitian yang sangat bermanfaat kalau tidak bisa diintermediasikan dan disinegikan dengan departemen teknis akan mubazir,” katanya.

Padahal, lanjut Suharna, pembangunan di Indonesia sangat membutuhkan produk-produk teknologi.

Ia mengakui bahwa beberapa departemen teknis belum paham bahwa hasil-hasil riset teknologi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Oleh karena itu penting bagi kita untuk saling memberi informasi tentang apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah dalam pembangunan,” katanya.

Sumber: ANTARANews

Pendidik asal RI Dipercaya Masuk UNESCO

Posted by rabindra On February - 1 - 2010 1 COMMENT

84454_logo_unesco_300_225Tokoh pendidik, Profesor Dr. Arief Rachman, terpilih sebagai anggota Grup Administratif pada Dewan Pendidikan International dari Badan PBB Urusan Pendidikan dan Kebudayaan (IBE-UNESCO) untuk masa jabatan dua tahun. Pemilihan berlangsung pada saat Sidang ke-59 IBE-UNESCO yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, 27-29 Januari 2010.

Menurut Kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, tugas-tugas yang diemban oleh para anggota administrative group IBE-UNESCO adalah memilih dan menentukan sejumlah prioritas yang akan menjadi program kerja IBE UNESCO untuk periode satu tahun. Mereka juga harus melakukan pembahasan program kerja, anggaran dan penyusunan agenda-agenda Sidang Dewan IBE-UNESCO.

“Terpilihnya Arief Rahman sekaligus telah menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional akan peran dan kontribusi Indonesia dalam pembahasan isu-isu pendidikan, yang menjadi kepentingan dan perhatian masyarakat internasional,” kata Achsanul Habib, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa.

Sidang ke-59 IBE UNESCO kali ini telah membahas sejumlah isu pendidikan, antara lain mengenai pembentukan kelompok kerja dalam menuntaskan strategi IBE-UNESCO mengenai hal-hal yang berurusan dengan kurikulum. Selain itu juga dibahas aktivitas-aktivitas IBE-UNESCO selama periode 2009 dan penyusunan rencana aktivitas IBE-UNESCO pada tahun 2010.

Sidang juga telah melakukan diskusi mengenai pendidikan inklusif dengan terfokus pada pengembangan kurikulum.

Delegasi Indonesia pada Sidang ke-59 IBE UNESCO ke-59 dipimpin oleh Profesor Dr. Arief Rachman, dan beranggotakan Dubes/Wakil RI untuk UNESCO, Dr. Tresna D. Kunaefi, dan unsur PTRI Jenewa. Sidang juga telah memutuskan bahwa Pertemuan IBE ke-60 akan diselenggarakan di Jenewa pada tanggal 26-28 Januari 2011.

Sumber: VIVANews

“Raja Mangga” Raih Penghargaan Presiden

Posted by rabindra On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

suli

Kalau ada petani sekaligus pengrajin, pedagang, dan eksporter buah mangga, itulah Suli Artawi (54). “Raja Mangga” dari Desa Alaskandang, Kec. Besuk, Kab. Probolinggo itu menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan yang diterima oleh Suli merupakan penghargaan di bidang Ketahanan Pangan, Bidang Hortikultura (buah dan sayur).

Julukan “Raja Mangga” itu layak disandang Suli Artawi. Ia menjadi Ketua Kelompok Tani Sumber Bumi yang mengelola lahan mangga seluas 62 hektare. Suli juga dikenal sebagai pedagang dan eksporter mangga dengan omzet penjualan sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.

Meski malang-melintang di dunia budi daya dan perdagangan mangga sejak 1982 silam, Suli mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut. “Saya kaget, karena tidak mendaftarkan diri tahu-tahu oleh Dirjen Tanaman Buah diusulkan untuk mendapatkan penghargaan,” ujarnya.

Suli masih ingat, bulan puasa (September) lalu, tim dari Deptan turun ke Probolinggo untuk menilai aktivitas Suli dan kelompok taninya. “Tim Deptan sempat kagum melihat kebun mangga milik kelompok yang berbuat lebat dan ranum,” ujarnya. Suli juga dinilai secara konsisten mengekspor mangga ke Hongkong dan Singapura. Di pasar lokal, Suli mengirim mangga ke sejumlah kota besar seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Medan.

Sebelumnya, mantan Kepala Desa (Kades) Alaskandang itu pernah dua kali menerima penghargaan dari Mentan. Yakni, penghargaan sebagai pelopor mutu mangga di Probolinggo dan penghargaan untuk eksporter mangga asli Indonesia ke luar negeri pada 2008 lalu.

Suli berterus terang, dirinya prihatin dengan menurunnya kualitas mangga Probolinggo. “Dibandingkan mangga dari Nganjuk misalnya, mangga Probolinggo akhir-akhir ini kalah kualitasnya,” ujarnya. Turunnya kualitas mangga Probolinggo dipengauhi perilaku petani sendiri yang kurang pengetahuannya tetang cara budidaya mangga. “Banyak mangga Probolinggo yang dipanen sebelum tua benar, sehingga kualitasnya jelek,” ujarnya.

Laporan: Ikhsan Mahmudi

Sumber: VIVAnews

Sumber Gambar: Kompas.com

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Posted by rabindra On January - 13 - 2010 ADD COMMENTS

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1 Januari lalu, mereka mendapatkan pelayanan kesehatan gratis baik di Pukesmas maupun di rumah sakit.

83116_masyarakat_antre_pelayanan_di_puskesmas_kota_batu_300_225“Syaratnya, warga miskin itu tercatat dalam data Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr H Bambang Agus MMKes, Senin 11 Januari 2010.

Dikatakan, semua bupati/walikota di Jatim sudah menandatangani kesepakatan kebijakan ini di hadapan Gubernur Jatim, Soekarwo, November 2009 lalu. Dokter Bambang Agus menambahkan, dalam kesepakatan itu tercantum, retribusi di Puskemas digratiskan.

“Untuk warga mampu, retribusi gratis tetapi tindakan kesehatan tetap dikenai biaya sesuai Perda, sementara untuk warga miskin retribusi dan tindakan kesehatan di Puskesmas gratis sepenuhnya,” ujarnya.

Di rumah sakit pun, warga miskin digratiskan baik rawat jalan maupun rawat inap. “Di RSUD mereka dirawat di kelas III,” ujar dr Bambang. Ditanya mengapak ada dua jenis pelayanan kesehatan, Jamkesmas dan Jamkesda, dr Bambang menceritakan kronologisnya.

Pelayanan Jamkesmas untuk 25.568 warga miskin dilakukan sesuai dengan data awal dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008. Karena muncul data susulan sebanyak 3.418 warga miskin, data Jamkesemas kemudian direvisi. Sehingga total warga miskin yang dilayani Jamkesmas di kota mencapai 28.986.

Belakangan pada 2009 diketahui, masih banyak warga miskin yang tidak masuk data Jamkesmas. Pemko Probolinggo pun kemudian memasukkan 15.390 warga miskin itu dalam data Jamkesda. Walikota HM. Buchori SH MSi pun kemudian mengesahkan data Jamkesda itu sesuai SK 188.45/160/KEP/425.012/2009 tentang Jumlah Penduduk Miskin dan Tidak Mampu Program Jamkesda 2009.

“Masyarakat yang dulu didata oleh kelurahan berarti masuk ke dalam pelayanan Jamkesda,” ujar dr Bambang. Jamkesmas dan Jamkesda hanya beda sumber dananya saja, pelayananan kesehatannya sama saja. Jamkesmas dibiayai pemerintah pusat, sementara Jamkesda dari Pemkot Probolinggo dan Pemprop Jatim.

Dengan adanya Jamkesmas dan Jamkesda, kata dr Bambang, SKTM tidak berlaku lagi. Masyarakat miskin bakal menerima kartu khusus Jamkesda dari Pemprop Jatim. Rp 541 Juta Pemkot Probolinggo pun menganggarkan Rp 541 juta melalui APBD 2010 untuk Jamkesda. Anggaran ini lebih tinggi dibandingkan Jamkesda 2009 lalu yang mencapai Rp 402 juta.

Menurut dr Bambang, program Jamkesda di Kota Probolinggo sudah digulirkan sejak 2009 lalu. “Bedanya, dulu warga mampu masih tetap bayar retribusi. Kini warga mampu gratis retribusi tapi tindakan kesehatan harus membayar,” ujarnya.

Kini, Dinkes gencar melakukan sosialisasi Jamkesda. Di Puskesmas misalnya, dipampangkan tulisan “Retribusi Puskesmas Rp 3.000 Digratiskan”. Bambang berharap, melalui Jamkesda, pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat. Dan bagi warga miskin, tidak ada alasan lagi mereka tidak dilayani gara-gara tidak mempunyai uang.

Sumber: VIVANews

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Posted by rabindra On January - 12 - 2010 Comments Off

kgos_sc285Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah ini telah meluncurkan sistem operasi Open Source sendiri bernama KGOS versi 100110.

KGOS sendiri berasal dari nama ‘Kendal Go Open Source’. OS ini merupakan hasil remastering dari Ubuntu 9.10 dengan penambahan beberapa program-program fungsional dan dibuat oleh Tim Pengembangan Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri, Kabupaten Kendal. Sistem operasi KGOS v.100110 dipaket dalam satu DVD dengan ukuran file total kurang lebih 1,5 GB.

Dalam acara peluncuran yang digelar di Pendopo Kabupaten Kendal (Senin, 11/1/2010) tersebut dilaksanakan juga seminar nasional dengan sub tema ‘Open Source, Pilihan Terbaik Dunia Pendidikan’.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta, yang sebagian besar terdiri atas guru dan para pengguna teknologi informatika, serta Bupati Kab. Kendal Siti Nurmarkesi. Sementara untuk pembicara diisi oleh Kepala PUSTEKOM Depdiknas Lilik Gani dan ‘pendekar TI’ Tanah Air Onno W. Purbo.

Dalam sambutannya Bupati Kendal mengungkapkan bahwa nantinya sistem operasi ini akan masuk dalam program kerja prioritas kabupaten. Beliau bahkan mendorong Kepala Dinas Pengolah Data Kab. Kendal untuk melakukan pendekatan secara proaktif kepada Tim Pengembang Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri.

Menurut Onno Purbo, dengan diluncurkannya sistem operasi KGOS v.100110, Kendal menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meluncurkan sistem operasi Open Source secara mandiri. Momentum ini semestinya bisa mendorong daerah lain untuk mengikuti jejak kabupaten yang ada di bumi pantura Jawa Tengah.

Onno menambahkan bahwa kunci pengembangan KGOS berada di ‘dada kebanggaan’ lokal Kendal. Saat KGOS menemukan momentum sebagai yang pertama di Indonesia, semestinya hal ini cukup untuk menyematkan kebanggaan di dada para pemakai KGOS yang kemudian menjadi bahan bakar untuk pengembangan KGOS selanjutnya.

Sumber: detikNews

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Posted by rabindra On January - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda, dua kota tersebut memiliki iklim yang sangat mendukung perkembangan seni rupa.

yogyakarta-batik

Photo Credit: Blog Antoys

Hal itu dikatakan Karim Raslan, pengamat seni rupa asal Malaysia, dalam kuliah umum Biennale Jogja X dengan tema Seni Rupa di Asia Tenggara, Jumat (8/1/2010).

Raslan menuturkan, identitas Asia Tenggara yang diperkuat dengan organisasi ASEAN sebenarnya dimunculkan untuk kepentingan politik dan ekonomi. Sedangkan seni rupa di kawasan Asia Tenggara sebenarnya berkembang sendiri-sendiri di setiap negara, dalam tegangan antara nilai lokal dan universal.

Namun, dunia telah menganggap Asia Tenggara sebagai sebuah komunitas bersama sehingga muncul juga istilah seni rupa Asia Tenggara. Tidak ada yang disebut gaya melukis Asia Tenggara, seperti juga tidak ada yang disebut sebagai identitas Asia Tenggara. “Asia Tenggara adalah wilayah persilangan budaya. Namun dunia sudah telanjur menganggap kawasan ini sebagai suatu komunitas seni, sehingga kalau ada Biennale internasional, mereka perlu mengundang perupa dari Asia Tenggara,” jelasnya.

Menurut Karim, satu hal yang mungkin menyamakan perkembangan seni rupa di kawasan Asia Tenggara adalah pengalaman dengan krisis ekonomi. Pascareformasi, terjadi ledakan seni rupa di semua negara. Perupa merespon perubahan dan kebebasan politik dalam karya mereka.

Dalam komunitas Asia Tenggara tersebut, lanjut dia, Yogyakarta dan Manila menjadi pusat perkembangan seni rupa. Berada di dua negara yang secara ekonomi belum begitu maju, dua kota ini justru memiliki iklim yang sangat mendukung perkembangan seni rupa.

Karim menambahkan, Singapura dan Malaysia mungkin punya segala hal yang bisa mendukung seniman. Tapi di dua negara itu tidak ada iklim sebebas Yogyakarta. Kelemahan institusi budaya milik negara di Indonesia justru menguntungkan seniman dalam berkarya.

Di Malaysia, seniman yang didukung pemerintah tentu harus menuruti keinginan pemerintah. Ini membuat seni rupa tidak berkembang. “Di Yogyakarta, lihatlah Biennale, di sini kita bisa melihat begitu banyak hal. Sedangkan di Filipina, ada banyak institusi pendidikan seni dengan pengajar berkualitas sehingga bisa seni terus berkembang,” katanya.

Sumber: KOMPAS.com

Gaji Guru dan Uang Saku Atlet Naik

Posted by rabindra On January - 7 - 2010 3 COMMENTS

Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng menaikkan gaji pelatih yang selama ini membina atlet di Sekolah Olah Raga Ragunan, Jakarta. “Untuk membina olahraga yang bagus maka diperlukan kesejahteraan yang bagus pula,” katanya saat meninjau Sekolah Olah Raga Ragunan, Rabu (6/1/2010).

SMU_ragunan

Gaji pelatih yang bertugas membina atlet-atlet muda di sekolah olahraga terbesar di Indonesia itu adalah Rp 2,6 juta per bulan. Melihat kondisi itu, Menegpora menaikkan gaji mereka menjadi sekitar Rp 5 juta per bulan.

Selain menaikkan gaji pelatih, mantan juru bicara Presiden itu juga menaikkan uang saku bagi atlet binaan Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga yang menjalani pendidikan di Sekolah Olah Raga Ragunan. “Uang saku dinaikkan dari Rp 300.000 menjadi Rp 500.000 per bulan,” katanya di hadapan atlet yang menjalani pendidikan.

Atlet binaan Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga yang saat ini menjalani pendidikan berjumlah lebih kurang 203 siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Mereka adalah atlet dari 18 cabang olah raga, di antaranya adalah atletik, basket, voli, bulu tangkis, dan renang.

Adapun atlet yang menjadi binaan Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta sebanyak 110 atlet dari 11 cabang olah raga. Adapun luas areal sekolah tersebut mencapai 17 hektar.

Sekolah Olah Raga Ragunan merupakan salah satu tempat mendidik atlet-atlet muda Indonesia. Atlet yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut merupakan pilihan yang mempunyai kemampuan dan keahlian pada cabang-cabang olahraga tertentu.

Sumber: KOMPAS.Com

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: