Film Hollywood ’Java Heat’ Syuting di Yogyakarta

Sebuah tim rahasia dari Amerika Serikat bekerjasama dengan polisi Indonesia berusaha menangkap sindikat internasional pelaku penculikan putri Sultan Yogyakarta dan pencuri perhiasan milik keraton. Dalam aksi pengejarannya tim misterius ini beraksi di sejumlah lokasi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.Namun itu hanyalah sebuah cerita dari film berjudul Java Heat yang diperankan aktor Hollywood Mickey Rourke dan sejumlah bintang film Indonesia. Film ini banyak mengambil setting adegan di Candi Borobudur.

“Film ini mempertemukan dua budaya yaiu Amerika dan Indonesia yang ceritanya ditengahi dengan intrik-intrik dalam keindahan bangunan istana tua, candi-candi dalam labirin terowongan bawah tanah dan dunia kriminal di sebuah kota di tengah-tengah Pulau Jawa,”kata penulis skenario dan produser film Java Heat, Rob Allyn, kepada pers, di Yogyakarta, Minggu (16/10).

Rob Allyn mengatakan, dirinya bisa membuat film dengan latar belakang Candi Borobudur merupakan sebuah mimpi.

“Selama ini masyarakat mancanegara mengenal Indonesia hanyalah Bali. Yogyakarta dan Jawa Tengah kurang dikenal oleh masyarakat internasional.Untuk itu, lewat pembuatan film ini akan mengenalkan daerah itu,” kata Rob Allyn.

Sementara, Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Budaya dan Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan, melalui film Java Heat diharapkan dapat mengenalkan budaya Indonesia. Film yang diproduksi oleh perusahaan film Amerika Margaret House tersebut diharapkan membuat Indonesia akan makin dikenal di mancanegara.

“Dengan ditampilkan Indonesia di dunia internasional lewat film ini maka budaya kita akan makin dikenal khususnya bangunan candi Borobudur.Lewat film itu diharapkan dapat menginformasikan bahwa Indonesia itu alamnya indah, aman dan nyaman,” kata Ukus Kuswara saat meninjau pengambilan gambar Film Java Heat di Pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam (16/10)

Ukus juga berharap pembuatan film tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga di lokasi pengambilan gambar film itu, di samping meningkatkan pengalaman para kru film Indonesia yang terlibat dalam pembuatan film ini.

Film yang diproduksi bersama rumah produksi lokal ini diharapkan pula mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) film nasional. Apalagi banyak kru film nasional yang dilibatkan dalam pembuatan film ini.

Menurut Ukus, pengambilan gambar film ‘Java Heat’ di kawasan Candi Borobudur sudah disepakati berdasarkan aturan yang berlaku. Sehingga kawasan candi tetap terjaga dengan baik.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tazbir mengatakan,  salah satu cara efektif dalam mempromosikan daerah pariwisarta khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah adalah melalui pembuatan film Java Heat.

“Apalagi, pembuatan film ini tidak sembarang karena dengan produser film internasional dari Hollywood. Mereka tidak sembarang memilih negara sebagai tempat pengambilan gambar film ini. Mereka memilih Indonesia khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah karena pertimbangan alamnya indah, juga aman dan nyaman,” papar Tazbir.

Tazbir berharap film ini akan memberikan dampak yang bagus bagi masa depan pariwisata di Yogya dan Jawa Tengah. Sebab saat film ini nanti diputar di mancanegara pasti nama Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan objek wisata Candi Borobudur dan Prambanan akan lebih dikenal masyarakat internasional.

“Kawasan wisata lain di daerah itu yang menjadi ajang shooting film ini akan terbawa dan dikenal di masyarakat internasional, sehingga akan mempromosikan Indonesia terutama Yogyakarta dan Jateng,” ujar Tazbir.

(dir/rin/kap)

Sumber: www.politikindonesia.com

12 Comments

  1. avatar
    wildan  /  October 25, 2011, 10:19 am Reply

    borobudur di magelang bukan di jogja

    • avatar
      faiq  /  January 24, 2013, 12:52 pm Reply

      iya bukan jogja tapi jawa tengah

  2. avatar
    Sari  /  October 27, 2011, 9:23 pm Reply

    Sukses buat pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah

  3. avatar
    togar  /  October 29, 2011, 7:27 pm Reply

    wah shotingnya bikin susah warga sekitar penjualan turun drasatis dana kompensasi cuma dikasih sedikit tidak seimbang dengan kerugian warga udah shoting lama 3 hari bikin susah mau kelear masuk rumah

  4. avatar
    ferri  /  October 31, 2011, 1:16 pm Reply

    shoting di kota jogja kmaren rame bgd…byak yg pd liat…apa lg ada mobill yg di ancurin…kerenn pastinyaaa…JOGJA MEMANG ISTIMEWA.besokk pada liat filmnya ya….jarang@ film jebolan hollywod take di indonesia. pengambilan film di jogja dan di seputaran jogja….

  5. avatar
    citra  /  November 14, 2011, 2:08 am Reply

    sekedar membenarkan, production house Java Heat adalah Margate House Films, bukan Margaret..
    dan Margate House Films ini setahu saya production house Indonesia (entah karena berbasis di Indonesia sehingga disebut begitu atau memang PH Indonesia saya tidak tahu, tapi yang jelas memang sudah Go Internasional dengan debut film produksi-nya Trilogi Merah Putih. dan sebelum mendirikan PH ini, pendirinya sudah sukses di dunia internasional sebagai penulis, media consultant, TV commentator di U.S., dan Vice President-nya pernah bekerja di ReelFX Texas-based post-production(post production company-nya Enchanted))

  6. avatar
    citra  /  November 14, 2011, 2:09 am Reply

    infonya saya dapat dari web Margate House Films
    http://www.margatehs.com

  7. avatar
    aa  /  November 28, 2011, 6:16 pm Reply

    jdi pngen nonton

  8. avatar
    Sojosh  /  February 27, 2012, 4:50 pm Reply

    Sutradara & crew nya sama dengan trilogi Merah Putih, dio kakak beradik Collin dan Rob Allyn. Paling pemodalnya juga sama, Hasjim, kakaknya Prabowo.

  9. avatar
    hoshi  /  April 10, 2013, 1:41 am Reply

    setelah menonton film bocoran java heat , menurut saya film ini terlalu lebay

  10. avatar
    hoshi  /  April 10, 2013, 1:55 am Reply

    sedikit mengomaterai film ini menurut saya film ini lebay dan pesan moral,arah cerita yang tidak jelas , karakter tidak sesuai dan terlau di lebih-lebihkan , seperti peran fitria , touris guide yang di sarkem , tentara keraton yang bersenjata laras panjang dll ,dalam berkendara pun juga begitu kita tahu di jogja tidak ada bajai. seperti bukan khas orang jogja setelah melihat film ini . terlebih lagi dalam film ini sultan dan sultana seperti kehilangan kewibawaanya.

    • avatar
      Ardika  /  April 23, 2013, 9:38 pm Reply

      Sepakat, film-nya aneh banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Smart Detox