Novel “Laskar Pelangi” Tembus Korea Selatan

Novel best-seller ‘Laskar Pelangi’ yang telah terjual di Indonesia secara resmi sebanyak sekitar lima juta eksemplar itu rupanya telah menembus pasar Korea Selatan.

Semenjak bulan Agustus 2011 lalu, novel tulisan Andrea Hirata tersebut telah tersedia dalam alfabet Hangul di negeri gingseng.

“Novel di Korea (Selatan), senang. Ternyata, penulis Indonesia bisa juga berkiprah di pasaran internasional, seperti penulis-penulis Asia lainnya dari Cina, India. Sebetulnya kita sanggup,” kata Andrea, usai konferensi pers ‘Musikal Laskar Pelangi Menuju Esplanade Singapura’, di Red and Whyne Cafe, Kemang, Jakarta, Sabtu (24/9/2011) siang.

Upaya internasionalisasi ini tidak terlepas akan idealisme penulis tetralogi Laskar Pelangi–Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov–itu akan ekspansi budaya. Menurut Andrea, sudah saatnya bagi Indonesia jauh berpikir luas, mengamati pasar internasional yang ternyata juga bisa menyukai hasil-hasil karya anak negeri.

“Peluang penulis Indonesia untuk menulis dan mengabarkannya ke seluruh dunia sebenarnya besar. Orang-orang di luar sana suka dengan apa yang disebut sebagai culturally spesific, kisah-kisah tentang budaya, kehidupan masyarakat di Indonesia. Itu diminati pembaca di luar. Saya masih terus belajar agar terbit di lebih banyak negara,” lanjut Andrea.

Korea Selatan menjadi salah satu negara pertama tempat ekspansi karya novel Laskar Pelangi setelah sebelumnya mencoba merambah negara-negara serumpun seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, di kedua negara jiran tersebut, Laskar Pelangi turut menjadi best-seller dalam artian besar secara kuantitas untuk buku yang diminati.

Selama ini pula, semenjak kemunculan pertamanya novel Laskar Pelangi tahun 2005 silam, ekspansi baru sebatas dilakukan ke dalam penerjemahan bahasa Inggris. “Buku ini juga telah sampai di India dan Australia setelah ke Malaysia dan Australia,” kata Dita, bagian penerbit dan manajemen Andrea menambahkan.

Rencananya, novel berkisahkan tentang pengalaman sepuluh anak Belitung dalam meraih mimpi itu akan dicetak ke dalam 26 bahasa di 30 negara. “Saat ini China untuk Taipei sudah, tapi China Mainland belum termasuk belum untuk Hong Kong,” sambung Dita.

Manajemen pun masih menjajaki untuk kawasan Jepang dan negara-negara Eropa. “Bahkan di AS dan Inggris masih belum. Kemungkinan tahun 2012 nanti sudah ada novel tersebut di jual di sana,” ungkap Dita lagi.

“Saya harap, lebih banyak buku lagi seperti Laskar Pelangi dihadirkan oleh orang-orang Indonesia di masa mendatang,” harap Andrea penuh semangat.

Sumber: KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Smart Detox