WINDS – Ketika Mengakses Internet “Secepat” Angin

Posted by lenidisini On March - 11 - 2010 ADD COMMENTS

WINDS (Credit: JAXA)

Bisa jadi ini adalah berita yang cukup baik bagi Indonesia. Apalagi bagi para onliners yang mayoritas waktu dalam hidupnya dihabiskan berjalan-jalan di dunia maya. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bersama tiga universitas asal Jepang sedang melakukan pengembangan satelit generasi baru bernama WINDS (Wideband InterNetworking engineering test and Demonstration Satellite) yang memungkinkan koneksi internet berkecepatan maksimal.

WINDS yang dikembangkan bersama-sama dengan JAXA (lembaga antariksa Jepang) dan National Institute of Information and Communications Technology (NICT) disebut-sebut menggunakan teknologi mutakhir Ka-Band (sistem yang bekerja pada frekuensi tinggi) yang memiliki panjang gelombang pendek. Dengan spesifikasi tersebut, WINDS dianggap mampu menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi yang mencapai maksimum 155 Mbps untuk penerimaan dan 6 Mbps untuk pengiriman dengan ukuran antena penerima 45 cm (sama dengan ukuran sekarang). Sedangkan untuk antena ukuran 5 meter, kecepatan yang bisa dicapai WINDS diklaim sebesar 1.2 Gbps. Selain berkecepatan tinggi, satelit WINDS ini juga memiliki daya jangkau yang cukup luas, dapat merambah daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan kabel (teresteria).

Kecepatan internet yang disediakan WINDS tentu saja cukup menggiurkan. Apalagi bila dibandingkan dengan kecepatan internet yang ada untuk konsumsi pribadi di Indonesia yang saat ini hanya berkisar 384 Kbps dan 2 Mbps saja. Satelit yang memungkinkan adanya pengembangan riset simulasi dengan komputasi tinggi seperti di bidang medik, mesin, kimia, pendidikan, kesehatan, penanganan daerah bencana, dan Intelligent Transport System (ITS) ini masih dalam tahap uji coba.
Selain uji coba teknis yang menyangkut aspek transmisi data lewat satelit, juga dilakukan uji coba aplikasi TV Conference dan aplikasi PACS (Picture Archiving and Communication System).

Semoga saja, proyek WINDS ini bisa segera direalisasikan dan para onliners bisa menikmati akses internet yang menakjubkan :D

Referensi: ANTARANews

Komputer Bicara, Tunanetra “Melihat”

Posted by indonesiaberprestasi On March - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Keterbatasan penglihatan penyandang tunanetra mulai terkuak dengan munculnya komputer yang mampu ”membaca” dan ”mendengar”. Dengan mesin ”pintar” berbahasa Indonesia yang dinamai Mendengar itu kaum tunanetra dituntun untuk menemukan akses informasi seluas-luasnya.

Mereka pun dapat berkreasi menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi ini.

Terbukanya akses ke dunia informasi global bagi kaum tunanetra ini tercapai berkat pengembangan sistem komputer dan telepon serta layanan multimedia sejak sekitar 40 tahun terakhir. Sistem berupa peranti lunak antarmuka (interface) dan sistem sensor ini memungkinkan penyandang tunanetra bisa memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaan untuk berkomunikasi dengan komputer.

Bagi penyandang tunanetra di Indonesia, layanan akses informasi berbantuan komputer sudah diperkenalkan sekitar 20 tahun lalu dengan memanfaatkan peranti lunak pembaca teks yang dikembangkan Amerika Serikat disebut JAWS (Job Access with Speech). Program ini memandu tunanetra secara audio ketika menggunakan papan ketik komputer. Di negeri asalnya, JAWS dikembangkan tahun 1970-an kini sudah versi 9.

Namun, penggunaan program berlisensi ini memberatkan mereka yang terbatas kemampuan ekonominya—harga Program JAWS sampai 1.200 dollar AS untuk dua unit komputer. Karena itu, untuk membantu mereka dikembangkanlah aplikasi yang berbasis OSS (Open Source Software). Aplikasi pembaca teks pada layar (screen reader) bagi tunanetra yang berbasis OSS, antara lain, dihasilkan Ubuntu—disebut Orca.

Beberapa tahun terakhir ini, upaya mengindonesiakan panduan dan pembacaan teksnya dilakukan, antara lain, oleh Ario Bimo, peneliti dari ITB. Ia memodifikasi JAWS versi 7.10. Pada prototipe ini teks yang dipindai dikonversi oleh openbook. Komputer kemudian membaca kata per kata secara otomatis. Agar komputer mampu melakukan itu, sebelumnya telah dimasukkan perbendaharaan kata dari kamus hingga 10 miliar kata.

Sementara itu, tim peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dipimpin Oskar Riandi sejak 2003 juga mengembangkan sistem komputer yang ramah bagi penyandang tunanetra dan tunadaksa. Dengan memanfaatkan Free OSS, BPPT membuat webTTS (text to speech), perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi penyintesa teks menjadi suara sehingga penyandang cacat (tunanetra) dapat mengetahui konten suatu situs.

Kemudian dikembangkan aplikasi teknologi pengenal wicara (speech recognition) pada berbagai bidang TIK. Hasilnya, tahun 2007, bekerja sama dengan Telkom RDC (Research and Development Center), memanfaatkan salah satu distribusi linux dibuat IGOS Linux Voice Command (ILVC), perangkat lunak menggunakan suara sebagai media antarmuka untuk mengoperasikan komputer. Penggunaan suara sebagai man-machine interface adalah terobosan dalam aksesibilitas komputer.

Kini ILVC terus dikembangkan sehingga memiliki kemampuan mengonversi suara menjadi tulisan. Pengembangan ini diberi nama LiSan (Linux dengan liSan). Bagi pengguna normal, LiSan memungkinkan penulisan dokumen lebih cepat dan memberi peluang pengoperasian komputer hands freely. Tiga fungsi utama LiSan, yaitu sebagai sistem pengenal wicara bahasa Indonesia, sebagai antarmuka pengoperasian komputer dengan suara, dan menyintesis interaksi pengguna, keyboad, dan mouse dengan suara.

Dengan LiSan, seseorang dengan keterbatasan menggunakan tombol-tombol keyboard dan menggerakkan mouse komputer, seperti penderita lumpuh, dapat menggunakan komputer dengan lebih mudah.

Membaca dan mendengar

Sejak tahun lalu, kata Oskar, yang juga Koordinator Pusat Sumber Daya Opensource BPPT, timnya mengembangkan peranti lunak Memdengar (membaca dan mendengar). Program yang mampu membaca dokumen ini diharapkan dapat diuji coba tahun ini,” ujarnya.

Pada program ini dokumen cetak, antara lain, buku, dipindai hingga menjadi file di komputer. Untuk itu digunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk suara dengan teknologi screen reader.

Program ini memiliki kelebihan, selain berbahasa Indonesia, juga memiliki akurasi hingga 93 persen.

Saat ini, teknologi bahasa dalam TIK pada program Pemerintah menjadi prioritas nasional, mencakup speech recognition (pengenal lisan)—mengubah suara menjadi teks.

Pelatihan

Dengan fasilitas komputer tersebut, Persatuan Tunanetra Indonesia dalam rangka hari Braille sedunia menyelenggarakan program pelatihan penggunaan komputer bicara untuk tunanetra.

Pelatihan akan diselenggarakan bertahap dan berkesinambungan di seluruh Indonesia. Dengan alat ini kesejahteraan serta martabat mereka ditingkatkan. Hingga tahun 2005 jumlah penyandang cacat 6,7 juta jiwa atau 3,11 persen total penduduk. Dari jumlah itu sangat kecil jumlah yang sudah terberdayakan, selebihnya adalah warga negara yang belum maksimal menikmati hasil-hasil pembangunan.(KOMPAS/YUNI IKAWATI)

Sumber: KOMPAS

Sahabat Para Petani

Posted by gundulucu On March - 6 - 2010 ADD COMMENTS

Artikel ini adalah kutipan dari acara Metro TV program Zero to Hero dengan episode Sahabat Para Petani.

Kita tahu bahwa petani merupakan salah satu pekerjaan di Negara kita yang berjasa menyediakan pangan bagi presiden dan semua rakyat. Namun apakah kita tahu bahwa petani jugalah yang memiliki kesejahteraan dan kemakmuran yang tergolong kecil. Adalah H. Sakaruddin yang mempunyai prestasi mengubah keadaan dengan menambah pendapatan petani sampai 7 kali lipat lebih baik dari masa lalu. Prestasi itu didapat dari pengembangan teknologi tepat guna pada pertanian dan perkebunan di pedesaan. Teknologi tepat guna ini berhasil mengolah bahan baku seperti Jagung, pisang, ketela dan lain-lain menjadi produk setengah jadi berupa keripik atau tepung.

Beliau bernama H. Sakaruddin, pemuda pelopor asal Sulawesi Tengah lulusan Universitas Taoulako – Palu. Beliau memulai perjalanan hidup menjadi pegawai sekaligus mahasiswa pada Universitas Taoulako pada tahun 1980. Ketika itu sambil kuliah dan bekerja, iya belajar mandiri di luar kampus tentang teknologi tepat guna selama 6 tahun lalu lulus sebagai Sarjana dan melanjutkan belajar mandiri tentang teknologi tepat guna tersebut sampai 1989. Selama masa belajar tersebut, ia menghabiskan sekitar 600 buku teknologi pengolahan hasil pertanian dan hasil perkebunan. Sampai pada akhirnya dia mengajar kecil-kecilan pada masyarakat untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna pada kehidupan sehari-hari. Sehingga banyak institusi sosial yang tertarik untuk mengundang dia untuk mengajar lalu banyak undangan dari desa-desa lain untuk mengajar  tanpa dibayar apa-apa.

Semangatnya berlanjut dengan membuat pusat pelatihan kecil-kecilan beratap rumbai dan berdinding bilah bambu. Pusat pelatihan hasil jerih payah sendiri ini bertahan 19 tahun dengan kegiatan latihan bertempat  di teras dan garasi mobil di bangunan sederhana tersebut. Sampai pada akhir tahun 1990, pusat pelatihan binaan H. Sakaruddin ini mendapat bantuan dari swadaya masyarakat dan Bank Rakyat Indonesia untuk mendirikan sebuah lembaga pelatihan resmi bernama LPTTG Serenindi – Sulawesi Selatan. Pelatihan ini mengajarkan para petani untuk memberi nilai tambah pada hasil bumi menjadi aneka produk seperti tepung beras, kerupuk tortilla dan lain2. Tahun 2000 minat LSM dan pemerintah daerah semakin besar dengan mendukung terbetuknya LPTTG yang lebih baik, sehingga berdiri LPTTG Malindo – Sulawesi Selatan pada tahun 2003.

Prestasinya tercermin dari 2 cerita berikut. Cerita pertama adalah pada Kabupaten Ngada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh 21 Kabupaten termasuk ke golongan daerah tertinggal. Namun hal itu berubah dengan Kab. Ngada yang mendengar kiprah H. Sakaruddin dan mengirim 100 orang ke LPTTG Malindo untuk belajar membuat chips jagung.  Atas jasanya Piet Jos Nuwa Wea, bupati Ngada, menyebutkan bahwa, “Jagung yang diproduksi oleh Kabupaten Ngada berjumlah 25-26 ton setahun. Dengan harga jual 1500-2000 rupiah per kg. Tetapi jagung tersebut dapat dirubah menjadi produk lebih bermutu dengan nilai tambah minimal 38.000 rupiah per 3kg atau sekitar 13000 rupiah per kg.“ Atas penyuluhan H. Sakaruddin yang sampai ke pelosok daerah Ngada, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat petani bisa meningkat. Hal itu belum termasuk pengolahan lainnya seperti pengolahan pisang Ngada. 1 pisang Ngada berharga 10.000 rupiah, namun kalau diolah 1 pisang bisa menjadi = 50.000 rupiah. Sehingga rakyat lebih bisa menjangkau jasa kesehatan dan jasa pendidikan dengan hasil bumi daerah sendiri beliau menambahkan.

Cerita kedua adalah berawal dari Antonius Billy, seorang preman yang berubah 180 derajat menjadi petani pembuat tortilla dari jagung di Sumba Barat Daya – NTT. Antonius terinspirasi dari penyuluhan dan pelatihan yang diberikan H. Sakaruddin. Antonius berkata,“ Saya tinggalkan semua yang kurang bagus dan saya mulai bertekun membuat Tortilla ini.” Hal ini diakui pemerintah Sumba Barat Daya sangat membantu perekonomian rakyat dari hasil produksi pertanian sendiri. Jagung yang semulanya hanya bisa diproduksi sebagai jagung bahan baku sebanyak 4 kg per hari bisa dirubah menjadi barang setengah jadi berupa keripik tortilla sebanyak 6 kg per hari. Hasil yang didapat pun sangat memadai bagi per petani yang mendapatkan omset 300.000 rupiah dan untung 150.000 rupiah per hari. Antonius menambahkan,”Yang saya rasakan betul pelatihan dan teknologi dari pak Sakaruddin ini bermanfaat bagi petani!”

Harapan H. Sakaruddin adalah Pimpinan negara dan Pimpinan daerah bisa menjadikan pedesaan sebagai pusat pertemuan, sebagai pusat kegiatan dan pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. Dengan ini bisa dicapai perubahan kemiskinan dan perubahan mindset. H. Sakaruddin berkata,”Kalau semua orang pada lari ke kota, coba bayangkan kapan pedesaan bisa maju? Maka intinya adalah revitalisasi pembangunan pedesaan yaitu cukup menggeser kebijakan dari pusat ke desa. Sehingga desa bisa dicintai semua masyarakat.” Beliau juga berpendapat bahwa pelatihan selama ini sudah ada tapi tidak komprehensif, tidak sistematik dan tidak tuntas. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan H. Sakaruddin mewajibkan ketika rakyat di latih, ada semacam penandatanganan perjanjian kontrak sosial antara H. Sakaruddin (pemberi pelatihan) dengan bupati (yang meminta pelatihan) agar Pimpinan daerah memberikan jaminan pemberian modal, pemberian alat kerja, pemberian izin usaha, bantuan fasilitasi pemasaran kepada para petani. Sampai pada saat ini ada tidak kurang 60 Bupati yang datang untuk menandatangani kontrak sosial Malindo.

Saat ini H. Sakaruddin dengan Lembaga Pelatihan Teknologi Tepat Guna Malindo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Selama 23 tahun usahanya, beliau telah melatih sekitar 2000 petani dari 164 kota dan kabupaten di kawasan Timur Indonesia.

Juga tersedia link untuk menonton video tentang H. Sakaruddin pada link dibawah :

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/03/01/4835/230/Sahabat-Para-Petani

Yunita Ilmuwan Pertama Indonesia Raih Akademi Profesor

Posted by lenidisini On March - 4 - 2010 ADD COMMENTS

Yunita Triwardani Winarto menjadi ilmuwan pertama Indonesia yang mendapatkan gelar Akademi Profesor dari Akademi Professorship Indonesia (API) dan The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW).

“Beliau terpilih menjadi Akademi Profesor pertama di Indonesia melalui mekanisme seleksi yang ketat, yang dilakukan oleh kalangan akademisi internasional seperti Belanda, Singapura, dan Australia,” kata Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono di kampus UI, Depok, Kamis.

Menurutnya, proses penilaian berdasarkan penelitian ilmiah yang Yunita lakukan adalah dengan mempertimbangkan implikasi penelitian tersebut tehadap kemaslahatan masyarakat luas.

Yunita menekuni bidang Ilmu Sosial dan humaniora, dan dalam orasi ilmiahnya berjudul “Iklim dan Budaya: Perubahan, Pelajaran, dan Tantangan” menjelaskan, proses adaptasi kehidupan manusia pada lingkungan hidup terwujud dalam beragam pranata sosial-budaya dan strategi-strategi pengelolaan sumber daya alam.

Yunita mengatakan, perubahan iklim sebagai fenomena alam yang sulit diamati, melainkan juga sulit diduga, dan tidak dapat secara tepat diantisipasi sebelumnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya khusus untuk menafsirkan ulang fenomena alam, serta memperkaya wawasan dan pengetahuan.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan prosesi pengukuhan gelar Akademi Profesor kepada Yunita Triwardani Winarto oleh Profesor Direktur Akademi Profesor Indonesia Prof. Sangkot Marzuki dan Direktur Royal Netherlands Institute Dr. Roger Tol.

Akademi Profesor adalah gelar pertama yang diberikan kepada ilmuwan dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan secara bergantian akan diberikan kepada kalangan akademisi Indonesia lainnya.

Sumber: ANTARANews

Trianingsih Juara di Hongkong

Posted by lenidisini On March - 1 - 2010 ADD COMMENTS

Pelari Jawa Tengah, Trianingsih, berhasil menjadi juara pertama lomba lari maraton (42,195 kilometer) di Hongkong, Minggu, yang diselenggarakan oleh sebuah bank.

Pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto, dalam pesan singkat (SMS), Minggu, menyebutkan, catatan waktu yang dicapai Trianingsih adalah 2 jam 47 menit, sedangkan juara kedua diraih pelari China dengan catatan waktu 2 jam 49 menit.

Posisi ketiga dimenangi pelari Filipina yang juga peraih medali emas SEA Games XXV/2009 Laos dengan catatan waktu 2 jam 50 menit. “Mereka tertinggal jauh dari Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih sekaligus pembina klub atletik Lokomotif Salatiga.

Juara pada event yang sama tahun 2009, yaitu pelari China (sekarang ini berada pada urutan kedua), saat itu berhasil mencapai finis dengan catatan waktu 2 jam 36 menit.

Ia mengakui bahwa rute lomba lari maraton di Hongkong ini sangat berat karena harus naik dan turun gunung. “Tetapi, saya kira ini pelajaran berharga bagi Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih pelatnas Program Atlet Andalan (PAL) tersebut.

Dengan hasil ini, Trianingsih memang belum berhasil memperbaiki catatan waktunya karena catatan waktu terbaiknya pada nomor maraton adalah 2 jam 43 menit yang dicapai saat mengikuti lomba lari maraton di Kenya 2008.

Ia menambahkan, Trianingsih, yang merupakan pemegang medali emas SEA Games 2009 untuk nomor lari 5.000 dan 10.000 meter, memang harus sering diterjunkan pada event-event maraton internasional agar punya pengalaman bertanding lebih banyak. Menurut dia, pada Asian Games XVI/2010 di Guangzhou, China, adik mantan pelari nasional Ruwiyati ini akan diterjunkan pada nomor lari maraton dan 10 kilometer.

Sumber: KOMPAS.com

Game Lokal “Nusantara Online” Resmi Dilempar ke Pasaran

Posted by indonesiaberprestasi On February - 28 - 2010 ADD COMMENTS

Para gamers di Indonesia boleh bersorak gembira. Pasalnya, Nusantara Online, game produksi dalam negeri bergenre massively multiplayer online role playing game atau MMORPG akhirnya resmi dirilis ke publik.

Setelah tertunda sejak pertengahan 2009, permainan ini akhirnya resmi dilempar ke pasar dan sudah bisa dimainkan oleh para pengguna internet di Indonesia. Peluncuran permainan ini digelar dalam uji coba permainan Nusantara Online di Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/2/2010).

Nusantara online merupakan permainan komputer bergenre MMORPG pertama yang dihasilkan oleh anak bangsa. Permainan ini dikembangkan dengan karakter-karakter asli Indonesia dan dijalankan di atas engine berjuluk Another Game Engine Library (Angel) yang juga buatan Indonesia.

Pengembangan permainan Nusantara Online dilakukan oleh dua institusi yang keduanya berkantor di Bandung. Pengembangan engine permainan dilakukan oleh Sangkuriang Studio, sedangkan pembuatan karakter dan jalan cerita alias game play dilakukan oleh Telegraph Studio. Adapun PT Nusantara Wahana Komunika ditunjuk sebagai publisher.

Direktur Operasional PT Nusantara Wahana Komunika Sigit Widodo menyatakan optimistis bahwa permainan ini akan diterima oleh pasar. “Sejak dikenalkan ke publik, selalu ada puluhan e-mail dan komentar di Facebook yang menanyakan perkembangan permainan ini. Kami yakin, permainan ini akan mudah diterima, terutama oleh kalangan generasi muda,” kata Sigit kepada wartawan.

Sigit menuturkan, Nusantara Online berawal dari rasa keprihatinan terhadap konten-konten asing yang marak di Indonesia. Berbagai media, terutama film animasi dan permainan online, banyak didominasi oleh produk-produk luar negeri yang menawarkan karakter-karakter asing.

Heru Nugroho, Managing Director Nusantara Online, mengatakan bahwa gamers muda sekarang jauh lebih mengenal karakter Jepang, seperti Toyotomi Hideyoshi, Ieyasu Tokugawa, dan Oda Nobunaga, ketimbang karakter nasional, seperti Hayam Huruk, Gajah Mada, atau Prabu Siliwangi.

Sigit menjelaskan, cerita dalam permainan Nusantara Online mengambil latar belakang kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Pada rilis versi satu ini, Nusantara Online menghadirkan tiga latar kerajaan, yakni Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran. “Rencananya, pada setiap versi baru yang akan diluncurkan tiap tahun, akan ada tambahan tiga kerajaan baru hingga setidaknya tiap provinsi di Indonesia dapat diwakili oleh satu kerajaan,” urainya.

Yang istimewa, permainan Nusantara Online ini didesain berdasarkan riset terhadap situasi kerajaan-kerajaan pada masa lampau. Fitur-fitur Nusantara Online, ujar Sigit, dikembangkan mengikuti sistem tata kemasyarakatan, arkeologi, sejarah, dan kondisi alam yang berlaku di Nusantara pada masa silam.

Sigit menjamin, kedalaman karakter dan gameplay di Nusantara Online akan memenuhi hasrat keingintahuan gamer Indonesia terhadap budaya dan karakter-karakter khas Indonesia. “Misalnya, kalau kita lihat situs Trowulan di dalam game ini, ya kondisi real-nya saat itu ya begini,” katanya.

Untuk rilis versi pertama alias versi alfa ini, Sigit mengatakan bahwa pihaknya belum memasarkan permainan dalam bentuk CD. Ia menjelaskan, pencinta permainan bisa mengunduh dan melakukan registrasi user game Nusantara Online ini di www.nusol.web.id. “Kami juga kerja sama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). Masyarakat bisa memainkan permainan ini atau mengopinya dari warnet berlabel Awari,” tuntasnya.

Siswa SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim

Posted by indonesiaberprestasi On February - 27 - 2010 1 COMMENT

Dua pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel Ezra Bazaliel dan Kevin Johanes berhasil merebut tiket jalan-jalan ke Australia setelah film mereka berjudul Nature’s Memory menjuarai kompetisi film pendek “perubahan Iklim” tingkat SMA yang digelar Kedutaan Besar Australia melalui Komisi Perdagangan Australia bekerja sama dengan Perth Education City, The Climate Project Indonesia dan Yayasan Nobel Indonesia.

Kedua pelajar kelas satu itu berhasil mengungguli 174 pelajar lainnya dari 87 SMA se-Jakarta. Selain memperlihatkan hasil karya mereka, para pelajar ini juga harus mempresentasikan ide cerita film yang mereka buat di hadapan juri yang terdiri dari Jay Subiakto (Sutradara film), Endy Bayuni (Chief Editor harian The Jakarta Post), Marissa (Visi Anak Bangsa), serta Dicky Edwin Hendarto ( The Climate Project Indonesia). “Saya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek dan langsung menang” kata Ariel seusai pengumuman pemenang di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Sabtu (27/2).

Film Nature’s Memory bercerita tentang perubahan kondisi alam dari yang dulunya asri, hijau dan bersih menjadi rusak dan tercemar. “Kami ingin mambandingkan keadaan Alam jaman dahulu dengan sekarang,” jelas Ariel. Dalam film berdurasi sekitar lima menit itu, Ariel dan Kevin menggabungkan gambar alam hasil bidikan kamera mereka dengan animasi. Penggabungan tersebut juga membuat karya mereka berbeda dengan karya-karya peserta lain.

“Saya sangat terkesan dengan bakat kolektif para pemuda Indonesia yang telah dibuktikan dalam film-film para finalis,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer, di sela-sela pengumuman pemenang Lomba Film Pendek tentang Perubahan Iklim, di Hotel Intercontinental MidPlaza Hotel, Jakarta, Sabtu ( 27/2/2010 ).

Referensi: Tempointeraktif dan KOMPAS.com

Photo: LINK

Temukan Rumus Angka Piramida, Remaja RI Disorot Media Jerman

Posted by agungfirmansyah On February - 25 - 2010 1 COMMENT

Berlin – Seorang remaja Indonesia Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Ibrahim berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas.

Ibrahim, remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten.de, Kamis (25/2/2010) guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa.

“Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada derwesten.de.

Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya menyelesaikan tugas sekolah tentang piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominasi peneliti remaja terbaik tahun 2010 di Jerman. Selain itu, putra pasangan Bapak Budi Handoko dan Ibu Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika di tingkat negara bagian.

*) Priyanto adalah Mahasiswa S3 Universität Duisburg-Essen Jerman
Sumber: detik

Game Buatan Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Posted by rabindra On February - 15 - 2010 1 COMMENT

Lagi, penggiat kreatif dari Indonesia siap mencetak prestasi di ajang internasional. Sebuah game buatan Indonesia, Cube Colossus, jadi finalis di ajang kompetisi game internasional.

Flash Gaming Summit (FGS) adalah acara tahunan bagi pengembang game berbasis Flash di dunia. Bersamaan dengan FGS, terdapat sebuah ajang penghargaan bernama The Mochis.

Nah, di ajang The Mochis itulah game buatan Indonesia turut menjadi finalis. Cube Colossus, game yang dikembangkan oleh studio lokal bernama Lucidrine, meraih nominasi di bidang Best Shooter. Di kategori itu, Cube Colossus akan bersaing dengan game Captain Forever dan Death vs Monstars.

Sebelumnya, Cube Colossus juga meraih nominasi dalam Best of Casual Gameplay 2009 yang diselenggarakan portal casual gaming JayIsGames. Di ajang itu Cube mampu meraih posisi kedua dalam voting yang dilakukan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People’s Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda.

Sumber: detikInet

Batik, Wayang, Keris, Jadi Warisan Budaya Dunia

Posted by rabindra On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

20100205141954-warisanbudaya-050210-2Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) telah memasukkan batik, keris dan wayang Indonesia ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyerahkan sertifikat pengakuan UNESCO tersebut kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam sebuah seremoni di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Jumat.

Usai menerima sertifikat itu, Agung menyerahkannya kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang selanjutnya akan memegang tanggung jawab pelestarian warisan-warisan budaya tersebut.

“Selain sertifikat pengakuan terhadap tiga mata budaya takbenda, pemerintah juga menerima sertifikat `best practices` pelestarian batik,” kata Agung.

Ia mengatakan, sebagai negara yang mata budaya tak bendanya masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia Indonesia terikat dengan kewajiban untuk melestarikan mata budaya tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya ini, misalnya dengan sering memakai batik. Hanya untuk wayang dan keris yang agak berat,” kata Jero.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi dalam upaya pelestarian warisan budaya tersebut dengan mempelajarinya.

“Saya mengajak semua untuk sering menonton wayang, supaya mata budaya ini bisa terus ada,” katanya.

Jero mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, pemerintah juga mendukung pengembangan produk budaya yang dikategorikan sebagai produk ekonomi kreatif tersebut.

Selain itu, kata Agung, pemerintah akan mendapat bantuan teknis dan dana konservasi dari UNESCO untuk mendukung upaya pelestarian produk budaya nasional yang sudah masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia.

Terus Memasukkan
Jero mengatakan, pemerintah akan menginventarisir mata budaya yang ada di Indonesia dan berjuang memasukkannya karya budaya yang dianggap paling agung ke dalam daftar representatif UNESCO.

Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan tahun ini pemerintah menyusun proposal untuk memasukkan angklung dan tari saman ke dalam daftar representatif UNESCO.

“Tahun depan kita akan berusaha menyusun proposal untuk memasukkan tenun ikat dan gamelan,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini upaya untuk menyiapkan proposal pemasukkan mata budaya ke dalam daftar representatif badan dunia itu sering terkendala minimnya akademisi yang memiliki pengetahuan mendalam tentang suatu mata budaya.

“Seperti batik misalnya, praktisinya banyak. Tapi cari profesor yang ahli tentang batik susahnya setengah mati,” demikian Arief Rachman.(M035/A038)

Sumber: ANTARANews

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: