Komputer Bicara, Tunanetra “Melihat”

Posted by indonesiaberprestasi On March - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Keterbatasan penglihatan penyandang tunanetra mulai terkuak dengan munculnya komputer yang mampu ”membaca” dan ”mendengar”. Dengan mesin ”pintar” berbahasa Indonesia yang dinamai Mendengar itu kaum tunanetra dituntun untuk menemukan akses informasi seluas-luasnya.

Mereka pun dapat berkreasi menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi ini.

Terbukanya akses ke dunia informasi global bagi kaum tunanetra ini tercapai berkat pengembangan sistem komputer dan telepon serta layanan multimedia sejak sekitar 40 tahun terakhir. Sistem berupa peranti lunak antarmuka (interface) dan sistem sensor ini memungkinkan penyandang tunanetra bisa memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaan untuk berkomunikasi dengan komputer.

Bagi penyandang tunanetra di Indonesia, layanan akses informasi berbantuan komputer sudah diperkenalkan sekitar 20 tahun lalu dengan memanfaatkan peranti lunak pembaca teks yang dikembangkan Amerika Serikat disebut JAWS (Job Access with Speech). Program ini memandu tunanetra secara audio ketika menggunakan papan ketik komputer. Di negeri asalnya, JAWS dikembangkan tahun 1970-an kini sudah versi 9.

Namun, penggunaan program berlisensi ini memberatkan mereka yang terbatas kemampuan ekonominya—harga Program JAWS sampai 1.200 dollar AS untuk dua unit komputer. Karena itu, untuk membantu mereka dikembangkanlah aplikasi yang berbasis OSS (Open Source Software). Aplikasi pembaca teks pada layar (screen reader) bagi tunanetra yang berbasis OSS, antara lain, dihasilkan Ubuntu—disebut Orca.

Beberapa tahun terakhir ini, upaya mengindonesiakan panduan dan pembacaan teksnya dilakukan, antara lain, oleh Ario Bimo, peneliti dari ITB. Ia memodifikasi JAWS versi 7.10. Pada prototipe ini teks yang dipindai dikonversi oleh openbook. Komputer kemudian membaca kata per kata secara otomatis. Agar komputer mampu melakukan itu, sebelumnya telah dimasukkan perbendaharaan kata dari kamus hingga 10 miliar kata.

Sementara itu, tim peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dipimpin Oskar Riandi sejak 2003 juga mengembangkan sistem komputer yang ramah bagi penyandang tunanetra dan tunadaksa. Dengan memanfaatkan Free OSS, BPPT membuat webTTS (text to speech), perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi penyintesa teks menjadi suara sehingga penyandang cacat (tunanetra) dapat mengetahui konten suatu situs.

Kemudian dikembangkan aplikasi teknologi pengenal wicara (speech recognition) pada berbagai bidang TIK. Hasilnya, tahun 2007, bekerja sama dengan Telkom RDC (Research and Development Center), memanfaatkan salah satu distribusi linux dibuat IGOS Linux Voice Command (ILVC), perangkat lunak menggunakan suara sebagai media antarmuka untuk mengoperasikan komputer. Penggunaan suara sebagai man-machine interface adalah terobosan dalam aksesibilitas komputer.

Kini ILVC terus dikembangkan sehingga memiliki kemampuan mengonversi suara menjadi tulisan. Pengembangan ini diberi nama LiSan (Linux dengan liSan). Bagi pengguna normal, LiSan memungkinkan penulisan dokumen lebih cepat dan memberi peluang pengoperasian komputer hands freely. Tiga fungsi utama LiSan, yaitu sebagai sistem pengenal wicara bahasa Indonesia, sebagai antarmuka pengoperasian komputer dengan suara, dan menyintesis interaksi pengguna, keyboad, dan mouse dengan suara.

Dengan LiSan, seseorang dengan keterbatasan menggunakan tombol-tombol keyboard dan menggerakkan mouse komputer, seperti penderita lumpuh, dapat menggunakan komputer dengan lebih mudah.

Membaca dan mendengar

Sejak tahun lalu, kata Oskar, yang juga Koordinator Pusat Sumber Daya Opensource BPPT, timnya mengembangkan peranti lunak Memdengar (membaca dan mendengar). Program yang mampu membaca dokumen ini diharapkan dapat diuji coba tahun ini,” ujarnya.

Pada program ini dokumen cetak, antara lain, buku, dipindai hingga menjadi file di komputer. Untuk itu digunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk suara dengan teknologi screen reader.

Program ini memiliki kelebihan, selain berbahasa Indonesia, juga memiliki akurasi hingga 93 persen.

Saat ini, teknologi bahasa dalam TIK pada program Pemerintah menjadi prioritas nasional, mencakup speech recognition (pengenal lisan)—mengubah suara menjadi teks.

Pelatihan

Dengan fasilitas komputer tersebut, Persatuan Tunanetra Indonesia dalam rangka hari Braille sedunia menyelenggarakan program pelatihan penggunaan komputer bicara untuk tunanetra.

Pelatihan akan diselenggarakan bertahap dan berkesinambungan di seluruh Indonesia. Dengan alat ini kesejahteraan serta martabat mereka ditingkatkan. Hingga tahun 2005 jumlah penyandang cacat 6,7 juta jiwa atau 3,11 persen total penduduk. Dari jumlah itu sangat kecil jumlah yang sudah terberdayakan, selebihnya adalah warga negara yang belum maksimal menikmati hasil-hasil pembangunan.(KOMPAS/YUNI IKAWATI)

Sumber: KOMPAS

Sahabat Para Petani

Posted by gundulucu On March - 6 - 2010 ADD COMMENTS

Artikel ini adalah kutipan dari acara Metro TV program Zero to Hero dengan episode Sahabat Para Petani.

Kita tahu bahwa petani merupakan salah satu pekerjaan di Negara kita yang berjasa menyediakan pangan bagi presiden dan semua rakyat. Namun apakah kita tahu bahwa petani jugalah yang memiliki kesejahteraan dan kemakmuran yang tergolong kecil. Adalah H. Sakaruddin yang mempunyai prestasi mengubah keadaan dengan menambah pendapatan petani sampai 7 kali lipat lebih baik dari masa lalu. Prestasi itu didapat dari pengembangan teknologi tepat guna pada pertanian dan perkebunan di pedesaan. Teknologi tepat guna ini berhasil mengolah bahan baku seperti Jagung, pisang, ketela dan lain-lain menjadi produk setengah jadi berupa keripik atau tepung.

Beliau bernama H. Sakaruddin, pemuda pelopor asal Sulawesi Tengah lulusan Universitas Taoulako – Palu. Beliau memulai perjalanan hidup menjadi pegawai sekaligus mahasiswa pada Universitas Taoulako pada tahun 1980. Ketika itu sambil kuliah dan bekerja, iya belajar mandiri di luar kampus tentang teknologi tepat guna selama 6 tahun lalu lulus sebagai Sarjana dan melanjutkan belajar mandiri tentang teknologi tepat guna tersebut sampai 1989. Selama masa belajar tersebut, ia menghabiskan sekitar 600 buku teknologi pengolahan hasil pertanian dan hasil perkebunan. Sampai pada akhirnya dia mengajar kecil-kecilan pada masyarakat untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna pada kehidupan sehari-hari. Sehingga banyak institusi sosial yang tertarik untuk mengundang dia untuk mengajar lalu banyak undangan dari desa-desa lain untuk mengajar  tanpa dibayar apa-apa.

Semangatnya berlanjut dengan membuat pusat pelatihan kecil-kecilan beratap rumbai dan berdinding bilah bambu. Pusat pelatihan hasil jerih payah sendiri ini bertahan 19 tahun dengan kegiatan latihan bertempat  di teras dan garasi mobil di bangunan sederhana tersebut. Sampai pada akhir tahun 1990, pusat pelatihan binaan H. Sakaruddin ini mendapat bantuan dari swadaya masyarakat dan Bank Rakyat Indonesia untuk mendirikan sebuah lembaga pelatihan resmi bernama LPTTG Serenindi – Sulawesi Selatan. Pelatihan ini mengajarkan para petani untuk memberi nilai tambah pada hasil bumi menjadi aneka produk seperti tepung beras, kerupuk tortilla dan lain2. Tahun 2000 minat LSM dan pemerintah daerah semakin besar dengan mendukung terbetuknya LPTTG yang lebih baik, sehingga berdiri LPTTG Malindo – Sulawesi Selatan pada tahun 2003.

Prestasinya tercermin dari 2 cerita berikut. Cerita pertama adalah pada Kabupaten Ngada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh 21 Kabupaten termasuk ke golongan daerah tertinggal. Namun hal itu berubah dengan Kab. Ngada yang mendengar kiprah H. Sakaruddin dan mengirim 100 orang ke LPTTG Malindo untuk belajar membuat chips jagung.  Atas jasanya Piet Jos Nuwa Wea, bupati Ngada, menyebutkan bahwa, “Jagung yang diproduksi oleh Kabupaten Ngada berjumlah 25-26 ton setahun. Dengan harga jual 1500-2000 rupiah per kg. Tetapi jagung tersebut dapat dirubah menjadi produk lebih bermutu dengan nilai tambah minimal 38.000 rupiah per 3kg atau sekitar 13000 rupiah per kg.“ Atas penyuluhan H. Sakaruddin yang sampai ke pelosok daerah Ngada, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat petani bisa meningkat. Hal itu belum termasuk pengolahan lainnya seperti pengolahan pisang Ngada. 1 pisang Ngada berharga 10.000 rupiah, namun kalau diolah 1 pisang bisa menjadi = 50.000 rupiah. Sehingga rakyat lebih bisa menjangkau jasa kesehatan dan jasa pendidikan dengan hasil bumi daerah sendiri beliau menambahkan.

Cerita kedua adalah berawal dari Antonius Billy, seorang preman yang berubah 180 derajat menjadi petani pembuat tortilla dari jagung di Sumba Barat Daya – NTT. Antonius terinspirasi dari penyuluhan dan pelatihan yang diberikan H. Sakaruddin. Antonius berkata,“ Saya tinggalkan semua yang kurang bagus dan saya mulai bertekun membuat Tortilla ini.” Hal ini diakui pemerintah Sumba Barat Daya sangat membantu perekonomian rakyat dari hasil produksi pertanian sendiri. Jagung yang semulanya hanya bisa diproduksi sebagai jagung bahan baku sebanyak 4 kg per hari bisa dirubah menjadi barang setengah jadi berupa keripik tortilla sebanyak 6 kg per hari. Hasil yang didapat pun sangat memadai bagi per petani yang mendapatkan omset 300.000 rupiah dan untung 150.000 rupiah per hari. Antonius menambahkan,”Yang saya rasakan betul pelatihan dan teknologi dari pak Sakaruddin ini bermanfaat bagi petani!”

Harapan H. Sakaruddin adalah Pimpinan negara dan Pimpinan daerah bisa menjadikan pedesaan sebagai pusat pertemuan, sebagai pusat kegiatan dan pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. Dengan ini bisa dicapai perubahan kemiskinan dan perubahan mindset. H. Sakaruddin berkata,”Kalau semua orang pada lari ke kota, coba bayangkan kapan pedesaan bisa maju? Maka intinya adalah revitalisasi pembangunan pedesaan yaitu cukup menggeser kebijakan dari pusat ke desa. Sehingga desa bisa dicintai semua masyarakat.” Beliau juga berpendapat bahwa pelatihan selama ini sudah ada tapi tidak komprehensif, tidak sistematik dan tidak tuntas. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan H. Sakaruddin mewajibkan ketika rakyat di latih, ada semacam penandatanganan perjanjian kontrak sosial antara H. Sakaruddin (pemberi pelatihan) dengan bupati (yang meminta pelatihan) agar Pimpinan daerah memberikan jaminan pemberian modal, pemberian alat kerja, pemberian izin usaha, bantuan fasilitasi pemasaran kepada para petani. Sampai pada saat ini ada tidak kurang 60 Bupati yang datang untuk menandatangani kontrak sosial Malindo.

Saat ini H. Sakaruddin dengan Lembaga Pelatihan Teknologi Tepat Guna Malindo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Selama 23 tahun usahanya, beliau telah melatih sekitar 2000 petani dari 164 kota dan kabupaten di kawasan Timur Indonesia.

Juga tersedia link untuk menonton video tentang H. Sakaruddin pada link dibawah :

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/03/01/4835/230/Sahabat-Para-Petani

Game Lokal “Nusantara Online” Resmi Dilempar ke Pasaran

Posted by indonesiaberprestasi On February - 28 - 2010 ADD COMMENTS

Para gamers di Indonesia boleh bersorak gembira. Pasalnya, Nusantara Online, game produksi dalam negeri bergenre massively multiplayer online role playing game atau MMORPG akhirnya resmi dirilis ke publik.

Setelah tertunda sejak pertengahan 2009, permainan ini akhirnya resmi dilempar ke pasar dan sudah bisa dimainkan oleh para pengguna internet di Indonesia. Peluncuran permainan ini digelar dalam uji coba permainan Nusantara Online di Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/2/2010).

Nusantara online merupakan permainan komputer bergenre MMORPG pertama yang dihasilkan oleh anak bangsa. Permainan ini dikembangkan dengan karakter-karakter asli Indonesia dan dijalankan di atas engine berjuluk Another Game Engine Library (Angel) yang juga buatan Indonesia.

Pengembangan permainan Nusantara Online dilakukan oleh dua institusi yang keduanya berkantor di Bandung. Pengembangan engine permainan dilakukan oleh Sangkuriang Studio, sedangkan pembuatan karakter dan jalan cerita alias game play dilakukan oleh Telegraph Studio. Adapun PT Nusantara Wahana Komunika ditunjuk sebagai publisher.

Direktur Operasional PT Nusantara Wahana Komunika Sigit Widodo menyatakan optimistis bahwa permainan ini akan diterima oleh pasar. “Sejak dikenalkan ke publik, selalu ada puluhan e-mail dan komentar di Facebook yang menanyakan perkembangan permainan ini. Kami yakin, permainan ini akan mudah diterima, terutama oleh kalangan generasi muda,” kata Sigit kepada wartawan.

Sigit menuturkan, Nusantara Online berawal dari rasa keprihatinan terhadap konten-konten asing yang marak di Indonesia. Berbagai media, terutama film animasi dan permainan online, banyak didominasi oleh produk-produk luar negeri yang menawarkan karakter-karakter asing.

Heru Nugroho, Managing Director Nusantara Online, mengatakan bahwa gamers muda sekarang jauh lebih mengenal karakter Jepang, seperti Toyotomi Hideyoshi, Ieyasu Tokugawa, dan Oda Nobunaga, ketimbang karakter nasional, seperti Hayam Huruk, Gajah Mada, atau Prabu Siliwangi.

Sigit menjelaskan, cerita dalam permainan Nusantara Online mengambil latar belakang kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Pada rilis versi satu ini, Nusantara Online menghadirkan tiga latar kerajaan, yakni Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran. “Rencananya, pada setiap versi baru yang akan diluncurkan tiap tahun, akan ada tambahan tiga kerajaan baru hingga setidaknya tiap provinsi di Indonesia dapat diwakili oleh satu kerajaan,” urainya.

Yang istimewa, permainan Nusantara Online ini didesain berdasarkan riset terhadap situasi kerajaan-kerajaan pada masa lampau. Fitur-fitur Nusantara Online, ujar Sigit, dikembangkan mengikuti sistem tata kemasyarakatan, arkeologi, sejarah, dan kondisi alam yang berlaku di Nusantara pada masa silam.

Sigit menjamin, kedalaman karakter dan gameplay di Nusantara Online akan memenuhi hasrat keingintahuan gamer Indonesia terhadap budaya dan karakter-karakter khas Indonesia. “Misalnya, kalau kita lihat situs Trowulan di dalam game ini, ya kondisi real-nya saat itu ya begini,” katanya.

Untuk rilis versi pertama alias versi alfa ini, Sigit mengatakan bahwa pihaknya belum memasarkan permainan dalam bentuk CD. Ia menjelaskan, pencinta permainan bisa mengunduh dan melakukan registrasi user game Nusantara Online ini di www.nusol.web.id. “Kami juga kerja sama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). Masyarakat bisa memainkan permainan ini atau mengopinya dari warnet berlabel Awari,” tuntasnya.

Siswa SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim

Posted by indonesiaberprestasi On February - 27 - 2010 1 COMMENT

Dua pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel Ezra Bazaliel dan Kevin Johanes berhasil merebut tiket jalan-jalan ke Australia setelah film mereka berjudul Nature’s Memory menjuarai kompetisi film pendek “perubahan Iklim” tingkat SMA yang digelar Kedutaan Besar Australia melalui Komisi Perdagangan Australia bekerja sama dengan Perth Education City, The Climate Project Indonesia dan Yayasan Nobel Indonesia.

Kedua pelajar kelas satu itu berhasil mengungguli 174 pelajar lainnya dari 87 SMA se-Jakarta. Selain memperlihatkan hasil karya mereka, para pelajar ini juga harus mempresentasikan ide cerita film yang mereka buat di hadapan juri yang terdiri dari Jay Subiakto (Sutradara film), Endy Bayuni (Chief Editor harian The Jakarta Post), Marissa (Visi Anak Bangsa), serta Dicky Edwin Hendarto ( The Climate Project Indonesia). “Saya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek dan langsung menang” kata Ariel seusai pengumuman pemenang di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Sabtu (27/2).

Film Nature’s Memory bercerita tentang perubahan kondisi alam dari yang dulunya asri, hijau dan bersih menjadi rusak dan tercemar. “Kami ingin mambandingkan keadaan Alam jaman dahulu dengan sekarang,” jelas Ariel. Dalam film berdurasi sekitar lima menit itu, Ariel dan Kevin menggabungkan gambar alam hasil bidikan kamera mereka dengan animasi. Penggabungan tersebut juga membuat karya mereka berbeda dengan karya-karya peserta lain.

“Saya sangat terkesan dengan bakat kolektif para pemuda Indonesia yang telah dibuktikan dalam film-film para finalis,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer, di sela-sela pengumuman pemenang Lomba Film Pendek tentang Perubahan Iklim, di Hotel Intercontinental MidPlaza Hotel, Jakarta, Sabtu ( 27/2/2010 ).

Referensi: Tempointeraktif dan KOMPAS.com

Photo: LINK

Temukan Rumus Angka Piramida, Remaja RI Disorot Media Jerman

Posted by agungfirmansyah On February - 25 - 2010 1 COMMENT

Berlin – Seorang remaja Indonesia Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Ibrahim berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas.

Ibrahim, remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten.de, Kamis (25/2/2010) guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa.

“Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada derwesten.de.

Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya menyelesaikan tugas sekolah tentang piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominasi peneliti remaja terbaik tahun 2010 di Jerman. Selain itu, putra pasangan Bapak Budi Handoko dan Ibu Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika di tingkat negara bagian.

*) Priyanto adalah Mahasiswa S3 Universität Duisburg-Essen Jerman
Sumber: detik

Game Buatan Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Posted by rabindra On February - 15 - 2010 1 COMMENT

Lagi, penggiat kreatif dari Indonesia siap mencetak prestasi di ajang internasional. Sebuah game buatan Indonesia, Cube Colossus, jadi finalis di ajang kompetisi game internasional.

Flash Gaming Summit (FGS) adalah acara tahunan bagi pengembang game berbasis Flash di dunia. Bersamaan dengan FGS, terdapat sebuah ajang penghargaan bernama The Mochis.

Nah, di ajang The Mochis itulah game buatan Indonesia turut menjadi finalis. Cube Colossus, game yang dikembangkan oleh studio lokal bernama Lucidrine, meraih nominasi di bidang Best Shooter. Di kategori itu, Cube Colossus akan bersaing dengan game Captain Forever dan Death vs Monstars.

Sebelumnya, Cube Colossus juga meraih nominasi dalam Best of Casual Gameplay 2009 yang diselenggarakan portal casual gaming JayIsGames. Di ajang itu Cube mampu meraih posisi kedua dalam voting yang dilakukan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People’s Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda.

Sumber: detikInet

“Jamila dan Sang Presiden” Menang di Perancis

Posted by lenidisini On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

ratna-sarumpaet-satuFilm “Jamila dan Sang Presiden” yang ditulis dan disutradarai aktivis Ratna Sarumpaet memenangkan Festival Film Asia di Kota Vesoul, Perancis.

“Jamila dan Sang Presiden” menyabet dua kategori kompetisi yakni “Prix de Public” dan “Prix Jury Lyceen” pada festival yang berlangsung di Kota Vesoul, Perancis, ujar Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Paris Gita L Murti kepada koresponden Antara London, Jumat.

Gita L Murti mengatakan, film itu juga berhasil menarik perhatian “Art et Essai”, jaringan bioskop di Perancis yang khusus menayangkan film-film independen.

Menurut Gita, “Art et Essai” menyatakan akan menayangkan film “Jamila dan Sang Presiden” di seluruh bioskopnya di Perancis.

Ratna Sarumpaet menyatakan sangat puas dengan hasil yang dicapai “Jamila dan Sang Presiden” yang pembuatannya menelan biaya enam milyar rupiah.

Ratna menyatakan, tidak optimistis biaya pembuatan film akan kembali namun berharap peredaran film di Taiwan dan Perancis akan dapat mendongkrak rating “Jamila dan Sang Presiden” serta berpeluang diedarkan di negara-negara lain.

Selain Indonesia, festival ini juga diikuti peserta dari China, India, Korea, Turki, Iran, Taiwan, Filipina dan Jepang.

Festival Film Asia di Vesoul merupakan kegiatan internasional yang diadakan setiap tahun di kota tersebut.

Penyelenggaraan pada tahun ini merupakan yang ke-16 kalinya dengan jumlah penonton yang mencapai 26.000 orang.

Film-film yang menang dalam festival ini akan kembali dipertunjukkan untuk publik Perancis pada “Musee Guimet of Asian Arts” di Paris pada tanggal 7 hingga 9 April mendatang.(H-ZG/A024)

Sumber: ANTARANews

Pelukis Cilik Raih Perunggu di Jepang

Posted by lenidisini On February - 3 - 2010 ADD COMMENTS

84551_mayafiryal_sochmarisanda_dengan_karyanya_berjudul_tsunami_in_aceh_300_225SURABAYA POST — Bagi Mayafiryal Sochmarisanda, cat air memang media yang digemarinya untuk menghasilkan karya seni lukis berkualitas. Salah satunya karya berjudul Tsunami in Aceh.

Lukisan bercorak dekoratif dengan ukuran 65 x50 cm ini membawa Maya, sapaan akrab dari siswi kelas 3 SMPN 17 Surabaya ini meraih medali perunggu dalam ajang Ie No Hikari Association ‘The 17th Annual World Children’s Picture Contest’ yang diselenggarakan di Jepang, 1 Juni hingga 30 September 2009.

Dalam ajang yang digelar tiap tahun tersebut, Maya merupakan satu di antara 3 putri terbaik Indonesia yang meraih medali. ”Setidaknya, dia mewakili dari Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Arik S.Wartono, pengajar Sanggar Daun, tempat Maya belajar melukis, Senin (1/2).

Dalam ajang tersebut, karya para peraih medali, baik medali emas, perak maupun perunggu akan dimasukkan ke dalam koleksi Museum Nasional Jepang. Maka, ini menjadi penghargaan luar biasa besar bagi Maya, lantaran karyanya bisa masuk ke koleksi Museum Nasional Jepang.

Dikisahkan Maya, dirinya memang sudah tertarik untuk menggambar sejak usia 10 tahun. Sepertinya, darah seni sudah begitu menggelora di dalam tubuhnya. Karena itu, atas ajakan saudaranya, dia bergabung dengan Padepokan Seni Daun Gresik.

Dirinya mengakui tidak harus pergi ke Gresik untuk belajar melukis di Sanggar Daun. Beruntung memang, Arik  bersedia ‘jemput bola’. ”Mas Arik yang datang ke rumah kami,” ungkapnya.

Arik mengakui, Maya merupakan siswa yang cepat tanggap akan materi yang diberikannya. Mulai dari teknik dasar hingga pada teknik pemanfaatan media.

”Ternyata kecenderungan dan kelebihan Maya ini ketika dia memakai cat air,” ujarnya. Selain itu, Maya juga satu-satunya murid di Sanggar Daun yang memiliki kelebihan dalam menghasilkan karya yang bercorak dekoratif.

Sambil menunjukkan replika karya Maya yang berjudul Tsunami in Aceh, Arik menjelaskan tentang dominasi dekoratif yang cukup kental di dalamnya. ”Coba lihat gambar riak air ini. Inilah ciri khas dari karya-karya Maya,” ujarnya.

Laporan: Arif Junianto

Sumber: VIVANews

LIPI Luncurkan Beyonic Untuk Pupuk Organik

Posted by rabindra On February - 2 - 2010 1 COMMENT

lipiLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan teknologi Beyonic yang merupakan teknologi berbasis mikroba untuk pembuatan pupuk organik.

Peluncuran teknologi tersebut dilakukan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata dengan disaksikan Kepala LIPI, Prof Umar Anggara Jenie di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof Dr Endang Sukara dalam pemaparan mengenai Beyonic mengatakan teknologi ini merupakan salah satu solusi atas masalah menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan.

“Pemanfaatan mikroba yang merupakan salah satu kekayaan hayati kita menjadi alternatif yang harus terus dikembangkan menjadi suatu produk untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengurangi pemakaian pupuk buatan,” kata Endang.

Ia mengatakan, Pemerintah pada tahun 2010 telah menganggarkan dana subsidi Rp11,86 triliun untuk memproduksi 11,76 juta ton pupuk organik.

Namun subsidi tersebut hanya dimanfaatkan oleh produsen besar sehingga petani masih tetap tidak mandiri terkait penyediaan pupuk organik tersebut.

“LIPI ingin agar petani bisa mengolah sendiri pupuk organik dengan teknologi ini sehingga mereka menjadi mandiri,” kata Endang.

Ia juga menjamin bahwa mikroba yang digunakan aman dan terjaga kemurniannya.

“Mikroba yang digunakan adalah mikroba lokal yang dijamin keamanan serta kemurniannya dan dipelihara oleh Biotechnology Culture Collection yang telah terdaftar di WFCC (World Federation for Culture Collection),” katanya.

Sekarang ini, lanjut dia, banyak mikroba yang didatangkan dari luar negeri yang belum tentu handal. “Bahkan jangan-jangan malah merusak lingkungan kita,” katanya.

Saat ini beberapa seri produk pupuk organik yang telah dipasarkan diantaranya adalah BioPoska, Kompenit, Biomat, Biorhizin, Kedelai Plus, BioVam dan Katalek.

Seri lain yang akan segera menyusul adalah pupuk organik untuk tambak, kawasan tambang yang tercemar limbah logam berat, kawasan tercemar minyak, serta energi alternatif, kata Endang.

Sementara itu, Menristek Suharna Surapranata mengatakan, hasil inovasi teknologi hendaknya bisa langsung dimanfaatkan oleh departemen teknis sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada industri asing.

“Hasil penelitian yang sangat bermanfaat kalau tidak bisa diintermediasikan dan disinegikan dengan departemen teknis akan mubazir,” katanya.

Padahal, lanjut Suharna, pembangunan di Indonesia sangat membutuhkan produk-produk teknologi.

Ia mengakui bahwa beberapa departemen teknis belum paham bahwa hasil-hasil riset teknologi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Oleh karena itu penting bagi kita untuk saling memberi informasi tentang apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah dalam pembangunan,” katanya.

Sumber: ANTARANews

‘JAMILA DAN SANG PRESIDEN’ Makin Mulus Menuju Oscar

Posted by indonesiaberprestasi On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

760723253-jamila-dan-sang-presiden-makin-mulus-menuju-oscarSatu lagi film garapan anak bangsa yang berhasil berkiprah di mancanegara. Adalah film besutan Ratna Sarumpaet bertajuk JAMILA DAN SANG PRESIDEN yang menjadi kebanggaan tersebut setelah terpilih menjadi nominasi dalam ajang internasional, Vesoul International Film Festival di Perancis.

“Film ini masuk dalam kompetisi untuk kategori film layar lebar terbaik,” kata Ratna kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (28/1).

Untuk itu, dirinya akan bertolak ke Perancis pada Kamis (28/1) malam untuk menghadiri festival film tersebut. “Masuknya film JAMILA DAN SANG PRESIDEN ke festival di Perancis akan memuluskan jalannya menuju Piala Oscar,” katanya.

Ratna menambahkan, pada saat ini Perhimpunan Pengusaha Film dan Televisi Indonesia telah memilih JAMILA DAN SANG PRESIDEN mewakili Indonesia ke Oscar untuk kategori ‘Foreign Language’.

Dan di ajang tertinggi perfilman sedunia tersebut, film yang dibintangi oleh putri Ratna sendiri, Atiqah Hasiholan, akan berkompetisi dengan 64 film dari 64 negara lain. Karena itu, Ratna berharap film garapannya tersebut menang di kompetisi Vesoul International Film Festival di Perancis.

Selain Atiqah, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dibintangi oleh Christine Hakim, Fauzi Baadilah, dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan orang dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul PELACUR DAN SANG PRESIDEN. “Film tersebut terinspirasi dari kehidupan nyata yang terjadi di Indonesia,” katanya.

“Banyak pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini dan saya harap itu jadi pertimbangan juri di piala Oscar nantinya,” sambung Ratna.

Sumber: YahooIndonesia

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: