Navhat Nuraniyah, mahasiswi International Class-jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil keluar sebagai juara kedua paper terbaik dalam Asean Korea Frontier Forum yang belangsung sejak 5 sampai 13 Agustus yang lalu di Seoul, Korea Selatan yang diikuti oleh tim dari seluruh negara Asean dan Korea Selatan.

Navhat bersama mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Padjajaran (Unpad) merupakan tiga mahasiswa yang mewakili Tim Indonesia dalam ajang internasional ini.

Juara pertama diraih oleh Tim Singapura dan Juara Ketiga adalah Thailand. Acara tersebut diselenggarakan oleh Asia Exchange Association dan The Minister of Foreign Affair and Trade of South Korea.

Navhat mengungkapkan, konferensi ini membahas tentang dampak globalisasi terhadap budaya di masing-masing negara. Menurutnya persinggungan antara globalisasi dengan budaya akan menghasilkan dua hal yakni konflik budaya dan penyatuan budaya. Namun yang dominan terjadi di Indonesia adalah konflik kebudayaan seperti terorisme. Terorisme mengatasnamakan Jihad yang saat ini terjadi secara eksplisit melakukan pengkotakan antara islam dan barat serta barat dan timur. “Dalam paper  yang  kami tulis dan presentasikan berjudul From Clash to Harmony of Civilizations, Soft Approaches to Combat Terorism kami lebih membahas tentang bagaimana menahan laju berkembangnya terorisme di Indonesia melalui pendekatan yang lebih halus dan bukan melalui jalan militer,”urai mahasiswa hubungan internasional UMY ini saat di wawancarai  di kampus terpadu UMY, Rabu (18/8).

Berdasarkan paper tersebut, Navhat menjelaskan bahwa ada dua soft strategy yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam menahan laju terorisme di Indonesia. Pertama, pemberantasan kemiskinan dan perbaikan ekonomi. Menurutnya kita  tidak bisa memungkiri bahwa kemiskinan adalah salah satu pendorong terjadinya gerakan resistensi dari berbagai golongan masyarakat, termasuk gerakan terorisme tersebut. Kedua, Pemerintah hendaknya melakukan kampanye tentang pengertian Jihad kepada seluruh masyarakat. “Hal ini dilakukan agar ditemukan kesepahaman atau mutual understanding,”imbuhnya.

Kampanye ini pun diklasifikasi. Untuk para siswa yang duduk dibangku sekolah, pemahaman tentang Jihad tersebut hendaknya dimasukkan kedalam buku agama yang dikeluarkan oleh Departemen Agama (Depag). Sedangkan untuk masyarakat diadakan dialog antara masyarkat barat dan Islam membahas tentang Islam. Selain itu, pemerintah maupun masyarakat baiknya membuat film dokumenter yang ditayangkan di televisi mengenai pemahaman Jihad itu sendiri. “Upaya ini bertujuan untuk menjelaskan apa sebenarnya jihad itu, dan menegaskan bahwa islam itu agama perdamaian dan tidak pernah mengajarkan kekerasan,”urainya.

Selain persentasi paper, Asean Korea Frontier Forum juga menggelar acara diskusi yang juga membahas mengenai globalisasi dan budaya yang dilaksanakan setiap hari selama acara. Kemudian ada Friendship night (malam persahabatan) dan pagelaran kebudayaan khususnya kebudayaan Korea. “Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Korea dengan negara-negara Asean khususnya dalam bidang bisnis. Pariwisata, dan lingkungan,”tandasnya.-

Sumber: Situs UMY (http://www.umy.ac.id)

Sutradara Indonesia Menangi Kompetisi Video AS

Posted by indonesiaberprestasi On June - 22 - 2010 3 COMMENTS

Sutradara asal Indonesia, Adhyatmika menjadi salah satu dari enam pemenang kompetisi tahunan Democracy Video Challenge (DVC), kompetisi video pendek untuk merayakan demokrasi tingkat dunia, yang digelar oleh Departemen Luar Negeri AS untuk kedua kalinya.

Lebih dari 700 peserta mengirimkan video sepanjang tiga menit karya mereka melalui YouTube dengan melengkapi pernyataan “Demokrasi adalah …”. Video karya Adhyatmika bertajuk “Democracy Is Yet to Learn”

(Demokrasi berarti kita masih harus belajar) (www.youtube.com/watch?v=uGIVYm-v3kM), menurut siaran pers Kedubes AS, di Jakarta, Selasa, memenangi tingkat wilayah Asia Tenggara.

Adhyatmika lahir di Jakarta dan lulus dari Puttnam School of Film, Lasalle College of The Arts di Singapura. “Demokrasi bukanlah objek, namun sebuah proses,” kata Adhyatmika sambil mencirikan karyanya sebagai “komedi satiris surealis mengenai kehidupan demokrasi di Indonesia.”

Adhyatmika beserta lima pembuat film pemenang lainnya dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal dan Ethiopia memperoleh biaya perjalanan penuh ke Washington D.C., Hollywood dan New York City pada September.

Di New York dan Hollywood, para pemenang akan mengunjungi lokasi pembuatan film/TV, dan akan bertemu dengan sutradara, teknisi film, agen pencari bakat profesional, dan ahli media baru. Di Washington, D.C.,

Para pemenang akan bertemu dengan para penggiat demokrasi, kalangan media, serta pejabat pemerintah Amerika Serikat.

Sumber: ANTARANews -> http://bit.ly/blXibj

Berawal dari keprihatinannya atas keterbatasan persenjataan TNI, mengantarkan MIFTAH YAMA FAUZAN (16) siswa SMAN 1 Sidoarjo menggondol medali emas dalam International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 di Bali beberapa waktu lalu. Proyeknya berjudulDevelopment of Smart Electric Gun With Adaptive Bullet Speed mecoba untuk menciptakan senjata dengan operasional murah tapi efektif.

Caranya, dengan meniadakan serbuk mesiu dalam pelontaran proyektil peluru. Sebagai penggantinya, MIFTAH menggunakan sistem elektromagnetik. Sistem ini dipadukan dengan mekanisme sensor jarak untuk menentukan kekuatan lontaran peluru.

Masalah yang sering dihadapi dalam melakukan penembakan seringkali adalah peluru yang tidak mencapai sasaran karena targetnya terlalu jauh saat menggunakan peluru kaliber kecil dan sebaliknya target hancur berantakan saat digunakan peluru kaliber besar dengan sasaran yang dekat.

Untuk itu, diperlukan mekanisme khusus untuk mengukur jarak sasaran. MIFTAH menggunakan sensor untuk electric gun. Sensor ini bekerja dengan menangkap pantulan sinar laser yang ditembakkan dari bawah laras senjata, Informasi tentang jarak sasaran yang diterima sensor ini kemudian diterjemahkan untuk setting kumparan peluncur,. Di sini, peluncur peluru akan menyesuaikan daya dorongnya dengan jarak senjata ke target.

“Kekuatan lontaran peluru bisa kita sesuaikan, apakah untuk melumpuhkan saja atau mematikan. Semuanya tergantung pada kekuatan batere dan kapasitor. Untuk prototype ini saya gunakan batere 12 volt yang dikonversikan menjadi 300 volt dengan 6 kapasitor. Kalau mau lebih dahsyat lagi lontarannya, tinggal ditingkatkan spesifikasi batere dan kapasitor,” kata dia.

Dikatakan low cost gun karena memang biaya produksinya sangat murah. Untuk pengembangan senjata ini saja, MIFTAH hanya mengeluarkan kocek tak lebih dari Rp1 juta.

Berhasil mendapatkan emas di ICYS 2010, MIFTAH justru semakin bersemangat untuk menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang persenjataan. Obsesi yang ingin diraihnya ke depan adalah menciptakan elegtromagnetic jamming gun yang bisa mengacaukan sistem telekomunikasi dan deteksi radar.

“Kalau militer Amerika Serikat membuatnya dalam bentuk bom electromagnetic, saya tertarik untuk membuat prototype gun karena lebih mudah dibawa,” paparnya.

Sumber: SuaraSurabaya.Net

Teks Foto :
-MIFTAH YAMA FAUZAN (16) siswa SMAN 1 Sidoarjo dan senjata hasil pengembangannya.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Karya Ilmuwan Indonesia Dipatenkan di Jepang

Posted by rabindra On June - 13 - 2010 2 COMMENTS

Dr  Khoirul Anwar wakil ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) meraih penghargaan best paper kategori Young Scientist pada IEEE VTC 2010-Spring, Taiwan.

Paper assistant professor di Japan Advanced Institute of Science and Technolgy (JAIST) yang berjudul “Chained turbo equalization for single carrier block transmission without guard interval” telah di patenkannya di Jepang.

Achmad Adhitya Msc, Phd Student-University of Leiden, Netherlands and Netherlands Institute of Ecology (NIOO-KNAW) dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, IEEE adalah asosiasi professional terbesar bidang elektro dan informasi. Dikatakannya konferensi yang dihadiri kurang lebih 1000 ahli telekomunikasi, Professor dan Doktor dari seluruh dunia bertujuan untuk mendorong peningkatan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat luas.

Dr. Khoirul merupakan salah seorang wakil ketua di Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) yang mendapatkan penghargaan best paper untuk kategori Young Scientist. Paper berjudul “Chained turbo equalization for single carrier block transmission without guard interval” yang di patenkannya di Jepang merupakan paten kedua selepas meraih gelar doctor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang 2008 lalu.

Sebuah perusahaan besar di Jepang, telah membelinya awal Januari lalu, dan royalty pertama patennya ini ia berikan kepada orang tua di Indonesia, ungkapnya.

Konferensi yang bergengsi tersebut berkesimpulan bahwa saat ini para ilmuwan telekomunikasi didesak untuk segera mengembangkan teknologi telekomunikasi yang ramah lingkungan. Diantaranya adalah teknologi yang mampu mencapai Shannon limit, energi sedikit, namun kemungkinan kesalahan (error) juga sedikit. Dr. Khoirul Anwar berharap agar ke depan para ilmuwan di Indonesia lebih banyak mengambil kesempatan untuk bergabung, berkontribusi dalam konferensi-konferensi internasional serupa sehingga dapat terus mengupdate teknologi terbaru yang ramah lingkungan dan semakin murah/mudah.

Sumber: ANTARA

Game Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Posted by indonesiaberprestasi On June - 13 - 2010 2 COMMENTS

Sebuah game buatan Indonesia meraih penghargaan dalam kompetisi yang didukung oleh organisasi internasional United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Satu lagi prestasi karya anak bangsa di kancah internasional.

Kompetisi tersebut adalah Design 21, sebuah kompetisi yang menantang perancang dari berbagai bidang ilmu untuk mencari solusi terhadap masalah sosial dan global. Salah satu kompetisi Design 21 yang baru saja selesai digelar adalah Game Changer.

Dalam Game Changer, peserta harus membuat permainan yang mampu menciptakan perubahan di masyarakat dengan memperbaiki kehidupan atau menginspirasikan perilaku yang baru. Menurut GamePolitics, ada 90 peserta dari 29 negara yang berpartisipasi.

Tim dari Indonesia meraih penghargaan sebagai Most Popular lewat game bertajuk ‘Go Go Recylce‘. Game ini dikembangkan oleh Fazri Aziz dengan dukungan dari Aang Rahmantyo dan Ari Mageta (art), Mecca Bayu (story board), Awan Gunawan (sound) serta komunitas Gardunity.

‘Go Go Recycle’ merupakan game mengenai sampah. Game sambil lalu (casual) ini mengajarkan kebiasaan untuk memilah-milah sampah sebelum membuangnya.

Sedangkan pemenang pertama kompetisi Game Changer itu adalah Danielle Pecora dari Amerika Serikat yang merancang sebuah bola bernama be-B: Braille Education Ball. Bola itu semacam teka-teki untuk mencocokkan alfabet latin dengan huruf Braille yang sekaligus bisa mengajarkan huruf Braille pada pemainnya.

Juara kedua diraih Elad Goldshmidt dari Israel lewat sebuah simulator kursi roda. Dalam game ini, pemain duduk di kursi roda untuk menggerakkan karakternya keluar dari sebuah jalan berliku.

Sumber: detikInet

Film pendek berjudul Democracy is Yet to Learn karya sineas muda Adhyatma (21) berhasil menembus babak Final kompetisi Democratic Video Challenge 2010 untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diadakan pemerintah Amerika Serikat.

Democracy Is Yet to Learn yang berdurasi 2 menit 9 detik, menggambarkan tentang kehidupan demokrasi di Indonesia yang ternyata masih dalam taraf belajar. Meski berdurasi pendek, tetapi Adhayatma mampu menyampaikan pesan dan kritiknya dengan baik.

Democracy Is Yet to Learn akan bersaing dengan dua film lain yakni Democracy is You dari Malaysia dan Democracy is Struggle of Freedom Desire dari Singapura.

Dari tiga finalis ini akan dipilih satu pemenang untuk mewakili kawasan. Pemenang akan diberikan kesempatan mempresentasikan karyanya di Washington DC, di depan Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton, lalu di New York, terakhir di Hollywood.

Tahun ini lomba diikuti 700 video lebih dari 86 negara. Indonesia mengirim 70 video, paling banyak dibanding negara-negara lain. Di tahap final, sistem penjurian berdasarkan voting terbanyak melalui Youtube.

Anda bisa memberikan dukungan untuk film Democracy Is Yet To Learn hingga 15 Juni nanti, dengan cara klik http://www.youtube.com/democracychallenge, lalu klik “vote” atau vote now.

Sumber: Liputan6

Mahasiswa ITB Ciptakan Lampu Rumah Super Hemat

Posted by Franova On May - 27 - 2010 5 COMMENTS

Tim Lampu Ganesha menciptakan lampu rumah super hemat. Lampu dari rangkaian light-emitting diode (LED) itu 100 kali lebih irit dari penerang yang umum dipakai masyarakat sekarang ini. Dewan juri mengganjar penemuan itu sebagai juara pertama ITB Entrepreneurship Challenge 2010.

Tim yang beranggotakan Adhi Ichwan Kurniawan, Fela Rizki Wardana, dan Fadolly Ardin, itu juga menyabet juara kategori produk terbaik dalam lomba ide bisnis mahasiswa Indonesia tersebut. Ketiga mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu berhak membawa hadiah uang Rp 20 juta.

Produk yang juga dinamai Lampu Ganesha itu terdiri dari rangkaian 49 lampu LED biasa berwarna putih. Agar hemat listrik, lampu itu menyala satu per satu tidak sekaligus. Namun proses itu mereka percepat sampai 400 nano second dengan memasang controller sebagai prosesor. “Jadinya terlihat menyala bersamaan, padahal sebenarnya tidak,” kata Adhi Ichwan Kurniawan, Rabu (26/5).

Lampu itu cuma menyedot listrik sebesar 3 watt. Tapi terang cahayanya setara dengan lampu bohlam 100 watt atau lampu neon 45 watt. Tak cuma itu, pelanggan listrik rumah tangga cuma perlu membayar Rp 3000 per tahun jika memakai lampu LED tersebut. “Kalau memakai sebuah lampu neon sekitar Rp 300 ribu per tahun,” kata Fadolly Ardin.

Lampu Ganesha juga sanggup menekan biaya listrik lampu penerang jalan. Di Kota Bandung, misalnya, yang punya 19 ribu titik tiang lampu di sisi jalan. Dengan memakai lampu LED 15 watt, biaya listriknya hanya butuh Rp 2,7 miliar per tahun. Bandingkan dengan penerang dari sorot lampu merkuri 300 watt yang menyedot anggaran APBD hingga 42 miliar.

ANWAR SISWADI

Sumber: Tempointeraktif

Mahasiswa UGM Berhasil Kembangkan Inovasi Pembelajaran Mobile

Posted by agungfirmansyah On May - 25 - 2010 4 COMMENTS

Alumni dan mahasiswa UGM yang terhimpun dalam lembaga Generasi Cerdas Mandiri (GCM) Ednovation berhasil menciptakan inovasi pembelajaran mobile (mobile learning). Mereka mampu menjadikan telepon seluler (ponsel) yang pada awalnya hanya untuk sms, telepon, atau internet menjadi alat belajar lengkap yang berisi semua pelajaran SMA dan SMP.

Saevul Amri, Manajer Generasi Cerdas Mandiri (GCM) Ednovation, menuturkan dengan inovasi tersebut semua materi, soal, contoh soal, dan try out modern dapat dimasukkan ke dalam ponsel. Tentang tampilan, menurut Saevul, disesuaikan dengan ukuran lebar layar ponsel.

Aplikasi pembelajaran mobile dikembangkan dengan program berbasis Java, yang berfungsi sebagai alat pembaca. Selanjutnya, setelah program terpasang, materi pelajaran dapat dimasukkan ke dalam ponsel. “Ponsel belajar ini hanya membutuhkan koneksi internet saat pertama kali penginstalan program. Setelah itu, ponsel dapat dioperasikan tanpa harus menggunakan koneksi internet. Program ini juga bisa digunakan untuk semua jenis ponsel, termasuk ponsel merk China,” jelasnya, Senin (24/5).

Lebih lanjut dikatakan Saevul, dengan adanya inovasi pembelajaran mobile tersebut, siswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan ponsel kesayangannya. Dengan demikian, jam belajar siswa dapat ditingkatkan. Sementara bagi guru, inovasi ini dapat membantu penyampaian materi pelajaran dan nilai-nilai moral. Selain itu, inovasi tersebut juga dapat membantu upaya pemerintah dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Hasil kreasi Rio Winanda Tandjung (alumnus Teknik Nuklir), Ida Bagus Gede Dwidasmara (alumnus Ilmu Komputer), Saevul Amri (mahasiswa Fakultas Biologi), Hanni Puspita (mahasiswa Fakultas MIPA), Sutarman (alumnus Fakultas Kedokteran), Agung Baskoro (mahasiswa Fisipol UGM), dan Aspian Noor (mahasiswa Fakultas Geografi) itu diapresiasi khusus oleh Andi Alfian Mallarangeng, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga RI. Peluncuran pembelajaran mobile dijadikan sebagai agenda resmi Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga pada 7 Mei lalu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Aula Wiswa Menpora, Jakarta.

Temuan tersebut juga tercatat dalam rekor MURI, GCM sebagai lembaga pendidikan pertama yang membuat dan menyelenggarakan program mobile learning menggunakan ponsel sebagai media belajar tanpa koneksi dengan materi lengkap dan gratis untuk semua pelajar di seluruh Indonesia. Penghargaan diberikan pada 22 Mei kemarin di Grha Sabha Pramana UGM. (Humas UGM/Ika)

Sumber: www.ugm.ac.id

Melaju, Mobil Berbahan Bakar Singkong

Posted by lenidisini On May - 24 - 2010 3 COMMENTS

Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bekerja sama dengan PT Energy Karya Madani berhasil menciptakan bioetanol yang kemudian disebut Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut diolah dari tanaman singkong.

“Kami sudah uji coba ke 1.200 kendaraan selama beberapa bulan terakhir dan tidak ada kerusakan mesin, baik-baik saja,” ujar sang penemu yang juga Dirut PT Energy Karya Madani S Adibrata.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi KNMI Endy Priyatna, kelebihan dari etanol berbahan singkong ini adalah kandungan alkohol atau etil etanolnya bisa mencapai 96 persen, bahkan bisa ditingkatkan hingga 99 persen. “Bisa dibandingkan dengan rata-rata kandungan alkohol pada bahan bakar yang ada sekarang, yang hanya sekitar 70 persen,” ungkapnya kepada para wartawan.

Meski dinamakan Biopremium, kualitas bioetanol ini setaraf dengan pertamax keluaran Pertamina. Hal ini sudah diuji pada mobil-mobil mewah yang memiliki cc besar. “Kemarin sudah juga dilakukan test drive dari Jakarta ke Subang dengan jarak sekitar 200 km, dan tidak ada masalah,” ujar Endy.

Selain kualitas yang tak kalah baik dengan yang dihasilkan bensin dari bahan bakar fosil, biopremium ini juga dinilai ekonomis. Menurut Endy, untuk menghasilkan satu liter etanol diperlukan enam kilogram singkong.

Harga singkong Rp 400 per kilogram. Itu berarti, satu liter etanol hanya menghabiskan Rp 2.400 ditambah ongkos produksi Rp 1.000. Total harga satu liter etanol singkong menjadi Rp 3.400. Harga ini jauh lebih murah dengan yang ada di pasaran.

Adapun siang ini sekitar pukul 11.00, tujuh mobil berbendera KNMI dilepas dari Sekretariat KNMI di Jalan Tebet Utara III menuju Surabaya. Ketujuh mobil tersebut sudah berbahan bakar singkong dengan persentase kandungan etanol dari 25 hingga 100 persen.

Perjalanan ini selain ditujukan untuk mengetes kemampuan Biopremium tersebut pada perjalanan jarak jauh, juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sumber daya alternatif ini.

Sumber: KOMPAS.com

Siswa Madiun Raih Emas Olimpiade Internasional

Posted by indonesiaberprestasi On May - 24 - 2010 2 COMMENTS

Sumber Gambar: detikSurabaya

Siswa SMAN 5 Kota Madiun yang mengikuti olimpiade internasional tingkat pelajar usia 13-18 tahun, International Environmental Project Olympiad (Inepo) 2010 di Kota Istanbul, Turki, 19-22 Mei kemarin, berhasil meraih emas. Inepo 2010 ini diikuti 106 finalis dari 45 negara.

Dua siswa SMAN 5 Kota Madiun yang berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang internasional itu adalah Nina Milasari, 17 tahun, siswa kelas XI IPA dan Christina Kartika Bintang Dewi, 15 tahun, siswa kelas X. “Siswa SMAN 5 Kota Madiun berhasil meraih emas untuk ketegori Fisika,” jelas Imam Zuhri, guru pendamping dua siswa ini.

Dalam olimpiade tersebut, keduanya menguji hasil karya yang diberi judul The Use of Sugar Factory Dust in Making Seismic Resistant Bricks atau kegunaan limbah abu (dust) asap pabrik gula dalam pembuatan batu bata yang tahan getaran atau gempa.

Menurut Imam, dua wakil Indonesia lainnya juga mendapat emas untuk kategori Kimia yakni siswa dari SMA Semesta Bilingual Boarding School (BBS), Semarang, Jawa Tengah dan SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, Banteng. “Dari 11 emas yang diperebutkan, Indonesia dapat tiga emas, jadi tiga wakil dari Indonesia dapat emas semua. Bagi sekolah kami, ini sejarah baru,” jelasnya. Selasa nanti (25/5), Nina, Christina, dan Imam dijadwalkan sudah tiba di tanah air.

Guru pembina ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 5 Kota Madiun, Suharlinah, mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. “Alhamdulillah Nina dan Christina berhasil. Ini berkat kerja keras anak-anak dan semua jajaran guru serta Komite Sekolah yang mendukung keberangkatan anak-anak ke Turki,” katanya haru.

Suharlinah adalah salah satu guru yang kerap kali mendampingi dan memberikan bimbingan selama Nina dan Christina mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Turki. “Sebelum berangkat ke Turki, beberapa kali Nina dan Christina berlatih mengerjakan soal dan membahas kembali penemuan yang sudah diciptakan,” ujarnya.

Keberangkatan siswa SMAN 5 Kota Madiun ini memang sempat terkendala karena tidak mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kota Madiun. Pihak Komite Sekolah akhirnya menggalang dana dari berbagai pihak baik kelembagaan maupun perorangan termasuk perusahaan swasta.

Berkat bimbingan para guru, kedua siswa SMAN 5 Kota Madiun itu berhasil menciptakan konstruksi batu bata yang dinilai tahan gempa. Inovasi teknologi mereka ini diciptakan melalui eksperimen berkali-kali yang memakan waktu sekitar satu tahun.
“Jadi kami memanfaatkan dust atau abu asap dari proses pembakaran bahan baku gula yang banyak terdapat di pabrik-pabrik gula,” jelas Nina beberapa waktu lalu sebelum berangkat ke Turki. Menurutnya, abu asap (dust) itu mengandung silikat yang tinggi.

Silikat adalah senyawa yang mengandung satu anion dengan satu atau lebih atom silikon pusat yang dikelilingi oleh ligan elektronegatif. “Silikat atau silikon dioksida (SiO2) itu memiliki daya rekat yang tinggi dan biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan semen atau konstruksi lainnya,” katanya.

Nina mengaku awalnya mereka memanfaatkan abu asap tersebut untuk briket yang biasa dijadikan bahan untuk pembakaran. “Setelah tahu mengandung silikat yang tinggi, kami mencoba memanfaatkannya untuk pembuatan batu bata,” jelasnya.

Batu bata yang bahan bakunya dicampur dengan silikat menjadikan batu bata lebih ringan sehingga lebih tahan getaram atau gempa. “Konstruksi bahan bangunan ini cocok untuk di daerah yang rawan gempa,” tuturnya.

Referensi: Tempointeraktif

Dirgahayu Indonesia, Dirgahayu Tanah Airku

65 tahun silam… Tepat pukul 10.00 pagi, 17 Agustus 1945.. Tertulislah sejarah bangsa Indonesia di kanvas kehidupan. Diiringi... 

ITSF AWARD 2010

ITSF AWARD 2010 telah dimulai Indonesia Toray Science Foundation mengajak ahli ilmu pengetahuan, peneliti, dan guru SMA bidan... 

Kido/Hendra Raih Gelar Internasional

Ganda putra peringkat empat dunia Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar pertama mereka dalam turnamen internasional pada... 
Indonesia, Juara Essay Competition 2010 World Bank!

Indonesia, Juara Essay Competition 2010 World Bank!

Indonesia kembali menorehkan namanya di dunia internasional. Kali ini melalui International Essay Competition 2010 yang diselenggarakan... 

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi
  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: