Trianingsih Juara di Hongkong

Posted by lenidisini On March - 1 - 2010 ADD COMMENTS

Pelari Jawa Tengah, Trianingsih, berhasil menjadi juara pertama lomba lari maraton (42,195 kilometer) di Hongkong, Minggu, yang diselenggarakan oleh sebuah bank.

Pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto, dalam pesan singkat (SMS), Minggu, menyebutkan, catatan waktu yang dicapai Trianingsih adalah 2 jam 47 menit, sedangkan juara kedua diraih pelari China dengan catatan waktu 2 jam 49 menit.

Posisi ketiga dimenangi pelari Filipina yang juga peraih medali emas SEA Games XXV/2009 Laos dengan catatan waktu 2 jam 50 menit. “Mereka tertinggal jauh dari Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih sekaligus pembina klub atletik Lokomotif Salatiga.

Juara pada event yang sama tahun 2009, yaitu pelari China (sekarang ini berada pada urutan kedua), saat itu berhasil mencapai finis dengan catatan waktu 2 jam 36 menit.

Ia mengakui bahwa rute lomba lari maraton di Hongkong ini sangat berat karena harus naik dan turun gunung. “Tetapi, saya kira ini pelajaran berharga bagi Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih pelatnas Program Atlet Andalan (PAL) tersebut.

Dengan hasil ini, Trianingsih memang belum berhasil memperbaiki catatan waktunya karena catatan waktu terbaiknya pada nomor maraton adalah 2 jam 43 menit yang dicapai saat mengikuti lomba lari maraton di Kenya 2008.

Ia menambahkan, Trianingsih, yang merupakan pemegang medali emas SEA Games 2009 untuk nomor lari 5.000 dan 10.000 meter, memang harus sering diterjunkan pada event-event maraton internasional agar punya pengalaman bertanding lebih banyak. Menurut dia, pada Asian Games XVI/2010 di Guangzhou, China, adik mantan pelari nasional Ruwiyati ini akan diterjunkan pada nomor lari maraton dan 10 kilometer.

Sumber: KOMPAS.com

Siswa SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim

Posted by indonesiaberprestasi On February - 27 - 2010 1 COMMENT

Dua pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel Ezra Bazaliel dan Kevin Johanes berhasil merebut tiket jalan-jalan ke Australia setelah film mereka berjudul Nature’s Memory menjuarai kompetisi film pendek “perubahan Iklim” tingkat SMA yang digelar Kedutaan Besar Australia melalui Komisi Perdagangan Australia bekerja sama dengan Perth Education City, The Climate Project Indonesia dan Yayasan Nobel Indonesia.

Kedua pelajar kelas satu itu berhasil mengungguli 174 pelajar lainnya dari 87 SMA se-Jakarta. Selain memperlihatkan hasil karya mereka, para pelajar ini juga harus mempresentasikan ide cerita film yang mereka buat di hadapan juri yang terdiri dari Jay Subiakto (Sutradara film), Endy Bayuni (Chief Editor harian The Jakarta Post), Marissa (Visi Anak Bangsa), serta Dicky Edwin Hendarto ( The Climate Project Indonesia). “Saya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek dan langsung menang” kata Ariel seusai pengumuman pemenang di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Sabtu (27/2).

Film Nature’s Memory bercerita tentang perubahan kondisi alam dari yang dulunya asri, hijau dan bersih menjadi rusak dan tercemar. “Kami ingin mambandingkan keadaan Alam jaman dahulu dengan sekarang,” jelas Ariel. Dalam film berdurasi sekitar lima menit itu, Ariel dan Kevin menggabungkan gambar alam hasil bidikan kamera mereka dengan animasi. Penggabungan tersebut juga membuat karya mereka berbeda dengan karya-karya peserta lain.

“Saya sangat terkesan dengan bakat kolektif para pemuda Indonesia yang telah dibuktikan dalam film-film para finalis,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer, di sela-sela pengumuman pemenang Lomba Film Pendek tentang Perubahan Iklim, di Hotel Intercontinental MidPlaza Hotel, Jakarta, Sabtu ( 27/2/2010 ).

Referensi: Tempointeraktif dan KOMPAS.com

Photo: LINK

Game Buatan Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Posted by rabindra On February - 15 - 2010 2 COMMENTS

Lagi, penggiat kreatif dari Indonesia siap mencetak prestasi di ajang internasional. Sebuah game buatan Indonesia, Cube Colossus, jadi finalis di ajang kompetisi game internasional.

Flash Gaming Summit (FGS) adalah acara tahunan bagi pengembang game berbasis Flash di dunia. Bersamaan dengan FGS, terdapat sebuah ajang penghargaan bernama The Mochis.

Nah, di ajang The Mochis itulah game buatan Indonesia turut menjadi finalis. Cube Colossus, game yang dikembangkan oleh studio lokal bernama Lucidrine, meraih nominasi di bidang Best Shooter. Di kategori itu, Cube Colossus akan bersaing dengan game Captain Forever dan Death vs Monstars.

Sebelumnya, Cube Colossus juga meraih nominasi dalam Best of Casual Gameplay 2009 yang diselenggarakan portal casual gaming JayIsGames. Di ajang itu Cube mampu meraih posisi kedua dalam voting yang dilakukan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People’s Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda.

Sumber: detikInet

“Jamila dan Sang Presiden” Menang di Perancis

Posted by lenidisini On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

ratna-sarumpaet-satuFilm “Jamila dan Sang Presiden” yang ditulis dan disutradarai aktivis Ratna Sarumpaet memenangkan Festival Film Asia di Kota Vesoul, Perancis.

“Jamila dan Sang Presiden” menyabet dua kategori kompetisi yakni “Prix de Public” dan “Prix Jury Lyceen” pada festival yang berlangsung di Kota Vesoul, Perancis, ujar Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Paris Gita L Murti kepada koresponden Antara London, Jumat.

Gita L Murti mengatakan, film itu juga berhasil menarik perhatian “Art et Essai”, jaringan bioskop di Perancis yang khusus menayangkan film-film independen.

Menurut Gita, “Art et Essai” menyatakan akan menayangkan film “Jamila dan Sang Presiden” di seluruh bioskopnya di Perancis.

Ratna Sarumpaet menyatakan sangat puas dengan hasil yang dicapai “Jamila dan Sang Presiden” yang pembuatannya menelan biaya enam milyar rupiah.

Ratna menyatakan, tidak optimistis biaya pembuatan film akan kembali namun berharap peredaran film di Taiwan dan Perancis akan dapat mendongkrak rating “Jamila dan Sang Presiden” serta berpeluang diedarkan di negara-negara lain.

Selain Indonesia, festival ini juga diikuti peserta dari China, India, Korea, Turki, Iran, Taiwan, Filipina dan Jepang.

Festival Film Asia di Vesoul merupakan kegiatan internasional yang diadakan setiap tahun di kota tersebut.

Penyelenggaraan pada tahun ini merupakan yang ke-16 kalinya dengan jumlah penonton yang mencapai 26.000 orang.

Film-film yang menang dalam festival ini akan kembali dipertunjukkan untuk publik Perancis pada “Musee Guimet of Asian Arts” di Paris pada tanggal 7 hingga 9 April mendatang.(H-ZG/A024)

Sumber: ANTARANews

Pelukis Cilik Raih Perunggu di Jepang

Posted by lenidisini On February - 3 - 2010 ADD COMMENTS

84551_mayafiryal_sochmarisanda_dengan_karyanya_berjudul_tsunami_in_aceh_300_225SURABAYA POST — Bagi Mayafiryal Sochmarisanda, cat air memang media yang digemarinya untuk menghasilkan karya seni lukis berkualitas. Salah satunya karya berjudul Tsunami in Aceh.

Lukisan bercorak dekoratif dengan ukuran 65 x50 cm ini membawa Maya, sapaan akrab dari siswi kelas 3 SMPN 17 Surabaya ini meraih medali perunggu dalam ajang Ie No Hikari Association ‘The 17th Annual World Children’s Picture Contest’ yang diselenggarakan di Jepang, 1 Juni hingga 30 September 2009.

Dalam ajang yang digelar tiap tahun tersebut, Maya merupakan satu di antara 3 putri terbaik Indonesia yang meraih medali. ”Setidaknya, dia mewakili dari Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Arik S.Wartono, pengajar Sanggar Daun, tempat Maya belajar melukis, Senin (1/2).

Dalam ajang tersebut, karya para peraih medali, baik medali emas, perak maupun perunggu akan dimasukkan ke dalam koleksi Museum Nasional Jepang. Maka, ini menjadi penghargaan luar biasa besar bagi Maya, lantaran karyanya bisa masuk ke koleksi Museum Nasional Jepang.

Dikisahkan Maya, dirinya memang sudah tertarik untuk menggambar sejak usia 10 tahun. Sepertinya, darah seni sudah begitu menggelora di dalam tubuhnya. Karena itu, atas ajakan saudaranya, dia bergabung dengan Padepokan Seni Daun Gresik.

Dirinya mengakui tidak harus pergi ke Gresik untuk belajar melukis di Sanggar Daun. Beruntung memang, Arik  bersedia ‘jemput bola’. ”Mas Arik yang datang ke rumah kami,” ungkapnya.

Arik mengakui, Maya merupakan siswa yang cepat tanggap akan materi yang diberikannya. Mulai dari teknik dasar hingga pada teknik pemanfaatan media.

”Ternyata kecenderungan dan kelebihan Maya ini ketika dia memakai cat air,” ujarnya. Selain itu, Maya juga satu-satunya murid di Sanggar Daun yang memiliki kelebihan dalam menghasilkan karya yang bercorak dekoratif.

Sambil menunjukkan replika karya Maya yang berjudul Tsunami in Aceh, Arik menjelaskan tentang dominasi dekoratif yang cukup kental di dalamnya. ”Coba lihat gambar riak air ini. Inilah ciri khas dari karya-karya Maya,” ujarnya.

Laporan: Arif Junianto

Sumber: VIVANews

‘JAMILA DAN SANG PRESIDEN’ Makin Mulus Menuju Oscar

Posted by indonesiaberprestasi On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

760723253-jamila-dan-sang-presiden-makin-mulus-menuju-oscarSatu lagi film garapan anak bangsa yang berhasil berkiprah di mancanegara. Adalah film besutan Ratna Sarumpaet bertajuk JAMILA DAN SANG PRESIDEN yang menjadi kebanggaan tersebut setelah terpilih menjadi nominasi dalam ajang internasional, Vesoul International Film Festival di Perancis.

“Film ini masuk dalam kompetisi untuk kategori film layar lebar terbaik,” kata Ratna kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (28/1).

Untuk itu, dirinya akan bertolak ke Perancis pada Kamis (28/1) malam untuk menghadiri festival film tersebut. “Masuknya film JAMILA DAN SANG PRESIDEN ke festival di Perancis akan memuluskan jalannya menuju Piala Oscar,” katanya.

Ratna menambahkan, pada saat ini Perhimpunan Pengusaha Film dan Televisi Indonesia telah memilih JAMILA DAN SANG PRESIDEN mewakili Indonesia ke Oscar untuk kategori ‘Foreign Language’.

Dan di ajang tertinggi perfilman sedunia tersebut, film yang dibintangi oleh putri Ratna sendiri, Atiqah Hasiholan, akan berkompetisi dengan 64 film dari 64 negara lain. Karena itu, Ratna berharap film garapannya tersebut menang di kompetisi Vesoul International Film Festival di Perancis.

Selain Atiqah, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dibintangi oleh Christine Hakim, Fauzi Baadilah, dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan orang dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul PELACUR DAN SANG PRESIDEN. “Film tersebut terinspirasi dari kehidupan nyata yang terjadi di Indonesia,” katanya.

“Banyak pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini dan saya harap itu jadi pertimbangan juri di piala Oscar nantinya,” sambung Ratna.

Sumber: YahooIndonesia

ITS Arak Kapal Untuk Lomba ke Kanada

Posted by lenidisini On January - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Sabtu, mengarak kapal “Merdeka II” yang akan mengikuti ajang “Atlantic Challenge 2010” di Midland, Kanada pada 27 Juli 2010.

merdekaII

Photo Credit: Surabaya Post

“Kapal `Merdeka II` yang diberi ukiran pewayangan Gatotkaca dan Kresna itu kami arak untuk diperkenalkan kepada masyarakat, kemudian tanggal 22 Januari akan kami pamerkan di Pusat Kebudayaan Prancis,” kata anggota tim `Atlantic Challenge 2010` ITS, Ahmad Ali Ridlo.

Di sela-sela peluncuran kapal “Merdeka II” di markas Komando Armada RI kawasan Timur (Makoarmatim) untuk menandai selesainya pembuatan kapal itu, ia mengaku puas dengan simulasi di depan markas Komando Pasukan Katak (Kopaska) Makoarmatim itu.

“Itu percobaan pertama kali dan hasilnya memuaskan dengan kecepatan lima knots. Saya kira kecepatan sebesar itu untuk kapal dayung sudah cukup. Kami bersimulasi `capten gigs` untuk mencoba teknik menjemput dan merapat,” katanya.

Setelah itu, katanya, pihaknya akan menggelar latihan di Pantai Kenjeran Surabaya hingga kapal “Merdeka II” dikirim ke Kanada pada Mei mendatang, terutama latihan kekompakan untuk 13 pendayung kapal itu, termasuk empat pendayung cadangan.

Mengenai target di ajang internasional di Kanada itu, mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS itu mengatakan tim menargetkan minimal mendapatkan penghargaan dalam kekompakan atau tim favorit dalam ajang dua tahunan itu seperti ajang sebelumnya.

“Target utama kami sebenarnya untuk mempromosikan Indonesia di ajang lomba bahari internasional itu, sekaligus latihan membuat kapal bagi kami, sehingga desain kami pelajari dapat dipraktikkan,” kata mahasiswa semester 9 Jurusan Teknik Sistem Perkapalan itu.

Kapal made in mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS yang diketuai Fadwi Mukti Wibowo selaku pemimpin proyek pembuatan kapal itu terbuat dari kayu mahoni dengan desain standar Atlantic Challenge 2010 yakni bantry by gigs atau kapal pendaratan Prancis di Irlandia pada tahun 1799.

“Mahoni itu lebih ringan dari kapal-kapal yang kami rancang sebelumnya yang terbuat dari kayu jati, bengkirai Kalimantan, dan sebagainya, karena itu kami berharap kapal akan dapat melaju dengan cepat,” katanya.

Kendati berdesain kapal tradisional Prancis, namun kapal “Merdeka II” memiliki ciri khas Indonesia yakni ukir-ukiran bunga dan sulur serupa batik, lalu di bagian buritan ada ukiran tokoh pewayangan Gatotkaca dan Kresna.

“Atlantic Challenge adalah kompetisi dari daratan Eropa dengan kapal tradisional tanpa menggunakan mesin sebagai alat gerak, karena itu kapal Merdeka II dengan panjang 11,76 meter, lebar dua meter, tinggi kapal satu meter, dan tinggi tiang lima meter itu melibatkan 13 pedayung,” katanya.

Lomba itu diikuti negara-negara antara lain Inggris, Amerika, Belgia, Italia, Finlandia, Irlandia, Irlandia Utara, Rusia, Denmark, Prancis, Belanda, Australia, dan Indonesia.

Sumber: ANTARANews

Jamila dan Sang Presiden Masuk Nominasi Oscar

Posted by rabindra On December - 28 - 2009 2 COMMENTS

12550528042009Berkaitan dengan masuknya film “Jamila dan Sang Presiden”, Atiqah Hasiloan sebagai pemeran utama dalam film tersebut mengambil sikap go with the flow alias santai.

Bagi putri Ratna Sarumpaet ini yang terpenting adalah bisa menghasilkan karya dan tidak terlalu memikirkan apakah lolos dalam nominasi ajang penghargaan Oscar untuk kategori Foreign Language.

“Pengumuman apakah Jamila dan Sang Presiden lolos proses nominasi dalam Piala Oscar baru awal tahun depan. Untuk masalah optimis ya optimis tapi saya lebih berpikiran santai, kalo dapat ya syukur kalau nggak dapat pun juga syukur,” tutur Atiqah yang juga main film “Rumah Maida”.

Bagi Atiqah yang lebih penting dari kontes penghargaan tersebut adalah totalitasnya dalam menggeluti seni film. “Pokoknya yang penting saya sebagai pekerja seni harus berprestasi dan berkarya, “ tuturnya kepada VIVAnews di Pasar Windujenar, Solo saat break syuting gala sinema FTV, Minggu, 27 Desember 2009.

Film Jamila dan Sang Presiden adalah film yang diproduksi pada
pertengahan tahun 2009. Film ini disutradari oleh Ratna Sarumpaet yang juga ibunda dari Atiqah. Untuk membuat film ini, Ratna Sarumpaet melakukan observasi ke beberapa daerah seperti Solo.

Jamila dan Sang Presiden dibintangi oleh Christine Hakim, Atiqah
Hasiholan, Fauzi Baadila dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan perempuan dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul “Pelacur dan Sang Presiden”.

Film ini meski tidak meledak di pasaran, tetapi cukup memiliki prestasi dalam tataran internasional. Prestasi yang pernah diraih oleh “Jamila dan Sang Presiden” salah satunya adalah, NETPAC Award pada Festival Asiatica Film Mediale yang berlangsung di Roma.

Laporan: Fajar Sodiq

Sumber: VIVANews

Tim Big Bang ITB Gondol Prestasi di Asia Pasifik!

Posted by rabindra On December - 22 - 2009 2 COMMENTS

Tim Big Bang dari jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih penghargaan Merit Awards (runner up) di dalam ajang bergengsi Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance (APICTA) Awards 2009 di Australia, 15-17 Desember, lalu.

1931294pTim Big Bang ITB yang beranggotakan empat mahasiswa angkatan 2006 Teknik Informatika ITB, yaitu David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Inas Luthfi, itu meraih Merit Awards dalam kategori
Tertiarry Student Project (tingkat perguruan tinggi). Tim tersebut membawakan karya MOSES ((Malaria Observation System and Endemic Surveillance) sebagai sebuah sistem dan konsep integral penanggulangan malaria berbasiskan telemedis (sistem medis dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi).

Menurut Nanang T. Puspito, Staf Ahli Pengembangan Kegiatan Non-Kurikuler Kantor Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni ITB yang mendampingi mahasiswa di Australia, Tim Big Bang hanya kalah dari Tim Temasek Polytechnic Singapore dengan karya Smart Shop (belanja online) yang menjadi juara pada kategori Tertiarry Students.

Meski hanya menyabet gelar runner up, Dody Dharma yang ikut mewakili rekan-rekannya merasa puas atas prestasi itu. Sebab, jika dilihat faktor fasilitas dan dukungan pemerintah serta industri, tim asal Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura maupun Malaysia.

“Tetapi, alhamdullilah bisa naik podium,” ujar Doddy ketika dihubungi, Senin (21/12/2009).

Menurut dia, tim dari dua negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, mendominasi APICTA Awards 2009. Bahkan, pada kategori profesional, Malaysia hampir menyapu bersih seluruh kategori.

“Di sana (Malaysia dan Singapura), pemerintahnya telah memiliki framework yang jelas soal pengembangan ICT (TIK). Kontingen Malaysia dan Singapura bahkan datang disponsori perusahaan dan dukungan penuh pemerintah. Kalau kami kan masih harus cari-cari sponsor, meskipun ada dukungan yang cukup baik dari Depkominfo,” tuturnya.

Bagi Tim Big Bang sendiri, Merit Awards di APICTA 2009 merupakan sebuah penegasan forum internasional atas begitu berkualitasnya karya mereka. Sebelumnya, Tim Big Bang juga meraih penghargaan bergengsi, yaitu Windows Mobile Awards dalam event Imagine Cup 2009 di Cairo, Juli 2009 lalu.

158 peserta

APICTA Awards merupakan sebuah ajang pemberian awards yang sangat prestisius di tingkat Asia Pasifik. Ajang ini diikuti 158 peserta dari sejumlah negara yang antara lain adalah Malaysia, China, India, Hong Kong, Australia, Singapura, dan Korea.

Di kelompok pelajar, selain dari ITB, ada tiga lainnya dari Indonesia yang berhasil meraih hasil maksimal Merit Awards. Mereka adalah Erik Taurino Chandra dan kawan-kawannya dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan karya MLM for The Blind (media baca elektronik untuk tunanetra) pada kategori Tertiarry Stundents. Sementara pada kategori Secondary Students, muncul nama Fauzan Sudaryanto dengan temuan program kamus tradisional online dan Jonathan Christopher dengan inovasi pengunci komputer.

“Merit awards diberikan untuk tim yang telah mencapai nilai minimal 90 persen dari yang juara. Makanya, bisa jadi yang mendapatkannya lebih dari satu,” tutur Doddy kemudian.

Pada kategori Tertiarry Student Project, ada tiga tim yang meraih Merit Awards. Dua disabet Indonesia. Berbeda dengan kelompok pelajar, Indonesia gagal unjuk prestasi di kelompok industri. Tahun depan, APICTA Awards akan digelar di Malaysia.

Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

Sumber: KOMPAS.Com

Film-film Indonesia Berjaya di Festival Film Asia Pasifik

Posted by rabindra On December - 20 - 2009 1 COMMENT

Film Laskar Pelangi (2008) karya sutradara Riri Riza meraih penghargaan sebagai film terbaik Festival Film Asia Pasifik ke-53 di Kaohsiung, Taiwan, Sabtu (19/12) malam. Dua film Indonesia lainnya juga mendapat penghargaan di festival yang diikuti 58 judul film dari 16 negara Asia Pasifik itu.

a83cc308a951615b2ed0e8c1a6a903fb400x280

Laskar Pelangi (Dok. Miles Films)

Film Jamila dan Sang Presiden yang disutradarai Ratna Sarumpaet meraih penghargaan tata musik terbaik dan aktris senior Widyawati mendapat penghargaan aktris pendukung terbaik dalam Perempuan Berkalung Sorban.

Sekretaris delegasi Indonesia di Festival Film Asia Pasifik (FFAP) ke-53, Firman Bintang, melalui layanan pesan singkat dari Kaohsiung, mengatakan, tahun ini Indonesia mengirim empat film cerita panjang dan dua film dokumenter ke festival itu. Selain tiga film peraih penghargaan tersebut, ada film cerita Garuda di Dadaku dan film dokumenter Pertaruhan (At Stake) dan Hungry is The Tiger.

”Selain tiga penghargaan itu, produser Raam Punjabi mendapat penghargaan spesial atas kontribusinya terhadap FFAP selama ini,” kata Firman.

Sebelumnya, film Laskar Pelangi meraih Golden Butterfly Award pada International Festival of Films for Children & Young Adults di Hamedan, Iran, Agustus lalu. Tiga bulan kemudian, Jamila dan Sang Presiden mendapatkan penghargaan The Network for the Promotion of Asian Cinema (NETPAC) dalam Festival Film Asiatica Mediale di Roma, Italia.

Sumber: KOMPAS.Com

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: