Eksistensi Diri Kaum Muda Indonesia dalam Forum Internasional MY SUMMIT 2010

Posted by indonesiaberprestasi On September - 1 - 2010 1 COMMENT
Delegasi Indonesia untuk MY SUMMIT 2010

Delegasi Indonesia untuk MY SUMMIT 2010

Indonesia patut berbangga atas keberhasilannya mengirimkan delegasi pemuda pemudi-nya dalam forum MY SUMMIT 2010 “The Official G20 Youth Summit”di Toronto, Kanada dari tanggal 25-28 Juni 2010 silam. Kegiatan MY SUMMIT 2010 tersebut dirancangoleh Global Vision, yakni sebuah organisasi non-profit asal Kanada bekerjasama dengan pemerintah Kanada sebagai bentuk apresiasi peran pemuda dalam melakukan suatu perubahan, khususnya di bidang ekonomi. Dalam forum tersebut, para perwakilan kaum muda dari ke-19 negara anggotakelompok G-20berkesempatan untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai topik-topik yang hangat dalam perekonomian dunia. Topik-topik seperti krisis ekonomi global, perbankan, dan entrepreneurship,juga menjadi agenda dalam pertemuan para pemimpin kelompok G-20 di forum terpisah.

Berbicara tentang profil tujuh mahasiswa yang terpilih, penyeleksian peserta awalnya dilaksanakan oleh Global Vision dengan memilih tujuh karya esai terbaik yang dikirimkan oleh calon peserta dari setiap negara. Para pemuda-pemudi yang beruntung terpilih dari Indonesia adalah Agung Pamungkas, Muhamad Iman Usman, Muti Dewitari, Olivia Dianina Purba, Patrya Pratama, Riza Aryani (ke-enamnya adalah mahasiswa/i jurusan Hubungan Internasional, Universitas Indonesia) dan Ari Dwi Susanto(mahasiswa jurusan Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta). Pengalaman ini merupakan suatu kebanggaan yang tidak ternilai bagi pemuda-pemudia tersebut, sebab dapat bertatap muka secara langsung dengan para inspirator dan pemimpin utama dari 19 negara yang memiliki peran penting dalam tatanan ekonomi politik internasional, seperti Presiden AS Barack Obama, Presiden Cina Hu Jintao, termaksud Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, dalam hal ini Kemendiknas (program Beasiswa Unggulan), Kemenpora, Kemendag, dan Kemenlu, yang senantiasa selalu mengkoordinasikan perkembangan terbaru mengenai G20, mendorong para wakil pemuda-pemudi Indonesia tersebut untuk mempersiapkan substansi dan materi secara maksimal. Sebagai generasi merah putih yang dipersiapkan untuk memimpin Indonesia di masa depan, tentunya para delegasi Indonesia tersebut mempunyai harapan yang besar atas keterlibatan mereka langsung di pertemuan pemuda-pemudi anggota negara G20 ini. Menurut mereka, forum ini selain berguna untuk memberikan inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk terus berprestasi, juga dapat berguna sebagai pemicu agar kaum muda memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Pada hari terakhir pelaksanaan MY SUMMIT, para delegasi Indonesia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan bertata krama dengan Bapak Presiden SBY dan Ibu Ani serta beberapa tokoh-tokoh penting Indonesia seperti Bapak Agus Martowardojo (Menteri Keuangan), Bapak Mahendra Siregar(Wakil Menteri Perdagangan), Bapak Marty Natalegawa(Menteri Luar Negeri RI), Ibu Mari Elka Pangestu(Menteri PerdaganganRI), Ibu Dienne Hardiyanti(Duta Besar Indonesia untuk Ottawa), dan Bapak Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian). Tidak semua pemuda-pemudi Indonesia mendapat kesempatan bertemu dan berbincang dengan para tokoh penting Indonesia. Oleh karena itu, momentum MY SUMIIT merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi para delegasi pemuda Indonesia.

Keikutsertaan delegasi muda Indonesia dalam MY SUMMIT 2010, selain dapat menunjukan eksistensi negara Indonesia dalam forum G20, juga dapat memberikan citra positif untuk masyarakat dunia bahwa Indonesia serius mengembangkan sumberdaya kaum mudanya dengan berhasil memberangkatkan seluruh delegasi terpilih untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan secara maksimal oleh para delegasi Indonesia sebagai wadah untukmenunjukan kepada dunia bahwa generasi Indonesia memiliki suara dalam suatu forum penting dunia. Diharapkan dari forum-forum seperti ini, lahir para generasi muda calon pemimpin bangsa yang mampu menaikkan derajat Indonesia di mata internasional.

Kontributor:Olivia D Purba adalah mahasiswa S-1 tingkat akhir jurusan Hubungan Internasional, Universitas Indonesia. Ia pernah melanjutkan studi di Swinburne University of Tech (Melbourne, Australia) dari Peace Scholarship Award dan di Montana State University (Missoula, Montana, U.S) dari Study at the United Institute Program Department of State U.S

Ifa Kurniawati Peringkat Satu Dunia Paralayang

Posted by indonesiaberprestasi On August - 27 - 2010 ADD COMMENTS

Atlet nasional paralayang Indonesia Ifa Kurniawati untuk sementara menempati peringkat satu dunia kelompok putri untuk kelas Ketepatan Mendarat Putri setelah menyelesaikan seri III Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Bosnia pada 21-23 Agustus 2010. Menurut siaran pers dari FASI-Paralayang yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, Ifa yang berasal dari Malang, Jawa Timur, menempati urutan pertama setelah mencatat total poin 4111.

Atlet Indonesia lainnya, Mila Sirin sementara menempati peringkat tiga kelompok putri dan Lis Andriana berada di peringkat keenam.”

Jika mereka mengikuti seri terakhir (IV) yang akan berlangsung di Austria pada 1-3 Oktober, bisa dipastikan ia akan menempati ranking satu dunia,” ujar Wahyu Yudha yang juga mengikuti kejuaraan yang sama.

Seri pertama PGAWC berlangsung di Batu, Indonesia pada Juni 2010 dan seri kedua di Kroasia sebulan kemudian. “Kami tidak mengikuti seri kedua karena waktunya terlalu mepet,” tambah Wahyu.Pada klasemen umum, Wahyu Yudha menempati urutan kelima di dunia dengan total poin 912, di bawah empat atlet Slovenia yakni berturut-turut Matjaz Feraric, Jaka Gorenc, Anton Svoljsak, dan Dusan Gorenc.Dua atlet Indonesia lainnya yakni Johny Effendy dan Ardi Kurniawan berturut-turut menempati urutan keenam dan ketujuh. Sedangkan Ifa, yang menempati ranking satu putri, pada klasemen umum berada di urutan 15.”

Tidak tertutup kemungkinan gelar juara dunia akan dapat diraih oleh atlet Indonesia pada PGAWC Seri keempat yang akan berlangsung di Austria mendatang,” kata Ketua FASI-Paralayang Djoko Bisowarno.

Ia menambahkan, prestasi yang diraih atlet Indonesia itu menjadi hadiah bagi bangsa Indonesia yang sedang memperingati HUT RI ke-65.

Ia juga yakin gelar juara PGAWC akan direbut oleh atlet Indonesia, mengulang kesuksesan paralayang pada Asean Beach Game I/2008 dengan menyumbang tujuh medali emas dari 23 emas yang diraih oleh kontingen Indonesia.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1282883449/ifa-kurniawati-peringkat-satu-dunia-paralayang-

Paduan Suara IPB Raih Prestasi Internasional

Posted by indonesiaberprestasi On August - 25 - 2010 ADD COMMENTS

Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian (IPB) Agria Swara meraih prestasi internasional dalam lomba di Bandung, dengan meraih dua medali emas pada kategori “Mixed Choirs-Free Program” dan “Male Choir”Juru Bicara IPB Ir Henny Windarti di Bogor, Selasa menjelaskan, pada ajang lomba paduan suara tingkat internasional “The 1 st ITB International Choir Competition” yang berlangsung 29 Juli hingga 1 Agustus 2010 itu, grup vokal yang terdiri atas 50 orang mahasiswa IPB ini juga meraih penghargaan khusus sebagai “Outstanding Program”.

Sementara itu, kata dia, untuk “Grand Champion” dengan hadiah sebesar 5.000 dolar Amerika Serikat (AS) diraih oleh paduan suara asal Filipina yang mendapatkan skor tertinggi.

Capaian peserta dari Filipina itu, diakui lebih baik oleh konduktor Paduan Suara Mahasiswa Agria Swara IPB Arvin Zeinullah. “Paduan suara dari Filipina lebih maju. Saya harus mengakui bahwa paduan suara Filipina memiliki teknik menyanyi yang lebih baik dari Indonesia,” katanya.

Sedangkan anggota Presidium Paduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara Yuliana menambahkan, prestasi yang diperoleh tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan berbagai pihak, mulai dari Rektorat IPB, civitas akademika IPB, orang tua, dan semua pihak yang terkait. “Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan pada kompetisi ini,” katanya.

Pihaknya juga berharap, ke depannya Paduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara akan terus mengukir prestasi yang gemilang baik pada kompetisi di dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu, menurut Henny Windarti, prestasi dunia juga pernah diukir Paduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara pada kompetisi paduan suara internasional yang berlangsung simultan di dua kota Italia, Rimini dan Rival Del Garda, pada pertengahan Oktober tahun 2009.

Ia menjelaskan, Agria Swara meraih medali emas dari Presiden Italia setelah merebut juara satu umum dalam grand final Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-3 di kota Rimini, kota wisata pantai sekitar 350 km dari Roma.Selain itu, Agria Swara juga meraih medali emas kategori campuran (mixed choir), dan juga menyabet juara dua kategori pria (male choir) setelah menyisihkan 17 kontingen paduan suara dari 13 negara, di antaranya, Inggris, Rusia, Italia, Polandia, Ukraina dan Venezuella.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1282664536/paduan-suara-ipb-raih-prestasi-internasiona

Indonesia Raih Prestasi Lagi di Olimpiade Informatika Internasional!

Posted by indonesiaberprestasi On August - 23 - 2010 ADD COMMENTS

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) berhasil meraih dua medali perak dan satu perunggu di ajang International Olympiad in Informatics (Olimpiade Informatika Internasional) ke-22 yang berlangsung 14-21 Agustus 2010 di Waterloo, Kanada. Tim tiba di Jakarta Minggu (22/8/2010) malam tadi.

Tim Indonesia yang beranggotakan Alham Fikri Aji (SMA Negeri 1, Depok), Ashar Fuadi (SMA Negeri 1, Bogor), Christianto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), dan Harta Wijaya (SMA St. Thomas, Medan) itu adalah empat siswa terbaik Indonesia. Mereka sukses membawa nama Indonesia dapat bersinar di antara 85 tim dari negara lain yang rata-rata berasal dari negara maju.

Kasi Bakat dan Prestasi Siswa-Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Suharlan, mengatakan gembira atas pencapaian tersebut.”

Di antara negara-negara maju yang sudah sangat melek teknologi itu, prestasi anak-anak kita ternyata masih diperhitungkan dan mampu berbicara bahwa kita memang mampu,” ujar Suharlan.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/08/23/10285476/Hebat..Indonesia.Raih.Prestasi.Lagi..

Navhat Nuraniyah, mahasiswi International Class-jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil keluar sebagai juara kedua paper terbaik dalam Asean Korea Frontier Forum yang belangsung sejak 5 sampai 13 Agustus yang lalu di Seoul, Korea Selatan yang diikuti oleh tim dari seluruh negara Asean dan Korea Selatan.

Navhat bersama mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Padjajaran (Unpad) merupakan tiga mahasiswa yang mewakili Tim Indonesia dalam ajang internasional ini.

Juara pertama diraih oleh Tim Singapura dan Juara Ketiga adalah Thailand. Acara tersebut diselenggarakan oleh Asia Exchange Association dan The Minister of Foreign Affair and Trade of South Korea.

Navhat mengungkapkan, konferensi ini membahas tentang dampak globalisasi terhadap budaya di masing-masing negara. Menurutnya persinggungan antara globalisasi dengan budaya akan menghasilkan dua hal yakni konflik budaya dan penyatuan budaya. Namun yang dominan terjadi di Indonesia adalah konflik kebudayaan seperti terorisme. Terorisme mengatasnamakan Jihad yang saat ini terjadi secara eksplisit melakukan pengkotakan antara islam dan barat serta barat dan timur. “Dalam paper  yang  kami tulis dan presentasikan berjudul From Clash to Harmony of Civilizations, Soft Approaches to Combat Terorism kami lebih membahas tentang bagaimana menahan laju berkembangnya terorisme di Indonesia melalui pendekatan yang lebih halus dan bukan melalui jalan militer,”urai mahasiswa hubungan internasional UMY ini saat di wawancarai  di kampus terpadu UMY, Rabu (18/8).

Berdasarkan paper tersebut, Navhat menjelaskan bahwa ada dua soft strategy yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam menahan laju terorisme di Indonesia. Pertama, pemberantasan kemiskinan dan perbaikan ekonomi. Menurutnya kita  tidak bisa memungkiri bahwa kemiskinan adalah salah satu pendorong terjadinya gerakan resistensi dari berbagai golongan masyarakat, termasuk gerakan terorisme tersebut. Kedua, Pemerintah hendaknya melakukan kampanye tentang pengertian Jihad kepada seluruh masyarakat. “Hal ini dilakukan agar ditemukan kesepahaman atau mutual understanding,”imbuhnya.

Kampanye ini pun diklasifikasi. Untuk para siswa yang duduk dibangku sekolah, pemahaman tentang Jihad tersebut hendaknya dimasukkan kedalam buku agama yang dikeluarkan oleh Departemen Agama (Depag). Sedangkan untuk masyarakat diadakan dialog antara masyarkat barat dan Islam membahas tentang Islam. Selain itu, pemerintah maupun masyarakat baiknya membuat film dokumenter yang ditayangkan di televisi mengenai pemahaman Jihad itu sendiri. “Upaya ini bertujuan untuk menjelaskan apa sebenarnya jihad itu, dan menegaskan bahwa islam itu agama perdamaian dan tidak pernah mengajarkan kekerasan,”urainya.

Selain persentasi paper, Asean Korea Frontier Forum juga menggelar acara diskusi yang juga membahas mengenai globalisasi dan budaya yang dilaksanakan setiap hari selama acara. Kemudian ada Friendship night (malam persahabatan) dan pagelaran kebudayaan khususnya kebudayaan Korea. “Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Korea dengan negara-negara Asean khususnya dalam bidang bisnis. Pariwisata, dan lingkungan,”tandasnya.-

Sumber: Situs UMY (http://www.umy.ac.id)

Siswa Pamekasan Raih Emas Pada Olimpiade Fisika Internasional

Posted by agungfirmansyah On July - 25 - 2010 2 COMMENTS

Mohammad Shohibul Maromi, siswa SMA Negeri 1 Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berhasil meraih emas dalam ajang International Physic Olympiad (IPhO) atau Olimpiade Fisika tingkat dunia ke-41 yang diselenggarakan di Zegreb, Kroasia, 17-25 Juli 2010.

Sebagai penghargaan, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman langsung menyambut kedatangan Shohibul Maromi di pendopo kabupaten dengan meriah.

Kholilurrahman berharap prestasi ini bisa memacu semangat pelajar di sekolah lain untuk giat belajar sehingga bisa meneruskan tradisi emas olimpiade fisika internasional.

Selain Shohibul Maromi, dalam olimpiade Fisika Internasional itu, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) menerjunkan lima perserta yang direkrut dari seluruh SMA di Indonesia. Empat orang diantaranya berhasil meraih medali emas dan seorang lainnya menyabet medali perak. “Ini prestasi luar biasa, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata Kepala SMAN 1 Pamekasan, Basyoir, Minggu (25/7).

Bagi Kabupaten Pamekasan, khususnya SMA Negeri 1 keberhasilan meraih emas ajang Olimpiade Fisika Internasional bukanlah kali pertama. Tahun 2006 lalu, kata Basyoir, salah seorang siswanya Andi Oktavian Latief juga meraih medali emas pada Olimpiade Fisika k- 37 di Singapura. Saat itu, Indonesia juga meraih 4 medali emas dan 1 medali perak. “Alhamdulilah, kami menjadi satu-satunya kabupaten di Madura yang meraih prestasi ini,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke Kroasia, Shohibul Maromi dan rekannya Ali Ihsanul Qauli dari SMAN 1 Pamekasan berhasil meraih medali emas dan perunggu di Asian Physic Olympiad (APhO) di Bangkok Thailand. Prestasi ini diulang kembali pada APhO di Taiwan awal Mei lalu, dua orang siswa SMAN 1 Pamekasan itu kembali meraih medali perak dan honorable mention pada APhO di Taiwan.

Keberhasilan di APhO di Taiwan itu, membuat Romi berhak menjadi tim Indonesia bersama empat orang siswa lainnya di seluruh Indonesia, untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi yakni IPhO 41 di Kroasia.

Sumber: Tempointeraktif

Maranatha Juara Kompetisi Paduan Suara di Austria

Posted by indonesiaberprestasi On July - 11 - 2010 ADD COMMENTS

Kelompok Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha yang merupakan satu-satunya peserta dari Asia, keluar sebagai juara pertama kompetisi paduan suara internasional di Austria.

Dalam “The 47th International Competition of Choral Singing” (47 Internationaler Chor Wettbewerb 2010) yang diadakan di Spittal An Der Drau, Karnten, Austria, itu mereka menyisihkan 10 peserta lainnya dari sembilan negara.

Sembilan negara itu, yakni Jerman, Ukraina, Hongaria, Belarus, Finlandia, Rumania, Namibia, Serbia, dan Bulgaria, demikian Koordinator Fungsi Pensosbud, KBRI Wina, Djati Ismojo.

Ia menuturkan, PSM Maranatha sebagai wakil Indonesia berhasil meraih juara pertama pada kedua kategori yang dipertandingkan. Sedangkan posisi kedua dan ketiga adalah Hongaria dan Finlandia.

Menurut Djati Ismojo, dengan Dirigen Agustinus Bambang Jusana, PSM Maranatha berhasil memukau juri dan sekitar 400 hadirin melalui paduan suara yang harmonis membawakan lagu-lagu karya komposer klasik dalam kategori A.

Satu lagu wajib dan dua lagu yang dibawakan merupakan aransemen ulang komposer Indonesia, Ivan Yohan.

Pada kategori B, PSM Maranatha kembali memukau dengan penampilan yang menarik membawakan lagu-lagu daerah Indonesia, yakni Yamko Rambe Yamko, Gerimis Gerimis dan Jangger.

Penampilan mereka semakin memesona dan unik dengan ditunjang kostum yang atraktif yakni pakaian adat Papua dan Batik, disertai gendang sebagai instrument pengiring tambahan, ujarnya.

Kompetisi paduan suara tersebut dilakukan secara rutin setiap tahunnya, dan diikuti berbagai kelompok paduan suara dari berbagai negara. Pada kompetisi tahun ini terdapat dua kategori yang diperlombakan, yakni Kategori A untuk lagu-lagu jenis “choral works, classical” dan modern; dan Kategori B untuk lagu-lagu jenis “folksong”.

PSM Maranatha awalnya mulai didirikan pada tahun 1983, dan mulai memiliki prestasi yang gemilang pada berbagai kompetisi paduan suara pada tahun 2001. Beberapa ajang kompetisi paduan suara internasional lainnya yang pernah diikuti antara lain adalah di Yunani dan Jerman masing-masing pada tahun 2004 dan 2006.

Manajer tim PSM Maranatha, Luluina Karina Singarimbun dan Reynaldi Tj mengatakan setelah mengikuti kompetisi di Austria ini, rombongan paduan suara tersebut akan melanjutkan rangkaian “performance” di Munich, Jerman dan Paris, Prancis.

Kemenangan Indonesia yang diraih pada ajang kompetisi tahun ini merupakan prestasi yang membanggakan, karena Indonesia berhasil menyandingkan gelar juara pertama dari dua kategori perlombaan.

Pada tahun lalu, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam kompetisi ini melalui penampilan Paragita UI, yang berhasil meraih posisi juara pertama untuk kategori A dan juara ketiga untuk Kategori B.

Sumber: ANTARANews

Tim Indonesia berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Imagine Cup ke-8 di Polandia. Penghargaan pertama diperoleh melalui tim Chandradimuka dari IT Telkom yang berhasil meraih tempat ke-3 di kategori Interoperability Award. Dan penghargaan kedua diperoleh melalui tim Tselina yang berhasil meraih tempat ke-2 di kategori Windows® Phone 7 “Rockstar” Award.

Imagine Cup sendiri merupakan sebuah kompetisi internasional tahunan tingkat pelajar di bidang teknologi informasi yang mengkompetisikan ide-ide kreatif juga inovatif dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada. Tema dari Imagine Cup 2010 yang diikuti lebih dari 325.000 peserta dari lebih dari 100 negara ini adalah “Imagine a world where technology helps solve the toughest problems”.

Tim Chandradimuka yang terdiri dari Antawiryawan, Anggunmeka Luhur P, Kania Audrint, Desgita, dan Dody Qori Utama dari IT Telkom berhasil menempati tempat ke-3 dalam Interoperability Award. Penghargaan Interoperability Award merupakan penghargaan yang didesain untuk mereka yang berhasil mengembangkan aplikasi perangkat lunak yang mengkombinasikan teknologi Microsoft dengan teknologi lain dalam menghubungkan orang-orang, data, atau sistem-sistem yang berbeda melalui cara baru. Tim Chandradimuka meraih penghargaan ini melalui karyanya yang berjudul “LIFE – is designed for diminishing the problem of malnutrition in Indonesia”. Tempat pertama diraih oleh tim Xormis dari Jamaika dan tempat kedua diraih oleh tim Uptiva Dreams IT dari Brasil.

Sedangkan tim Tselina berhasil meraih penghargaan Windows® Phone 7 “Rockstar” Award di tempat ke-2. Penghargaan Windows® Phone 7 “Rockstar” Award diberikan kepada mereka yang mampu membuat aplikasi Windows Phone 7 yang original, user-friendly, dan memiliki fitur-fitur mobile yang menarik baik melalui Silverlight atau framework XNA.
Referensi:
http://www.microsoft.com/Presspass/press/2010/jul10/07-08MSImagineCupWinnersPR.mspx

Sutradara Indonesia Menangi Kompetisi Video AS

Posted by indonesiaberprestasi On June - 22 - 2010 3 COMMENTS

Sutradara asal Indonesia, Adhyatmika menjadi salah satu dari enam pemenang kompetisi tahunan Democracy Video Challenge (DVC), kompetisi video pendek untuk merayakan demokrasi tingkat dunia, yang digelar oleh Departemen Luar Negeri AS untuk kedua kalinya.

Lebih dari 700 peserta mengirimkan video sepanjang tiga menit karya mereka melalui YouTube dengan melengkapi pernyataan “Demokrasi adalah …”. Video karya Adhyatmika bertajuk “Democracy Is Yet to Learn”

(Demokrasi berarti kita masih harus belajar) (www.youtube.com/watch?v=uGIVYm-v3kM), menurut siaran pers Kedubes AS, di Jakarta, Selasa, memenangi tingkat wilayah Asia Tenggara.

Adhyatmika lahir di Jakarta dan lulus dari Puttnam School of Film, Lasalle College of The Arts di Singapura. “Demokrasi bukanlah objek, namun sebuah proses,” kata Adhyatmika sambil mencirikan karyanya sebagai “komedi satiris surealis mengenai kehidupan demokrasi di Indonesia.”

Adhyatmika beserta lima pembuat film pemenang lainnya dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal dan Ethiopia memperoleh biaya perjalanan penuh ke Washington D.C., Hollywood dan New York City pada September.

Di New York dan Hollywood, para pemenang akan mengunjungi lokasi pembuatan film/TV, dan akan bertemu dengan sutradara, teknisi film, agen pencari bakat profesional, dan ahli media baru. Di Washington, D.C.,

Para pemenang akan bertemu dengan para penggiat demokrasi, kalangan media, serta pejabat pemerintah Amerika Serikat.

Sumber: ANTARANews -> http://bit.ly/blXibj

Indonesia Tambah Dua Perak di Kejuaraan Karate Korea Terbuka

Posted by indonesiaberprestasi On June - 21 - 2010 ADD COMMENTS

Indonesia menambah dua medali perak dari nomor Kumite perorangan dan beregu putri pada Kejuaraan Karate Korea Terbuka yang berakhir Minggu, di Busan , Korea Selatan.

Dengan hasil tambahan dua perak tersebut maka Indonesia selama kejuaraan karate di Korsel tersebut mengumpulkan total dua medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

“Alhamdulilah karateka putri menambah lagi dua medali perak dari nomor kumite perorangan dan beregu pada hari terakhir ,” kata Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji ,Minggu .

Pada Nomor Final Kumite perorangan ,karateka putri Tanri harus mengakui keunggulan karateka tuan rumah Korea Selatan, dengan kalah 4-8.

Di nomor final kumite beregu putri , sebenarnya peluang Indonesia untuk menambah medali emas cukup terbuka , kalau saja Tanri tidak mengalami cedera. Di final nomor beregu , trio kartateka putri harus mengakui keunggulan Hongkong dengan menyerah 1-2.

“Sangat terbuka untuk menambah emas di beregu kalau saja Tanri tidak cedera .Tanri tidak bisa melanjutkan pertandingan karena mengalami pendarahan di bagian hidung.kalau dipaksakan cederanya bisa sangat fatal ,” tambah Herndardji yang juga wakil Ketua Umum I KONI Pusat itu.

Kendati demikian kata Hendardji pihaknya sangat bangga dengan hasil yang di capai pada Korea Terbuka.

” Target kami di Korsel hanya 1 emas , dan paling tidak PB Forki punya peta kekuatan sesungguhnya di Asian Games nanti.” ungkap Hendardji.

Dua Medali emas masing dipersembahkan Karateka putri Yolanda Asmuruf dan Jintar Simanjuntak.

Dikatakan, selain Korea terbuka , PB Forki masih akan menguji lagi ketrampilan para karateka yang akan diterjunkan di Asian Games nanti , pada Indonesia terbuka yang akan digelar pada 24-26 September 2010.

“Ajang Indonesia terbuka akan dijadikan acuan Forki mengingat sejumlah karateka tangguh akan diundang untuk ikut ambil bagian,” katanya. (A020/K004)

Sumber: Antara News

Dirgahayu Indonesia, Dirgahayu Tanah Airku

65 tahun silam… Tepat pukul 10.00 pagi, 17 Agustus 1945.. Tertulislah sejarah bangsa Indonesia di kanvas kehidupan. Diiringi... 

ITSF AWARD 2010

ITSF AWARD 2010 telah dimulai Indonesia Toray Science Foundation mengajak ahli ilmu pengetahuan, peneliti, dan guru SMA bidan... 

Kido/Hendra Raih Gelar Internasional

Ganda putra peringkat empat dunia Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar pertama mereka dalam turnamen internasional pada... 
Indonesia, Juara Essay Competition 2010 World Bank!

Indonesia, Juara Essay Competition 2010 World Bank!

Indonesia kembali menorehkan namanya di dunia internasional. Kali ini melalui International Essay Competition 2010 yang diselenggarakan... 

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi
  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: