Tim Big Bang ITB Gondol Prestasi di Asia Pasifik!

Posted by rabindra On December - 22 - 2009 2 COMMENTS

Tim Big Bang dari jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih penghargaan Merit Awards (runner up) di dalam ajang bergengsi Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance (APICTA) Awards 2009 di Australia, 15-17 Desember, lalu.

1931294pTim Big Bang ITB yang beranggotakan empat mahasiswa angkatan 2006 Teknik Informatika ITB, yaitu David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Inas Luthfi, itu meraih Merit Awards dalam kategori
Tertiarry Student Project (tingkat perguruan tinggi). Tim tersebut membawakan karya MOSES ((Malaria Observation System and Endemic Surveillance) sebagai sebuah sistem dan konsep integral penanggulangan malaria berbasiskan telemedis (sistem medis dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi).

Menurut Nanang T. Puspito, Staf Ahli Pengembangan Kegiatan Non-Kurikuler Kantor Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni ITB yang mendampingi mahasiswa di Australia, Tim Big Bang hanya kalah dari Tim Temasek Polytechnic Singapore dengan karya Smart Shop (belanja online) yang menjadi juara pada kategori Tertiarry Students.

Meski hanya menyabet gelar runner up, Dody Dharma yang ikut mewakili rekan-rekannya merasa puas atas prestasi itu. Sebab, jika dilihat faktor fasilitas dan dukungan pemerintah serta industri, tim asal Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura maupun Malaysia.

“Tetapi, alhamdullilah bisa naik podium,” ujar Doddy ketika dihubungi, Senin (21/12/2009).

Menurut dia, tim dari dua negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, mendominasi APICTA Awards 2009. Bahkan, pada kategori profesional, Malaysia hampir menyapu bersih seluruh kategori.

“Di sana (Malaysia dan Singapura), pemerintahnya telah memiliki framework yang jelas soal pengembangan ICT (TIK). Kontingen Malaysia dan Singapura bahkan datang disponsori perusahaan dan dukungan penuh pemerintah. Kalau kami kan masih harus cari-cari sponsor, meskipun ada dukungan yang cukup baik dari Depkominfo,” tuturnya.

Bagi Tim Big Bang sendiri, Merit Awards di APICTA 2009 merupakan sebuah penegasan forum internasional atas begitu berkualitasnya karya mereka. Sebelumnya, Tim Big Bang juga meraih penghargaan bergengsi, yaitu Windows Mobile Awards dalam event Imagine Cup 2009 di Cairo, Juli 2009 lalu.

158 peserta

APICTA Awards merupakan sebuah ajang pemberian awards yang sangat prestisius di tingkat Asia Pasifik. Ajang ini diikuti 158 peserta dari sejumlah negara yang antara lain adalah Malaysia, China, India, Hong Kong, Australia, Singapura, dan Korea.

Di kelompok pelajar, selain dari ITB, ada tiga lainnya dari Indonesia yang berhasil meraih hasil maksimal Merit Awards. Mereka adalah Erik Taurino Chandra dan kawan-kawannya dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan karya MLM for The Blind (media baca elektronik untuk tunanetra) pada kategori Tertiarry Stundents. Sementara pada kategori Secondary Students, muncul nama Fauzan Sudaryanto dengan temuan program kamus tradisional online dan Jonathan Christopher dengan inovasi pengunci komputer.

“Merit awards diberikan untuk tim yang telah mencapai nilai minimal 90 persen dari yang juara. Makanya, bisa jadi yang mendapatkannya lebih dari satu,” tutur Doddy kemudian.

Pada kategori Tertiarry Student Project, ada tiga tim yang meraih Merit Awards. Dua disabet Indonesia. Berbeda dengan kelompok pelajar, Indonesia gagal unjuk prestasi di kelompok industri. Tahun depan, APICTA Awards akan digelar di Malaysia.

Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

Sumber: KOMPAS.Com

Juara Paduan Suara Mahasiswa Tingkat Nasional Berpeluang ke Cina

Posted by indonesiaberprestasi On November - 24 - 2009 ADD COMMENTS

Lomba Paduan Suara Mahasiswa (PSM) antar Perguruan Tinggi Tingkat Nasional tahun 2009 yang berlangsung sejak tanggal 19 hingga 21 November 2009 lalu berhasil dimenangkan oleh Universitas Padjajaran (Unpad Bandung) Bandung. Selain menjadi juara, Unpad berhasil meraih tiga penghargaan lainnya, yakni sebagai peserta lomba dengan kelompok vokal sopran, alto, dan bass terbaik.

Perwakilan dari PSM Unpad menerima hadiah secara simbolis dari Deputi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Nanang T. Puspito (edited)

Perwakilan dari PSM Unpad menerima hadiah secara simbolis dari Deputi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Nanang T. Puspito

Ada tiga kategori lomba dalam PSM PTN tersebut, yakni Folklore yang diseleksi melalui rekaman CD/DVD; kedua, lagu wajib yang telah ditentukan oleh panitia; dan ketiga, lagu pilihan yang dipilih satu dari empat lagu yang ditentukan oleh panitia. Unpad berhasil membuktikan dirinya terbaik dari segi teknik, penampilan, dan interpretasi serta mengalahkan 12 finalis lainnya yang berasal dari pelosok Indonesia. Dalam lomba tersebut, tempat kedua berhasil diraih oleh Universitas Indonesia (UI) dan tempat ketiga diraih oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

Atas prestasi ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kemudian merekomendasikan tim paduan suara Unpad untuk mengikuti kompetisi paduan suara dunia yang akan diadakan di Cina tahun mendatang. Mari kita doakan, semoga prestasi Unpad juga dapat berlanjut di negeri panda tersebut sehingga kembali mengharumkan nama negara kita di dunia internasional.

Referensi: Lomba PSM Antar-PT Tingkat Nasional

Empat Duta Muda Lingkungan Mewakili Indonesia ke Jerman

Posted by akeminissa On October - 30 - 2009 ADD COMMENTS
“Bayer Indonesia melakukan CSR yang berdampak langsung pada kelangsungan Bumi mendatang. Kolaborasi Bayer bersama dengan UNEP (United Nations Enviroment Programme-UNEP) ini patut diacungi jempol.”
Sesaat sebelum acara dimulai di Hotel Intercontinental, Jakarta pada Selasa (6/10) sempat salah satu penerima duta muda lingkungan Ryza Aditya Priatama dari Universitas Jember berujar, “Seru dan banyak pengetahuan yang didapat saat Eco Camp. Itu menjadi pembekalan yang sangat bermanfaat seperti isu global warming dalam perspektif media, peranan media terhadap mitigasi dampak global warming dan ada juga materi dari LIPI, World Conservation Society (WCS), KLH serta yang lain,”katanya bersemangat.

Ryza termasuk mahasiswa yang beruntung mengikuti Eco Camp 2009 bersama dengan kesebelas Duta Muda Lingkungan Hidup (Bayer Young Enviromental Envoys 2009) yaitu; Annisa Rizki Amalia dari Universitas Indonesia Jakarta, Ellen Kusnadi dari Universitas TanjungPura Pontianak, Fitri Menisa bersama dengan Lilis Sucahyo dan Hari Wibowo dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Indah Kartika Buana Putri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ivanella Kartika Irwani dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Riska Mirzalina dari Prasetya Mulya Business School Jakarta dan Sapto Pamungkas dari Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam sambutannya, CEO Bayer Indonesia mengutarakan bahwa anak muda sekarang telah mampu memberika ide-ide baru yang belum pernah dicoba untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan, terkadang dengan cara-cara yang tidak biasa, mereka memiliki imajinasi yang kaya dan semangat tinggi untuk mewujudkan ide-ide mereka. Peran mereka sebagai agen perubahan dalam usaha-usaha perlindungn lingkungan tidak dapat diremehkan. Salah satunya adalah ada di antara mereka menggunakan proses Phytoremediasi untuk membantu petani menggunakan bekas tambang emas untuk bercocok tanam, menambah fungsi billboard dengan bahan yang dapat mengurangi emisi gas, serta menggunakan bakteri non patogen dari tanah untuk membantu mengurangi polusi air merupakan sebagian dari beberapa pendekatan yang menarik untuk menyelamatkan lingkungan.

Patut dibanggakan dan lebih mengagumkan adalah mereka ada pemuda berusia 18 -24 tahun telah menjadi pencetus dari konsep-konsep kreatif (Out of The Box) tersebut.

Pantas saja ada 4 (empat) orang yang diganjar oleh Bayer Indonesia setelah dipilih oleh dewan juri berdasarkan relevansi dan dampak proyek-proyek lingkungan mereka. 4 orang mahasiswa dari 12 orang duta muda lingkungan tersebut akan bergabung dengan rekan-rekan mahasiswa sedunia dari Thailand, Singapura, China, India, Korea, Polandia, Kenya, Brazil, Kolombia, Ekuator, Venezuela, Peru, Malaysia, Vietnam, Turki, Chile, dan Afrika Selatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke Jerman selama seminggu akan mempelajari praktek-praktek pengelolaan lingkungan serta fasilitas-fasilitas lingkungan di negara tersebut serta langkah-langkah perlindungan iklim diperusahaan Bayer di Leverkusen.

Mereka adalah:
1. Hari Wibowo (IPB)
2. Rizka Mirzalina (Prasetya Mulya Business School)
3. Lili Sucahyo (IPB)
4. Indah Kartika Buana Putri ITB)

Sumber : AruL ArisTa(Kabarindo)

Berita Baik dari Pelajar Indonesia di Malaysia

Posted by indonesiaberprestasi On October - 26 - 2009 4 COMMENTS

Pelajar Indonesia di Malaysia telah menorehkan sebuah prestasi yang cukup membanggakan dan mengharumkan nama bangsa. Di dalam acara International Students Cultural Night yang diselenggarakan oleh Nilai University College (Nilai UC), Malaysia, para pelajar Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara. Juara kedua dalam kategori tari-tarian yang berhasil dimenangkan oleh pelajar Indonesia dari Universiti Malaya (UM) dengan tari samannya dan juara pertama yang berhasil diraih oleh pelajar Indonesia dari Universiti Sains Malaysia (USM) dalam kategori vokal yang membawakan lagu daerah Indonesia diiringi alunan musik angklung.

International Students Cultural Night yang diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2009 ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai macam negara yang memiliki wakil pelajar di Malaysia. Peserta dari Indonesia, Malaysia, Uganda, Cina, Thailand, Iran, dan lain sebagainya turut serta memeriahkan acara International Students Cultural Night tersebut. Dengan mengusung tema 1 World Culture, acara ini bertujuan untuk menginisiasi sebuah wadah apresiasi kebudayaan antar negara. Acara yang diselenggarakan oleh Nilai UC ini juga merupakan kerjasama dengan Kementerian Pengajian Tinggi (Ministry of Higher Education) Malaysia.

untitled1

Pelajar Indonesia dari UM yang membawakan tari Saman

International Students Cultural Night sendiri melombakan dua kategori kebudayaan, yakni tari-tarian dan vokal. Diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai macam negara, seleksi yang dijalani untuk menjadi juara sangat ketat. Dari puluhan tim yang berlomba dan mendaftarkan diri atas nama universitasnya masing-masing, hanya empat tim terbaik yang dapat mengikuti babak final. Bahkan, Rosdan Abbas, seorang dosen musik dari National Arts, Culture, and Heritage Academy Malaysia yang menjadi juri pun merasakan kesulitan dalam memilih tim mana yang berhak memasuki babak final dan menjadi juara.

untitled2

Pelajar Indonesia dari USM membawakan lagu diiringi angklung

Ketika itu, total tim yang berhasil memasuki babak final adalah delapan tim. Empat tim vokal dan empat tim dari kategori tari-tarian. Dua tim pelajar Indonesia dari UM serta Universiti Putra Malaysia (UPM) berhasil memasuki final kategori tari-tarian dan satu tim pelajar Indonesia dari USM berhasil menjadi finalis kategori vokal. Tim tari Indonesia dari UM yang kesemuanya terdiri dari para wanita, membawakan tari Saman yang berasal dari Aceh. Sedangkan, tim tari UPM membawakan tarian yang berasal dari Papua Barat. Di kategori vokal, tim Indonesia dari USM berhasil merebut juara pertama atas keharmonian nada yang dibawakan oleh seorang penyanyi wanita yang diiringi alunan merdu dari angklung.

Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan menggembirakan. Karena di tengah-tengah hiruk pikuk hidup di negara orang lain, para pelajar Indonesia tersebut justru tetap mengingat kebudayaan negara sendiri dan turut berperan aktif dalam mempromosikan budaya bangsa. Semoga kita-kita yang tinggal di Indonesia, juga tidak kalah berprestasinya dibandingkan mereka. Juga.. tidak kalah kecintaannya kepada warisan budayanya sendiri :)

Terimakasih untuk Mawaddah Adah (pelajar Indonesia di UM) untuk sumbangan kabar baiknya ;)

Mantap, Paduan Suara Indonesia Raih 3 Emas di Italia

Posted by pimpii On October - 18 - 2009 ADD COMMENTS

Agriswara Choir

Sumber Gambar: link

Sekali lagi Lagu Indonesia Raya dan Nyiur Melambai serta lagu daerah Yamko Rambe dikumandangkannya di forum Internasional. Kali ini di gedung Il Tetrro Novielli, Italia yang dipadati sekitar 400 penonton ketika Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (PSM-IPB), Agria Swara dan Paduan Suara Mahasiswa Perbanas meraih medali emas pada kompetisi paduan suara internasional yang berlangsung simultan di dua kota Italia, Rimini dan Rival Del Garda, Senin.

Agria Swara, PSM-IPB meraih medali emas untuk kategori campuran (mixed choir) dari Presiden Italia setelah merebut juara satu umum dalam grand final Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-3 di kota Rimini, kota wisata pantai sekitar 350 km dari Roma,

Paduan suara Agria Swara juga meraih juara dua kategori pria (male choir) setelah menyisihkan 17 kontingen Paduan Suara dari 13 negara, diantaranya, Inggris, Rusia, Italia, Polandia, Ukraina dan Venezuela.

Keberhasilan Agria Swara, yang terdiri atas 46 penyanyi dengan konduktor Arvin Zeinullah, yang membina Agria Swara beberapa tahun terakhir juga berhasil meraih predikat “the best conductor”.

Dengan kesuksesannya yang fenomenal ini, Agria Swara menjadi bintang utama pada malam penutupan acara, ujarnya.

Ada hal yang menarik dengan tampilnya kontingen Indonesia bersama Polandia pada sesi foto bersama yang membawa bendera kedua negara. Indonesia dengan bendera merah putih, sedangkan Polandia membawa bendera putih merah.

Sementara itu, Paduan Suara Mahasiswa Perbanas (PSM Perbanas), Jakarta, merebut golden diploma, sebagai juara satu pada kategori lagu-lagu etnis (musica traditionale) dan musik agama (musica religiosa).

Dalam kompetisi Paduan Suara Internasional ke-8, di Riva Del Garda, PSM Perbanas menyisihkan 18 negara peserta, diantaranya, Austria, Jerman, Inggris, Iran, Italia, Arab Saudi, Spanyol dan Swiss.

Seperti halnya konduktor Agria Swara IPB, dirijen PSM Perbanas Agustinus Bambang Jusana, juga berhasil melengkapi keunggulan kontingen Perbanas di Riva Del Garda, 800 km dari Roma, dengan meraih gelar “the best konductor”.

Keberhasilan PSM Perbanas sebagai juara satu pada kategori lagu-lagu gereja sempat mengundang kekaguman bukan saja dari penonton tetapi juga kontingen paduan suara negara-negara Eropa, yang mayoritas penganut Kristen. Tim Perbanas terdiri atas 42 orang dan hampir semuannya beragama Islam.

Kontingen Perbanas yang berpakaian tradisional Papua dengan lagu unggulan Yamko Rambe berhasil membuat suasana kompetisi ramai.

Sedikitnya 700 penonton yang memadati Gereja Santa Maria Assunta, memberikan standing ovation meriah hingga semua anggota kontingen Indonesia duduk kembali.

Dewan juri bahkan meminta PSM Perbanas untuk tampil menghibur penonton dengan pakaian dan lagu yang sama pada malam acara penutupan.

Dalam kesempatan itu Dr. Paola Toddei, mewakili Wali Kota Rimini, dalam sambutan menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada korban gempa di Sumatra Barat kepada Wakil Kepala Perwakilan RI Roma, Yuwono A. Putranto. (Antara)

sumber : dream indonesia

Mahasiswa IPB Menangi Perbanas Marketing Debate Competition (PMDC) 2009

Posted by indonesiaberprestasi On September - 1 - 2009 ADD COMMENTS

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih juara pertama dalam Perbanas Marketing Debate Competition (PMDC) 2009 bertajuk “How High Can You Sell in The Crisis”. Tim IPB yang tergabung dalam Himpunan Profesi (Himpro) Centre of Management (COM) terdiri atas Fauzan Zamahsyarie, Fifi Setyawati dan Yosep Abdulhalim, kata juru bicara IPB, Ir Henny Windarti di Bogor, Kamis.

Keberhasilan ini merupakan yang kedua kalinya diraih Departemen Manajemen FEM IPB dalam ajang serupa yang telah enam kali diselenggarakan ABFII Perbanas Jakarta. ”Ketiga mahasiswa ini membawa pulang kembali piala bergilir yang pada tahun 2008 sempat terlepas dari Departemen Manajemen IPB,” katanya. Ia mengatakan, lomba yang mengusung konsep “Unconventional Marketing” sebagai dasar teori ini diikuti 26 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diantaranya ABFII Perbanas, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, Universitas Riau, President University, Universitas Bina Nusantara.

Unconventional Marketing adalah sebuah konsep pemasaran baru yang bisa menjadi solusi pemasaran sebuah barang atau jasa di tengah badai krisis. Konsep ini merupakan cara pemasaran dengan anggaran rendah namun bisa memberi hasil maksimal (low budget, high impact) yang diusung oleh Mark Plus Inc, di bawah pimpinan Hermawan Kertajaya.

Lomba yang berlangsung pada 28-30 Juli 2009 ini menguji kemampuan debat dari para kontestan untuk bisa mempertahankan argumennya dengan berdasarkan teori. Dewan juri lomba tersebut antara lain Dr. Jacky Musry, Vice President Mark Plus, Inc, Falina B. O. dari London School of Public Relation) dan Tommy (pengacara).

Henny mengatakan, ketiga mahasiswa tersebut pada Rabu (13/8) juga menjuarai lomba The Marketing Game (TMG) Trisakti yang digelar di Auditorium Universitas Trisakti, Jakarta. Sedangkan juara II dalam lomba yang terdiri dari dua tahap tersebut diraih oleh tim rekan mereka dari IPB yang terdiri atas Afifudin Ferdiansyah, Exval Mahendra Saputro, dan Rosyidah Rahmawati.

Tahap pertama peserta mengumpulkan makalah tentang konsep dan strategi pemasaran yang digunakan untuk negara tujuan pemasaran makanan tradisional gado-gado. Tim IPB memilih konsep pemasaran gado-gado untuk pasar Amerika Serikat dan Spanyol. Setelah konsep ini lolos, peserta mempresentasikan makalahnya di hadapan dewan juri dan para penonton.

Sumber: ANTARA

Inilah MOSES, Software Kelas Dunia Buatan Mahasiswa ITB

Posted by indonesiaberprestasi On July - 14 - 2009 ADD COMMENTS

Sekali lagi keberhasilan putra-putri Indonesia di arena internasional. Tim “Big Bang” dari ITB berhasil memenangkan Imagine Cup 2009 untuk kategori Mobile Device Award. Selain Indonesia, Brasil dan Kroasia juga memenangi kategori yang sama dalam kompetisi yang diselenggarakan di Kairo ini.

Tahun lalu Tim Antarmuka berhasil meraih penghargaan Rural Innovation Award di kompetisi tahunan Imagine Cup 2008 – Paris, Prancis dengan project yang berjudul Butterfly.

Tim yang terdiri dari David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Samuel Simon ini menang atas proyeknya yang diberi nama MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance). Ella Madanella – salah satu anggota tim Antarmuka, pemenang ImagineCup 2008 menjadi mentor tim pemenang ini. Aplikasi ini menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosis dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.

“Big Bang” menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline, yang dapat membantu petugas kesehatan. Pada saat pendiagnosaan tersebut, Marceline akan bertanya kepada pasien beberapa hal sehubungan dengan penyakit malaria dengan teknologi yang disebut voice recognition.

Setelah seluruh data yang berhubungan dengan analisis tersebut didapat, petugas kesehatan juga dilengkapi dengan alat yang bernama PDAscope yang terdiri dari sebuah modifikasi mikroskop plus PDA. PDAscope ini menyerupai sebuah mikroskop asli yang dibuat dengan bahan-bahan yang murah. Hal tersebut merupakan pertimbangan dari “Big Bang” atas faktor ekonomis pada implementasi solusi ini.

PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Setelah PDA tersebut merekam hasil gambar dari sampel darah tersebut, petugas kesehatan dapat mengirimkan gambar sampel darah tersebut ke pusat kesehatan yang berada pada lokasi yang jauh dari tempat tersebut.

Moda komunikasi yang ditentukan untuk melakukan transmisi data tersebut adalah dengan menggunakan teknologi 3G. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa telecommunication provider di Indonesia akan segera memperluas daerah jangkauan layanan data pada lokasi-lokasi yang terpencil.

Setelah sampel darah yang dikirimkan diterima di pusat, aplikasi yang berada pada server penerima akan segera melakukan analisis terhadap sampel darah tersebut. Sistem akan melakukan analisis terhadap butiran-butiran darah yang dimaksud dengan melakukan pattern recognition atas parameter-parameter yang telah ditentukan sebelumnya, apakah butiran darah dari sampel darah tersebut terjangkit malaria. Sistem akan menentukan berdasarkan penghitungan jumlah butiran darah yang terjangkit malaria, apakah sampel darah yang dikirimkan benar-benar terbukti positif terjangkiti penyakit tersebut.

Proses penghitungan butiran darah tersebut merupakan sebuah kemajuan teknologi yang dibantu oleh neural network algorithm, metode yang membantu mempercepat penentuan hasil, apakah sebuah sampel darah tersebut terjangkit penyakit malaria atau tidak. Saat ini, untuk menentukan diagnosis masih menggunakan penghitungan manual yang cenderung memiliki tingkat kesalahan tinggi.

Segera setelah sistem memperoleh hasil dari pemeriksaan butiran darah tersebut, sistem akan otomatis mengirimkan hasil kepada petugas kesehatan yang masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan.

Nah, kemenangan ini telah menunjukkan pengakuan dunia bahwa putra-putri Indonesia bisa membuat perangkat lunak kelas dunia. Namun, masih ditunggu, apakah ada niat baik atau dukungan pemerintah dan berbagai pihak agar perangkat lunak tersebut bisa digunakan dan bermanfaat, baik bagi masyarakat Indonesia, maupun dunia.

Sumber: KOMPAS

Sumber Gambar: Naren’s Blog

Mahasiswa UI Runner-Up di Kejuaraan Hukum Asia-Pasifik

Posted by indonesiaberprestasi On July - 13 - 2009 ADD COMMENTS

Tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang tergabung dalam The International Law Moot Court Society (ILMS) berhasil menjadi runner-up dalam The 2009 International Maritime Law Arbitration Moot (IMLAM) Competition di Brisbane, Australia. Tim FH UI diwakili Titis Lintang Andari (2005), Camelia Simbolon (2005), Bintang Taufiq Hidayanto (2006), Sasha Izni (2007), dan Muhammad Subarkah 2008 dengan pelatih Miranda Anwar, S.H.

Tim FH UI berhasil maju ke babak grand final melawan University of Queensland (the host) setelah berhasil mengalahkan National University of Singapore (NUS) di babak semifinal. Kompetisi yang melibatkan 12 tim dari 12 universitas tingkat Asia Pasifik ini menggunakan sistem hukum Common Law, yang merupakan sistem hukum di negara koloni Inggris dan jajahannya seperti Inggris, Amerika, Australia, dan Malaysia. Sistem hukum ini berbeda dengan Indonesia yang menganut sistem hukum Civil Law. Dengan perbedaan sistem hukum tersebut, tim FHUI telah menunjukkan kemampuan penguasaan materi yang luar biasa dengan mampu melenggang hingga ke babak final.

Devie Rahmawati, Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI dalam siaran persnya menjelaskan, pada kompetisi yang berlangsung selama 5 hari ini, 12 tim yang ikut dieliminasi menjadi delapan tim untuk babak perempat final. Delapan tim tersebut adalah Queensland University of Technology, Gujarat National Law University, the National University of Singapore, Padjadjaran University (Indonesia), the University of Hong Kong, Universitas Indonesia, the University of Queensland, dan Murdoch University.

Pada kompetisi ini, tim FHUI menyabet 3 penghargaan: 2nd Best Memorandum for the Claimant, 4th Best Speaker for the General Round, dan 3rd Best Speaker for the Final Round. Keberhasilan yang dicapai pada IMLAM 2009 ini merupakan salah satu prestasi yang pernah diraih oleh  Tim FHUI. Pada tahun 2009 ini, TIM FHUI juga berhasil memenangkan kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition, Hong Kong dengan menyabet gelar sebagai juara 1. “Ini tidak hanya menjadi keberhasilan tim FHUI, namun telah menjadi keberhasilan Indonesia di mata dunia,” tutur Devie.

Dari berbagai sumber

Binus Juara Festival Paduan Suara di Spanyol

Posted by indonesiaberprestasi On January - 3 - 2009 3 COMMENTS

Juli 2008

London, (ANTARA News) – Paduan suara mahasiswa Bina Nusantara Jakarta, Paramabira meraih juara dua pada Festival Internasional Paduan suara dan Musik 26th Festival Internacional De Musica de Cantonigros, yang diadakan di Cantonigros, Barcelona, Spanyol.

PS Paramabira yang dikomandoi konduktor Rainier Revierino dan beranggotakan 41 orang itu, menyabet medali pada kategori campuran (mixed choir), membawakan lagu wajib berjudul “La Sardana D`Labril” dan lagu pilihan “Beati Quorum Via” dan “Jubilate Deo”.

Jurubicara KBRI Spanyol, Allen Simarmata, kepada koresponden ANTARA London, Kamis mengatakan selain merebut juara dua “mixed choir”, PS Paramabira juga meraih juara ketiga kategori “folk song” dengan membawakan lagu tradisional dari Flores Timur “Bau Leko” dan “Yamko Rambe Yamko” dari Papua

“Lagu tradisonal daerah Indonesia ini dibawakan dengan aransemen khusus dan variasi gerak tari, tanpa iringan perkusi,” ujarnya.

Juara pertama untuk katagori mixed choir diraih “Coro Vocal Leo” paduan suara dari L`Havana, sedangkan juara ketiga diraih PS Philippine Normal University Manila.

Festival Paduan suara Internasional yang diikuti 30 negara tersebut memperlombakan lima kategori yaitu paduan suara campuran (mixed choir), paduan suara anak-anak (children choir), paduan suara wanita (female choir), “folk song” dan “folk dance”.

Di nomor “folk song” juara pertama diraih PS Philippine Normal University Manila, sedangkan juara kedua diraih oleh Coro Vocal Leo (L`Havana).

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet S. Mustafa, menyampaikan penghargaan atas prestasi yang diraih PS Paramabira.

Dalam acara penutupan yang dihadiri 3000 penonton, PS Paramabira mendapat kesempatan tampil kembali dengan melantumkan lagu gubahan putera Indonesia, “Sanctus” karya Ivan Yohan, “Bauleko” lagu daerah Flores Timur gubahan Rainer Revireino dan “Yamko Rambe Yamko” dari Papua. gubahan Agustinus Bambang Jusana.

Menurut Allen Simarmata, penampilan PS Parambaira penuh pesona sewaktu membawakan lagu “Yamko Rambe Yamko”, bahkan Presiden Penyelenggara Festival, Joseph Busquet yang duduk di tribun kehormatan mendampingi Duta Besar RI menyampaikan pujiannya.

Sejak digelarnya festival paduan suara dan musik Cantonigros tahun 1983, Indonesia baru tiga kali turut serta yaitu pada 2004 diikuti PS Universitas Pajajaran Bandung yang meraih juara dua untuk kategori “mixed choir” dan tahun lalu yang diikuti PS STIE Perbanas Jakarta meraih juara harapan satu kategori “mixed choir” dan juara tiga kategori “folk song”.(*)

Sumber: ANTARA

Kelompok Paduan Suara Papua Raih Medali Emas di Wina

Posted by indonesiaberprestasi On January - 2 - 2009 1 COMMENT

Jayapura (ANTARA News) – Kelompok Paduan Suara Papua Wakhubi meraih medali emas pada pesta paduan suara para mahasiswa se dunia yang berlangsung di Wina, Austria pekan lalu.

Juru Bicara Gubernur Provinsi Papua, Ir.Mathias Refra melalui telepon seluler dari Jakarta, Senin menjelaskan, laporan yang diterima manajer tim paduan suara Papua, Ronald Tapilatu yang juga Sekretaris Pribadi Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH bahwa paduan suara berlangsung di Graz, sebuah kota tua di jantung Kota Wina, ibukota Negara Austria.

Paduan Suara itu diikuti 93 negara peserta Olimpiade 2008. Tim penerima medali emas terbanyak adalah Pertama, China, Kedua Austria, Ketiga Rusia, Keempat Republik Indonesia dan Kelima Afrika Selatan.

Indonesia sendiri mengirimkan 32 Tim peserta dan 24 tim peserta di antaranya menerima medali. Dari 24 tim penerima medali itu, delapan diantaranya menerima medali emas.

Dari delapan penerima medali emas tersebut, salah satunya adalah Tim Paduan Suara Papua Wakhubi meraih emas.

“Itu suatu kebanggaan dan pengukiran sejarah anak-anak Papua di bidang tarik suara,” ujar Refra.

Dijelaskannya pula, tim paduan suara Papua Wakhubi bersama tim paduan suara lainnya dari tanah air sedang dalam perjalanan pulang menumpang pesawat terbang dari Wina, Austria ke Bandara Internasional Cengkareng, Jakarta. (*)

Sumber: ANTARA

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: