Yunita Ilmuwan Pertama Indonesia Raih Akademi Profesor

Posted by lenidisini On March - 4 - 2010 ADD COMMENTS

Yunita Triwardani Winarto menjadi ilmuwan pertama Indonesia yang mendapatkan gelar Akademi Profesor dari Akademi Professorship Indonesia (API) dan The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW).

“Beliau terpilih menjadi Akademi Profesor pertama di Indonesia melalui mekanisme seleksi yang ketat, yang dilakukan oleh kalangan akademisi internasional seperti Belanda, Singapura, dan Australia,” kata Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono di kampus UI, Depok, Kamis.

Menurutnya, proses penilaian berdasarkan penelitian ilmiah yang Yunita lakukan adalah dengan mempertimbangkan implikasi penelitian tersebut tehadap kemaslahatan masyarakat luas.

Yunita menekuni bidang Ilmu Sosial dan humaniora, dan dalam orasi ilmiahnya berjudul “Iklim dan Budaya: Perubahan, Pelajaran, dan Tantangan” menjelaskan, proses adaptasi kehidupan manusia pada lingkungan hidup terwujud dalam beragam pranata sosial-budaya dan strategi-strategi pengelolaan sumber daya alam.

Yunita mengatakan, perubahan iklim sebagai fenomena alam yang sulit diamati, melainkan juga sulit diduga, dan tidak dapat secara tepat diantisipasi sebelumnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya khusus untuk menafsirkan ulang fenomena alam, serta memperkaya wawasan dan pengetahuan.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan prosesi pengukuhan gelar Akademi Profesor kepada Yunita Triwardani Winarto oleh Profesor Direktur Akademi Profesor Indonesia Prof. Sangkot Marzuki dan Direktur Royal Netherlands Institute Dr. Roger Tol.

Akademi Profesor adalah gelar pertama yang diberikan kepada ilmuwan dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan secara bergantian akan diberikan kepada kalangan akademisi Indonesia lainnya.

Sumber: ANTARANews

Batik, Wayang, Keris, Jadi Warisan Budaya Dunia

Posted by rabindra On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

20100205141954-warisanbudaya-050210-2Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dunia (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) telah memasukkan batik, keris dan wayang Indonesia ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyerahkan sertifikat pengakuan UNESCO tersebut kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam sebuah seremoni di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Jumat.

Usai menerima sertifikat itu, Agung menyerahkannya kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang selanjutnya akan memegang tanggung jawab pelestarian warisan-warisan budaya tersebut.

“Selain sertifikat pengakuan terhadap tiga mata budaya takbenda, pemerintah juga menerima sertifikat `best practices` pelestarian batik,” kata Agung.

Ia mengatakan, sebagai negara yang mata budaya tak bendanya masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia Indonesia terikat dengan kewajiban untuk melestarikan mata budaya tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya ini, misalnya dengan sering memakai batik. Hanya untuk wayang dan keris yang agak berat,” kata Jero.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi dalam upaya pelestarian warisan budaya tersebut dengan mempelajarinya.

“Saya mengajak semua untuk sering menonton wayang, supaya mata budaya ini bisa terus ada,” katanya.

Jero mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, pemerintah juga mendukung pengembangan produk budaya yang dikategorikan sebagai produk ekonomi kreatif tersebut.

Selain itu, kata Agung, pemerintah akan mendapat bantuan teknis dan dana konservasi dari UNESCO untuk mendukung upaya pelestarian produk budaya nasional yang sudah masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia.

Terus Memasukkan
Jero mengatakan, pemerintah akan menginventarisir mata budaya yang ada di Indonesia dan berjuang memasukkannya karya budaya yang dianggap paling agung ke dalam daftar representatif UNESCO.

Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan tahun ini pemerintah menyusun proposal untuk memasukkan angklung dan tari saman ke dalam daftar representatif UNESCO.

“Tahun depan kita akan berusaha menyusun proposal untuk memasukkan tenun ikat dan gamelan,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini upaya untuk menyiapkan proposal pemasukkan mata budaya ke dalam daftar representatif badan dunia itu sering terkendala minimnya akademisi yang memiliki pengetahuan mendalam tentang suatu mata budaya.

“Seperti batik misalnya, praktisinya banyak. Tapi cari profesor yang ahli tentang batik susahnya setengah mati,” demikian Arief Rachman.(M035/A038)

Sumber: ANTARANews

“Jamila dan Sang Presiden” Menang di Perancis

Posted by lenidisini On February - 5 - 2010 ADD COMMENTS

ratna-sarumpaet-satuFilm “Jamila dan Sang Presiden” yang ditulis dan disutradarai aktivis Ratna Sarumpaet memenangkan Festival Film Asia di Kota Vesoul, Perancis.

“Jamila dan Sang Presiden” menyabet dua kategori kompetisi yakni “Prix de Public” dan “Prix Jury Lyceen” pada festival yang berlangsung di Kota Vesoul, Perancis, ujar Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Paris Gita L Murti kepada koresponden Antara London, Jumat.

Gita L Murti mengatakan, film itu juga berhasil menarik perhatian “Art et Essai”, jaringan bioskop di Perancis yang khusus menayangkan film-film independen.

Menurut Gita, “Art et Essai” menyatakan akan menayangkan film “Jamila dan Sang Presiden” di seluruh bioskopnya di Perancis.

Ratna Sarumpaet menyatakan sangat puas dengan hasil yang dicapai “Jamila dan Sang Presiden” yang pembuatannya menelan biaya enam milyar rupiah.

Ratna menyatakan, tidak optimistis biaya pembuatan film akan kembali namun berharap peredaran film di Taiwan dan Perancis akan dapat mendongkrak rating “Jamila dan Sang Presiden” serta berpeluang diedarkan di negara-negara lain.

Selain Indonesia, festival ini juga diikuti peserta dari China, India, Korea, Turki, Iran, Taiwan, Filipina dan Jepang.

Festival Film Asia di Vesoul merupakan kegiatan internasional yang diadakan setiap tahun di kota tersebut.

Penyelenggaraan pada tahun ini merupakan yang ke-16 kalinya dengan jumlah penonton yang mencapai 26.000 orang.

Film-film yang menang dalam festival ini akan kembali dipertunjukkan untuk publik Perancis pada “Musee Guimet of Asian Arts” di Paris pada tanggal 7 hingga 9 April mendatang.(H-ZG/A024)

Sumber: ANTARANews

Keelokan Ubud, Kota Terbaik Se-Asia

Posted by agungfirmansyah On February - 4 - 2010 1 COMMENT

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/04/3675756p.jpg

Kamis, 4 Februari 2010 | 03:07 WIB

Ubud, kawasan wisata di Kabupaten Gianyar, Bali, mendapat penghargaan sebagai kota terbaik se-Asia berdasarkan survei pembaca majalah pariwisata yang berbasis di Amerika Serikat, Conde Nast Traveller, awal Januari lalu. Daerah itu dinilai terbaik dari sisi keramahtamahan masyarakatnya, atmosfer atau suasananya, budaya atau situsnya, serta akomodasi, restoran, dan tempat berbelanjanya.

Apa saja atau tempat mana saja di Ubud dan sekitarnya yang kiranya pantas menjadi semacam ikon wisata terbaik Asia itu? Bukankah atmosfer atau suasana di pusat Ubud, yakni sekitar Puri Ubud, tidak ada bedanya dengan Kuta, misalnya, yang mulai sumpek dan diwarnai kemacetan setiap harinya?

”Kita bersyukur dan gembira Ubud dipilih sebagai kota terbaik se-Asia dengan skor 82,5, mengalahkan Bangkok, Hongkong, Chiang Mai, dan Kyoto. Tetapi, hal itu juga membawa konsekuensi berat untuk menata kondisi yang ada, seperti kesemrawutan yang terjadi di mana-mana,” kata Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace di Puri Ubud, Sabtu (30/1) lalu, saat menerima penghargaan itu.

Cok Ace, selain berbicara sebagai tokoh keluarga Puri Ubud, juga selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali dan atas nama Ubud Hotels Association.

Menurut Cok Ace, hal mendesak yang perlu ditangani terutama kesemrawutan arus lalu lintas, parkir di perkotaan, pasar, penataan dan pengamanan kawasan pantai, serta Daerah Aliran Sungai Tukad Pakerisan.

Maka, sekadar saran, luangkan waktu seharian penuh untuk telaten—ibarat mencari kutu—menikmati suasana Ubud. Cobalah ”membongkar” jalanan, tempat, sekaligus suasana di belakang Puri Ubud. Di sanalah keunikan dan keistimewaan kawasan wisata itu tersaji.

Letak Ubud yang relatif dekat dari Denpasar, sekitar 25 kilometer, menawarkan pilihan tempat menginap. Melalui Jalan By Pass Ngurah Rai dan By Pass Ida Bagus Mantra, dari Kuta hanya butuh waktu paling lama satu jam.

Dengan tinggal di kawasan Bali bagian selatan itu, wisatawan akan menikmati suasana pantai, di samping pedesaan yang masih kental suasana sawahnya.

Jika kocek Anda tebal, bolehlah menikmati aneka hotel mewah di pinggiran Sungai Ayung. Hotel dan vila di kawasan itu menyajikan beragam pemandangan spektakuler terasering sawah dan tebing kali.

Pilihan lain, cottage dan pondok wisata di sekitar Puri Ubud. Di sana Anda dapat berbaur dengan masyarakat. Sang pemilik pondok wisata bahkan melengkapi pelayanan dengan mebanten atau menyiapkan sesaji dan aneka perlengkapan upacara keagamaan.

Tempat persinggahan

Ada beberapa tempat persinggahan yang elok untuk dikunjungi di ”belakang” Ubud. Salah satunya adalah Tegallalang. Jika Anda penggemar sepeda, kenapa tidak mencoba menggunakan sepeda. Soal penyewaan, jangan khawatir. Ini Bali! Dengan sepeda, keseluruhan suasana sekitar akan mudah tertangkap.

Pastikan menyusuri sepanjang jalan menuju Tegallalang, desa yang terletak 5 kilometer arah utara Ubud. Desa itu adalah desa kerajinan kayu yang bersanding dengan panorama sawah berterasering. Sayang, hamparan pemandangan indah itu di beberapa titik sudah tertutup barisan rumah toko atau kios kerajinan. Masuklah ke jalan-jalan desa, salah satunya di Dusun Ceking. Pemandangan tersaji, suasana perajin pun tertangkap mata.

Keluar dari Tegallalang, arahkan perjalanan ke Pakudui, Sebatu. Pakudui terkenal sebagai desa penghasil patung-patung kayu, khusus berbentuk Garuda Wisnu Kencana (GWK). Di sanalah otentisitas pembuatan patung-patung GWK akan dapat dinikmati secara langsung. Patung seharga puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah ada di dusun itu. Puas dengan aneka kerajinan, siapkan diri Anda untuk mendapatkan suasana spiritual Bali, hanya 400 meter di timur Pakudui. Di sanalah Pura Gunung Kawi, Sebatu, berada.

Perasaan tenteram dan damai langsung terasa begitu kita berada di depan pura tersebut. Bagi Anda yang datang ke sana sebagai pelancong, pastikan terlebih dulu membayar tiket masuk Rp 7.000 (untuk dewasa) dan Rp 3.000 (anak-anak). Tiket masuk itu sudah termasuk untuk sewa kamen (kain jarit) yang harus dikenakan selama berada di area pura.

Situs www.babadbali.com mencatat, ada tiga pura bernama Gunung Kawi di Bali. Kebetulan semuanya berada di Kabupaten Gianyar. Selain di Sebatu, ada pula Pura Gunung Kawi Tampak Siring dan Bitra.

Jika waktu sudah tepat berada di tengah hari, sejumlah warung makan dan restoran di Ubud sudah menunggu. Jika Anda turis yang bisa memakan semua jenis makanan, warung babi guling Bu Oka di sebelah kompleks Puri Ubud layak dikunjungi.

Untuk makanan halal sangat beragam. Bebek Bengil yang ternama atau Warung Makan Nasi Campur Kadewatan Bu Mangku di Kadewatan tidak boleh ditinggalkan. Jika kesan formal kita temui di Bebek Bengil, suasana lebih rileks tersaji di Warung Bu Mangku. Maklum, meja lesehan digelar di teras kompleks rumah khas Bali itu.

Sekali lagi, ini Bali….

(BENNY DWI KOESTANTO)

Sumber: Koran Kompas

Pelukis Cilik Raih Perunggu di Jepang

Posted by lenidisini On February - 3 - 2010 ADD COMMENTS

84551_mayafiryal_sochmarisanda_dengan_karyanya_berjudul_tsunami_in_aceh_300_225SURABAYA POST — Bagi Mayafiryal Sochmarisanda, cat air memang media yang digemarinya untuk menghasilkan karya seni lukis berkualitas. Salah satunya karya berjudul Tsunami in Aceh.

Lukisan bercorak dekoratif dengan ukuran 65 x50 cm ini membawa Maya, sapaan akrab dari siswi kelas 3 SMPN 17 Surabaya ini meraih medali perunggu dalam ajang Ie No Hikari Association ‘The 17th Annual World Children’s Picture Contest’ yang diselenggarakan di Jepang, 1 Juni hingga 30 September 2009.

Dalam ajang yang digelar tiap tahun tersebut, Maya merupakan satu di antara 3 putri terbaik Indonesia yang meraih medali. ”Setidaknya, dia mewakili dari Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Arik S.Wartono, pengajar Sanggar Daun, tempat Maya belajar melukis, Senin (1/2).

Dalam ajang tersebut, karya para peraih medali, baik medali emas, perak maupun perunggu akan dimasukkan ke dalam koleksi Museum Nasional Jepang. Maka, ini menjadi penghargaan luar biasa besar bagi Maya, lantaran karyanya bisa masuk ke koleksi Museum Nasional Jepang.

Dikisahkan Maya, dirinya memang sudah tertarik untuk menggambar sejak usia 10 tahun. Sepertinya, darah seni sudah begitu menggelora di dalam tubuhnya. Karena itu, atas ajakan saudaranya, dia bergabung dengan Padepokan Seni Daun Gresik.

Dirinya mengakui tidak harus pergi ke Gresik untuk belajar melukis di Sanggar Daun. Beruntung memang, Arik  bersedia ‘jemput bola’. ”Mas Arik yang datang ke rumah kami,” ungkapnya.

Arik mengakui, Maya merupakan siswa yang cepat tanggap akan materi yang diberikannya. Mulai dari teknik dasar hingga pada teknik pemanfaatan media.

”Ternyata kecenderungan dan kelebihan Maya ini ketika dia memakai cat air,” ujarnya. Selain itu, Maya juga satu-satunya murid di Sanggar Daun yang memiliki kelebihan dalam menghasilkan karya yang bercorak dekoratif.

Sambil menunjukkan replika karya Maya yang berjudul Tsunami in Aceh, Arik menjelaskan tentang dominasi dekoratif yang cukup kental di dalamnya. ”Coba lihat gambar riak air ini. Inilah ciri khas dari karya-karya Maya,” ujarnya.

Laporan: Arif Junianto

Sumber: VIVANews

Brian Arfi Faridhi, Juara Wirausaha Muda 2009

Posted by indonesiaberprestasi On February - 2 - 2010 ADD COMMENTS

84403_brian_arfi_faridhi__pemenang_wirausaha_mandiri_300_225SURABAYA POST - Bisnis yang berhubungan dengan internet masih jadi primadona. Selain pasar masih terbuka lebar, modal yang diperlukan pun tidak terlalu besar.

Inilah yang menjadikan banyak pebisnis pemula getol mendalami bisnis ini. Salah satunya Brian Arfi Faridhi, mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Keberhasilannya dalam bisnis inipun tak main-main. Selain mampu menjalankan bisnisnya di tengah persaingan yang sangat ketat, pemuda kelahiran 1986 ini mampu membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu mahasiswa yang paling sukses dalam berbisnis. Ini dibuktikan dengan merengkuh gelar juara pertama kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009.

Melalui perusahaan pengembangan web miliknya, PT DheZign Online Solution, pemuda yang menikah di usia sangat muda ini berhasil menyingkirkan sekitar 1.700 orang pesaing untuk merebut gelar juara pertama kategori kreatif. Perusahaan pengelola web ini mampu membukukan omzet Rp 559 juta tahun lalu. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dewan juri memilihnya.

Diakui, bisnis yang digelutinya sekarang bukanlah bisnis pertama yang dijalankan suami Juanita Vyatri tersebut. Setidaknya sudah sembilan bisnis yang diterjuni bapak tiga anak ini. “Dan semuanya gagal total,” ujarnya sambil terkekeh ketika ditemui di kampusnya, Senin 1 Februari 2010.

Dia mengaku tidak menyerah meskipun banyak bisnisnya tersungkur. “Ya itulah risiko berbisnis, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit,” ujar pria yang pernah berjualan parfum, burger, jus buah hingga pentol ini.

Brian kini sedang mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih menjanjikan. “Pasar bisnis online memang sedang berkembang pesat dan kini kami sedang mempersiapkan itu untuk dikembangkan,” ujarnya. Selain pengembangan dan pengelolaan web, Brian juga sedang mengembangkan toko online yang menjual pernak-pernik muslim.

Denny Sagita

Sumber: VIVANews

“Raja Mangga” Raih Penghargaan Presiden

Posted by rabindra On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

suli

Kalau ada petani sekaligus pengrajin, pedagang, dan eksporter buah mangga, itulah Suli Artawi (54). “Raja Mangga” dari Desa Alaskandang, Kec. Besuk, Kab. Probolinggo itu menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan yang diterima oleh Suli merupakan penghargaan di bidang Ketahanan Pangan, Bidang Hortikultura (buah dan sayur).

Julukan “Raja Mangga” itu layak disandang Suli Artawi. Ia menjadi Ketua Kelompok Tani Sumber Bumi yang mengelola lahan mangga seluas 62 hektare. Suli juga dikenal sebagai pedagang dan eksporter mangga dengan omzet penjualan sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.

Meski malang-melintang di dunia budi daya dan perdagangan mangga sejak 1982 silam, Suli mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut. “Saya kaget, karena tidak mendaftarkan diri tahu-tahu oleh Dirjen Tanaman Buah diusulkan untuk mendapatkan penghargaan,” ujarnya.

Suli masih ingat, bulan puasa (September) lalu, tim dari Deptan turun ke Probolinggo untuk menilai aktivitas Suli dan kelompok taninya. “Tim Deptan sempat kagum melihat kebun mangga milik kelompok yang berbuat lebat dan ranum,” ujarnya. Suli juga dinilai secara konsisten mengekspor mangga ke Hongkong dan Singapura. Di pasar lokal, Suli mengirim mangga ke sejumlah kota besar seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Medan.

Sebelumnya, mantan Kepala Desa (Kades) Alaskandang itu pernah dua kali menerima penghargaan dari Mentan. Yakni, penghargaan sebagai pelopor mutu mangga di Probolinggo dan penghargaan untuk eksporter mangga asli Indonesia ke luar negeri pada 2008 lalu.

Suli berterus terang, dirinya prihatin dengan menurunnya kualitas mangga Probolinggo. “Dibandingkan mangga dari Nganjuk misalnya, mangga Probolinggo akhir-akhir ini kalah kualitasnya,” ujarnya. Turunnya kualitas mangga Probolinggo dipengauhi perilaku petani sendiri yang kurang pengetahuannya tetang cara budidaya mangga. “Banyak mangga Probolinggo yang dipanen sebelum tua benar, sehingga kualitasnya jelek,” ujarnya.

Laporan: Ikhsan Mahmudi

Sumber: VIVAnews

Sumber Gambar: Kompas.com

12 Produk Raih Anugerah Produk Asli Indonesia

Posted by rabindra On January - 5 - 2010 ADD COMMENTS

Sebanyak 12 produk nasional  menerima  penghargaan Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI) tahun 2009. Rencananya, penerima anugerah tersebut akan difasilitasi mengikuti Asean Business Advisory Council (ABAC) Award 2009.

poster-produk-indonesia-han1

Photo CreditDesain Grafis Indonesia

Untuk diketahui, penghargaan dari Harian Ekonomi Bisnis Indonesia tersebut diberikan untuk perusahaan yang memiliki komoditas perdagangan unggulan yang merupakan indigenous product Indonesia yang dianggap turut memajukan industri nasional dan menambah kebanggan bangsa.

“Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar untuk produk-produk dari luar negeri, apalagi untuk produk yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam sambutannya di acara Pemberian Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI)
2009 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 15 Desember 2009.

Sebagai catatan, perusahaan yang menjadi peserta dalam ajang ini merupakan produsen barang ataupun jasa yang dijaring melalui registrasi terbuka dan diseleksi oleh juri Independen.

Juri dalam ajang APAI yang keempat kalinya ini di antaranya Ketua Badan Standarisasi Nasional Bambang Setiadi, Pengamat Hak Kekayaan Intelektual Insan Budi Maulana, serta Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Julius Aslan.

Para penerima APAI 2009 yang dibagi ke dalam 12 kategori tersebut  adalah:
1. Hotel : Hotel Santika  produk jasa dari  PT Grahawita Santika
2. Sarana rekreasi : Taman Impian Jaya Ancol (PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk)
3. Industri penunjang otomotif: PT Gajah Tunggal Tbk
4. Industri pakaian jadi batik: Allure (Allure Batik)
5. Industri pakaian jadi nonbatik: Hammer (PT Warna Mardhika)
6. Makanan/minuman: Slimming Tea (PT Mustika Ratu Tbk)
7. Industri perangkat lunak: Rhapsody (PT Realta Chakradarna)
8. Sarana Produksi pertanian organik: Pupuk Urea (PT Puuuk Kaltim)
9. Sarana pertanian nonorganik: Pupuk Petroganik (Pt Petrokimia Gresik)
10. Industri sarana perumahan bahan bangunan: Essenza (PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk)
11. Industri sarana perumahaan konstruksi bangunan: Spider construction (PT KAtayama Suryabumi)
12. Makanan/minuman ringan: Kacang Garuda (PT GAuda Food Putra Putri Jaya).

Menurut Mustafa, satu-satunya cara agar Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan terhadap produk luar negeri adalah dengan mengembangkan produk lokal. Apalagi ditengah kondisi di mana persaingan usaha makin terbuka dan bersifat global.

Ditambahkannya, era pasar global merupakan suatu kondisi yang tidak bisa ditolak Indonesia. Namun dirinya yakin mampu bersaing dengan negara asing mengingat kemampuan dan sumber daya yang mendukung.

Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan tekad dan kebijakan yang kuat serta konsisten dalam melaksanakannya.

Sumber: VIVANews

Garuda Indonesia, Maskapai Penerbangan Bintang Empat!

Posted by indonesiaberprestasi On December - 30 - 2009 2 COMMENTS

ga_2010logoSahabat, ada berita baik lagi di akhir tahun 2009 ini! Garuda Indonesia berhasil mendapatkan sertifikasi sebagai maskapai penerbangan bintang empat untuk periode 2010 dari Skytrax Research. Skytrax sendiri merupakan sebuah lembaga berskala dunia yang melakukan review terhadap 620 maskapai penerbangan dan juga 645 bandara udara dari berbagai macam negara.

CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa sertifikasi bintang empat ini merupakan sertifikasi yang sangat ditunggu dan didambakan setiap maskapai penerbangan. Sertifikasi bintang empat menandakan bahwa maskapai tersebut telah diakui kualitas layanan dan produknya. Garuda Indonesia dinilai layak mendapatkan sertifikasi bintang empat ini dikarenakan transformasi kualitas dan perbaikan selama satu tahun terakhir pada produk juga layanan-layanan mereka. Beberapa produk mutakhir dan penyesuaian telah ditambahkan pada beberapa armada, semisal pada A330-300 yang pada akhirnya membuat Skytrax memutuskan untuk melakukan upgrade rating Garuda Indonesia menjadi berbintang empat. Selain itu, slogan pemasaran baru “Garuda Indonesia Experience” juga menjadi salah satu hal yang dinilai Skytrax sebagai inisiatif kreatif dan bentuk komitmen diri dari Garuda Indonesia dalam memperbaiki layanan-layanannya.

Kini, Garuda Indonesia telah menjadi salah satu dari 27 maskapai penerbangan di dunia yang memenuhi kriteria-kriteria ketat dari Skytrax untuk menjadi maskapai penerbangan berbintang empat. Dinyatakan bahwa penilaian terhadap maskapai penerbangan ini juga dilihat dari kualitas lingkungan dari bandara tempat maskapai tersebut berasal. Untuk Garuda Indonesia, sertifikasi bintang empat tersebut juga mencerminkan penilaian terhadap bandara negara asalnya, yakni bandara internasional Soekarno Hatta.

Referensi: Skytrax Website

Jamila dan Sang Presiden Masuk Nominasi Oscar

Posted by rabindra On December - 28 - 2009 2 COMMENTS

12550528042009Berkaitan dengan masuknya film “Jamila dan Sang Presiden”, Atiqah Hasiloan sebagai pemeran utama dalam film tersebut mengambil sikap go with the flow alias santai.

Bagi putri Ratna Sarumpaet ini yang terpenting adalah bisa menghasilkan karya dan tidak terlalu memikirkan apakah lolos dalam nominasi ajang penghargaan Oscar untuk kategori Foreign Language.

“Pengumuman apakah Jamila dan Sang Presiden lolos proses nominasi dalam Piala Oscar baru awal tahun depan. Untuk masalah optimis ya optimis tapi saya lebih berpikiran santai, kalo dapat ya syukur kalau nggak dapat pun juga syukur,” tutur Atiqah yang juga main film “Rumah Maida”.

Bagi Atiqah yang lebih penting dari kontes penghargaan tersebut adalah totalitasnya dalam menggeluti seni film. “Pokoknya yang penting saya sebagai pekerja seni harus berprestasi dan berkarya, “ tuturnya kepada VIVAnews di Pasar Windujenar, Solo saat break syuting gala sinema FTV, Minggu, 27 Desember 2009.

Film Jamila dan Sang Presiden adalah film yang diproduksi pada
pertengahan tahun 2009. Film ini disutradari oleh Ratna Sarumpaet yang juga ibunda dari Atiqah. Untuk membuat film ini, Ratna Sarumpaet melakukan observasi ke beberapa daerah seperti Solo.

Jamila dan Sang Presiden dibintangi oleh Christine Hakim, Atiqah
Hasiholan, Fauzi Baadila dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan perempuan dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul “Pelacur dan Sang Presiden”.

Film ini meski tidak meledak di pasaran, tetapi cukup memiliki prestasi dalam tataran internasional. Prestasi yang pernah diraih oleh “Jamila dan Sang Presiden” salah satunya adalah, NETPAC Award pada Festival Asiatica Film Mediale yang berlangsung di Roma.

Laporan: Fajar Sodiq

Sumber: VIVANews

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: