Mahasiswa La Sapienza, Roma Gelar Pementasan Gamelan

Posted by lenidisini On December - 20 - 2009 ADD COMMENTS

Mahasiswa dan mahasiswi Italia dari Facolta di Lettere e Filosofia Universita di Roma La Sapienza unjuk gigi dengan menampilkan kebolehan mereka bermain gamelan dan tari dalam konser yang digelar di Sala MuSa, Universita di Roma La Sapienza.

gamelan280607Konser tersebut merupakan ujian akhir bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah etnomusikologi, khususnya musik Jawa dengan bobot studi dua SKS, ujar Sekretaris III, Fungsi Penerangan Sosial dan budaya KBRI Vatikan Bonifacius Riwi Wijayanto kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Dalam konser yang dihadiri tidak kurang dari 100 penonton serta Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Suprapto Martosetomo dan Ny Ina Suprapto tersebut, menarik perhatian media setempat.

Tercatat media Il Giornale dan Corriere de la Sera edisi 17 Desember 2009 memasukkan konser mahasiswa tersebut dalam kolom acara konser mingguan yang patut dikunjungi di Roma.

Konser dibuka dengan pengantar Profesor Giovanni Giuriati, dosen etnomusikologi Facolta di Lettere e Filosofia Universita di Roma La Sapienza.

Dalam sambutannya, Profesor Giuriati menyampaikan bahwa kesenian Jawa, khususnya gamelan merupakan kesenian yang unik dan telah menjadi bagian dari seni di dunia ini selama berabad-abad.

Namun demikian, kesenian tersebut tidak lekang oleh jaman dan bahkan hingga akhirnya menarik perhatian kalangan muda di Italia, ujarnya.

Profesor Giuriati juga menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang telah mencintai gamelan dan berupaya keras untuk memperdalam kemampuan mereka untuk memainkan gamelan.

Dalam konser yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, mahasiswa menunjukkan kebolehan mereka dengan menampilkan komposisi-komposisi seperti Gending Pambuka, Singiran, Panembrana, Gong Wisnu Wara, Tari Merak dan Rampak Kendang.

Penampilan para mahasiswa terserbut cukup atraktif sehingga berkali-kali mengundang decak kagum para penonton.

Seusai acara, para penonton mendatangi para pemain untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang terkait dengan gamelan.

KBRI Vatikan dan Facolta di Lettere e filosofia Universita di Roma La Sapienza telah menandatangani Memorandum of Understanding on the Training and Guidance Apprenticeship.

MOU tersebut berisikan tentang pemberian fasilitasi pelatihan dan magang untuk mahasiswa Universita di Roma La Sapienza mengenai budaya Indonesia.

KBRI Vatikan dalam hal ini telah mendatangkan guru kesenian Jawa, untuk mengasah kemampuan para mahasiswa Universita di Roma La Sapienza dalam bermain gamelan, secara intensif.

Menurut Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Suprapto Martosetomo, upaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada kalangan muda Italia adalah agar kaum muda Italia lebih antusias dalam seni dan budaya tradisional Indonesia.

Dengan antusiasme tersebut, diharapkan bahwa di masa mendatang kaum muda Italia akan datang ke Indonesia untuk belajar kebudayaan Indonesia secara langsung.

Sumber: ANTARANews

Moskow Digoyang “Kopi Dangdut”

Posted by rabindra On December - 15 - 2009 ADD COMMENTS

Lagu Kopi Dangdut dan La Bamba menghangatkan Kota Moskow, saat KBRI setempat mengelar “Diplomasi infotainment” atau diplotaimen di pengujung tahun yang mendapat sambutan positif dari mahasiswa pecinta Indonesia.

“Diplomasi infotainment mendapat sambutan positif dari mahasiswa pencinta Indonesia,” kata Kounsellor KBRI Moskow M. Aji Surya, penanggungjawab Fungsi Pensosbud KBRI, kepada koresponden Antara London, Senin.

Ia menjelaskan, sekitar seratusan pemuda-pemudi Rusia berjingkrak kegirangan di ruangan sempit, di bawah sinar temaran dan kerlap-kerlip lampu diskotik. “Mereka menikmati alunan band live dan melantumkan lagu Kopi Dangdut serta La Bamba,” katanya.

Menurut M Aji Surya, jumlah mereka terus bertambah dari waktu ke waktu dan saat ini tercatat mahasiswa dari lima universitas yang ikut memeriahkan acara yang dirancang KBRI Moskow.

Bahkan, dalam pertemuan itu ada beberapa mahasiswi dari Universitas Islam Moskow juga ikutan bergabung.

Diplomasi infotainmen yang diluncurkan KBRI Moskow tahun lalu mendapat sambutan yang positif dari mahasiswa-mahasiswi pecinta Indonesia.

Menurut M Aji Surya, acara bernuansa anak muda alias bernuansa hura-hura ini tidak lagi didominasi dan dirancang Fungsi Penerangan & Sosial Budaya KBRI.

Dalam acara tersebut remaja Rusia menampilkan berbagai puisi, gubahan Chairil Anwar berjudul Aku, nyanyian Widuri yang pernah dinyanyikan almarhum Chrisye serta lagu tenar lainnya.

Tidak hanya itu, mereka di panggung menyebutkan namanya dengan nama Indonesia seperti nama Niken, Sinta dan Nanang.

“Saya baru enam kali ke Indonesia dan saya ingin k esana lagi, bukan hanya karena keelokan alamnya, tapi juga kebaikan orang-orangnya,” aku mahasiswa dalam bahasa Indonesia campur Rusia.

Bagi mereka yang baru pertama kali datang, kegiatan ini dianggap menarik dan berjiwa muda. Selain mendapatkan berbagai informasi tentang Indonesia, juga menjalin jejaringan dengan teman baru dari berbagai universitas.

“Tahun depan saya akan belajar di Indonesia, dan berharap dalam pertemuan ini mendapatkan banyak hal,” tutur mahasiswi berjilbab, Zariayt yang akan kuliah di UIN Malang.

Dalam pesan singkatnya, Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaludin menyatakan berdasarkan riset, 80 persen keberhasilan manusia ditentukan oleh apa yang disebut dengan networking, sementara sisanya adalah karena keberuntungan, warisan dan lainnya.

Untuk itu ia menekankan, kegiatan diplotainmen ini merupakan arena menciptakan jaringan diantara mahasiswa pecinta Indonesia bagi masa depan mereka dalam mengisi hubungan Indonesia-Rusia yang makin harmonis.

“Selama 35 tahun terakhir, belum ada kegiatan kepemudaan yang semeriah sekarang ini,” katanya.

Kounsellor M. Aji Surya, penanggungjawab Fungsi Pensosbud KBRI mengatakan kegiatan rutin tiga bulanan ini akan kembali digelar Maret mendatang dengan target mahasiswa yang lebih luas lagi.

“Mengingat jumlah peserta yang makin banyak, di musim panas pelaksanaannya harus digelar di ruangan terbuka seperti di lapangan sambil ber-barbeque,” demikian M Aji Surya.

Sumber: KOMPAS.Com

Ada Indonesia di “Ujung” Australia

Posted by lenidisini On December - 11 - 2009 1 COMMENT

Ada Indonesia di “ujung” Australia! Ya, Kamis sore (10/12/2009) lalu, baru-baru saja diresmikan Taman Indonesia di kampus Universitas Charles Darwin (CDU). Taman tersebut dilengkapi beberapa pohon khas Nusantara, sebuah rumah model Minahasa, Sulawesi Utara, serta patung Garuda dan Saraswati.

patung

Patung Saraswati di Taman Indonesia, Charles Darwin University (Sumber: link)

Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, Jumat, mengatakan, acara peresmian dan penggunaan Taman Indonesia itu dilakukan Administratur negara bagian Northern Territory (NT) Tom Pauling bersama Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto. Rektor CDU Prof. Barney Glover, Konsul RI di Darwin Harbangan Napitupulu dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra Dr.Aris Junaidi juga ikut menyaksikan  pembukaan taman yang proses pembangunannya memakan waktu lebih dari tiga tahun lalu itu bersama sekitar 150 orang undangan. “Di antara para undangan adalah kalangan akademisi dan konsul kehormatan negara-negara sahabat yang ada di Darwin,” kata Arvinanto.

Patung “Garuda” disumbangkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, sedangkan patung perunggu “Saraswati” merupakan sumbangan Sultan Hamengku Buwono X. “Patung dewi ilmu pengetahuan dan seni setinggi sekitar dua setengah meter ini tiba di Darwin 14 Agustus lalu dan sudah terpasang sejak akhir Agustus”, kata Arvinanto.

Taman yang dilengkapi satu rumah model Minahasa ini merupakan taman kedua di lingkungan CDU setelah Taman Republik Rakyat China. Konon, proses pembangunan Taman Indonesia ini sempat terkendala akibat keterbatasan dana. Di CDU yang merupakan pusat keunggulan NT ini, terdapat puluhan mahasiswa Indonesia.

Referensi: ANTARANews

Pelukis Cilik Indonesia Terima Penghargaan Internasional

Posted by indonesiaberprestasi On December - 2 - 2009 2 COMMENTS

35ddpbt

Sumber Foto: link

Kevin Salim seorang anak lelaki dari Indonesia yang baru berusia 10 tahun berhasil menjadi pemenang dalam festival International Children’s and Youth’s Art. Dalam festival internasional ini, dewan juri memilih karya Kevin Selim setelah menyeleksi 25.500 karya yang dikirimkan oleh pelukis anak-anak dari 56 negara.

Festival yang bertemakan “Always Green, Always Blue” tersebut diselenggarakan di Torun, Polandia dan merupakan festival yang telah diselenggarakan untuk ke-15 kalinya. Festival tahunan ini bertujuan untuk saling mendekatkan hubungan antar bangsa melalui karya seni anak-anak.

Hadiah kemudian diserahkan oleh Ketua Dewan Juri XV International Children’s and Youth’s Art Competition melalui Dubes RI untuk Warsawa, Polandia, Hazairin Pohan yang selanjutnya akan dikirimkan ke Indonesia.

Selain itu, sebanyak 13 lukisan karya anak-anak Indonesia lainnya juga mendapat kehormatan untuk dipajang dalam pameran di Galeria and Children Artistic and Creativity Center, Torun karena dinilai sangat bagus. Beberapa peserta dari Indonesia, yaitu Sanggar Seni Energi (Pekanbaru), Cissie Art Creative (Jakarta Utara), Sanggar Lukis Suwito (Denpasar), Merak Ati Childrens Art Studio (Surabaya), Ananda Visual Art Studio (Bandung), dan Rumah Seni Adhi Cita (Bandung) juga mendapatkan penghargaan dari dewan juri festival tersebut.

Ketua penyelenggara festival, Dariusz Delik, menyatakan kekagumannya atas karya-karya anak Indonesia. Menurutnya, karya-karya anak Indonesia sangat khas dan dapat menggambarkan kedekatan anak pada lingkungan alam yang natural, serta mengekspresikan kebanggaan pada tanah airnya.

Referensi: ANTARANews

Rizal Sukma Masuk 100 Pemikir Terkemuka Dunia

Posted by agungfirmansyah On December - 1 - 2009 ADD COMMENTS

Jakarta -  Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah sekaligus Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Dr. Rizal Sukma, menjadi intelektual Indonesia yang masuk daftar 100 pemikir global versi majalah Foreign Policy, AS.

Doktor dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, ini dipandang majalah Foreign Policy telah mendorong cara pandang baru yang radikal mengenai peran Indonesia di dunia.

Rizal, sebut Foreign Policy pada edisi untuk Desember 2009, adalah teoritisi terkemuka dalam soal hubungan Islam dan negara, serta mendorng peran global negerinya Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Rizal, lanjut Foreign Policy, baru-baru ini telah menerbitkan buku berjudul “Islam in Indonesian Foreign Policy” yang memotret pergulatan antara identitas rakyat Indonesia dengan lembaga-lembaga negara yang hampir seluruhnya sekuler sejak kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Rizal yang menamatkan kesarjanaannya dari Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung, ini ditempatkan Foreign Policy sebagai pemikir ke 92 dari 100 pemikir global utama dunia.

“Dengan Indonesia yang masih bergulat dengan warisan kekuasaan diktatur Suharto selama 32 tahun, pemikiran-pemikiran Sukma membantu memetakan satu arah yang dengan kuat mengintegrasikan Indonesia dalam dunia, dan akhirnya mencampakkan omong kosong bahwa Islam dan demokrasi tidak bisa menyatu,” demikian Foreign Policy.

Dalam daftar ini, Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke ditempatkan pada urutan pertama pemikir global paling berpengaruh, disusul Presiden AS Barack Obama di posisi dua, dan Zahra Rahnavard, istri pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi, sekaligus tokoh utama dibalik Revolusi Hijau di Iran, pada posisi tiga.

Tokoh-tokoh besar dunia lainnya yang masuk ke jajaran 100 pemikir global ini diantaranya adalah suami istri Bill dan Hillary Clinton, ulama Mesir Sayyid Imam al-Sharif yang adalah mantan pemimpin organisasi garis keras Al Jihad dan eks teman seperjuangan dari orang nomor dua di Alqaeda (Ayman Al-Zawahiri).

Nama-nama kondang lain yang bisa disebut diantaranya adalah Bill Gates, Paus Benediktus XVI, sosiobilogis dan evolusionis darwinian Richard Dawkins, sastrawan Vaclav Havel, ekonom Joseph Stiglitz, dan pejuang HAM Aung San Suu Kyi.

Kemudian mantan sekjen PBB Kofi Annan, tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, George Soros, pakar keuangan mikro Muhammad Yunus, Henry Kissinger, sosiolog Francis Fukuyama, PM Inggris Gordon Brown, pakar perbandingan agama Karen Armstrong dan sejarawan Paul Kennedy. (*)

Jafar Sidik dari Foreign Policy dan sumber lainnya.

Sumber: Antara.

Best Young Engineer dari Indonesia

Posted by indonesiaberprestasi On November - 25 - 2009 ADD COMMENTS

20091120183726

Muhammad Agung Bramantya, seorang putra bangsa Indonesia, kembali menorehkan sebuah sejarah yang dapat mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Ia mendapatkan penghargaan “Young Engineer Award” dari Japan Society of Applied Electromagnetics and Mechanics (JSAEM).

Acara penganugerahan bagi ilmuwan berprestasi, karya ilmiah terbaik, dan riset kolaborasi industri teraplikasi ini sendiri merupakan acara tahunan dari JSAEM. Tahun ini, acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 November 2009 malam bersamaan dengan puncak acara Magnetodynamics Conference ke-18 yang diselenggarakan di Tokyo City University, Tokyo, Jepang.

Muhammad Agung Bramantya yang biasa dipanggil mas Bram ini merupakan satu-satunya warga negara asing di antara deretan warga Jepang yang meraih penghargaan tersebut. Sebagai warga negara Indonesia, kita boleh cukup berbahagia dan bersyukur, bukan?! :)

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kini tengah menempuh S3 di Keio University tersebut mendapatkan penghargaan karena karya ilmiahnya yang berjudul “Ultrasonic Study on the Clustering Structures of Magnetorheological Fluids Under a Uniform Magnetic Field” berhasil dimuat di Jurnal Ilmiah terbitan JSAEM. Karya ilmiah tersebut mendapatkan penilaian yang luar biasa (outstanding academic paper) dari para dewan juri.

Mas Bram bercerita bahwa karya ilmiah tersebut berhasil menjelaskan fenomenda dasar berupa clustering partikel pada cairan pintar/smart fluid yang dinamakan magnetorheological fluid dengan metode ultrasonic. Selain itu, Mas Bram juga mengungkapkan harapannya agar kuantitas dan kualitas rekan-rekan akademisi dari Indonesia yang mau menekuni bidang magnetohydrodynamics terus meningkat sehingga bisa memberikan manfaat lebih luas bagi bangsa Indonesia.

Referensi: KabarIndonesia

Musik Gamelan di Ciutadella Barcelona

Posted by indonesiaberprestasi On November - 7 - 2009 ADD COMMENTS

ciutadella

Sekitar 2.000 penonton memadati panggung Indonesia di Taman Ciutadella dan larut dalam alunan gamelan Jawa yang dibawakan Grup Gamelan Charoko Laras binaan KBRI Madrid.

Berdasarkan keterangan dari Allen Simarmata, Korfungsi Sosbudpen KBRI Madrid, taman paru-paru kota Barcelona itu diguncang kemeriahan musik gamelan pada puncak acara pertunjukan budaya Festival Asia di Barcelona. Pengunjung yang berjubel di taman itu dengan antusias menyaksikan Charoko Laras menggelar pertunjukan dua kali selama satu jam dengan menampilkan lagu Gangsaran, Ayun-Ayun, Sluku-Sluku Batok dan Udan Mas.

Selain gamelan, KBRI juga menggelar pertunjukan tarian Indonesia yang dibawakan penari warga Indonesia di Madrid dan persembahan grup tari binaan KBRI Brussel. Pertunjukan kesenian Indonesia berupa tari-tarian yang dibawakan lima penari itu tampil mempesona dengan sambutan luar biasa dari pengunjung. Tepuk tangan pengunjung bergemuruh ketika para penari membawakan Tari Muli Batanggai dari Lampung dan Tari Rantak dari Sumatera Barat, dengan gerakan lincah dan kostum penari yang menarik.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet Mustafa yang hadir bersama pejabat Casa Asia Barcelona merasa senang dan bahagia dengan respons luar biasa masyarakat Barcelona pada pagelaran gamelan dan tari Indonesia itu. Menurut Allen , terik matahari kota Barcelona yang cukup menyengat di siang hari, tidak menyurutkan pengunjung untuk menyaksikan pertunjukan gamelan dan tarian tersebut.

Festival Asia merupakan festival budaya dan musik yang digelar rutin setiap tahun oleh Pemko Barcelona dan Casa Asia yaitu konsorsium budaya binaan kementerian luar negeri Spanyol. Grup seni dan budaya Indonesia diundang khusus sebagai pengisi puncak acara Festival Asia 2009 bersama grup budaya dari China dan India.

Sumber: ANTARA

Sumber gambar: link

eurochocolate-logo

Sumber Gambar: link

Pameran coklat, Eurochocolate, adalah salah satu pameran tahunan kuliner terbesar di dunia. Pameran tersebut diselenggarakan di Perugia, ibukota Propinsi Umbria, Italia. Jumlah pengunjung dapat mencapai 1 juta orang dan menghabiskan 190 ton coklat.

Indonesia diundang sebagai tamu khusus dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Oktober 2009 tersebut. Terdaftar 26 delegasi dari Indonesia yang berpartisipasi dan menghadiri pameran. Delegasi tersebut antara lain terdiri dari wakil dari dunia usaha kakao, pengusaha coklat swasta, BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, lembaga-lembaga penelitian, Pada pameran tersebut, Indonesia tidak hanya menampilkan segala sesuatu yang berkaitan dengan coklat. Delegasi Indonesia terdiri dari wakil dunia usaha kakao dan cokelat swasta maupun BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, Lembaga Penelitian, BKPM, dan partisipan lainnya.

Mengawali partisipasi Indonesia itu, panitia Eurochocolate mengadakan konferensi pers dengan narasumber dari pemerintah Italia, pihak sponsor, organisasi kakao dunia dan Indonesia yang diwakili oleh Wakil Duta Besar RI Roma Yuwono A. Putranto.

Selama pameran Indonesia menampilkan produk kakao dan menjual produk cokelat, dikombinasi dengan seni tari, pertemuan bisnis, menyajikan makanan khas Indonesia berbasis coklat pada acara Gala Dinner, menjadi pembicara dalam seminar, dan mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan coklat di Italia.

Faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan dari peningkatan daya saing kakao / coklat Indonesia adalah strategi, struktur dan persaingan. Dan yang paling berperan dalam meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah pihak swasta, sedangkan tujuan utama dari peningkatan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia di luar negeri. Berdasarkan data terakhir dari ICCO (International Cacao and Coffee Organization) menunjukkan kebutuhan kakao dunia saat ini diperkirakan sebesar 3,299 juta ton. Untuk produksi biji kakao hanya sebesar 3,288 juta ton. Ini berarti terdapat jumlah permintaan sekitar 110.000 ton yang belum terpenuhi.

Indonesia dalam komoditas kakao ini, memegang peran strategis. Produksi kakao Indonesia saat ini atau tahun 2006 ini mencapai 435.000 ton pertahun. Maka negara kita menjadi ketiga terbesar dunia penghasil kakao setelah Pantai Gading dan Ghana di Afrika dengan pangsa produksi sebesar 13,23 persen dari total produksi kakao dunia. Produksi ini masih akan ditingkatkan hingga mencapai 600.000 ton pada tahun 2010.

(Sumber: Pameran Eurocholate 2009, data BPS, referensi terkait, data diolah oleh F. Hero K. Purba)

Batik dan Wayang Kulit Sedot Perhatian Besar di Ibukota Kebudayaan Eropa

Posted by indonesiaberprestasi On November - 1 - 2009 ADD COMMENTS

wayang-latvia

Sumber Gambar: link

Di ibukota kebudayaan Eropa, Riga, malam kebudayaan Indonesia yang dirangkai dengan resepsi diplomatik mendapat perhatian besar. Acara tersebut dihadiri pula oleh dubes negara-negara berpengaruh seperti AS dan Inggris. Publik pun bahkan mengantre sampai dua gelombang.

Berlangsung di venue prestisius Museum of Foreign Arts, satu bangunan berimpitan dengan Istana Presiden Republik Latvia, malam kebudayaan Indonesia tersebut menampilkan Tari Topeng, Tari Anoman, Gamelan, Pagelaran Wayang Kulit dalam bahasa Inggris, pengenalan kuliner dan keramahtamahan Indonesia serta pameran batik Sleman, Yogyakarta. “Pameran batik diadakan sebagai bagian dari hari batik dan pelaksanaan kampanye batik nasional sebagai salah satu produk budaya dan identitas bangsa,” terang Dubes Linggawaty Hakim.

Riga kebetulan baru ditetapkan oleh panel internasional sebagai European Capital of Culture 2014 dan Indonesia saat ini sedang hot di Negeri Baltik itu sejak setahun terakhir. Diharapkan semua faktor ini akan memberi efek positif, apalagi acara tersebut diliput televisi nasional Latvia dan Rusia, juga media cetak setempat.

“Minat warga Latvia terhadap Indonesia sangat tinggi, apalagi mereka juga sangat meminati travel,” jelas Lingga. Selain Dubes AS Judith G. Garber dan Dubes Inggris Richard Moon, dubes dari 40 negara-negara sahabat lainnya yang diundang juga hadir, antara lain dubes Italia, Belanda, Portugal. Selebihnya dari 150 tamu berasal dari counterpart setempat, yakni Kemlu dan pejabat pemerintah setempat, kalangan bisnis, travel dan civil society.

Dubes Belanda di Riga, Jurriaan Kraak mengaku selalu merasa at home berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Kraak memuji budaya ramah serta kekayaan ragam dan kelezatan makanan Indonesia. Secara khusus dia bahkan mengaitkan kelezatan makanan malam itu dengan restauran De Poentjak, Den Haag.

Pada sesi untuk publik, auditorium Museum of Foreign Arts tak mampu menampung masyarakat sehingga pihak manajemen museum menerapkan sistem dua gelombang. Sebagian dipersilakan masuk, sebagiannya lagi menunggu di luar. Akibatnya, tim kesenian yang dibawa KBRI Stockholm pun harus tampil dua putaran. Mereka adalah pemain gamelan bule warga Swedia, mahasiswa, staf KBRI dan profesional yang bekerja di Swedia, pensiunan, eks Mahid dan dalang bule Finlandia yang menikah dengan wanita Indonesia.

Para tamu disambut Dubes Linggawaty Hakim dengan iringan Gendhing Kebo Giro, suguhan aneka kuliner Nusantara, dari salad karedok sampai batagor Bandung, dengan sajian minuman sangat beragam, termasuk es teler dan jus buah sirsak yang sudah langka.

Sumber: Detik

Berita Baik dari Pelajar Indonesia di Malaysia

Posted by indonesiaberprestasi On October - 26 - 2009 4 COMMENTS

Pelajar Indonesia di Malaysia telah menorehkan sebuah prestasi yang cukup membanggakan dan mengharumkan nama bangsa. Di dalam acara International Students Cultural Night yang diselenggarakan oleh Nilai University College (Nilai UC), Malaysia, para pelajar Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara. Juara kedua dalam kategori tari-tarian yang berhasil dimenangkan oleh pelajar Indonesia dari Universiti Malaya (UM) dengan tari samannya dan juara pertama yang berhasil diraih oleh pelajar Indonesia dari Universiti Sains Malaysia (USM) dalam kategori vokal yang membawakan lagu daerah Indonesia diiringi alunan musik angklung.

International Students Cultural Night yang diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2009 ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai macam negara yang memiliki wakil pelajar di Malaysia. Peserta dari Indonesia, Malaysia, Uganda, Cina, Thailand, Iran, dan lain sebagainya turut serta memeriahkan acara International Students Cultural Night tersebut. Dengan mengusung tema 1 World Culture, acara ini bertujuan untuk menginisiasi sebuah wadah apresiasi kebudayaan antar negara. Acara yang diselenggarakan oleh Nilai UC ini juga merupakan kerjasama dengan Kementerian Pengajian Tinggi (Ministry of Higher Education) Malaysia.

untitled1

Pelajar Indonesia dari UM yang membawakan tari Saman

International Students Cultural Night sendiri melombakan dua kategori kebudayaan, yakni tari-tarian dan vokal. Diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai macam negara, seleksi yang dijalani untuk menjadi juara sangat ketat. Dari puluhan tim yang berlomba dan mendaftarkan diri atas nama universitasnya masing-masing, hanya empat tim terbaik yang dapat mengikuti babak final. Bahkan, Rosdan Abbas, seorang dosen musik dari National Arts, Culture, and Heritage Academy Malaysia yang menjadi juri pun merasakan kesulitan dalam memilih tim mana yang berhak memasuki babak final dan menjadi juara.

untitled2

Pelajar Indonesia dari USM membawakan lagu diiringi angklung

Ketika itu, total tim yang berhasil memasuki babak final adalah delapan tim. Empat tim vokal dan empat tim dari kategori tari-tarian. Dua tim pelajar Indonesia dari UM serta Universiti Putra Malaysia (UPM) berhasil memasuki final kategori tari-tarian dan satu tim pelajar Indonesia dari USM berhasil menjadi finalis kategori vokal. Tim tari Indonesia dari UM yang kesemuanya terdiri dari para wanita, membawakan tari Saman yang berasal dari Aceh. Sedangkan, tim tari UPM membawakan tarian yang berasal dari Papua Barat. Di kategori vokal, tim Indonesia dari USM berhasil merebut juara pertama atas keharmonian nada yang dibawakan oleh seorang penyanyi wanita yang diiringi alunan merdu dari angklung.

Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan menggembirakan. Karena di tengah-tengah hiruk pikuk hidup di negara orang lain, para pelajar Indonesia tersebut justru tetap mengingat kebudayaan negara sendiri dan turut berperan aktif dalam mempromosikan budaya bangsa. Semoga kita-kita yang tinggal di Indonesia, juga tidak kalah berprestasinya dibandingkan mereka. Juga.. tidak kalah kecintaannya kepada warisan budayanya sendiri :)

Terimakasih untuk Mawaddah Adah (pelajar Indonesia di UM) untuk sumbangan kabar baiknya ;)

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: