Majukan Bangsa dengan Berwirausaha

Posted by indonesiaberprestasi On March - 11 - 2010 ADD COMMENTS

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Akan tetapi, besarnya sumber daya ini ternyata tidak cukup mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Banyak sekali pendapat dan penyebabnya, salah satunya adalah kurangnya jumlah entrepreneur di Indonesia.

Untuk menjadi sebuah negara maju, dibutuhkan minimal 2% entrepreneur dari jumlah penduduk negara. Faktanya di Indonesia jumlah entrepreneur hanya 0.18%. Angka tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 7,2% pada tahun 2005, Amerika Serikat 11,7% pada tahun 2007.

Namun yang cukup menggembirakan, sejak lima tahun terakhir penyebaran virus entrepreneur dan semangat wirausaha di Indonesia semakin meluas. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya acara-acara yang bertemakan entrepreneur digelar oleh kampus-kampus maupun komunitas bisnis.

Komunitas wirausahawan Tangan Di Atas (TDA) adalah salah satu komunitas bisnis yang sering mengadakan acara kewirausahaan. Sabtu, 6 Maret 2010, TDA Surabaya menyelenggarakan seminar “Berbisnis Bisa! Saya Bisa Anda pun Bisa!” di Elemen Café Surabaya. Acara ini dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha yang tergabung dalam komunitas bisnis Tangan Di Atas, para pekerja profesional, karyawan, guru, hingga siswa SMK.

Pembicara yang hadir dalam seminar tersebut antara lain Brian Arfi Faridhi, Tririan Arianto, Iin Budianto, dan Zainal Abidin. Mereka adalah wirausahawan yang sukses di bidangnya masing-masing.

Menurut Brian CEO PT DheZign Online Solution, menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah, banyak yang mencoba banyak pula yang gagal. Namun dengan fokus, keuletan dan ketekunan hal tersebut akan teratasi dan jalan pun akan terbuka. “Dalam bisnis hanya satu yang pasti, yaitu kegagalan. Namun kegagalan tersebut akan menghasilkan ketika kita terus mencoba dan mencoba”, tutur Juara Wirausaha Muda Mandiri 2009 dalam kategori industri kreatif mahasiswa ini.

Senada dengan Brian, Tririan Arianto pemilik PT. Mushroom Indonesia dan Juara Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2009 kategori kuliner mengatakan, “Saya memulainya dari nol, namun dengan ketekunan, kerja keras, doa dan berbagi kepada sesama mampu mengantarkan saya hingga ke
titik ini.”

Ketekunan dan keuletan merupakan salah satu kunci sukses. Namun untuk menjaga semangat ketekunan dan keuletan akan sulit jika dilakukan seorang diri. Diperlukan tempat untuk saling berbagi. Salah satu tempat yang tepat adalah komunitas, karena di dalam komunitas setiap orang bisa saling berbagi baik kesuksesan maupun kegagalan.

Kesuksesan Brian dan Tririan juga tak lepas dari keterlibatan mereka dalam komunitas TDA. Sejak bergabung dalam komunitas TDA, kesuksesan mereka meroket. “Sebelum bergabung dengan komunitas saya hanya memiliki 3 outlet. Namun setelah saya bergabung dengan komunitas, saat itu jumlah outlet saya mencapai 10 outlet dalam 3 bulan”, tutur Tririan.

Pendapat Tririan diamini Iin Budianto. Sejak bergabung dengan komunitas TDA, Iin Budianto, pengusaha makanan dan pengusaha komputer ini mengaku pendapatannya meningkat hingga Rp 40 juta per bulan. Awalnya Iin adalah seorang karyawan dengan gaji yang tetap.

Sementara Zainal Abidin, dalam seminar tersebut mengungkapkan pandangannya tentang bagaimana cara memajukan bangsa dengan berwirausaha. Zainal mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 1%, di Indonesia diperlukan jumlah angkatan kerja sebanyak 300 ribu orang. Jika seorang pengusaha mampu menyerap 5 pekerja saja, maka diperlukan hanya 60 ribu pengusaha. “Angka tersebut akan mudah dicapai jika terbentuk komunitas-komunitas bisnis,” tambahnya.

Sumber: VIVANews

Yunita Ilmuwan Pertama Indonesia Raih Akademi Profesor

Posted by lenidisini On March - 4 - 2010 ADD COMMENTS

Yunita Triwardani Winarto menjadi ilmuwan pertama Indonesia yang mendapatkan gelar Akademi Profesor dari Akademi Professorship Indonesia (API) dan The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW).

“Beliau terpilih menjadi Akademi Profesor pertama di Indonesia melalui mekanisme seleksi yang ketat, yang dilakukan oleh kalangan akademisi internasional seperti Belanda, Singapura, dan Australia,” kata Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono di kampus UI, Depok, Kamis.

Menurutnya, proses penilaian berdasarkan penelitian ilmiah yang Yunita lakukan adalah dengan mempertimbangkan implikasi penelitian tersebut tehadap kemaslahatan masyarakat luas.

Yunita menekuni bidang Ilmu Sosial dan humaniora, dan dalam orasi ilmiahnya berjudul “Iklim dan Budaya: Perubahan, Pelajaran, dan Tantangan” menjelaskan, proses adaptasi kehidupan manusia pada lingkungan hidup terwujud dalam beragam pranata sosial-budaya dan strategi-strategi pengelolaan sumber daya alam.

Yunita mengatakan, perubahan iklim sebagai fenomena alam yang sulit diamati, melainkan juga sulit diduga, dan tidak dapat secara tepat diantisipasi sebelumnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya khusus untuk menafsirkan ulang fenomena alam, serta memperkaya wawasan dan pengetahuan.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan prosesi pengukuhan gelar Akademi Profesor kepada Yunita Triwardani Winarto oleh Profesor Direktur Akademi Profesor Indonesia Prof. Sangkot Marzuki dan Direktur Royal Netherlands Institute Dr. Roger Tol.

Akademi Profesor adalah gelar pertama yang diberikan kepada ilmuwan dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan secara bergantian akan diberikan kepada kalangan akademisi Indonesia lainnya.

Sumber: ANTARANews

Trianingsih Juara di Hongkong

Posted by lenidisini On March - 1 - 2010 ADD COMMENTS

Pelari Jawa Tengah, Trianingsih, berhasil menjadi juara pertama lomba lari maraton (42,195 kilometer) di Hongkong, Minggu, yang diselenggarakan oleh sebuah bank.

Pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto, dalam pesan singkat (SMS), Minggu, menyebutkan, catatan waktu yang dicapai Trianingsih adalah 2 jam 47 menit, sedangkan juara kedua diraih pelari China dengan catatan waktu 2 jam 49 menit.

Posisi ketiga dimenangi pelari Filipina yang juga peraih medali emas SEA Games XXV/2009 Laos dengan catatan waktu 2 jam 50 menit. “Mereka tertinggal jauh dari Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih sekaligus pembina klub atletik Lokomotif Salatiga.

Juara pada event yang sama tahun 2009, yaitu pelari China (sekarang ini berada pada urutan kedua), saat itu berhasil mencapai finis dengan catatan waktu 2 jam 36 menit.

Ia mengakui bahwa rute lomba lari maraton di Hongkong ini sangat berat karena harus naik dan turun gunung. “Tetapi, saya kira ini pelajaran berharga bagi Trianingsih,” kata Alwi yang juga pelatih pelatnas Program Atlet Andalan (PAL) tersebut.

Dengan hasil ini, Trianingsih memang belum berhasil memperbaiki catatan waktunya karena catatan waktu terbaiknya pada nomor maraton adalah 2 jam 43 menit yang dicapai saat mengikuti lomba lari maraton di Kenya 2008.

Ia menambahkan, Trianingsih, yang merupakan pemegang medali emas SEA Games 2009 untuk nomor lari 5.000 dan 10.000 meter, memang harus sering diterjunkan pada event-event maraton internasional agar punya pengalaman bertanding lebih banyak. Menurut dia, pada Asian Games XVI/2010 di Guangzhou, China, adik mantan pelari nasional Ruwiyati ini akan diterjunkan pada nomor lari maraton dan 10 kilometer.

Sumber: KOMPAS.com

Temukan Rumus Angka Piramida, Remaja RI Disorot Media Jerman

Posted by agungfirmansyah On February - 25 - 2010 2 COMMENTS

Berlin – Seorang remaja Indonesia Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Ibrahim berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas.

Ibrahim, remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten.de, Kamis (25/2/2010) guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa.

“Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada derwesten.de.

Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya menyelesaikan tugas sekolah tentang piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominasi peneliti remaja terbaik tahun 2010 di Jerman. Selain itu, putra pasangan Bapak Budi Handoko dan Ibu Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika di tingkat negara bagian.

*) Priyanto adalah Mahasiswa S3 Universität Duisburg-Essen Jerman
Sumber: detik

Game Buatan Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Posted by rabindra On February - 15 - 2010 2 COMMENTS

Lagi, penggiat kreatif dari Indonesia siap mencetak prestasi di ajang internasional. Sebuah game buatan Indonesia, Cube Colossus, jadi finalis di ajang kompetisi game internasional.

Flash Gaming Summit (FGS) adalah acara tahunan bagi pengembang game berbasis Flash di dunia. Bersamaan dengan FGS, terdapat sebuah ajang penghargaan bernama The Mochis.

Nah, di ajang The Mochis itulah game buatan Indonesia turut menjadi finalis. Cube Colossus, game yang dikembangkan oleh studio lokal bernama Lucidrine, meraih nominasi di bidang Best Shooter. Di kategori itu, Cube Colossus akan bersaing dengan game Captain Forever dan Death vs Monstars.

Sebelumnya, Cube Colossus juga meraih nominasi dalam Best of Casual Gameplay 2009 yang diselenggarakan portal casual gaming JayIsGames. Di ajang itu Cube mampu meraih posisi kedua dalam voting yang dilakukan.

Ingin menunjukkan dukungan pada karya kreatif ini? The Mochis juga memberi kesempatan pengguna internet untuk memilih di kategori People’s Choice Award. Kunjungi situs Flash Gaming Summit 2010 untuk menyampaikan pilihan Anda.

Sumber: detikInet

Brian Arfi Faridhi, Juara Wirausaha Muda 2009

Posted by indonesiaberprestasi On February - 2 - 2010 1 COMMENT

84403_brian_arfi_faridhi__pemenang_wirausaha_mandiri_300_225SURABAYA POST - Bisnis yang berhubungan dengan internet masih jadi primadona. Selain pasar masih terbuka lebar, modal yang diperlukan pun tidak terlalu besar.

Inilah yang menjadikan banyak pebisnis pemula getol mendalami bisnis ini. Salah satunya Brian Arfi Faridhi, mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Keberhasilannya dalam bisnis inipun tak main-main. Selain mampu menjalankan bisnisnya di tengah persaingan yang sangat ketat, pemuda kelahiran 1986 ini mampu membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu mahasiswa yang paling sukses dalam berbisnis. Ini dibuktikan dengan merengkuh gelar juara pertama kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009.

Melalui perusahaan pengembangan web miliknya, PT DheZign Online Solution, pemuda yang menikah di usia sangat muda ini berhasil menyingkirkan sekitar 1.700 orang pesaing untuk merebut gelar juara pertama kategori kreatif. Perusahaan pengelola web ini mampu membukukan omzet Rp 559 juta tahun lalu. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dewan juri memilihnya.

Diakui, bisnis yang digelutinya sekarang bukanlah bisnis pertama yang dijalankan suami Juanita Vyatri tersebut. Setidaknya sudah sembilan bisnis yang diterjuni bapak tiga anak ini. “Dan semuanya gagal total,” ujarnya sambil terkekeh ketika ditemui di kampusnya, Senin 1 Februari 2010.

Dia mengaku tidak menyerah meskipun banyak bisnisnya tersungkur. “Ya itulah risiko berbisnis, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit,” ujar pria yang pernah berjualan parfum, burger, jus buah hingga pentol ini.

Brian kini sedang mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih menjanjikan. “Pasar bisnis online memang sedang berkembang pesat dan kini kami sedang mempersiapkan itu untuk dikembangkan,” ujarnya. Selain pengembangan dan pengelolaan web, Brian juga sedang mengembangkan toko online yang menjual pernak-pernik muslim.

Denny Sagita

Sumber: VIVANews

“Raja Mangga” Raih Penghargaan Presiden

Posted by rabindra On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

suli

Kalau ada petani sekaligus pengrajin, pedagang, dan eksporter buah mangga, itulah Suli Artawi (54). “Raja Mangga” dari Desa Alaskandang, Kec. Besuk, Kab. Probolinggo itu menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan yang diterima oleh Suli merupakan penghargaan di bidang Ketahanan Pangan, Bidang Hortikultura (buah dan sayur).

Julukan “Raja Mangga” itu layak disandang Suli Artawi. Ia menjadi Ketua Kelompok Tani Sumber Bumi yang mengelola lahan mangga seluas 62 hektare. Suli juga dikenal sebagai pedagang dan eksporter mangga dengan omzet penjualan sekitar Rp 1,5 miliar per bulan.

Meski malang-melintang di dunia budi daya dan perdagangan mangga sejak 1982 silam, Suli mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut. “Saya kaget, karena tidak mendaftarkan diri tahu-tahu oleh Dirjen Tanaman Buah diusulkan untuk mendapatkan penghargaan,” ujarnya.

Suli masih ingat, bulan puasa (September) lalu, tim dari Deptan turun ke Probolinggo untuk menilai aktivitas Suli dan kelompok taninya. “Tim Deptan sempat kagum melihat kebun mangga milik kelompok yang berbuat lebat dan ranum,” ujarnya. Suli juga dinilai secara konsisten mengekspor mangga ke Hongkong dan Singapura. Di pasar lokal, Suli mengirim mangga ke sejumlah kota besar seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Medan.

Sebelumnya, mantan Kepala Desa (Kades) Alaskandang itu pernah dua kali menerima penghargaan dari Mentan. Yakni, penghargaan sebagai pelopor mutu mangga di Probolinggo dan penghargaan untuk eksporter mangga asli Indonesia ke luar negeri pada 2008 lalu.

Suli berterus terang, dirinya prihatin dengan menurunnya kualitas mangga Probolinggo. “Dibandingkan mangga dari Nganjuk misalnya, mangga Probolinggo akhir-akhir ini kalah kualitasnya,” ujarnya. Turunnya kualitas mangga Probolinggo dipengauhi perilaku petani sendiri yang kurang pengetahuannya tetang cara budidaya mangga. “Banyak mangga Probolinggo yang dipanen sebelum tua benar, sehingga kualitasnya jelek,” ujarnya.

Laporan: Ikhsan Mahmudi

Sumber: VIVAnews

Sumber Gambar: Kompas.com

‘JAMILA DAN SANG PRESIDEN’ Makin Mulus Menuju Oscar

Posted by indonesiaberprestasi On January - 31 - 2010 ADD COMMENTS

760723253-jamila-dan-sang-presiden-makin-mulus-menuju-oscarSatu lagi film garapan anak bangsa yang berhasil berkiprah di mancanegara. Adalah film besutan Ratna Sarumpaet bertajuk JAMILA DAN SANG PRESIDEN yang menjadi kebanggaan tersebut setelah terpilih menjadi nominasi dalam ajang internasional, Vesoul International Film Festival di Perancis.

“Film ini masuk dalam kompetisi untuk kategori film layar lebar terbaik,” kata Ratna kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (28/1).

Untuk itu, dirinya akan bertolak ke Perancis pada Kamis (28/1) malam untuk menghadiri festival film tersebut. “Masuknya film JAMILA DAN SANG PRESIDEN ke festival di Perancis akan memuluskan jalannya menuju Piala Oscar,” katanya.

Ratna menambahkan, pada saat ini Perhimpunan Pengusaha Film dan Televisi Indonesia telah memilih JAMILA DAN SANG PRESIDEN mewakili Indonesia ke Oscar untuk kategori ‘Foreign Language’.

Dan di ajang tertinggi perfilman sedunia tersebut, film yang dibintangi oleh putri Ratna sendiri, Atiqah Hasiholan, akan berkompetisi dengan 64 film dari 64 negara lain. Karena itu, Ratna berharap film garapannya tersebut menang di kompetisi Vesoul International Film Festival di Perancis.

Selain Atiqah, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dibintangi oleh Christine Hakim, Fauzi Baadilah, dan Surya Saputra. Film yang berbicara tentang kemiskinan, perdagangan orang dan kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur tersebut diangkat dari drama berjudul PELACUR DAN SANG PRESIDEN. “Film tersebut terinspirasi dari kehidupan nyata yang terjadi di Indonesia,” katanya.

“Banyak pesan moral yang ingin disampaikan melalui film ini dan saya harap itu jadi pertimbangan juri di piala Oscar nantinya,” sambung Ratna.

Sumber: YahooIndonesia

Gadis Indonesia Segera ‘Jajah’ Pasar Musik Amerika

Posted by lenidisini On January - 14 - 2010 2 COMMENTS

Lagi, putri kelahiran Indonesia, berkiprah di kancah internasional. Kali ini giliran gadis berusia 15 tahun, Meeghan Henry, segera merilis album perdananya di Amerika.

meeghan2d-mpMusisi Ronnie King berada di balik karir gadis kelahiran 7 Januari 1995 tersebut. Ketika melihat Meeghan di California Sound Studios, Ronnie mengajaknya mengikat kontrak dengan label musik indie, Wright Records Inc.

Ronnie sudah berpengalaman dengan musisi besar. Sebut saja Tupac Shakur, Mariah Carey dan Snoop Dogg. Ditaksir Ronnie, Meeghan pun tak mau mengabaikan kesempatan tersebut.

Musik pop dengan sedikit sentuhan R&B jadi pilihan Meeghan. Michael Jackson, LeAnn Rhymes dan Miley Cyrus jadi inspirasi Meeghan.

Kini Meeghan tengah menyiapkan album perdananya. Ada sembilan lagu ciptaannya sendiri yang akan dimasukkan ke dalam album tersebut.

“Mungkin akan diberi judul ‘Meeghan’ (judul album perdana.red), tapi kita lihat saja nanti,” ujar Ryan Smith, manajer Meeghan, dilansir Kabari, Kamis (14/1/2010).

Sumber: detikNews

ITS Arak Kapal Untuk Lomba ke Kanada

Posted by lenidisini On January - 10 - 2010 ADD COMMENTS

Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Sabtu, mengarak kapal “Merdeka II” yang akan mengikuti ajang “Atlantic Challenge 2010” di Midland, Kanada pada 27 Juli 2010.

merdekaII

Photo Credit: Surabaya Post

“Kapal `Merdeka II` yang diberi ukiran pewayangan Gatotkaca dan Kresna itu kami arak untuk diperkenalkan kepada masyarakat, kemudian tanggal 22 Januari akan kami pamerkan di Pusat Kebudayaan Prancis,” kata anggota tim `Atlantic Challenge 2010` ITS, Ahmad Ali Ridlo.

Di sela-sela peluncuran kapal “Merdeka II” di markas Komando Armada RI kawasan Timur (Makoarmatim) untuk menandai selesainya pembuatan kapal itu, ia mengaku puas dengan simulasi di depan markas Komando Pasukan Katak (Kopaska) Makoarmatim itu.

“Itu percobaan pertama kali dan hasilnya memuaskan dengan kecepatan lima knots. Saya kira kecepatan sebesar itu untuk kapal dayung sudah cukup. Kami bersimulasi `capten gigs` untuk mencoba teknik menjemput dan merapat,” katanya.

Setelah itu, katanya, pihaknya akan menggelar latihan di Pantai Kenjeran Surabaya hingga kapal “Merdeka II” dikirim ke Kanada pada Mei mendatang, terutama latihan kekompakan untuk 13 pendayung kapal itu, termasuk empat pendayung cadangan.

Mengenai target di ajang internasional di Kanada itu, mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS itu mengatakan tim menargetkan minimal mendapatkan penghargaan dalam kekompakan atau tim favorit dalam ajang dua tahunan itu seperti ajang sebelumnya.

“Target utama kami sebenarnya untuk mempromosikan Indonesia di ajang lomba bahari internasional itu, sekaligus latihan membuat kapal bagi kami, sehingga desain kami pelajari dapat dipraktikkan,” kata mahasiswa semester 9 Jurusan Teknik Sistem Perkapalan itu.

Kapal made in mahasiswa Politeknik Perkapalan ITS yang diketuai Fadwi Mukti Wibowo selaku pemimpin proyek pembuatan kapal itu terbuat dari kayu mahoni dengan desain standar Atlantic Challenge 2010 yakni bantry by gigs atau kapal pendaratan Prancis di Irlandia pada tahun 1799.

“Mahoni itu lebih ringan dari kapal-kapal yang kami rancang sebelumnya yang terbuat dari kayu jati, bengkirai Kalimantan, dan sebagainya, karena itu kami berharap kapal akan dapat melaju dengan cepat,” katanya.

Kendati berdesain kapal tradisional Prancis, namun kapal “Merdeka II” memiliki ciri khas Indonesia yakni ukir-ukiran bunga dan sulur serupa batik, lalu di bagian buritan ada ukiran tokoh pewayangan Gatotkaca dan Kresna.

“Atlantic Challenge adalah kompetisi dari daratan Eropa dengan kapal tradisional tanpa menggunakan mesin sebagai alat gerak, karena itu kapal Merdeka II dengan panjang 11,76 meter, lebar dua meter, tinggi kapal satu meter, dan tinggi tiang lima meter itu melibatkan 13 pedayung,” katanya.

Lomba itu diikuti negara-negara antara lain Inggris, Amerika, Belgia, Italia, Finlandia, Irlandia, Irlandia Utara, Rusia, Denmark, Prancis, Belanda, Australia, dan Indonesia.

Sumber: ANTARANews

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: