Indonesia Juara II Parade der Kulturen

Posted by indonesiaberprestasi On January - 8 - 2009 ADD COMMENTS

Juni 2008

London (ANTARA News) – Indonesia meraih juara kedua pada “Parade der Kulturen” yang diselenggarakan Kota Frankfurt setiap tahun bertema “Bunt, Schon-Frankfurt,” (Kesatuan, Keindahan Frankfurt) di sepanjang kota Frankfurt, Sabtu.

Parade tahun ini merupakan yang keenam dan diikuti sekitar 1.700 peserta terdiri atas 68 organisasi masyarakat yang berada di Frankfurt dan sekitarnya dari 58 negara, ujar Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Didit Parlambang kepada ANTARA News London, Sabtu.

Peserta menampilkan bermacam-macam budaya dari negaranya di antaranya dari Peru, Bolivia, Brasil, Jerman, Austria, Inggris, Perancis, Belgia, Rusia, China, Vietnam, Filipina, Indonesia, Turki dan Afrika Selatan.

Dikatakannya, parade, yang disaksikan ribuan orang dari kota Frankfurt dan kota-kota dari berbagai negara di Eropa serta para turis mancanegara, menampilkan berbagai atraksi kesenian di sepanjang jalan.

Ia mengatakan dalam parade tersebut Indonesia yang difasilitasi KJRI-Frankfurt diwakili oleh berbagai kelompok masyarakat yang ada di Frankfurt, Darmstadt, Beilefeld, Siengen, Karlsruhe dan Marburg antara lain menampilkan Tari Barong Bali dan permainan Musik Angklung.

Para pelajar dan mahasiswa Indonesia memberikan bantuan mendekorasi kendaraan yang digunakan untuk para pemain Angklung dan anak-anak.

Sebagai maskot Indonesia untuk parade itu adalah Barong dan Rangga dari Bali, yang didatangkan dari Beilefeld, Jerman, milik warganegara Jerman.

Dalam parade itu ditampilkan budaya tradisional lain seperti calung, wayang golek, kuda lumping yang dibawakan oleh anak-anak, pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta Indonesia yang berjumlah 86 orang mengenakan busana dari berbagai daerah, seperti tradisional Bali, Sumatra Jawa, Sunda, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam peserta Indonesia juga terdapat warga negara Jerman yang mengenakan busana tradisional Indonesia.(*)

Sumber: ANTARA

Indonesia Juara I Expo Prado Uruguay

Posted by indonesiaberprestasi On January - 7 - 2009 ADD COMMENTS

September 2008

Jakarta (ANTARA News) – Anjungan Indonesia dinobatkan sebagai pemenang pertama untuk kategori umum dalam pameran antarbangsa Expo Prado ke-103 di Montevideo, Uruguay.

Menurut keterangan Departemen Luar Negeri di Jakarta pada Kamis, sejak dibuka pada 10 September oleh Walikota Montevideo Ricardo Ehrlich dan Dirjen Amerika dan Eropa Retno LP Marsudi didampingi Dubes RI untuk Uruguay Sunten Z Manurung, anjungan Indonesia tercatat paling banyak mendapat pengunjung.

Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung mencapai puncak, tak kurang dari 10.000 orang sehari. Akibatnya, ruang seluas 500 meter persegi tersebut menjadi sangat sesak. Itu juga diakui panitia penyelenggara ketika mengumumkan jadwal pertunjukan kelompok kesenian Kedutaanbesar Indonesia Buenos Aires di panggung utama Expo Prado.

Anjungan Indonesia dalam pameran itu diadakan kedutaanbesar Indonesia Buenos Aires bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri.

Pameran itu diikuti lebih dari 400 perusahaan, di antaranya dari Uruguay, Argentina, Brasil, Venezuela, Cile dan Cina. Kesertaan Indonesia dalam ajang itu adalah untuk yang pertamakali.

Ajang tahunan itu diikuti perusahaan memamerkan berbagai produk industri pertanian, kerajinan tangan, properti, perbankan, otomotif, serta telekomunikasi. Sejumlah 21 perusahaan kecil dan menengah serta dua perusahaan besar tergabung dalam anjungan Indonesia.

Sebagian besar perusahaan itu bergerak di bidang kerajinan tangan, garmen dan furniture. Produk itu membuat anjungan Indonesia menjadi salah satu favorit pengunjung Expo Prado dan berulang kali diliput beberapa stasiun TV setempat, seperti Canal 12, Canal 8, DTV, Monte Carlo TV, dan AgroTV.

Kehadiran dan kemenangan anjungan Indonesia dalam pameran itu akan menjadikan nama dan kemampuan ekonomi Indonesia semakin dikenal di Uruguay, yang merupakan salah satu negara dengan tingkat hidup cukup baik di kawasan Amerika Latin.

Pengenalan buatan Indonesia di kawasan Amerika Latin merupakan tantangan sekaligus kesempatan, karena unsur jarak tidak lagi selalu menjadi hambatan, kata siaran pers Departemen Luar Negeri itu.

Keberhasilan Indonesia dalam acara itu merupakan tambahan, mengingat pada 2007, Indonesia juga memperoleh penghargaan dari pemerintah Paraguay, karena anjungan Indonesia menyedot banyak pengunjung pada Expo Internasional di Asuncion pada Juli 2007.(*)

Sumber: ANTARA

Sineas Indonesia Juara IYCE 2008 di Inggris

Posted by indonesiaberprestasi On January - 6 - 2009 ADD COMMENTS

Oktober 2008

Jakarta (ANTARA News) – Seorang sineas Indonesia, Sakti Paranten, menjuarai penghargaan British Council International Young Creative Entrepreneur of the Year (IYCE) kategori Screen Entrepreneur yang digelar di London, Kamis malam waktu setempat.

Menurut siaran pers dari British Council yang diterima ANTARA News di Jakarta, Jumat, sineas sekaligus wirausahawan berusia 34 tahun itu berhasil menyisihkan kompetitor dari China, India, Lithuania, Meksiko, Nigeria, Filipina, Polandia, Slovenia dan Thailand.

Siaran pers tersebut juga menginformasikan, seorang produser film Inggris terkemuka, Duncan Kenworthy mengatakan, penghargaan tersebut membuat Indonesia layak diperhitungkan dalam dunia industri film.

Hal ini karena Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang berhasil menggondol gelar juara IYCE selama tiga tahun berturut-turut sejak 2006.

Sebelumnya, wirausahawan Yoris Sebastian menjadi juara di kategori Music Entrepreneur 2006 dan animator Wahyu Aditya dalam kategori Screen Enterpreneur 2007.

Sakti Paranten sendiri adalah produser eksekutif Fictionary Media Technology yang merupakan sebuah perusahaan film di Jakarta yang menciptakan produk film dokumenter, iklan, dan program televisi.

IYCE Awards diprakarsai British Council sejak 2004 untuk mempromosikan wirausahawan kreatif usia 25-35 tahun dari negara berkembang di seluruh dunia. (*)

Sumber: ANTARA

Qori Indonesia Juara MTQ Internasional

Posted by indonesiaberprestasi On January - 5 - 2009 1 COMMENT

Agustus 2008

Kuala Trengganu, Malaysia, 26/8 (ANTARA/Bernama) – Qori Indonesia, Mu`min Mubarok, berhasil meraih juara pertama untuk kategori pria dalam Musabaqoh Tilawatil Qur`an (MTQ) Internasional ke-50 di Taman Peradaban Islam di sini Senin malam.

Mu’min berhak hadiah uang senilai 28.552 ringgit Malaysia, tropi dan sertifikat. Hadiah yang sama juga diterima Fatimah Ha’ra’ti asal Thailand yang berhasil menjadi juara pertama untuk kategori putri.

Juara kedua kategori pria dimenangkan oleh Abdul Karim Mubarak dari Marokko sedangkan tempat ketiga dimenangkan Reza Mohammad Poor dari Iran.

Pada kelompok putri, juara kedua dan ketiga dimenangkan oleh Sharifah Khasif Fadzilllah Syed Mohd Badiuzzaman dari Malaysia dan Nurfaezah Emran dari Brunei Darussalam.

Pemenang kedua menerima hadiah senilai 10.164 ringgit Malaysia, sebuah tropi dan sertifikat dan pemenang ketiga menerima hadiah uang 6.776 ringgit Malaysia.

Pada kesempatan tersebut, juga diluncurkan dua buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa – Melayu, Inggris dan Arab – oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) untuk memperingati 50 tahun MTQ Internasional, demikian seperti dilaporkan Bernama. (*)

Sumber: ANTARA

Menkeu RI Sebagai Finance Minister Of The Year For Asia 2008

Posted by indonesiaberprestasi On January - 4 - 2009 1 COMMENT

Oktober 2008

Jakarta, 14/10 (ANTARA) – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, kembali terpilih sebagai Finance Minister of the Year tahun 2008 untuk kawasan Asia oleh harian Emerging Markets. Setiap tahun Emerging Markets, harian internasional keuangan, ekonomi, dan investasi, memilih Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral terbaik dari berbagai kawasan, yakni Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur dan Asia. Tahun 2007 lalu, Menteri Keuangan RI telah pula memperoleh penghargaan serupa dari harian ini.

Menurut Emerging Markets, Menteri Keuangan RI terpilih kembali berdasarkan tiga alasan yakni: (1) pencapaiannya dalam mendorong kinerja ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas 6% tahun ini meskipun terdapat tekanan inflasi; (2) keberhasilannya dalam melakukan reorganisasi di lingkungan kementerian keuangan dan meletakkan dasar bagi reformasi birokrasi yang terfokus dan terkendali; dan (3) sebagai figur utama dalam merealisasikan reputasi Indonesia sebagai outstanding borrower of the year untuk kawasan Asia.

Mengendalikan inflasi tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pembuat keputusan ekonomi, dan hal ini dialami pula oleh Indonesia. “Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang menyandarkan pada ekspor, kami memiliki suatu kebijakan strategis yakni mengoptimalkan perekonomian Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya domestik,” demikian menurut Menteri Sri Mulyani.

Disamping itu, sinergi kebijakan antara Departemen Keuangan dan Bank Indonesia melalui upaya memperketat kebijakan moneter dengan tetap menjaga perputaran roda ekonomi berhasil dilakukan. Hal ini terkait dengan penunjukan Sri Mulyani sebagai Pelaksana Harian Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian dan penempatan Boediono, yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian dan juga pernah menjadi Menkeu, sebagai Gubernur BI. “Gubernur Boediono, dan kami memiliki kesamaan pemahaman bahasa dan kepercayaan,”kata Menteri Sri Mulyani.

Prestasi lain yang dicatat adalah keberhasilan Pemerintah Indonesia menaikkan harga minyak melalui DPR Bulan Mei lalu tanpa menimbulkan gejolak yang berarti. Emerging Markets menilainya sebagai pencapaian kompromi politis yang mengagumkan. “Ini bukan merupakan hasil dalam satu malam karena membutuhkan persetujuan (DPR) atas APBN,” kata Menteri Sri Mulyani. “Kami menjajaki setiap skenario yang ada, bertanya kepada para politisi apa yang mereka harapkan. Tentu kami ingin mengurangi kemiskinan dan pengangguran dan membangun negara ini, namun pada saat yang bersamaan guncangan eksternal dan tekanan inflasi telah berdampak pada kenaikan defisit, apakah mereka ingin kami menguranginya atau mempertahankannya”

Berbagai kebijakan dan pencapaian di atas menghasilkan sentimen positif bagi investor asing sehingga memungkinkan Indonesia untuk membiayai defisit anggaran melalui penerbitan obligasi global sebesar USD 2.2 milyar dengan jatuh tempo 10 hingga 30 tahun satu bulan setelah kenaikan harga minyak. Keberhasilan yang sama dicapai dalam penjualan obligasi senilai USD 2 milyar di Bulan Januari yang menurut pasar terutama berkaitan dengan berbagai upaya simultan yang dilakukan Menteri Sri Mulyani seperti kegiatan roadshow.

Selanjutnya, Departemen Keuangan menjajaki penerbitan obligasi syariah internasional (global sukuk) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat setelah meluncurkannya di pasar domestik, sebagai suatu alternatif pembiayaan yang menawarkan potensi yang besar bagi Indonesia.

Selain Menteri Keuangan RI, penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Bank Sentral China untuk kawasan Asia, sedangkan untuk kawasan lain award diberikan kepada Menkeu Chile dan Gubernur Bank Sentral Brazil untuk Amerika Latin, Menkeu Yordania dan Gubernur Bank Sentral Kuwait untuk Timur Tengah, Menkeu Afrika Selatan dan Gubernur Bank Sentral Bostwana untuk Afrika, serta Menkeu Ceko dan Gubernur Bank Sentral Slovakia untuk Eropa Timur.

Acara Awards Reception diselenggarakan disela-sela Sidang Tahunan IMF-Bank Dunia di Washington DC tanggal 10 Oktober 2008, dan dihadiri oleh 200 tokoh keuangan, perbankan, dan pelaku bisnis. Mengingat Menteri Sri Mulyani berhalangan untuk menghadiri rangkaian kegiatan Sidang Tahunan di Washington, penerimaan award diwakili oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Rahmat Waluyanto, yang memimpin delegasi Depkeu dalam Sidang Tahunan tersebut.

Sumber: ANTARA

Binus Juara Festival Paduan Suara di Spanyol

Posted by indonesiaberprestasi On January - 3 - 2009 3 COMMENTS

Juli 2008

London, (ANTARA News) – Paduan suara mahasiswa Bina Nusantara Jakarta, Paramabira meraih juara dua pada Festival Internasional Paduan suara dan Musik 26th Festival Internacional De Musica de Cantonigros, yang diadakan di Cantonigros, Barcelona, Spanyol.

PS Paramabira yang dikomandoi konduktor Rainier Revierino dan beranggotakan 41 orang itu, menyabet medali pada kategori campuran (mixed choir), membawakan lagu wajib berjudul “La Sardana D`Labril” dan lagu pilihan “Beati Quorum Via” dan “Jubilate Deo”.

Jurubicara KBRI Spanyol, Allen Simarmata, kepada koresponden ANTARA London, Kamis mengatakan selain merebut juara dua “mixed choir”, PS Paramabira juga meraih juara ketiga kategori “folk song” dengan membawakan lagu tradisional dari Flores Timur “Bau Leko” dan “Yamko Rambe Yamko” dari Papua

“Lagu tradisonal daerah Indonesia ini dibawakan dengan aransemen khusus dan variasi gerak tari, tanpa iringan perkusi,” ujarnya.

Juara pertama untuk katagori mixed choir diraih “Coro Vocal Leo” paduan suara dari L`Havana, sedangkan juara ketiga diraih PS Philippine Normal University Manila.

Festival Paduan suara Internasional yang diikuti 30 negara tersebut memperlombakan lima kategori yaitu paduan suara campuran (mixed choir), paduan suara anak-anak (children choir), paduan suara wanita (female choir), “folk song” dan “folk dance”.

Di nomor “folk song” juara pertama diraih PS Philippine Normal University Manila, sedangkan juara kedua diraih oleh Coro Vocal Leo (L`Havana).

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet S. Mustafa, menyampaikan penghargaan atas prestasi yang diraih PS Paramabira.

Dalam acara penutupan yang dihadiri 3000 penonton, PS Paramabira mendapat kesempatan tampil kembali dengan melantumkan lagu gubahan putera Indonesia, “Sanctus” karya Ivan Yohan, “Bauleko” lagu daerah Flores Timur gubahan Rainer Revireino dan “Yamko Rambe Yamko” dari Papua. gubahan Agustinus Bambang Jusana.

Menurut Allen Simarmata, penampilan PS Parambaira penuh pesona sewaktu membawakan lagu “Yamko Rambe Yamko”, bahkan Presiden Penyelenggara Festival, Joseph Busquet yang duduk di tribun kehormatan mendampingi Duta Besar RI menyampaikan pujiannya.

Sejak digelarnya festival paduan suara dan musik Cantonigros tahun 1983, Indonesia baru tiga kali turut serta yaitu pada 2004 diikuti PS Universitas Pajajaran Bandung yang meraih juara dua untuk kategori “mixed choir” dan tahun lalu yang diikuti PS STIE Perbanas Jakarta meraih juara harapan satu kategori “mixed choir” dan juara tiga kategori “folk song”.(*)

Sumber: ANTARA

Kelompok Paduan Suara Papua Raih Medali Emas di Wina

Posted by indonesiaberprestasi On January - 2 - 2009 1 COMMENT

Jayapura (ANTARA News) – Kelompok Paduan Suara Papua Wakhubi meraih medali emas pada pesta paduan suara para mahasiswa se dunia yang berlangsung di Wina, Austria pekan lalu.

Juru Bicara Gubernur Provinsi Papua, Ir.Mathias Refra melalui telepon seluler dari Jakarta, Senin menjelaskan, laporan yang diterima manajer tim paduan suara Papua, Ronald Tapilatu yang juga Sekretaris Pribadi Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH bahwa paduan suara berlangsung di Graz, sebuah kota tua di jantung Kota Wina, ibukota Negara Austria.

Paduan Suara itu diikuti 93 negara peserta Olimpiade 2008. Tim penerima medali emas terbanyak adalah Pertama, China, Kedua Austria, Ketiga Rusia, Keempat Republik Indonesia dan Kelima Afrika Selatan.

Indonesia sendiri mengirimkan 32 Tim peserta dan 24 tim peserta di antaranya menerima medali. Dari 24 tim penerima medali itu, delapan diantaranya menerima medali emas.

Dari delapan penerima medali emas tersebut, salah satunya adalah Tim Paduan Suara Papua Wakhubi meraih emas.

“Itu suatu kebanggaan dan pengukiran sejarah anak-anak Papua di bidang tarik suara,” ujar Refra.

Dijelaskannya pula, tim paduan suara Papua Wakhubi bersama tim paduan suara lainnya dari tanah air sedang dalam perjalanan pulang menumpang pesawat terbang dari Wina, Austria ke Bandara Internasional Cengkareng, Jakarta. (*)

Sumber: ANTARA

Unima Choir Raih Emas dan Perak di World Choir Games 2008

Posted by indonesiaberprestasi On January - 2 - 2009 ADD COMMENTS

Juli 2008

Manado (ANTARA News) – Tim paduan suara Universitas Negeri Manado (Unima) Choir, Sulawesi Utara (Sulut), mendulang medali emas dan perak, pada The 5th World Choir Games, di Kota Graz, Austria, yang berakhir 20 Juli 2008.

Ketua Tim kontingen Unima Choir, Jemmy Rembet, kepada ANTARA via telepon, Senin, mengatakan prestasi diraih tim tersebut berkat dukungan besar masyarakat dan pemerintah daerah Sulut.

Lomba Paduan Suara internasional yang bertempat di Stadthalle, kota Graz, itu, Unima Choir berhasil meraih satu emas pada kategori Gospel And Spiritual Vocal Ensemble.

Kemudian menyumbang dua perak, masing-masing pada kategori Musica Sacra dan Popular Choir Music.

Pada kategori Gospel and Spiritual Vocal Ensemble, Unima berada pada peringkat kedua di bawah Revelation Singers dari Sri Lanka, yang menjadi Champion pada kategori itut dengan selisih 0.87 poin.

Selain Unima, tim asal daerah Nyiur Melambay lainnya, yang mampu memberikan prestasi adalah Bitung Coral Choir (BCC) di bawah pimpinan Wakil Walikota Bitung, Robert Lahindo.

Kemudian ada Paduan Suara Elfa`s Singers menjadi Champion pada dua kategori, yakni Jazz dan Popular Music.

Unima Choir bersama dengan tim paduan suara lainnya dari Indonesia, sempat diundang Duta Besar RI untuk Austria, untuk merayakan kemenangan mereka. (*)

Sumber: ANTARA

Elfa`s Singers Kembali Juara Dunia di World Choir Games 2008

Posted by indonesiaberprestasi On January - 1 - 2009 ADD COMMENTS

Juli 2008

London (ANTARA News) – Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya dua’ kali berkumandang pada malam pemberian hadiah “The 5th World Choir Games” di Graz, Austria.

Indonesia yang diwakili kelompok paduan suara Elfa`s Singers meraih dua gelar World Champion dalam kategori jazz “open category” dan kategori pop “open category”, ujar Sekretaris I KBRI Wina, Darianto Harsono, kepada koresponden Antara London, Rabu.

Dalam gelombang pertama yang dilangsungkan tanggal 9-13 Juli dan mempertandingkan 14 kategori, kelompok-kelompok paduan suara Indonesia lainnya yang mengikuti perlombaan ini juga menyumbangkan medali emas dan perak.

Secara keseluruhan dalam gelombang pertama, Indonesia meraih enam medali emas, masing masing Elfa`s Singers dua emas, Paduan Suara Consolatio Universitas Sumatra Utara dua emas, sementara Universitas Negeri Manado satu emas, Bitung City Chorale satu emas.

Delapan medali perak masing masing diraih Sekolah Pelita Harapan Bukit Sentul (tiga perak), Universitas Negeri Manado dan Bitung City Chorale masing-masing (dua perak) serta Angelicus Indonesia Choir (satu perak).

Dengan perolehan medali itu, Indonesia berada pada peringkat kedua perolehan medali di bawah Afrika Selatan yang memperoleh 15 emas dan 8 perak, serta di atas Amerika Serikat yang memperoleh 6 emas dan 4 perak.

Gelombang kedua

Gelombang kedua kejuaran dunia “World Choir Games” akan dilangsungkan tanggal 16-19 Juli dan beberapa kelompok paduan suara Indonesia yang telah terdaftar untuk bertanding antara lain paduan suara Whaku Bhim dari Papua, Adoro te Choir, Vocalista Angels Klaten, Mazmur Chorale Kupang, dan paduan suara dari Universitas Sam Ratulangi Manado.

Indonesia juga terpilih dari wilayah Asia Tenggara untuk diliput secara khusus oleh TV Nasional Austria ORF 2, ujarnya.

Paduan suara Whaku Bhim dari Papua akan ditampilkan secara khusus bersama beberapa kelompok paduan suara lainnya dari China, Australia, Amerika, Eropa dan Afrika Selatan dalam acara “We Are The World, Die Grosse Sommer-Nacht der Chore”, International Choir Competition World Choir Games.

Acara ini akan disiarkan ke seluruh wilayah Austria pada hari Sabtu, 26 Juli mendatang.

Dua juri dari Indonesia Aida Swenson, Direktur/pendiri Paduan Suara Anak Indonesia dan Tommyanto Kandisaputra, Ketua Interkultur Indonesia, menyatakan kegembiraan dan kebanggaan mereka baik atas partisipasi maupun prestasi kelompok-kelompok paduan suara Indonesia.

Darianto Harsono berharap Indonesia akan kembali berprestasi dalam gelombang kedua pertandingan ini.

World Choir Games, merupakan kejuaraan dunia paduan suara dua tahunan. Pada tahun ini diselenggarakan di kota Graz, Austria, pada 9 hingga 19 Juli mendatang.

Di antara 441 kelompok paduan suara dari 93 negara yang terdaftar, terdapat 33 kelompok paduan suara dari Indonesia, namun karena hambatan finansial dan prosedural termasuk pengurusan visa, hanya sekitar 16 kelompok yang dapat menghadiri gelombang pertama dan gelombang kedua kejuaraan ini.

Namun demikian, seluruh peserta dari Indonesia bertekad memberikan yang terbaik bagi Tanah Air.

The 5th World Choir Games ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musica Mundi yang diselenggarakan Yayasan Internasional Interkultur.

Salah satu ranting yayasan ini, yaitu Interkultur Jerman, adalah mitra Depbudpar dalam menyelenggarakan “1st Asian Choir Games” di Jakarta November tahun sebelumnya.

Sumber: ANTARA

Irene Kharisma Sukandar GMW Pertama Indonesia

Posted by indonesiaberprestasi On December - 31 - 2008 ADD COMMENTS

Jakarta,  (ANTARA News) – Pecatur nomor satu Irene Kharisma Sukandar dipastikan menyandang gelar GMW (Grandmaster Wanita) pertama Indonesia.

Prestasi itu menyusul pemberian sertifikat norma GMW ketiga untuk Irene yang diserahkan oleh presiden Konfederasi Catur ASEAN Ignatius Leong di Singapura Terbuka yang berlangsung pada 9 – 14 Desember 2008.

Irene memastikan meraih norma GMW ketiganya setelah dia menyelesaikan Olimpiade Catur di Dresden, Jerman baru-baru ini, demikian menurut Humas PB Percasi Kristianus Liem, Rabu.

Sabtu 13 Desember 2008, Singapura Terbuka sudah memasuki babak kedelapan. Irene yang gelisah karena tawaran remisnya ditolak oleh Yang Kaiqi (rating 2429) dari Cina, tengah berjalan menuju kamar kecil dan secara kebetulan berpapasan dengan Presiden Assosiasi Catur ASEAN Ignatius Leong yang langsung menahannya dan memberikan sertifikat yang diidam-idamkannya itu.

“Ah, yang benar, seriuskah ini,? kata Irene kepada Ignatius Leong. “Sebab sudah dihitung tempo hari rata-rata ratingnya kurang sedikit dari persyaratan?” jelas Irene polos.

“Kamu lihat saja sertifikat tersebut, siapa saja yang menandatanganinya? Perhatikan pula keaslian stempelnya. Kok bukannya senang malah meragukan?” ujar Leong.

Sementara kapten tim putri Indonesia untuk Olimpiade Dresden 2008 MF Sebastian Simanjuntak ketika dihubungi menyebutkan rating rata-rata lawan Irene masih kurang tujuh poin dari persyaratan minimal.

“Tapi ketika saya tanyakan ke Leong, beliau bilang biarlah itu tanggung jawab para wasit yang menghitung. Yang penting tanda tangan dan stempelnya asli,” kata Sebastian yang juga main pada Singapura Terbuka dan Kuala Lumpur Terbuka.

“Sebagai wasit ketua Olimpiade Catur Dresden, tugas saya menandatangani seluruh sertifikat norma gelar yang disodorkan seluruh tim wasit yang bertugas di sana. Saya tidak merasa perlu mengecek ulang perhitungan maupun aturan mana yang mereka pergunakan. Saya percaya mereka semua memang sudah memiliki kualifikasi untuk itu,? jelas Ignatius Leong yang juga Sekjen FIDE itu ketika dihubungi.(*)

Sumber: ANTARA

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: