Pegulat Indonesia Ardiansyah Raih Medali Emas

Posted by lenidisini On December - 16 - 2009 ADD COMMENTS

Pegulat Indonesia Ardiansyah menyumbangkan satu medali emas bagi kontingen Indonesia di ajang SEA Games Laos 2009. Bertanding di Booyong Gymnasium, National University, Selasa (15/12), Ardiansyah menjadi yang terbaik di kelas 50 kilogram gaya greco setelah ia menundukkan dua lawannya.

SEA_Games_LaosArdiansyah sukses mengalahkan lawan-lawannya dalam dua laga, untuk memastikan medali emas ada dalam genggamannya. Pada pertandingan pertama dia menundukkan pegulat tuan rumah Thammavongsa Sathaphone dengan skor 2-0. Di pertandingan kedua dia sukses mengalahkan pegulat andalan Thailand Kongrichai Kritsada dengan skor 2-0.

Ardiansyah patut bangga karena mampu meraih medali emas pada ajang SEA Games perdananya kali ini. Ditambah lagi dia tidak dijadikan unggulan karena persiapan untk mengikuti SEA Games dinilai masih kurang. “Saya senang sekali bisa mendapat medali emas di SEA Games ini. Kemenangan ini saya berikan untuk orangtua,” kata Ardiansyah.

Kemenangan Ardiansyah itu pun menutupi rasa kecewa saat melawan Kongrichai karena penunjuk waktu mengalami masalah teknis sehingga merugikan Indonesia. Kesalahan itu terjadi saat babak kedua habis namun penunjuk waktu kembali memunculkan angka 30 detik.

“Kelihatannya curang. Masa ada dua kali 30 detik, harusnya satu kali. Untungnya, Ardiansyah masih kuat bertanding,” jelas pelatih Bambang Erawan. Meski sempat dirugikan, pihak Indonesia batal mengajukan protes karena hasil pertandingan sudah muncul dan memang Indonesia yang menang.

Bambang sendiri mengaku puas dengan penampilan Ardiansyah dalam pertandingan itu. “Dia sebenarnya tidak diharapkan meraih emas. Sebab, baru kali ini dia kami turunkan lagi pada gaya greco,” jelas Bambang. Hingga saat ini cabang gulat telah memberikan 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Medali perak disumbangkan oleh pegulat Muhamad Aliansyah yang bertanding di kelas 60 kg gaya Greco. Ada pun medal perunggu disumbangkan oleh Arbainsyah yang turun di kelas 55 kilogram gaya greco, M.M. Ngabdi (66 kg-greco) dan Suandiwiranata (84 kg-greco).

GABRIEL WAHYU TITIYOGA

Dunia Akui Kehebatan Murid-Murid SD Indonesia

Posted by rabindra On December - 13 - 2009 ADD COMMENTS

muridSD

Murid-murid Sekolah Dasar Indonesia diperhitungkan oleh sejumlah negara pada ajang olimpiade internasional bidang sains dan matematika, demikian Direktur Pembinaan TK dan SD Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas, Mudjito AK berkata di Jakarta, Selasa.

“Kalau dua atau tiga tahun lalu, kehadiran delegasi Indonesia masih sebatas sebagai observer saja. Kini di ajang seperti Internasional Mathematics and Science Olympiad (Imso), Wizard At Mathematic International Competition (Wizard), International Mathematics Competition, dan Elementary Mathematics International Contest (EMIC, delegasi kita disegani bahkan menjadi ancaman bagi negara lain,” katanya.

Ia mengatakan, ketua tim olimpiade dari negara peserta lain seperti Thailand dan Taiwan menilai prestasi anak-anak Indonesia di ajang olimpiade tumbuh pesat bahkan dalam waktu singkat mampu mengungguli delegasi negara-negara lain yang selama ini selalu menjadi juara.

Bahkan, Ketua Tim Olimpiade dari Thailand mengaku delegasinya sudah tersusul oleh prestasi siswa Indonesia, katanya. Mudjito mengatakan, seiring dengan semakin banyaknya ajang olimpiade internasional yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia, maka sejumlah negara sudah ancang-ancang dengan menyelenggarakan pusat-pusat pelatihan khusus untuk olimpiade untuk bidang matematika, sains dan lainnya.

Posisi Indonesia pada ajang olimpiade internasional tingkat Asia sejajar dengan Singapura, Thailand, Taiwan dan Hongkong sehingga kehadiran delegasi Indonesia selalu menjadi ancaman bagi kompetitor.

Delegasi Indonesia menjadi juara umum pada ajang kompetisi Matematika Internasional ke-3 Tahun 2009 (The 3rd WIZMIC 2009-Wizard at Mathematic Internasional Competition 2009) di Lucknow, India pada 27-30 Oktober 2009 lalu yang diikuti 207 peserta dari sembilan negara peserta.

Gelar juara umum diraih tim pelajar sekolah dasar Indonesia setelah menyabet 10 medali emas, sembilan perak dan lima perunggu dalam 3rd WIZMIC 2009 itu. Medali sebanyak itu diraih tim Indonesia dalam kategori individual contest dan team contest.

Sumber: ANTARA

Sumber Gambar: Kaltimpos

Robot Indonesia Berjaya di Olimpiade Dunia

Posted by lenidisini On November - 23 - 2009 ADD COMMENTS

sub_new_contents_03Saudara/i pembaca sekalian, berbahagialah! Ternyata, Indonesia masih menyimpan banyak mutiara terpendam yang pasti akan indah berkilau jika diasah dengan baik. Kali ini, sinar mutiara tersebut berasal dari anak-anak muda Indonesia yang berhasil membawa kejayaan dari ajang Olimpiade Robot Dunia 2009 (World Robot Olympiad/WRO) di Korea Selatan, 6-8 November 2009.

Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga tingkat Junior (SLTP) Regular Category. Paula Agusta, Humas dan Promosi Mikrobot mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil terbaik yang diperoleh Indonesia sejak mengikuti WRO pertama kali pada tahun 2004. Dan, Indonesia pantas bersyukur karena berhasil merebut tempat kedua serta ketiga setelah mengalahkan lebih dari 1.000 peserta dari 24 negara di seluruh dunia.

Kompetisi WRO sendiri terbagi dalam dua kategori, yakni Regular Category dan Open Category. Dalam Regular Category, peserta diminta untuk merakit sebuah robot dalam menyelesaikan suatu tantangan tertentu. Sedangkan, dalam Open Category, peserta bebas merakit robot menurut tema tertentu dan mempresentasikannya di hadapan para juri.

Indonesia mengirimkan total tujuh tim untuk berlaga di ajang WRO 2009. Dan, semuanya merupakan peserta pada Regular Category. Untuk tingkat Junior (SLTP), tim Creator dari Indonesia yang terdiri dari dua anak perempuan cerdas, Ivy Icasia serta Patricia Dissy Andrea, berhasil menempati tempat kedua. Sedangkan, tim Alpha-Rex yang terdiri dari Billy Hocker Wistan serta Fernando berhasil menjadi juara ketiga. Tim Indonesia yang bertanding pada tingkat Primary (SD) juga meraih hasil yang cukup memuaskan. Tim Innocent (Kelvin Onggadinata dan Margaretha Hutabarat) berhasil menempati peringkat lima, di bawah Chinese Taipei (juara 1), Korea (juara 2), dan Singapura (juara 3).

Benar-benar prestasi yang menggembirakan. Semoga ke depannya, anak-anak tersebut terus mendapatkan bimbingan yang tepat agar dapat terus mengembangkan potensinya dan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi negara.

* * *

Bagaimana menurut Anda, pembaca?
Jujur, satu hal yang membuat saya sendiri merasa cukup “merinding” ketika menuliskan postingan ini adalah sebuah kenyataan bahwa ada dua orang gadis kecil cerdas di antara para juara tersebut dan berhasil meraih prestasi yang gemilang! Ternyata, robot bukan cuma dominasi kaum pria :D

Referensi: ANTARANews

Musik Gamelan di Ciutadella Barcelona

Posted by indonesiaberprestasi On November - 7 - 2009 ADD COMMENTS

ciutadella

Sekitar 2.000 penonton memadati panggung Indonesia di Taman Ciutadella dan larut dalam alunan gamelan Jawa yang dibawakan Grup Gamelan Charoko Laras binaan KBRI Madrid.

Berdasarkan keterangan dari Allen Simarmata, Korfungsi Sosbudpen KBRI Madrid, taman paru-paru kota Barcelona itu diguncang kemeriahan musik gamelan pada puncak acara pertunjukan budaya Festival Asia di Barcelona. Pengunjung yang berjubel di taman itu dengan antusias menyaksikan Charoko Laras menggelar pertunjukan dua kali selama satu jam dengan menampilkan lagu Gangsaran, Ayun-Ayun, Sluku-Sluku Batok dan Udan Mas.

Selain gamelan, KBRI juga menggelar pertunjukan tarian Indonesia yang dibawakan penari warga Indonesia di Madrid dan persembahan grup tari binaan KBRI Brussel. Pertunjukan kesenian Indonesia berupa tari-tarian yang dibawakan lima penari itu tampil mempesona dengan sambutan luar biasa dari pengunjung. Tepuk tangan pengunjung bergemuruh ketika para penari membawakan Tari Muli Batanggai dari Lampung dan Tari Rantak dari Sumatera Barat, dengan gerakan lincah dan kostum penari yang menarik.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet Mustafa yang hadir bersama pejabat Casa Asia Barcelona merasa senang dan bahagia dengan respons luar biasa masyarakat Barcelona pada pagelaran gamelan dan tari Indonesia itu. Menurut Allen , terik matahari kota Barcelona yang cukup menyengat di siang hari, tidak menyurutkan pengunjung untuk menyaksikan pertunjukan gamelan dan tarian tersebut.

Festival Asia merupakan festival budaya dan musik yang digelar rutin setiap tahun oleh Pemko Barcelona dan Casa Asia yaitu konsorsium budaya binaan kementerian luar negeri Spanyol. Grup seni dan budaya Indonesia diundang khusus sebagai pengisi puncak acara Festival Asia 2009 bersama grup budaya dari China dan India.

Sumber: ANTARA

Sumber gambar: link

eurochocolate-logo

Sumber Gambar: link

Pameran coklat, Eurochocolate, adalah salah satu pameran tahunan kuliner terbesar di dunia. Pameran tersebut diselenggarakan di Perugia, ibukota Propinsi Umbria, Italia. Jumlah pengunjung dapat mencapai 1 juta orang dan menghabiskan 190 ton coklat.

Indonesia diundang sebagai tamu khusus dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Oktober 2009 tersebut. Terdaftar 26 delegasi dari Indonesia yang berpartisipasi dan menghadiri pameran. Delegasi tersebut antara lain terdiri dari wakil dari dunia usaha kakao, pengusaha coklat swasta, BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, lembaga-lembaga penelitian, Pada pameran tersebut, Indonesia tidak hanya menampilkan segala sesuatu yang berkaitan dengan coklat. Delegasi Indonesia terdiri dari wakil dunia usaha kakao dan cokelat swasta maupun BUMN, unsur pemerintah pusat dan daerah, Lembaga Penelitian, BKPM, dan partisipan lainnya.

Mengawali partisipasi Indonesia itu, panitia Eurochocolate mengadakan konferensi pers dengan narasumber dari pemerintah Italia, pihak sponsor, organisasi kakao dunia dan Indonesia yang diwakili oleh Wakil Duta Besar RI Roma Yuwono A. Putranto.

Selama pameran Indonesia menampilkan produk kakao dan menjual produk cokelat, dikombinasi dengan seni tari, pertemuan bisnis, menyajikan makanan khas Indonesia berbasis coklat pada acara Gala Dinner, menjadi pembicara dalam seminar, dan mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan coklat di Italia.

Faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan dari peningkatan daya saing kakao / coklat Indonesia adalah strategi, struktur dan persaingan. Dan yang paling berperan dalam meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah pihak swasta, sedangkan tujuan utama dari peningkatan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia di luar negeri. Berdasarkan data terakhir dari ICCO (International Cacao and Coffee Organization) menunjukkan kebutuhan kakao dunia saat ini diperkirakan sebesar 3,299 juta ton. Untuk produksi biji kakao hanya sebesar 3,288 juta ton. Ini berarti terdapat jumlah permintaan sekitar 110.000 ton yang belum terpenuhi.

Indonesia dalam komoditas kakao ini, memegang peran strategis. Produksi kakao Indonesia saat ini atau tahun 2006 ini mencapai 435.000 ton pertahun. Maka negara kita menjadi ketiga terbesar dunia penghasil kakao setelah Pantai Gading dan Ghana di Afrika dengan pangsa produksi sebesar 13,23 persen dari total produksi kakao dunia. Produksi ini masih akan ditingkatkan hingga mencapai 600.000 ton pada tahun 2010.

(Sumber: Pameran Eurocholate 2009, data BPS, referensi terkait, data diolah oleh F. Hero K. Purba)

Program yang Diusung Danamon Go Green Masuk Seleksi BBC

Posted by sucilestarini On November - 3 - 2009 ADD COMMENTS

nothingwasted

Sumber Gambar : link

Pasar tradisional yang ada di Indonesia pada umumnya sangat kotor oleh karena tumpukan sampah yang bertebaran di mana-mana. Hampir 90% sampah yang ada berasal dari sayur-sayuran yang membusuk dan tak layak jual. Danamon Go Green lantas meluncurkan program “Nothing Wasted” yang mengkonversi sampah-sampah tersebut ke dalam bentuk kompos yang membawa keuntungan bagi para petani lokal. Tidak hanya menguntungkan petani lokal, program tersebut juga diyakini dapat menurunkan tingkat penyakit yang pada umumnya disebabkan oleh sampah yang membusuk.

Program “Nothing Wasted” ini berhasil terpilih menjadi salah satu dari 12 finalis yang terseleksi dari 900 program pengembangan masyarakat sedunia yang digelar oleh BBC World Challenge. Program tersebut merupakan satu-satunya program yang mewakili Indonesia pada kompetisi yang digelar oleh BBC. Sehingga, ada harapan yang cukup besar dari pihak Danamon Go Green bahwa masyarakat Indonesia dapat memberikan dukungannya beramai-ramai melalui voting online yang dimulai sejak 28 September hingga 13 November 2009. Voting dapat dilakukan melalui www.theworldchallenge.co.uk.

World Challenge sendiri merupakan kompetisi internasional yang diadakan BBC World News dan Majalah Newsweek. Kompetisi tersebut melombakan program-program inovatif yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan perempuan, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Saya sudah vote untuk Indonesia di ajang BBC World Challenge 2009. Kamu?

Referensi: ANTARANews & World Challenge 09

Batik dan Wayang Kulit Sedot Perhatian Besar di Ibukota Kebudayaan Eropa

Posted by indonesiaberprestasi On November - 1 - 2009 ADD COMMENTS

wayang-latvia

Sumber Gambar: link

Di ibukota kebudayaan Eropa, Riga, malam kebudayaan Indonesia yang dirangkai dengan resepsi diplomatik mendapat perhatian besar. Acara tersebut dihadiri pula oleh dubes negara-negara berpengaruh seperti AS dan Inggris. Publik pun bahkan mengantre sampai dua gelombang.

Berlangsung di venue prestisius Museum of Foreign Arts, satu bangunan berimpitan dengan Istana Presiden Republik Latvia, malam kebudayaan Indonesia tersebut menampilkan Tari Topeng, Tari Anoman, Gamelan, Pagelaran Wayang Kulit dalam bahasa Inggris, pengenalan kuliner dan keramahtamahan Indonesia serta pameran batik Sleman, Yogyakarta. “Pameran batik diadakan sebagai bagian dari hari batik dan pelaksanaan kampanye batik nasional sebagai salah satu produk budaya dan identitas bangsa,” terang Dubes Linggawaty Hakim.

Riga kebetulan baru ditetapkan oleh panel internasional sebagai European Capital of Culture 2014 dan Indonesia saat ini sedang hot di Negeri Baltik itu sejak setahun terakhir. Diharapkan semua faktor ini akan memberi efek positif, apalagi acara tersebut diliput televisi nasional Latvia dan Rusia, juga media cetak setempat.

“Minat warga Latvia terhadap Indonesia sangat tinggi, apalagi mereka juga sangat meminati travel,” jelas Lingga. Selain Dubes AS Judith G. Garber dan Dubes Inggris Richard Moon, dubes dari 40 negara-negara sahabat lainnya yang diundang juga hadir, antara lain dubes Italia, Belanda, Portugal. Selebihnya dari 150 tamu berasal dari counterpart setempat, yakni Kemlu dan pejabat pemerintah setempat, kalangan bisnis, travel dan civil society.

Dubes Belanda di Riga, Jurriaan Kraak mengaku selalu merasa at home berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Kraak memuji budaya ramah serta kekayaan ragam dan kelezatan makanan Indonesia. Secara khusus dia bahkan mengaitkan kelezatan makanan malam itu dengan restauran De Poentjak, Den Haag.

Pada sesi untuk publik, auditorium Museum of Foreign Arts tak mampu menampung masyarakat sehingga pihak manajemen museum menerapkan sistem dua gelombang. Sebagian dipersilakan masuk, sebagiannya lagi menunggu di luar. Akibatnya, tim kesenian yang dibawa KBRI Stockholm pun harus tampil dua putaran. Mereka adalah pemain gamelan bule warga Swedia, mahasiswa, staf KBRI dan profesional yang bekerja di Swedia, pensiunan, eks Mahid dan dalang bule Finlandia yang menikah dengan wanita Indonesia.

Para tamu disambut Dubes Linggawaty Hakim dengan iringan Gendhing Kebo Giro, suguhan aneka kuliner Nusantara, dari salad karedok sampai batagor Bandung, dengan sajian minuman sangat beragam, termasuk es teler dan jus buah sirsak yang sudah langka.

Sumber: Detik

Bila Anak SMA Menuliskan tentang Korupsi

Posted by akeminissa On October - 29 - 2009 1 COMMENT

stop_korupsi

Sumber Gambar: link

“Menulislah, jika tak menulis, maka kamu akan ditinggalkan sejarah”

“Kamu jangan takut untuk maju dan bicarakan ide-ide kamu. Sekali kamu takut, kamu kalah.”

Percikan gagasan Sahabat Bumi Manusia yang pernah ditulis oleh Pramoedya Ananta Tour diatas merupakan gambaran dari prestasi yang dicapai oleh teman-teman yang mengikuti Lomba Menulis Anti Korupsi Tingkat SMA.

Dapat dikatakan inilah kado mengharukan dari pelajar-pelajar SMA untuk Indonesia di peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda (1928-2009).

Lomba Menulis Anti Korupsi Tingkat SMA. Diselenggarakan atas kerjasama antara Indonesia Corruption Watch (ICW), Perkumpulan Seni Indonesia (PSI), Perkumpulan Praxis, Mainteater Bandung, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

Selamat untuk pada para pelajar SMA yang memborong juara 1,2,3:

Karya : Hanna Hanifah, SMA 5 Bandung
Karya : Kathrinna Rakhmavika, SMA St. Ursula, Jakarta
Karya : Pawitra Lintang, SMA 5 Bandung
Referensi: link dan link

Refleksi di Hari Sumpah Pemuda

Posted by lenidisini On October - 28 - 2009 1 COMMENT

Kami, putera dan puteri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

Kami, putera dan puteri Indonesia mengaku, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami, putera dan puteri Indonesia mengaku, berbahasa satu, bahasa Indonesia

Siapa yang tidak ingat dengan tiga bait kalimat tersebut?

Ya, SUMPAH PEMUDA.

1928-Sumpah_Pemuda-1

Sumber Gambar: link

Dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober, 81 tahun yang silam. Para pemuda dari berbagai daerah dan golongan berkumpul bersama di Weltevreden (Jakarta) untuk menyuarakan hasrat dan keinginannya dalam bersatu tanah, bangsa, serta bahasa.

Sebuah hasrat yang menggebu hingga disebut dengan SUMPAH. Hasrat yang menggebu untuk terlepas dari segala belenggu penjajahan dan berdiri tegak di atas kaki sendiri. Sebuah hasrat yang pada akhirnya melahirkan semangat-semangat juang para pemuda calon pemimpin bangsa penggerak kemerdekaan.

Namun, pertanyaannya sekarang, saat ini, di zaman ini..

Adakah kiranya pemuda yang masih paham jiwa dan semangat dasar SUMPAH PEMUDA ketika itu? Adakah kiranya pemuda saat ini yang masih mempunyai hasrat membara dalam menjiwai SUMPAH tersebut? Ataukah karena alasan relevansi maka kita sudah mulai melupakan makna SUMPAH PEMUDA dan tenggelam pada dunianya masing-masing?

Saya di sini tidak ingin mengatakan bahwa SUMPAH PEMUDA adalah segalanya. Saya hanya ingin membangkitkan lagi ingatan sejarah itu. Bahwa, 81 tahun yang silam, di Indonesia, pernah ada semangat-semangat menggelora dalam diri para pemudanya untuk bersatu dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Hanya ingin mengingatkan bahwa 81 tahun yang silam, pernah ada sekumpulan pemuda penuh cinta, yang rela mengorbankan waktu dan pikirannya, merumuskan tiga bait kalimat yang menjadi kebutuhan penting demi persatuan bangsa. Hanya ingin mengingatkan bahwa 81 tahun yang silam, ada pendar-pendar kepedulian yang begitu besar dari jiwa para pemuda. Mereka peduli tanah air, ibu pertiwi, melebihi segala kepentingan pribadinya dan golongannya. Mereka bagaikan kunang-kunang yang menyebarkan cahayanya di tengah gulita malam, di tengah gegap gempita kosongnya pengharapan.

Wahai pemuda masa kini, mungkin benar apa yang dikatakan N. Daldjoeni. Bahwa, tantangan kita saat ini semakin berat. Ada empat masalah yang generasi muda hadapi saat ini, yakni di bidang ekonomi-edukatif, biologis-fisik, sosial-patologis, dan psikologis. Sungguh kompleks ketika kita dihadapkan pada efek domino dari sebuah keterbatasan. Pendidikan yang sulit dijangkau dengan merata oleh semua golongan, mengakibatkan kita menerima dengan pasrah untuk dididik menjadi bodoh. Kebodohan menuntun kita pada kehidupan sosial yang tidak lebih baik. Yang mana bisa jadi hal itu pada akhirnya akan memengaruhi pula psikologis seseorang. Frustasi, rendah diri, malas, takut pun menjadi teman setia dalam hidup. Lantas, apa jadinya, jika hal tersebut menimpa para pemuda calon pemimpin bangsa kelak?

Itu baru satu contoh alur masalah. Yang lainnya, globalisasi. Jalur ini berhasil melahirkan pemuda-pemuda yang mudah terbawa arus zaman dan hampir-hampir kehilangan identitas diri. Kebanggaan akan tren dari luar melebihi kebanggaan akan warisan leluhur sendiri. Alhasil, hampir saja harga diri kita dicabik-cabik negara lain. Jangan selalu menyalahkan pihak lain, mari berkaca kepada diri sendiri terlebih dahulu. Ternyata, atas segala permasalahan yang terjadi, ada bagian dari kesalahan sendiri yang turut berperan. Ibarat pepatah “Semut di seberang lautan tampak namun gajah di pelupuk mata tak tampak”.

Wahai pemuda, sudah seharusnya kita berkaca diri. Lupakanlah sejenak euforia masa lalu kejayaan pemuda. Jangan terbang terlalu tinggi ketika dikatakan oleh Ben Anderson, seorang pengamat politik, bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah para pemuda. Hal itu memang benar nyatanya. Tapi, itu DULU. Sekarang? Kebanyakkan pemuda, walaupun tidak semua, seperti kehilangan taringnya. Tidak bergairah, tidak bersemangat membawa perubahan. Setiap hari, rutinitasnya adalah menghabiskan uang orangtua, mengikuti tren saat ini sampai terengah-engah dan lupa untuk melihat ke bawah, lupa mengingat bahwa masih banyak masalah yang harus diperhatikan, masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung mereka. Ada apa wahai pemuda? Mungkinkah sudah merasa cukup nyaman? Mungkinkah sudah merasa baik-baik saja? Maafkan saya jika menampar terlalu keras atau justru terlalu lembut?

Terkadang kita memang butuh dijatuhkan agar bisa kembali kepada realita. Di hari SUMPAH PEMUDA tahun ini, di hari yang sebenarnya sama istimewanya dengan hari-hari lainnya, saya hanya ingin menyuarakan harapan saya dan mungkin juga harapan beberapa orang lainnya.

Sudah saatnya, kita para pemuda untuk bangkit.

Kembali memupuk jiwa SUMPAH PEMUDA dalam diri kita.

Dalam bentuk-bentuk yang disesuaikan dengan zaman.

Dalam cara-cara yang baru lagi segar.

Hal tersebut sebenarnya bisa dimulai dari diri sendiri.

Meningkatkan kualitas diri, mengimplementasikan kemampuan diri ke dalam ranah nyata untuk kebermanfaatan orang banyak, bahu-membahu membangun bangsa dengan kompetensinya masing-masing untuk Indonesia yang lebih maju.

Kementerian BUMN Apresiasi Situs BUMN Terbaik

Posted by indonesiaberprestasi On October - 25 - 2009 ADD COMMENTS

kantorBUMN-front.angga-dalam

Sumber: link

Kementerian Negara BUMN memberi penghargaan kepada sejumlah BUMN atas pengelolaan laman terbaik yang diberikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Deputi Kementerian BUMN di Jakarta.

PT Garuda Indonesia tercatat sebagai perusahaan pengelola situs terbaik “best of the best”, setelah menyabet empat gelar juara pertama kategori website dengan “user interface` terbaik. Kemudian kategori marketing communication terbaik, respon tercepat, dan kategori transaksi online terbaik.

Perusahaan penerbangan pelat merah ini mengalahkan PT Pertamina yang menyabet tiga penghargaan. Selain itu perusahaan terbaik juga dianugerahkan kepada PT Wijaya Karya, dengan kategori perusahaan pemutakhiran data situs Kementerian BUMN, www.bumn-ri.go.id. Dari 140 BUMN, terjaring sebanyak 72 BUMN yang masuk nominasi.

Menneg BUMN Sofyan Djalil, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan situs harus menjadi kultur baru BUMN. “Mengelola situs dengan optimal memberikan dampak positif bagi perusahaan,” ujarnya. Penghargaan diberikan berdasarkan tujuh kategori meliputi BUMN jasa nonlisted dengan interface terbaik, marketing communication terbaik, kategori khusus transaksi online, executive information system. Dan portal Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

Untuk kategori BUMN listed, website portal dari perusahaan pelat merah yang memperoleh penghargaan terbaik adalah PT Bank Mandiri Tbk untuk kategori user interface dan marketing communication. Sedangkan PT Danareksa memperoleh penghargaan untuk kategori respons tercepat. BUMN Jasa Keuangan Nonlisted kategori website marketing communication dimenangkan PT Asuransi Jiwasraya. Kategori BUMN Nonjasa Nonlisted kategori website marketing communication disabet PT Pertamina.

Perusahaan Nonjasa Nonlisted kategori user interface PT Pertamina. BUMN Nonjasa Nonlisted kategori website respons tercepat, PT Pertamina. BUMN Jasa Nonlisted kategori respons tercepat diraih PT Sucofindo. Kategori Khusus penggunaan sosial media, PT Bank Negara Indonesia.

Semoga saja dengan adanya penghargaan tersebut, bisa semakin memacu bagi BUMN-BUMN untuk lebih meningkatkan kualitas dari situsnya. Di zaman ini, semakin banyak orang yang mengakses internet, dan terkadang kualitas situs bahkan menjadi kriteria penilaian terhadap suatu institusi atau perusahaan.

Sumber: ANTARA

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: