Tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang tergabung dalam The International Law Moot Court Society (ILMS) berhasil menjadi runner-up dalam The 2009 International Maritime Law Arbitration Moot (IMLAM) Competition di Brisbane, Australia. Tim FH UI diwakili Titis Lintang Andari (2005), Camelia Simbolon (2005), Bintang Taufiq Hidayanto (2006), Sasha Izni (2007), dan Muhammad Subarkah 2008 dengan pelatih Miranda Anwar, S.H.
Tim FH UI berhasil maju ke babak grand final melawan University of Queensland (the host) setelah berhasil mengalahkan National University of Singapore (NUS) di babak semifinal. Kompetisi yang melibatkan 12 tim dari 12 universitas tingkat Asia Pasifik ini menggunakan sistem hukum Common Law, yang merupakan sistem hukum di negara koloni Inggris dan jajahannya seperti Inggris, Amerika, Australia, dan Malaysia. Sistem hukum ini berbeda dengan Indonesia yang menganut sistem hukum Civil Law. Dengan perbedaan sistem hukum tersebut, tim FHUI telah menunjukkan kemampuan penguasaan materi yang luar biasa dengan mampu melenggang hingga ke babak final.
Devie Rahmawati, Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI dalam siaran persnya menjelaskan, pada kompetisi yang berlangsung selama 5 hari ini, 12 tim yang ikut dieliminasi menjadi delapan tim untuk babak perempat final. Delapan tim tersebut adalah Queensland University of Technology, Gujarat National Law University, the National University of Singapore, Padjadjaran University (Indonesia), the University of Hong Kong, Universitas Indonesia, the University of Queensland, dan Murdoch University.
Pada kompetisi ini, tim FHUI menyabet 3 penghargaan: 2nd Best Memorandum for the Claimant, 4th Best Speaker for the General Round, dan 3rd Best Speaker for the Final Round. Keberhasilan yang dicapai pada IMLAM 2009 ini merupakan salah satu prestasi yang pernah diraih oleh Tim FHUI. Pada tahun 2009 ini, TIM FHUI juga berhasil memenangkan kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition, Hong Kong dengan menyabet gelar sebagai juara 1. “Ini tidak hanya menjadi keberhasilan tim FHUI, namun telah menjadi keberhasilan Indonesia di mata dunia,” tutur Devie.
Dari berbagai sumber





