Indonesia Meriahkan Magnifest di Kota Braunschweig, Jerman

Posted by indonesiaberprestasi On September - 10 - 2009 ADD COMMENTS

Indonesia meramaikan penyelenggaraan Magnifest di kota Braunschweig, Jerman yang merupakan kota kembar atau sister city kota Bandung sejak tahun 1960. Dengan menampilkan tari-tarian dan lagu-lagu daerah, Indonesia merupakan satu-satunya peserta Festival Magnifest ke-36 yang berasal dari luar Jerman di Kota Braunsweig.

KJRI Hamburg dalam keterangan persnya menyebutkan festival bertema “Kultur im Herzen der Stadt” (Kebudayaan di jantung kota) diikuti seniman berbagai kota di negara bagian Niedersachsen. Acara digelar di sekitar pusat kota merupakan festival rakyat tahunan diisi dengan berbagai gerai atau stan penjualan makanan, minuman, permainan, kerajinan tangan dan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Jerman.

Meskipun hujan gerimis tidak menghalangi penonton menyaksikan penampilan kesenian Indonesia yang tampil pertama pada acara pembukaan yang mendapat sambut meriah pengunjung. Penampilan Indonesia diawali dengan tari Tempurung dan tari Badinding yang dibawakan Sanggar Seni Ananda dari Brauschweig, yang dilanjutkan dengan tari Jaipong, tari Topeng dan tari Merak oleh Sanggar Seni Margi Budoyo KJRI Hamburg.

Busana daerah yang dikenakan penari dan alunan khas musik tradisional serta gerakan yang mempesona menjadikan tari-tarian tersebut menjadi kombinasi yang unik, yang menarik perhatian pengunjung festival. Seusai tari-tarian, penampilan dilanjutkan dengan penampilan lagu “Ungaro”, dari daerah Batak dan daerah yang dinyanyikan beberapa penari. Nada dan irama lagu-lagu sangat menarik pengunjung yang turut menari dan mengikuti irama musik membuat para penonton terkesan dengan penampilan dengan spontan berteriak “zugabe-zugabe,” (more-more/lagi-lagi ” minta agar penari terus bernyanyi).

Pejabat Pemerintah Kota Braunschweig dan panitia penyelenggara sangat menghargai keikutsertaan Indonesia dalam acara tersebut dan mengharapkan pada tahun mendatang juga dapat ikut berpartisipasi. Konjen RI di Hamburg Teuku Darmawan mengatakan acara tersebut merupakan salah satu cara KJRI Hamburg dalam memelihara dan meningkatkan kerja sama sister city Bandung- Braunschweig yang terjalin sejak 1960.

Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai festival seni budaya seperti Magnifest ini, dalam memperkenalkan seni budaya dan pariwisata Indonesia diharapkan akan dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Indonesia.

Sumber: ANTARA

Nusantara, Nge-game Sambil Belajar Sejarah Indonesia

Posted by indonesiaberprestasi On December - 8 - 2008 ADD COMMENTS

Ardhi Suryadhi – detikinet

3498nusantara_ol

Jakarta – Bermain game tak hanya dapat mengobati kejenuhan. Sebuah game karya anak bangsa yang satu ini misalnya, sambil bermain gamer juga dapat belajar sejarah kebudayaan dan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia.

Game online buatan barudak-barudak Bandung tersebut diberi nama Nusantara. Game ini bertipe MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang berlatarkan kehidupan masyarakat nusantara pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan di tanah air.

Game ini berkisah di suatu masa dimana rakyat Nusantara sudah memiliki sistim kemasyarakatan dan peri kehidupan yang maju dan terstruktur. Namun, kemahsuran Nusantara membuat negara-negara lain tertarik akan keberadaannya dan ingin menguasai, sehingga konflik pun tak terhindarkan.

Nusantara juga memiliki ensikolpedi yang menyajikan data dan fakta terkait sejarah kebudayaan, mulai dari artefak, prasasti, cerita hikayat, tokoh-tokoh hingga peristiwa sejarah.

Penasaran? Sayangnya bagi yang ingin menjajal game ini harus bersabar dulu. Pasalnya, Nusantara masih dalam tahap pengembangan. Diperkirakan, Mei 2009 atau bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional game ini baru bakal dilempar ke dunia game tanah air.

Nusantara adalah buah kreativitas dua studio animasi di Bandung. Mereka adalah studio Sangkuriang yang mengembangkan engine dan studio Telegraf yang mempresiapkan animasinya. ( ash / dwn )

Sumber berita: detikcom

Sumber gambar: Nusantara Online

Mahasiswa ITB Juara di Jepang

Posted by indonesiaberprestasi On November - 15 - 2008 ADD COMMENTS

“Usaha yang minimal bisa melahirkan hasil yang maksimal dengan suatu efisiensi dan efektivitas kerja.”

Itulah motto yang diusung oleh tim Garuda Parahyangan yang menjadi juara 1 Large Skill Integration (LSI) kontes desain di University of Ryukyu Okinawa, Jepang pada tanggal 14 Maret 2008 silam. Dengan judul paper RSA Enchiper Hardware Design Using Interleaved Logaritm with Dynamic Masking (Level 2 Design For LSI Design Contest), mereka berhasil mengalahkan sekitar 80 kontestan lain dari berbagai negara. Ini merupakan puncak kejayaan ITB setelah tahun-tahun sebelumnya belum pernah menggondol juara pertama untuk kontes serupa.

Nama Garuda Parahyangan sendiri diambil dari burung Garuda yang merupakan lambang negara Indonesia, sedangkan Parahyangan sendiri diambil dari nama kereta api Jakarta-Bandung yang menurut mereka cepat, efisien, dan biayanya pun lebih murah. Kriteria inilah yang mereka gunakan dalam membentuk nama tim karena dianggap dapat mewakili tujuan mereka sesuai dengan tema dari perlombaan yang diujikan.

Semangat juang dan kreativitas selalu melatarbelakangi tim yang beranggotakan Oky Firmansyah, Andry Ongkinata, dan Bagus Prasetyo, mahasiswa tingkat 4 jurusan Elektro (sub-jurusan Teknik Komputer) ini. Ketiga mahasiswa ini, di bawah bimbingan Dr. Trio Adriono, berhasil menciptakan chip dengan metode optimasi baru yaitu dynamic masking, dimana membuat chip dengan biaya yang relatif lebih rendah tapi lebih baik dalam kualitas, dengan menyederhanakan proses komputasi sehingga dapat memperkecil ukuran menjadi bentuk yang lebih praktis.

Saat wawancara, Tim Garuda menyimulasikan kerja dari chip yang mereka ciptakan. Disimulasikan bahwa, apabila sebuah data hendak dikirimkan maka data akan melewati suatu jalur data dan chip yang diciptakan ini dapat menyamarkan data dengan baik dan hanya dapat diterjemahkan dengan chip yang sama. Hal ini bertujuan agar data yang dikirim tidak dapat diketahui pihak lain, selain pihak yang dituju sehingga keamanan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses transmisi data.

Dalam hal ini Oky bertindak sebagai pembawa ide pertama untuk fokus ke desain utama. Sedangkan Andry dan Bagus lebih bertindak sebagai simulator. Ide mengenai pengembangan seterusnya merupakan ide bersama dalam proses saling bertukar ide.

Persiapan total yang dilakukan selama 6 bulan sampai akhirnya dipresentasikan di hadapan para juri, tidak membuat sia-sia usaha mereka meskipun sempat terganggu masalah dana. Pihak penyelenggara lomba hanya memberikan jatah 1 tiket akomodasi hanya untuk 1 peserta saja. Tetapi berkat kegigihan dalam mencari sponsor pribadi, sponsor kampus, dan sponsor perusahaan, akhirnya Tim Garuda Parahyangan dapat memberangkatkan semua anggotanya ke perlombaan tersebut.

Menjadi wakil ITB pertama yang menjadi jawara pertama (bersama tim CREW) tidak lantas membuat mereka bersombong diri dan tetap fokus untuk terus berkarya. Bila ditanya, adakah keinginan mereka untuk mematenkan hasil kerja keras mereka tersebut, mereka hanya menjawab, masih terdapat kekurangan dalam hasil karya mereka dan masih belum terlalu banyak kemajuan dibandingkan dengan karya-karya serupa yang sudah dipatenkan sebelumnya. Berbicara tentang harapan mereka dalam rentang waktu ke depan, “ Sementara ini ingin wisuda bulan Juli supaya lulus tepat empat tahun. Setelah itu, kalau sesuai dengan rencana kami juga ingin melanjutkan kuliah S2 ke Jepang” kata Oky. (kiwik-alit)

Sumber: Klik ini

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Promosi Pariwisata Indonesia, Yuk!

Berbicara tentang Indonesia, kita juga bisa berbicara yang indah-indah. Bukan maksud hati untuk mengesampingkan segala hal... 
Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Saat Ini Warga Miskin di Jatim Gratis Berobat

Meski surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi, ada kabar gembira bagi warga miskin di Jatim. Sejak 1... 
Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah... 
Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Yogyakarta Pusat Seni Rupa Asia Tenggara

Bersama Kota Manila di Filipina, Yogyakarta saat ini menjadi pusat seni rupa di Asia Tenggara. Dalam level yang berbeda,... 
Enter the video embed code here. Remember to change the size to 310 x 250 in the embed code.

TAG CLOUD

POPULAR

  • Dukung Indonesia Berprestasi

    Indonesia Berprestasi

  • Gabung Jadi Volunteer/Kontributor di Milis Kami!

  • Indonesia Berprestasi on Facebook!

  • Follow us on Twitter!

  • Dukung Internet Sehat

    Internet Sehat
  • Categories

  • Indonesia Berprestasi Didukung dan Mendukung: